
Namjoon membawah Clarissa kembali ke aparteman mereka, sepanjang perjalan Clarissa tertidur sungguh Clarissa sangat lelah.
Dengan tangan yang mengelus pipi Clarissa Namjoon menatap lekat wajah wanita yang beberapa hari tak menemaninya untuk tidur, namun sentuhan Namjoon tak membuat Clarissa terbangun, memang benar dia sangat lelah.
"Selamat malam sayang, tidurlah hilangkan mimpi buruk yang aku buat untuk mu" ucap Namjoon lirih.
Notifikasi ponsel Clarissa berbunyi tanda pesan masuk.
Namjoon memilih untuk mengabaikan ponsel Clarissa mungkin sudah begitu banyak pesan masuk.
Pukul 07.00 pagi Namjoon baru bisa menutup matanya, selama Clarissa tertidur Namjoon lebih memilih untuk duduk di samping Clarissa dan menggenggam tangan kekasihnya itu.
Hingga mereka terbangun bersamaan dengan bunyi ponsel Clarissa yang nyaring.
"Tetaplah seperti ini" ucap Namjoon saat menyadari Clarissa ingin bangun.
"Tapi ponselku" ucap Clarissa.
Namun Namjoon tetap mengeratkan pelukan mereka.
"Biarkan aku memeluk mu lebih lama lagi" ucap Namjoon.
"Aku takkan kemana-mana, kecuali kau yang meminta ku pergi" ucap Clarissa.
"Aku tak menyuruh mu pergi lagi, itu sama saja aku membunuh diri ku secara perlahan" ucap Namjoon.
"Tapi saat aku pergi kau tak mencari ku" ucap Clarissa.
"Aku tak mencari mu, tapi aku mengikuti kemana pun kau pergi" ucap Namjoon.
"Kenapa tak menemui ku" tanya Clarissa.
"Ego ku yang membuatku, menutup mata akan kepergian mu" ucap Namjoon.
Namjoon mengelus wajah Clarissa lembut, menatap mata Clarissa yang sayup akibat terlalu banyak menangis.
"Mata mu sayup itu karena ku" ucap Namjoon.
"Maafkan aku" ucap Namjoon lagi.
Clarissa menggengam tangan Namjoon yang mengelus pipinya sentuhan yang sangat dia rindukan akhirnya bisa dia rasakan lagi.
"Tak apa biarkan itu menjadi salah satu cerita kita" ucap Clarissa.
Mereka saling menatap, dengan mata yang sayup Clarissa tersenyum sangat manis di hadapan Namjoon.
"Nanti mata ini lagi, yang akan memandang kebahagiaan" ucap Clarissa menunjuk ke arah Namjoon.
Clarissa mendekat ke arah Namjoon "Memang benar ini nyata, aroma tubuh ini masi menjadi pemenangnya".
Namun kembali ponsel Clarissa berbunyi, Namjoon mengambil ponsel Clarissa yang dari semalam dia simpan di atas nakas dekat dengannya.
"Biar kita liat siapa yang menelpon di saat aku sedang memeluk kekasih ku" ucap Namjoon.
Namjoon melihat ke layar ponsel Clarissa terlihat nama Jungkook muncul disana.
Clarissa ragu untuk mengambil ponselnya dari tangan Namjoon.
__ADS_1
"Angkatlah, kalau tidak dia akan menelpon mu terus-terus itu sangat mengganggu" ucap Namjoon memberikan ponsel Clarissa.
Clarissa mengangkat telepon Jungkook.
Jungkook CEO JK.Corp
"Selamat siang pak Jungkook" ucap Clarissa mengakat telepon Jungkook dan dia menghidupkan pengeras suara biar Namjoon bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Tak ada, kau sedang di mana semalam kau pergi tak berpamitan" ucap Jungkook.
"Maaf pak Jungkook, semalam saya pergi bersama Namjoon" ucap Clarissa.
"Namjoon, apa kalian" tanya Jungkook, namun belum selesai Jungkook bertanya Clarissa memotong ucapan Jungkook.
"Namjoon adalah kekasih ku" ucap Clarissa.
"Oh baiklah, maaf sudah mengganggu mu Sa, tapi apakah kita masi bisa berteman" tanya Jungkook.
"Pak Jungkook masi bisa menjadi teman saya" ucap Clarissa lagi.
"Baiklah,,,, selamat siang" ucap Jungkook mengakhir panggilannya.
Namjoon semenjak tadi terdiam tak menyambung pembicaraan Clarissa dan Jungkook hatinya cukup senang saat Clarissa mengatakan bahwa dia kekasihnya.
"Hentikan senyuman itu, aku aneh melihat wajah mu tersenyum dengan sangat manis seperti itu" ucap Clarissa.
"Apa sekarang kau memaafkanku" ucap Namjoon.
Clarissa menganggukkan kepalanya.
"Sayang apa kau tak lapar, ini sudah siang" tanya Namjoon.
"Sayang ingin makan apa" tanya Clarissa.
"Bagaimana kalau ayam goreng padas" ucap Namjoon.
"Sepertinya, ayam goreng pedas sudah menjadi kesukaan mu" ucap Clarissa beranjak dari kasur.
"Ayo kita turun" ucap Clarissa lagi sambil membuka aplikasi pemesan makanan.
Kini mereka sudah berada di sofa ruang tengah menungguh pesanan makanan mereka. Clarissa bersandar di pundak Namjoon.
"Sayang bagaimana kalau hari mingguh ini kita pergi bertemu eomma dan appa, mereka beberapa hari ini terus menanyakan mu" ucap Namjoon.
"Ia kita pergi bertemu eomma dan appa" ucap Clarissa.
"Tak sabar ingin melihat kamar mu, apakah serapi di sini" ucap Clarissa lagi.
"Sayang ingin melihat kamar ku, atau sayang punya maksud lain" ucap Namjoon mencurigai Clarissa.
"Hentikan pikir jelek itu, aku hanya penasaran saja" ucap Clarissa tersenyum ke arah Namjoon.
Namun Namjoon masi melihat mata Clarissa yang sayup itu.
"Pasti sayang banyak menangis" ucap Namjoon.
"Sudah jangan khawatir nanti tinggal kompres pake es, biar cepat hilang" ucap Clarissa.
__ADS_1
Cukup lama mereka menungguh hingga akhirnya ayam pesanan mereka datang bersama dengan sebotol colla besar.
"Terima kasih pak" ucap Namjoon menerima pesanan mereka.
"Sayang di depan pintu ada bunga tulip merah" ucap Namjoon saat tadi membuka pintu untuk mengambil makan.
"Biar lah diluar, besok aku akan menanyakannya pada satpam di bawah siapa pengirimnya" ucap Clarissa.
"Tak usah di cari tau, nanti bakal ketahuan dengan sendirinya" ucap Namjoon.
Sebenarnya Namjoon sudah tau siapa pengirim bunga itu, namun dia tak ingin memberitahukan kepada Clarissa.
"Jangan di pikirkan ayo kita makan, aku sudah sangat lapar sayang" ucap Namjoon.
Namjoon mengeluarkan makan mereka di atas meja, dan mengambil gelas di dapur.
Sambil menonton drama Clarissa dan Namjoon santai menikmati makanan mereka.
"Kapan sayang pergi ke luar kota lagi" tanya Clarissa di selah makan mereka.
"Kenapa" ucap Namjoon.
"Aku hanya ingin ikut saja" ucap Clarissa.
"Biar aku tanya meyjhun nanti" ucap Namjoon.
"Boleh ajak Hana juga" ucap Clarissa lagi.
"Kita pergi melihat pekerjaan ku atau liburan" tanya Namjoon.
"Liburan juga boleh" ucap Clarissa .
"Baiklah kita liburan" ucap Namjoon.
"Tapi liburan ditempat sayang kerja" ucap Clarissa tertawa.
"Liburan sambil kerja juga bagus" ucap Namjoon lagi.
"Sudah ayo makan lagi" ucap Clarissa.
Hinggap selesai makan ada saja yang membuat mereka bisa tertawa lepas.
"Meyjhun pasti sangat kesal saat ini, karena semenjak aku membawah mu pulang ponselku sengaja tak ku aktifkan" ucap Namjoon memikirkan wajah meyjhun yang emosi.
"Sayang kau mengerjain meyjhun lagi" ucap Clarissa.
"Biar dia tau rasanya jadi CEO perusahaan yang sibuk" ucap Namjoon.
Setelah makan Clarissa membersihkan bekas makan mereka dan pergi ke dapur mengikuti Namjoon untuk mencuci gelas bekas minum mereka berdua.
Namjoon kembali duduk di sofa, sedangkan Clarissa berjalan ke atas menujuh kamar mengambil iPad dan ponsel Namjoon.
"Aktifkan ponselmu, kasihan meyjhun" ucap Clarissa memberikan ponsel Namjoon.
mau tak mau Namjoon mengaktifkan ponselnya dan benar saja begitu banyak pesan yang dikirim meyjhun untuk Namjoon tapi bukan berisi perkerjaan melainkan tentang Clarissa yang menghilang.
Namjoon yang melihat pesan yang dikirim meyjhun untuknya.
__ADS_1