
Mobil yang kini di kemudikan Namjoon saat ini sangat kencang, awalnya Namjoon ingin menghabiskan malamnya dengan mabuk mabukan dan bersama para wanita yang siap melayaninya namun moodnya menjadi sangat hancur akibat meyjhun yang sedari tadi terus mengoceh di tambah lagi perasaannya kacau.
"Namjoon pikirkan keselamat kita, aku akan memiliki anak Namjoon" ucap meyjhun.
Namun Namjoon tak bergeming.
"Ingat trauma Clarissa" ucap meyjhun lagi.
Entah kenapa saat meyjhun mengatakan nama Clarissa tiba-tiba saja Namjoon memelankan laju mobilnya dan menepi.
"Jangan lampiaskan kekesalan mu padanya" ucap meyjhun saat mobil berhenti di tepi jalan dengan Namjoon yang memukul keras setir mobilnya.
"Tenangkan diri mu" ucap meyjhun yang masi berusaha untuk membuat Namjoon tenang.
"Kita kembali ke Seoul sekarang" ucap Namjoon yang kembali menyalakan mesin mobilnya.
Waktu menujukan pukul 07.30 Clarissa baru saja tertidur namun dia harus di paksa bangun karena pekerjaannya hari ini cukup banyak, dengan hati yang masi gelisa Clarissa beranjak dari tidurnya.
Tatapannya beralih pada ponselnya yang sengaja dia letakan di samping bantalnya, berharap Namjoon menelponnya atau membalas pesannya.
Namun nihil apa yang dia harapkan justru tak ada satupun pesan atau panggil dari Namjoon tapi selain pesan dari kak Andre ada satu pesan yang mencuri perhatiannya yaitu pesan yang di kirim oleh Jungkook "selamat pagi Sa" isi pesan Jungkook.
Clarissa menatap heran isi pesan tersebut, namun memilih untuk mengabaikannya.
Selesai membersihkan dirinya berpakaian Clarissa berjalan keluar apartemennya menujuh perusahaannya.
Sampai di perusahaan, Clarissa masuk keruangannya dan menyandarkan kepalanya ke bagian sandaran kursi rasanya sangat lelah.
Kembali Clarissa mengambil ponselnya dan menelpon nomor Namjoon tapi masi saja sama tak bisa di hubungi.
******* kasar ke luar dari bibir Clarissa.
Clarissa mengahlikan pikirannya untuk fokus memeriksa kembali semua pekerjaan dan laporan di mejanya.
Terdengar suara ketukan pintu.
Jira masuk membawah dokumen yang dikirim oleh Jungkook.
Jira adalah orang suruhan Namjoon yang membantu Hana selama ini.
"Bu Clarissa ini dokumen yang perlu anda tangani, tapi sebaiknya ibu memeriksanya kembali" ucap Jira.
"Letakan di situ, dan terima kasih" ucap Clarissa yang fokus ke berkas yang ada di tangannya.
"Jira siang ini temani aku untuk makan siang bersama Jungkook" ucap Clarissa lagi.
"Baik bu" ucap Jira.
Jira kembali keruangannya dengan penuh tanda tanya apa lagi melihat wajah Clarissa yang tak bersemangat di pagi ini.
Tak terasa jam makan siang tiba, Clarissa bersama Jira kini sampai di tempat makan siang dan tinggal menungguh Jungkook datang.
Jira masuk di ikuti Clarissa di belakangnya dengan ponsel yang selalu Clarissa pegang dia takut jika nanti Namjoon menelponnya dia tak mendengar atau tak mengangkatnya.
Tak berapa lama Jungkook datang sedirian tak di temani sekertaris atau asisten pribadinya.
"Selamat siang Sa" ucap Jungkook saat sudah berada di samping Clarissa.
"Maaf aku telat" ucap Jungkook lagi.
__ADS_1
"Tak apa pak, aku dan Jira juga belum lama sampai" ucap Clarissa.
"Sudah memesan makanan" tanya Jungkook lagi.
"Belum kami menungguh bapak datang" ucap Clarissa sekenanya.
"Ooh baiklah, biar aku memesannya" ucap Jungkook dan memanggil pelayan mencatat pesanan mereka.
Saat Jungkook memesan makanan, Clarissa sibuk melihat ke arah ponselnya.
"Masi tak ada pesan dari Namjoon" ucap Clarissa membatin.
Selesai memesan Jungkook memulai pembicaraan, karena sedari tadi melihat Clarissa yang fokus ke ponselnya.
"Sepertinya kau menungguh sesuatu" tanya Jungkook.
Namun Clarissa tak menanggapinya.
"Sa" panggil Jungkook.
"Yahhh maaf" ucap Clarissa saat sadar Jungkook memanggilnya.
"Apa yang kau pikirkan" tanya Jungkook.
"Tak ada" jawab Clarissa singkat.
"Baiklah" ucap Jungkook tak ingin bertanya lebih.
"Bapak ingin membicarakan apa, hingga mengajak kami untuk makan siang" tanya Clarissa.
"Tak ada hanya ingin makan siang bersama saja" ucap Jungkook santai.
"Apa tak boleh, atau ada yang melarangnya" tanya Jungkook.
Clarissa hanya tersenyum.
Makan mereka sampai, mereka bertiga makan sambil sesekali bercerita, namun Jira memilih untuk banyakn diam, karena tak sopan saja dia menyambung ucapan Clarissa dan Jungkook.
Selesai makan Clarissa ingin berpamitan kepada jungkook untuk kembali ke perusahaannya, namun tangan Clarissa ditahan oleh Jungkook.
"Bisakah, kita bicara berdua saja" ucap Jungkook.
Jira langsung berpamitan untuk menungguh Clarissa di luar.
"Bu Clarissa saya tungguh di depan" ucap Jira berpamitan pada Clarissa.
Clarissa mengangguk setuju, dan kembali duduk.
Lama mereka saling diam hingga Jungkook memberanikan diri berbicara terlebih dulu.
"Sa maaf mungkin membuatmu tak nyaman" ucap Jungkook memegang tangan Clarissa.
Clarissa diam, belum mengerti akan ucapan Jungkook.
"Sa aku ingin mengenal mu lebih dekat, bukan sebagian rekan kerja tapi sebagai seorang pria dan wanita" ucap Jungkook.
Jantung Clarissa berdegup dengan kencang, dengan perlahan menarik tangannya yang di genggam oleh Jungkook.
"Aku minta maaf sepetinya" ucap Clarissa namun terpotong saat bahu Clarissa disentuh oleh sebuah tagan kekar lelaki dan Clarissa sangat familier dengan aroma tubuh lelaki tersebut.
__ADS_1
Clarissa menoleh ke belakang melihat ke arah Namjoon yang kini sudah berada di belakangnya.
Namjoon datang setelah tadi menelpon Jira bertanya tentang keberadaan mereka dimana. Awalnya Namjoon ingin bertemu Clarissa di perusahaannya tapi saat sampai disana ruangan Clarissa kosong mungkin dia pergi makan diang bersama Jira, hingga Namjoon menelpon Jira.
Dengan wajah yang memerah menahan emosi yang bergejolak di dalam dirinya Namjoon berucap.
"Sepertinya aku mengangguh makan siang kalian, dan mohon maaf aku harus membawahnya pergi" ucap Namjoon menarik kasar pergelangan tangan Clarissa untuk mengikutinya keluar restoran.
Jungkook terdiam di temptnya dan mengepalkan tagannya, saat melihat Clarissa di bawah Namjoon pergi.
Clarissa sedikit terhentak saat Namjoon dengan kasar menarik tangan nya untuk masuk ke dalam mobil, tampa memikirkan kesakitan yang Clarissa alami Namjoon membanting keras pintu mobil.
Sepanjang perjalanan Clarissa dan Namjoon tak mengeluarkan suara, hanya diam apa lagi Namjoon yang sedari tadi menahan emosi yang akan keluar jika Clarissa salah memulai pembicaraan.
Namjoon dan Clarissa sampai di aparteman mereka, Clarissa langsung keluar dari mobil tampa menungguh Namjoon memebukan pintu mobil untuknya, Clarissa berlari menujuh arah lift tampa menungguh Namjoon.
Pintu apartemen di buka Clarissa dengan kasar dan membantingnya.
Clarissa memilih duduk disofa, menungguh Namjoon masuk.
"Apa yang kau lakukan dengannya" tanya Namjoon saat dia berada di hadapan Clarissa.
"Aku tak melakukan apapun" ucap Clarissa.
"Kau sudah nyaman bersamanya" ucap Namjoon lagi.
"Aku bilang aku tak melakukan apapun, kenapa sayang tak mau dengar akan ku" ucap Clarissa yang tak mau terpancing dengan emosi Namjoon.
"Kau jangan berbohong pada ku Clarissa" ucap Namjoon lagi dengan makin keras.
"Sayang" Clarissa mencoba mendekati Namjoon.
"Apa yang kau laku akan selama aku tak ada bersamamu" tanya Namjoon lagi.
"Aku bersumpah aku tak melakukan apa pun bersama Jungkook" ucap Clarissa.
"Ohhh ternyata kalian sudah seakrab itu" ucap Namjoon.
"Aku dan Jungkook hanya sebatas rekan keraja sayang" ucap Clarissa lagi.
Namun seakan tuli Namjoon justru tak mendengar ucapan Clarissa dan makIn mengeluarkan kata-kata yang membuat hati Clarissa sakit apa lagi saat Namjoon berucap
"Apa kah selama aku pergi keluar kota Jungkook sudah menyentuh mu" ucap Namjoon.
Seketika Clarissa terdiam di tempatnya.
Air mata yang sedari tadi dia tahan kini mengalir dengan sendirinya, rasanya sakit sekali saat Namjoon mengatakan itu.
"Apa aku rendah itu?" Tanya Clarissa.
Namjoon menatap mata Clarissa yang kini sudah basah dengan air mata.
"Jika menurut mu aku serendah itu, sebagiannya aku pergi dari hadapan mu, mungkin ada baiknya kita tak bertemu untuk sementara waktu, ucapan mu membuat ku sangat sakit Namjoon, tapi tak apa aku mengerti kau tak akan dengar penjelasan ku walau mulut ku berbusah menjelaskannya pada mu, kau pasti tetap menganggapnya salah" ucap Clarissa mengambil tasnya dan berjalan ke arah pintu.
Sebelumnya Clarissa terhenti saat menyentuh jarinya yang terdapat cincin pemberian Namjoon.
"Sebaiknya ini kau simpan terlebih dulu, jika kau yakin dan ingin kembali, atau kau bisa memberikanya ke pada wanita lain" ucap Clarissa melepaskan cincin pemberian Namjoon yang selama ini dia pakai.
Namjoon tak menghentikan Clarissa saat wanita itu berjalan keluar aparteman mereka tampa mengunakan baju hangatnya.
__ADS_1