LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam

LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam
Masa Lalu Namjoon


__ADS_3

Clarissa tak bisa menikmati suasana pulau Jeju saat ini, karena pikirannya sedang kacau, dan sejak tadi dia belum melihat ke beradaan Namjoon, hanya sempat berpapasan dengan eomma dan appa Namjoon yang keluar dari hotel memasuki mobil mereka menujuh ke bandara untuk pulang ke Seoul di antar oleh meyjhun sementara Namjoon tak terlihat.


"Hana sebaiknya kita kembali ke Seoul" ucap clarissa.


Hana melihat kearah Clarissa yang duduk berhadapan dengannya sedang menikmati sarapan mereka yang sudah sangat telat akibat Hana yang tak kunjung bangun dari tidurnya.


"Kenapa?" Tanya Hana.


"Pekerjaan sangat banyak di perusahaan, aku tak ingin cliant kita komplen" ucap Clarissa mencari alasan agar Hana mau pulang ke Seoul.


"Aku baru saja ingin menikmati liburan ini" ucap Hana sedikit memajukan bibirnya manja ke arah Clarissa.


"Baik biar aku pesankan tiket untuk kita pulang" ucap Hana lagi.


Hana kini sedang sibuk dengan ponselnya untuk memesan tiket ke pulang mereka sore nanti.


Di meja tak jauh dari tempat duduk Clarissa dan Hana terlihat seorang wanita menatap tak suka ke arah Clarissa.


Wanita itu berjalan ke arah Clarissa.


"Apa kau yang bernama Clarissa?" Tanya wanita itu yang kini sudah berdiri samping meja Clarissa dan Hana.


Clarissa dan Hana melihat ke arah wanita itu.


"Apa kami mengenal anda" ucap Hana.


"Kau Clarissa kan?" Tanya wanita itu lagi menujuk ke arah Clarissa.


"Yahhh aku Clarissa, anda siapa?" Ucap Clarissa.


"Bisa kita bicara berdua di meja itu" ucap wanita itu menujuk ke arah meja yang dia tempati.


Clarissa mengangguk dan berdiri mengikuti wanita yang dia tidak tau itu siapa.


Saat ini Clarissa sudah duduk berhadapan dengan wanita itu.


"Sebelumnya perkenalkan saya Hyuna calon istri dari Namjoon" ucap Hyuna.


"Aku Clarissa" ucap Clarissa menanggapi ucapan Hyuna.


"Aku tak ingin berbasa basi dengan mu, aku minta kau untuk menjauhi calon suamiku, saat ini juga karena, aku rasa wanita baik-baik sepertimu tak akan berbuat sepeti itu" ucap Hyuna dengan suara yang tegas.


"Aku dan Namjoon tak memiliki hubungan apa pun, aku dan Namjoon hanya sebatas pertemanan tapi jika itu mengganggu anda baiklah aku akan menjauhi Namjoon" ucap Clarissa.


"Baiklah jika kau mengerti akan posisimu" ucap Hyuna lagi.

__ADS_1


"Saya permisi" ucap Clarissa lagi dan tak menanggapi ucapan Hyuna.


Clarissa berdiri dari hadapan Hyuna menujuh ke Hana dan mengajak Hana untuk pergi dari tempat itu.


wanita itu adalah Hyuna.


Hyuna dulunya adalah mantan calon istri Namjoon yang memilih meninggalkan Namjoon demi lelaki lain, kerena menurutnya Namjoon tak bisa memenuhi hasratnya sebagai wanita, dan karena Hyuna juga Namjoon mendapatkan rasa kehilangan yang amat dalam membuatnya menjadi sedingin kutub utara, menutup dirinya dari sebuah rasa cinta , karena dia sudah tak percaya lagi akan cinta, Itu juga yang membuat Namjoon dapat melihat kesedihan yang di alami oleh Clarissa karena dia juga merasakan hal yang sama, Namjoon tau betul rasa sakit itu hanya dengan menatap mata Clarissa dan melihat raut wajah Clarissa.


Clarissa berjalan terburuh-buruh sambil menarik tangan Hana di belakangnya, tampa melihat jalan di depanya, tiba-tiba Clarissa menabrak dada seseorang di depanya, Clarissa hampir jatuh ke belakang dengan sigap tangan lelaki itu menangkap Clarissa.


"Kau tak apa" ucap tanya Namjoon.


Clarissa yang menyadari bahwa itu suara Namjoon langsung melepaskan tangan Namjoon yang kini memegangnya.


"Aku tak apa" ucap Clarissa dan kembali berjalan.


Namjoon melihat ke arah Hana mencari jawaban atas apa yang terjadi.


"Aku tak tau kenapa dia begitu" ucap Hana berlari mengejar Clarissa yang sudah cukup jauh darinya meninggalkan Namjoon yang masi penuh dengan tanda tanya akan perubahan sikap Clarissa.


"Sayang di sebelah sini" teriak seorang wanita kearah Namjoon.


Namjoon memang sedang ingin bertemu dengan Hyuna di restoran hotel. Tapi bukan untuk melanjutkan hubungannya dan Hyuna. Namjoon datang untuk memperjelas kepada Hyuna bahwa dia hanya mantan calon istrinya yang tak pernah dia harapkan lagi.


"Sayang duduklah" ucap Hyuna saat melihat Namjoon berdiri di sebelahnya.


"Sayang kau ingin makan apa" tanya Hyuna merasa senang saat Namjoon mau dia ajak bertemu.


Namun senyuman di wajah Hyuna menghilang saat Namjoon mengatakan.


"Berhenti Memanggilku dengan sebutan sayang seperti itu, dan aku minta jangan pernah lagi memunculkan diri mu di hadapan ku" ucap Namjoon menatap tajam ke arah Hyuna.


Ucap Namjoon itu berhasil membuat Hyuna terhenti dan membalas tatap Namjoon.


"Apa karena wanita itu" tanya Hyuna.


"Wanita itu tak ada urusannya dengan hubungan kita yang kau hancurkan, dan jangan pernah menyentuh wanita itu jika kau tak ingin melihat ku sejahat apa" ucap Namjoon lagi.


"Jika aku tak bisa mendapatkan mu kembali maka wanita manapun takkan bisa mendapatkan juga" ucap Hyuna mengancam Namjoon.


"Kau jangan bermain-main dengan ku HYUNA, aku bisa saja membuat mu menyesal jika kau menyentuh wanita itu" ucap Namjoon dengan menegaskan sebutan nama Hyuna dengan tersenyum miring.


"Aku tau kau tak setega itu dengan ku sayang" ucap Hyuna lembut.


"Aku bukanlah Namjoon yang kau kenal dulu, jadi aku ingatkan kepada mu sebelum semuanya itu terjadi sebaiknya kau pergi dari kehidupan ku, dan jangan menyentuh wanita itu" ucap Namjoon mengancam Hyuna lalu beranjak dari kursinya meninggalkan Hyuna yang kini mengepalkan tanganya kuat.

__ADS_1


"Ahhhhhh" ucap Hyuna marah membanting semua apa yang ada Dihadapannya.


"Aku tak biarkan wanita itu bisa memiliki mu Namjoon, aku pastikan kau akan berlutut di hadapan ku lagi" ucap Hyuna.


Namjoon kini menyusul Clarissa ke kamarnya, saat Namjoon ingin menekan bell, pintu kamar terbuka terlihat Hana yang sedang mendorong koper keluar di ikuti Clarissa.


"Kalian ingin pergi kemana" tanya Namjoon.


"Kami ingin pulang ke Seoul" jawab Hana karena Clarissa tak menanggapi ucapan Namjoon.


Namjoon berjalan mendekati Clarissa.


"Kau kenapa" tanya Namjoon.


Clarissa tetap tak menjawab pertanyaan Namjoon.


"Clarissa aku bertanya pada mu" ucap Namjoon lagi.


"Aku tak apa-apa Namjoon" jawab Clarissa.


"Tapi kenapa kau menghindari ku" tanya Namjoon.


"Sepetinya kalian harus berbicara, aku menunggu mu di lobby" ucap Hana karena melihat situasi Namjoon dan Clarissa sepertinya sedang tak baik.


"Bisa kah kita berbicara dulu" tanya Namjoon ke Clarissa, saat melihat Hana kini sudah memasuki lift.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Clarissa.


"Apa yang membuat mu menghindari ku" tanya Namjoon.


"Aku tak menghindari mu, aku hanya ingin pulang karena pekerjaan ku sangat banyak" ucap clarissa tapi tak berani melihat ke arah Namjoon.


Karena clarissa tau saat dia melihat kearah Namjoon air matanya akan jatuh.


"Jika ada yang menganjal di hati mu sebaiknya kau katakan, karena tak baik jika kau memendamnya" ucap Namjoon mengangkat wajah Clarissa agar melihatnya.


Dan detik itu juga air mata Clarissa menetes, saat menatap mata Namjoon, dia masi binggung terhadap perasaanya sendiri, yang begitu marah ketika Hyuna mengatakan kalau dia adalah calon istri Namjoon.


Seakan memutar kembali masalalunya bersama Lee Min-ah yang juga sudah memiliki tunangan namun memilih untuk menentang keluarganya menikah dengan Clarissa.


"Jangan dengarkan ucapan wanita itu, aku dan wanita itu sudah tak memiliki hubungan apapun jadi jangan pernah merasa bahwa kau merusak hubungan ku dan wanita itu" ucap Namjoon menyakinkan Clarissa bahwa Hyuna mantannya.


"Kita memiliki masalalu yang tak bisa kita hilangkan, tapi biarkan itu menjadi kenangan yang tersimpan rapi dalam sisi hati yang lain" ucap Namjoon lagi.


Dan entah keberanian dari mana Namjoon mencium bibir Clarissa lembut.

__ADS_1


"Biarkan aku menjadi masa depan mu" ucap Namjoon lagi saat sudah melepaskan ciumannya di bibir Clarissa.


"Biarkan aku perlahan mencintai mu, karena aku sedang berusaha untuk mencintai dirimu tampa harus melibatkan masalalu ku" ucap Clarissa.


__ADS_2