
Ke esokan harinya.
Clarissa kini sudah siap dengan jeket tebalnya, sementara Namjoon masi berada di kamar mandi.
"Sayang cepatlah" teriak Clarissa.
Namjoon tak menjawab.
"Sayang cepatlah" ucap Clarissa lagi mengetuk pintu kamar mandi.
"Ya tungguh lah sebentar lagi" ucap Namjoon dari dalam.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka terlihat Namjoon keluar dengan hanya mengunakan juba mandi.
"Sayang kau sangat lama" ucap Clarissa.
"Tungguh lah sebentar" ucap Namjoon bergegas untuk memakai pakaian tebalnya.
Namjoon dan Clariss kini sudah berada di tepat untuk melakukan ski, tapi sebelum itu mereka harus menaiki kereta gantung terlebih dulu.
Selama di kereta gantung Clarissa melihat pemandangan yang sangat indah layaknya negeri dongeng dengan pohon pohon cemara yang tertutupi salju sangat indah.
Namjoon dan Clarissa bermain ski, dan bermain salju. Sungguh Clarissa sangat bahagia seakan takdir membiarkannya menikmati keindahan tempat ini tampa harus berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya.
Namjoon menatap Clarissa dengan lekat, saat kekasihnya itu bermain salju dengan senyuman di wajahnya yang tak pernah hilang "apa senyuman itu akan selalu menghiasi bibir cantiknya" ucap Namjoon.
"Sayang" panggil Clarissa.
Namjoon hanya tersenyum dan berjalan ke arah Clarissa.
"Ayo kita buat boneka salju" ucap Clarissa.
"Ayo" ucap Namjoon.
Cukup lama mereka bermain ski dan bermain salju, hingga Namjoon mengajak Clarissa untuk kembali ke resort tempat mereka menginap.
Saat sampai di kamar Namjoon melihat tangan Clarissa yang pucat akibat kedinginan.
"Apa kah masi dingin" ucap Namjoon mencoba untuk membuat tubuh Clarissa hangat.
"Aku tak apa sayang" ucap Clarissa.
"Tapi tangan mu sangat pucat" ucap Namjoon.
"Ini akibat aku melepaskan sarung tangan ku" ucap Clarissa lagi.
"Mau aku pesan kan coklat panas" tanya Namjoon.
"Sekalian makan malamnya" ucap Clarissa.
Namjoon mengacak rambut Clarissa.
"Siap tuan putri" ucap Namjoon lagi.
"Sayang bagaimana kalau malam ini kita berendam" ucap Clarissa.
"Sayang jangan menggoda ku" ucap Namjoon karena dia pasti tau akhirnya akan seperti apa.
"Pikiran mu terlalu mesum" ucap Clarissa mendekati Namjoon.
"Itu bukan mesum" ucap Namjoon tak ingin di bilang mesum.
__ADS_1
"Baiklah, kekasihku ini tak mesum tapi dia pria normal yang akan cepat tanggap jika berhubungan dengan hal seperti itu" ucap Clarissa sambil tertawa.
"Itu sama saja" ucap Namjoon lagi.
Namjoon memesan 2 gelas coklat panas, dan juga makan malam mereka.
Sambil menunggu makanan yang mereka pesan Namjoon dan Clarissa bercerita banyak hal yang terjadi dihidup mereka dengan posisi Namjoon yang memeluk Clarissa dari belakang.
"Sayang kau tau aku pernah berpikir untuk menyerah dengan hidup ku, karena aku tak tau kapan badai itu berakhir, tapi semenjak kita bertemu dan kau memberiku ruang" ucap Clarissa terhenti sambil memegang wajah Namjoon.
"Aku seperti melihat dewa penolong yang ada diri mu" sambung Clarissa.
"Aku tak bisa menjanjikan apapun untuk mu, namun aku akan selalu memastikan senyuman indah itu akan selalu bertengger di wajahmu" ucap Namjoon.
"Kau selalu mengutamakan kebahagiaan ku, lalu bagai mana dengan mu" ucap Clarissa.
"Jangan tanyakan ke bahagian ku jika kau belum bahagia, karena sumber bahagia ku ada di dirimu" ucap Namjoon mengecup bibir Clarissa.
"Tapi bagaimana jika suatu saat terjadi sesuatu pada kita" tanya Clarissa.
"Jika nanti terjadi sesuatu pada kita, aku hanya ingin kau percaya dan lihat ke mataku , bahwa tak ada yang bisa merubah apapun itu yang ada di hati ku" ucap Namjoon yakin.
Namjoon makin mengeratkan pelukan mereka. Terdengar suara bel pintu berbunyi.
"Sepertinya makan kita sudh datang" ucap Namjoon melepas pelukan mereka dan berjalan ke arah pintu.
Tak lama Namjoon datang dengan sebuah troli yang berisi makan malam mereka.
Kali ini mereka makan sepiring berdua Namjoon dengan setia menyuapi Clarissa yang duduk berhadapan dengannya.
"Apa sayang suka" tanya Namjoon.
"Jadi sayang harus makan yang banyak" ucap Namjoon yang kembali mengisi sendok dengan makan yang ada di piring.
"Sayang kau juga harus makan" ucap Clarissa.
"Biar aku suapi" ucap Clarissa mengambil piring yang ada di tangan Namjoon.
"Ayo buka mulutnya" ucap Clarissa lagi memberikan sendok yang berisi makanan.
Mau tak mau Namjoon membuka mulutnya.
"Good boy" ucap Clarissa saat Namjoon memakan makanannya.
Namjoon tersenyum.
Setelah selesai makan Namjoon dan Clarissa memilih untuk duduk sebentar, setelah itu mereka akan tidur.
Clarissa kini sudah mengunakan piyama tidurnya sementara Namjoon kini hanya mengunakan celana pendek yang berbahan kain tampa baju, kemudian mereka berbaring di atas kasur yang hangat sambil berpelukan.
"Sayang besok kita akan ke tempat selajutanya" ucap Namjoon.
"Kita mau kemana lagi" tanya Clarissa.
"Rahasia" ucap Namjoon.
"Jadi saat siang kita kan pergi, ke tempat ke dua" ucap Namjoon lagi.
"Aku penasaran kita akan pergi kemana" ucap Clarissa.
"Sayang, kapan meyjhun dan Hana akan kesini" tanya Clarissa.
__ADS_1
"Mungkin sekitar tgl 24" ucap Namjoon.
"Masi cukup lama" ucap Clarissa.
"Jangan pikirkan mereka, aku ingin menikmati waktu berdua dengan kekasihku ini, tampa harus ada gangguan" ucap Namjoon.
"Baiklah" ucap Clarissa.
"Ayo tidur" ucap Namjoon mulai memejamkan matanya sambil memeluk Clarissa.
Dan kini Clarissa juga sudah menyusul Namjoon yang terlelap di sebelahnya ke alam mimpi.
Pukul 08.00 waktu setempat.
Clarissa terbangun, saat merasakan kepalanya yang cukup sakit.
"Aduhhh" ucap Clarissa.
Namjoon yang mendengarnya kini terbangun, kaget mendengar rintihan Clarissa yang mengeluh sakit kepala.
"Kepala ku sangat sakit" ucap Clarissa sambil memejamkan matanya menahan sakit.
Namjoon langsung mengecek suhu tubuh Clarissa yang menghangat.
"Tungguh sebentar biar aku suruh orang untuk mengantarkan obat untuk mu dan juga bubur" ucap Namjoon bergegas menelpon seseorang.
Entah kenapa Clarissa tiba-tiba saja merasakan sakit di bagian kepalanya.
"Mungkin efek main salju kemarin" gumam Clarissa.
Setelah menelpon Namjoon kembali mendekati Clarissa yang berbaring di atas kasur.
"Sayang" panggil Namjoon.
"Hmmm" Clarissa hanya bisa menanggapi seperti itu.
"Apa masi sangat sakit" tanya Namjoon.
Clarissa hanya mengangguk kan kepalanya.
"Tungguh sebentar nanti akan ada orang yang mengantar obat dan juga bubur untuk mu" ucap Namjoon yang khawatir.
"Setelah ini kita kembali ke hotel" ucap Namjoon lagi.
"Tapi bagaimana tempat selanjutnya" tanya Clarissa.
"Sayang kau sakit, kita tak mungkin pergi jika ke adaan mu sperti ini" ucap Namjoon.
"Tapi nanti aku akan membaik jika sudah minum obat" ucap Clarissa.
"Kita lihat nanti" ucap Namjoon.
Clarissa hanya diam, jika Namjoon sudah mulai berbicara seperti itu dia lebih memilih untuk diam karena dia tau Namjoon tak suka di bantah.
Melihat Clarissa diam Namjoon berucap.
"Ini semua demi kebaikan mu, aku tak ingin melihat mu sakit" ucap Namjoon.
"Baiklah sayang" ucap Clarissa.
Setelah tadi memakan bubur dan juga meminum obatnya, Clarissa tertidur, sementara Namjoon menelpon seseorang untuk menjemput mereka pulang.
__ADS_1