
Namjoon dan Clarissa memutuskan untuk menginap di rumah orang tua Namjoon.
Eomma sudah menyiapkan kamar untuk Clarissa tempati selama mereka menginap, termaksud piyama tidur karena awalnya Clarissa dan Namjoon tak ingin menginap.
Setelah makan malam, eomma mengajak Clarissa untuk duduk sofa ruang TV sentara appa dan Namjoon, sedang berada di ruangan kerja appa membicarakan sesuatu.
Eomma mengeluarkan sebuah album besar yang berisi semua foto masa kecil Namjoon, terlihat dengan jelas album itu di simpan dengan sangat rapi di sebuah lemari hias.
"Nak liat ini" ucap eomma saat sudah duduk dan mulai membuka album tersebut.
Clarissa melihat ke arah album yang sudah di buka eomma terlihat begitu banyak foto masa kecil Namjoon dan semua kenangan tentang Namjoon tersusun rapi di dalam album itu, termaksud hasil tes kehamilan eomma masi menyimpannya, dan masi banyak lagi.
"Eomma menyimpan semuanya" ucap Clarissa.
"Semua yang berhubungan pada Namjoon eomma menyimpannya dengan sangat rapi dan itu akan menjadi meniru yang sangat indah, nanti jika kau dan Namjoon menikah eomma juga akan menyimpan foto anak kalian sebagai cucuk eomma" ucap eomma.
Dengan semangat Clarissa banyak bertanya tentang Namjoon saat kecil.
"Eomma sangat menyayangi Namjoon yah?" Tanya Clarissa.
"Yahhh eomma sangat menyayanginya walau terkadang dia sangat menyebalkan" ucap eomma.
"Kau tau Clarissa, eomma itu sangat menantikan kehadiran Namjoon, karena eomma termaksud orang yang susah untuk hamil, jadi eomma sangat berharap banyak saat pertama kali eomma tak datang bulan, cukup lama eomma menantikannya hingga muncullah garis dua ini" ucap eomma sambil menunjuk alat tespeck.
"Eomma" panggil Clarissa.
"Yah, ada apa" tanya eomma balik.
"Kalau tentang meyjhun eomma" tanya Clarissa yang masi penasaran dengan orang tua meyjhun.
"Meyjhun" ulang eomma.
"Meyjhun itu adalah anak dari adik eomma, namun keberadaan meyjhun begitu kurang di harapkan, hingga akhirnya meyjhun datang kerumah ini di antar langsung oleh eommanya dengan alasan di titipan disini sebentar" ucap eomma mengingat kembali kenangan pahit meyjhun.
"Terus eomma" ucap Clarissa yang makin dia buat penasaran.
"Eomma menerimanya sebagai anak eomma dan bukan hanya sekedar menjadi ponakan, eomma yang menjamin kebahagiaan yang dia rasakan, dan juga kasih sayang yang utuh untuknya, Namjoon menganggap meyjhu adalah adiknya, dia sangat menyayangi meyjhun, dan akan menjadi orang pertama yang di cari meyjhun jika dia dalam masalah" ucap eomma.
"Hingga saat dia berusia 17 tahun eomma dan apanya datang kesini bersama adiknya, dan ternyata selama ini meyjhun tau bahwa dia itu di buang oleh orang tuanya, dan mau memaafkan kedua orang tuanya, tapi dengan tidak tau malunya eomma meyjhun selalu meminta uang kepada meyjhun dan ingin menjodohkan meyjhun pada wanita pilihan mereka, tapi meyjhun tak setuju" cerita eomma lagi.
"Tapi tenang biar eomma yang berbicara dengan keluarga meyjhun" ucap eomma.
"Baiklah eomma" ucap Clarissa.
"Tapi kau juga harus imut eomma" ucap eomma.
__ADS_1
Clarissa memperlihatn bentuk oke dari tangannya.
Sat asik berbicara eomma dan Clarissa tak menyadari jika Namjoon dan appa kini sedang berjalan menghampiri mereka.
"Sepertinya pembicaraan eomma dan Clarissa sangat lancar" ucap Namjoon saat sudah memegang pundak Clarissa.
"Tak ada, aku dan eomma Hanya berbincang seadanya" ucap Clarissa.
Eomma dan appa kini sudah berpamitan kepada Clarissa dan Namjoon untuk beristirahat, jam juga sudah menujukan tengah malam.
"Sayang ingin beristirahat" tanya Clarissa.
"Iya aku sangat lelah" ucap Namjoon.
"Ayo kita tidur" ajak Clarissa ke atas ke kamar namjoon, tapi Clarissa tak masuk ke kamar namjoon namun justru membuka pintu kamar tamu yang dekat dengan kamar namjoon.
Kamar itu dulunya kamar meyjhun selama dia tinggal disini, tapi sekarang sudah menjadi kamar tamu, atau menjadi kamar meyjhun jika dia datang berkunjung kesini.
"Sayang boleh pinjam selembar baju kaos mu" tanya Clarissa.
"Kenapa Harus pamit jika ingin memakainya sayang tinggal mengambilnya di lemari" ucap Namjoon sambil memberikan baju kaos untuk Clarissa.
Setelah menerima baju kaos Namjoon, Clarissa dan Namjoon saling mengucapkan selamat malam.
Dengan segerah Clarissa bangkit dan meminta ponselnya ke kamar Namjoon.
"Sayang apa kau sudah tidur" ucap Clarissa saat mengetuk pintu lamar Namjoon.
Tak lama terlihat Namjoon membuka pintu kamarnya terkejut melihat Clarissa di depannya.
"Ada apa" tanya Namjoon.
"Aku hanya ingin mengambil ponselku" ucap Clarissa.
"Tungguh, masuklah duduk disini" ucap Namjoon dan sudah mendudukkan Clarissa di kasurnya.
"Sayang, besok bisa bermain di pantai" ucap Clarissa.
"Bisa sayang, besok kita pergi kepantai" ucap Namjoon.
"Ayo tidurlah, ini sudah sangat larut sayang" ucap Namjoon lagi.
"Baiklah" ucap Clarissa pada alhirnya.
Sementara meyjhun sibuk mengurus hana yang memunyai pemintaan yang kadang di luar pikiran meyjhun.
__ADS_1
Hari ini Hana minta meyjhun membawahkannya melon, meyjhun dengan semagat membawahnya namun saat sudah sampai justru Hana tak memakannya malah hanya dia biarkan begitu saja di atas meja.
Hana kembali memanggil meyjhun.
"Sayang sini" panggil Hana.
Meyjhun datang dan duduk disamping Hana.
"Hmm ada apa?" Tanya meyjhun.
"Tak ada aku hanya ingin dekat dengan mu" ucap Hana.
"Sini ku peluk" ucap meyjhun memeluk Hana lalu berbaring.
"Sayang jika nanti terjadi sesuatu, aku ingin sayang tetap berada disamping ku, jangan dengarkan apapun ucapan orang, jika sayang tak percaya biarkan aku menjelaskannya" ucap meyjhun yang kini tengah memeluk Hana.
"Kenapa harus bilang seperti itu" tanya Hana.
"Tak ada, aku hanya tak ingin sayang tak percaya pada ku" ucap meyjhun lagi.
"Akubpercaya pada mu" ucap Hana yakin.
"Nanti jika appa ku dtang kita akan menikah, dan punya keluarga kita sendiri" ucap Hana.
Meyjhun hanya tersenyum, pikirannya melayang jauh ke masalalunya, dia sangat terluka bagaimana sikap orang tuanya padanya dulu, tak pernah mengharapkan kehadirannya, justru hanya memanfaatkan dirinya demi ke kayaan yang dimiliki oleh orang tua Namjoon, sungguh ganti meyjhun sakit jika mengingat itu lagi.
"Sayang apa yang kau pikirkan" ucap Hana.
"Tak ada" ucap meyjhun.
"Sayang serius" ucap Hana lagi kurang yakin.
"Iya sangat serius" ucap meyjhun.
"Baiklah, sayang aku boleh minta tolong lagi" tanya Hana.
"Sayang mau apa?" Tanya meyjhun.
"Aku ingin minum susu sebelum tidur" ucap Hana.
"Baik, tungguh sementar" ucap meyjhun dan berlalu keluar, menujuh dapur membuat susu kehamilan Hana.
Meyjhun akan selalu memproritaskan Hana, sepadat apa pun pekerjaanya dia pasti akan memulangkan waktunya sebentar untuk bertanya ke adaan Hana.
Dia tak ingin anaknya nanti tak merasakan kasih sayang appanya.
__ADS_1