LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam

LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam
Kedatangan Keluarga


__ADS_3

Tak terasa sudah seminggu Namjoon dan Clarissa liburan ke Jepang, dan tinggal seminggu lagi mereka akan kembali ke Korea, meyjhun juga sudah beberapa hari ini disibukkan dengan pekerjaan yang di berikan Namjoon padanya, sementara Namjoon dengan setia menemani Clarissa berjalan-jalan menikmati musim dingin di Jepang.


Seharusnya mereka harus berkunjung ke dua tempat wisata lagi, tapi melihat Clarissa kemarin sakit Namjoon membatalkannya, dan memutuskan untuk berjalan-jalan di ibu kota Jepang saja, walau Clarissa merengek minta pergi namun Namjoon tetap tak mau.


Tak lama lagi perayaan natal, Clarissa sudah menyelesaikan pohon natalnya sejak beberapa hari yang lalu, hari ini kedua orang tua Namjoon, juga keluarga Clarissa dan tak lupa Hana mereka akan tiba di Jepang menyusul Namjoon, Clarissa dan juga meyjhun sudah berada di Jepang terlebih dulu.


Meyjhun kini sudah berada di kamar Namjoon dan Clarissa, seperti biasa meyjhun akan memberikan laporan perkembangan tentang rencana yang Namjoon siapakan.


"Bagaimana" tanya Namjoon namun sedikit berbisik.


"Sudah siapa semua, kau tenang lah" ucap meyjhun.


"Baguslah, tapi kalau terjadi kesalahan gaji mu ku potong" ucap Namjoon.


"Kau jahat sekali, ini kan rencana mu awalnya aku hanya melanjutkan" ucap meyjhun protes.


"Itu urusan mu" ucap Namjoon.


"Kau menyebalkan sekali" ucap meyjhun lagi.


Saat mereka berbicara Clarissa memanggil Namjoon untuk membantunya mengantung satu hiasan yang tadi sempat Clarissa beli lagi.


"Sayang tolong bantu aku" ucap Clarissa.


Namjoon dengan segerah berjalan kearah Clarissa.


"Wahhh pohon natal mu bagus" ucap meyjhun yang juga berjalan kearah Clarissa mengikuti Namjoon.


"Ya,,,, biar nanti saat semua orang berkumpul kita bisa melihat pohon natal ini bersama" ucap Clarissa.


"Sayang mau beli hadia natal" tanya Namjoon.


"Besok kita akan pergi membelinya" ucap Clarissa.


"Sayang sedikit lagi eomma, appa, ibu, kak Andre dan Cristal juga Hana sampai" ucap Namjoon saat melihat pesan yang di kirim oleh eomma nya.


Namjoon sudah menyuruh mobil hotel untuk menjemput mereka.


Clarissa dengan cepat menganti pakaiannya, karena keluarganya dan keluar namjoon akan segerah tiba.


Sementara meyjhun, dengan wajah yang tak bisa di artikan sibuk dengan ponselnya.


Tak lama terdengar suara bel pintu kamar Namjoon berbunyi, meyjhun bergegas membukanya.


Terlihat keluarga dari Namjoon dan Clarissa sudah berada di sana.


Namjoon dan Clarissa menyambut kedatang keluarga mereka.


"Selamat datang" ucap Namjoon menyapa semua keluarga mereka yang datang.

__ADS_1


"Eomma appa" ucap Namjoon.


"Ibu selamat datang" ucap Namjoon pada nyonya Jung.


"Selamat datang Dre" ucap Namjoon lagi.


"Eomma appa, apa kabar" ucap Clarissa memeluk eomma Namjoon.


"Ibu apa kabar, Clarissa kangen" ucap Clarissa memeluk ibunya.


"Apa kabar kak Cristal" ucap Clarissa memeluk kakak iparnya.


"Apa kau tak mau menanyakan kabar ku" ucap kak Andre saat Clarissa melewatinya.


"Ahhh aku kira kakak tidak datang" ucap Clarissa bercanda.


"Sekarang kau sudah pintar membuat marah yah" ucap kak Andre memeluk adik kesayangannya itu.


Saat ini mereka sudah duduk disofa yang ada di ruang tengah, Namjoon tadi sudah memesan tempat untuk mereka makan malam di restoran hotel.


Mereka asyik berbicara banyak hal, apa lagi eomma dan nyoya jung bertanya pada Clarissa kenapa dia bisa sampai sakit.


"Oww iya ibu mau bertanya kenapa kau bisa sakit nak" ucap nyonya jung.


"Iya eomma juga ingin menanyakan itu" ucap eomma Namjoon yang juga ikut bertanya.


"Itu karena aku terlalu lama bermain salju dengan tangan yang aku biarkan tidak mengunakan kaus tangan" ucap Clarissa.


"Bukan begitu bu, eomma tubuh Clarissa saat itu juga lemah, jadi tubuh Clarissa gampang terserang sakit dan juga itu akibat perubahan cuaca" ucap Namjoon menjelaskan biar Clarissa tak merasa sedih.


Suasa kemabli ceria, di tambah dengan kabar gembira tentang ke hamilan Cristal, makin membuat suasa menjadi hangat.


Sementara Hana tertunduk, saat melihat padangan meyjhun yang saat dia datang memperhatikannya terus menerus.


"Kau kenapa menunduk seperti itu" tanya Clarissa yang menyadari sikap Hana tak seperti biasanya.


Hana hanya menjawab singkat.


"Aku tak apa-apa" ucap Hana lalu kembali menundukkan kepalanya.


"Apa kau sakit" tanya Clarissa lagi.


"Tidak aku tak sakit, kau jangan khawatir mungkin aku hanya sedikit lelah" ucap Hana beralasan.


"Sepertinya kita harus turun untuk makan malam" ucap meyjhun.


"Ayo semua kita pergi untuk makan malam di bawah" ucap Namjoon mengajak keluarga mereka untuk makan malam.


Kini mereka sudah berada di restoran hotel yang sudah Namjoon pesan.

__ADS_1


Semua jenis makan yang terbaik di hotel ini tersaji begitu rapi di atas meja, apa lagi yang makan malam ini pemilik hotel.


Semua menikmati makanan mereka, lain halnya dengan Hana dan meyjhun yang masi saja diam.


Clarissa menjadi orang yang sangat peka terhadap situasi yang terjadi antar meyjhun dan Hana.


"Sepertinya kalian harus bicara berdua" ucap Clarissa berbisik ke telinga Hana.


Hana yang sudah tau pembicaraan Clarissa hanya mengangguk.


Beda halnya dengan Namjoon, sebenarnya namjoon sudah tau apa yang terjadi antar Hana dan meyjhun.


Meyjhun sudah menceritakan semua yang terjadi pda Namjoon, dan Namjoon meberikan saran meyjhun harus membicarakannya dengan Hana dan apa yang nantinya akan neraka lakukan jika kejadian itu membuahkan hasil.


Setelah makan malam, semua keluarga Namjoon dan Clarissa kini sudah berada di kamar hotel mereka masing-masing yang berada satu lantai dengan meyjhun.


Saat semua mungkin sudah terlelap di kamar lain halnya dengan Hana yang memilih untuk berjalan-jalan keluar hotel, kebetulan Hana juga mengenal Jepang dengan baik.


Saat ingin berjalan lebih jauh, tangan Hana di cekal olaeh meyjhun.


"Apa yang kau lakukan di cuaca dingin begini" tanya meyjhun.


Hana menarik tangannya yang di pegang oleh meyjhun.


"Bukan urusan mu" ucap Hana ketus.


"Ayo pulang kehotel" ucap meyjhun mengajak Hana untuk kembali ke hotel.


"Kau pergilah, aku masi ingin berjalan-jalan" ucap Hana.


"Dengan cuaca sedingin ini" ucap meyjhun yang mulai kesal dengan sikap Hana yang membantahnya.


Hana tak menjawab lagi, mala berjalan meninggalkan meyjhun.


Meyjhun yang kesal langsung mengendong Hana. Bagaikan pasangan romantis untuk dia bawah pulang kehotel.


Walau Hana memberontak meyjhun tetap melangkahkan kakinya, tampa memperdulikan Hana yang marah-marah.


Tapi makin lama kesabar meyjhun meledak.


"Kau bisa diam tidak, atau kau mau aku buang ke sungai itu" ucap meyjhun dengan suara keras dan memperlihatkan sungai buatan kecil yang mereka lewati.


Hana seketika diam.


"Bagus lebih baik diam seperti itu" ucap meyjhun melanjut akan langkahnya menujuh hotel tempat mereka menginap.


Saat sudah sampai di hotel meyjhun langsung masuk ke dalam lift dan menujuh ke kamar Hana, pintu kamar hana terbuka meyjhun langsung meletakan hana diatas sofa.


"Tidurlah malam ini, jangan kemana-mana aku tau kau lelah" ucap meyjhun sebelum meninggalkan kamar Hana sambil mengacak rambut Hana.

__ADS_1


"Dan satu lagi kaca mata mu tak bisa membohongi ku" ucap meyjhun keluar dari kamar Hana dan menutup pintu.


Hana yang mendapat perlakukan seperti itu dari meyjhun tak tau harus merespons seperti apa.


__ADS_2