LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam

LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam
Clarissa Sakit


__ADS_3

Seharusnya hari ini mereka berada di destinasi wisata yang ke dua, namun ternyata kini Namjoon membawah Clarissa untuk kembali ke hotel.


Sepanjang perjalanan pulang Namjoon tak hentinya memeluk Clarissa agar tubuhnya hangat, untung Namjoon punya pekerja yang siapa sedia saat di butuhkan seperti ini.


Clarissa demam, suhu tubuhnya meningkat tapi dia kedinginan. mungkin perubahan cuaca atau mungkin akibat bermain salju dengan tangan yang tak memakai sarung tangan.


"Sebentar lagi kita akan sampai, setelah itu kita kedokter" ucap Namjoon yang menatap ke wajah pucat Clarissa.


"Hmmm" jawab Clarissa.


"Bisakah kita ke hotel saja, aku tak ingin kerumah sakit" ucap Clarissa.


"Baiklah, aku akan memanggil dokter saja" ucap Namjoon lagi.


Namjoon sibuk dengan ponselnya menekan nomor meyjhun.


Namjoon


"Hallo" ucap Namjoon saat teleponnya di angkat meyjhun.


"Ia,,," Jawab meyjhun singkat.


"Sebaiknya kau segerah menyusul ku, Clarissa sakit" ucap Namjoon.


"Harus sekarang, tak bisa kah aku berangkat besok, aku baru saja selesai rapat" ucap meyjhun memohon.


"Sekarang, atau tak usah datang sekalian" ucap Namjoon.


"Baiklah aku segerah datang" ucap meyjhun.


Setelah mendengar jawaban meyjhun, Namjoon langsung menetapkan teleponnya.


Cukup lama hingga akhirnya mereka kini sudah sampai, di luar stasiun sudah ada staff hotel yang menunggu mereka, dan juga sebuah kursi roda dan tak lupa seorang draiver perempuan.


"Silahkan pak" ucap salah satu yang menjemput Namjoon dan Clarissa.


Namjoon meletakan Clarissa di kursi roda, karena selama ini Namjoon mengendong Clarissa saat akan turun dari kereta, semua tatapan orang-orang tertujuh pada Namjoon yang mengendong Clarissa di depan umum.


"Mari pak" ucap staff itu lagi, mempersilahkan Namjoon dan Clarissa berjalan di depan mereka.


Dengan mendorong kursi roda, Namjoon berjalan keluar stasiun, di depan sudah ada mobil yang menunggu mereka.


Sampai di hotel, Namjoon langsung mendorong kursi roda Clarissa menujuh ke arah lift, dan naik ke kamar mereka, setelah sampai mereka Namjoon langsung masuk ke kamar dan Namjoon mengendong kembali tubuh Clarissa untuk dia letakan di atas kasur.


"Tungguh sebentar, dokter akan segerah datang" ucap Namjoon yang menggengam tangan Clarissa.


"Sayang maaf, karenaku liburan kita jadi gagal" ucap Clarissa.


"Jangan bicara seperti itu, kita masi punya banyak waktu" ucap Namjoon.


"Nanti setelah sayang sembuh kita akan pergi ke tempat itu" ucap Namjoon lagi.

__ADS_1


Clarissa memperlihatkan senyumannya, walau sebenarnya untuk senyum saja dia tak sanggup akibat kepalanya yang sakit.


Tak lama terdengar suara bel kamar Namjoon, rupanya dokter tanah tadi di panggil Namjoon telah sampai.


"Permisi pak saya dokter Yuki yang di panggil untuk memeriksa nyonya Clarissa jung"ucap Yuki saat Namjoon membuka pintu.


"Ahh iya dokter silahkan masuk" ucap Namjoon.


"Permisi yah pak pasiennya saya periksa dulu" ucap dokter Yuki mendekati Clarissa.


Namjoon memberi ruang untuk dokter Yuki memeriksa Clarissa.


"Permisi bu Clarissa" ucap dokter Yuki saat mulai meletakan testoskop di dada Clarissa, lalu memeriksa suhu tubuh clarissa.


"Sepertinya anda terlalu banyak bermain di luar, saat cuaca sangat dingin seperti ini" ucap dokter Yuki.


"Iya dokter, kemarin kami pergi ke bermain ski dan bermain salju" ucap Namjoon.


"Ini tidak terlalu serius, ibu Clarissa hanya demam akibat perubahan cuaca yang tak bisa di respon dengan baik oleh tubuh bu Clarissa, sakit kepala yang di derita juga itu salah satu pengaruh yang di timbul akan, tapi setelah nanti meminum obat yang saya berikan ke adaan ibu Clarissa akan kembali pulih" ucap dokter Yuki.


"Baik dokter" ucap Namjoon.


"Istirahat yang cukup dan usahakan untuk perbanyak minum" ucap dokter Yuki lagi.


"Baik pak Namjoon, saya permisi" ucap dokter Yuki lagi.


Kini tinggalah mereka berdua Namjoon dan Clarissa. Setelah tadi Clarissa selesai di periksa dan meminum obat pemberian dokter Yuki, kini Clarissa sudah terlelap sementara Namjoon masi setia duduki di samping Clarissa.


"Apa yang terjadi pada Clarissa" tanya meyjhun saat dia sudah masuk ke dalam kamar Namjoon.


"Dia demam, akibat terlalu lama bermain salju kemarin" ucap Namjoon.


"Tapi dokter sudah memeriksanya" ucap Namjoon lagi.


"Syukurlah" ucap meyjhun.


"Seharusnya hari ini kami harus ke tempat wisata yang ke dua tapi, aku batalkan" ucap Namjoon.


"Lebih baik seperti itu, dari pada nanti Clarissa makin para" ucap meyjhun.


"Besok aku ingin kau pergi menggantikan ku mengurus semua yang telah direncanakan" ucap Namjoon.


"Baiklah, aku akan mengurusnya" ucap meyjhun.


"Eomma dan appa ingin segerah kemari, tapi aku sudah menahan mereka agar tak menyusul, apa lagi saat mereka tau Clarissa sakit" ucap meyjhun.


"Kau memberitahukan mereka" tanya Namjoon.


"Aku bertemu eomma dan appa saat di bandara tadi" ucap meyjhun.


"Sedang apa eomma dan appa di bandara" tanya Namjoon lagi.

__ADS_1


"Katanya ingin menjemput teman eomma" ucap meyjhun.


"Biasa teman-teman arisan eomma" ucap meyjhun lagi.


Namjoon hanya ber o ria...


"Baiklah aku pergi, ingin istirahat tapi sebelumnya aku ingin makan malam terlebih dulu" ucap meyjhun.


Setelah itu meyjhun turun kelantai kamarnya menginap.


Clarissa membuka matanya.


"Sayang aku haus" ucap Clarissa saat merasakan tenggorokannya yang kering.


Namjoon segerah menberikan minum untuk Clarissa yang berada di atas nakas.


"Sayang sudah makan malam?" tanya Clarissa.


"Sudah sayang" ucap Namjoon.


"Sayang ayo tidur" ucap Clarissa menggeser tubuhnya agar Namjoon bisa berbaring di sebelahnya.


"Sayang jangan sakit lagi" ucap Namjoon.


"Aku tak apa sayang, jangan terlalu khawatir seperti itu" ucap Clarissa.


Kini Namjoon memeluk Clarissa, selama Clarissa sakit Namjoon tak pernah pergi dari sisi Clarissa, Namjoon dengan setia menggenggam tangan clarissa.


"Aku sangat menghawatirkan mu" ucap Namjoon.


"Terima kasih sayang" ucap Clarissa.


"Jangan berterima kasih pada ku" ucap Namjoon.


"Saat awal kita menjalin hubungan, saat itu juga kau menjadi tanggung jawabku, jadi jangan berterima kasih kepadaku" ucap Namjoon.


Clarissa mengangguk.


Mereka tertidur dengan sangat lelep, Namjoon dengan kebiasaannya selama ini, akan selalu memeluk Clarissa saat tidur.


Sementara meyjhun, sibuk dengan ponselnya, sejak kemarin wanita yang membuat otaknya kacau tak menrepons chat yang dia kirimkan.


"Dasar wanita aneh" ucap meyjhun kesal.


Meyjhun makin merasa bersalah di buatnya,


Padahal meyjhun hanya ingin menjelaskan kembali permasalahan mereka saat itu. Tapi Hana tak meresponsnya. Itu yang menyebabkan meyjhun makin frustrasi.


"Kenapa juga aku harus terjebak dengan keadaan seperti ini" gumam meyjhun.


"Tapi kalau di pikir-pikir wanita itu yang salah, tapi kenapa harus aku yang menjelaskan semua kepadanya" pikir meyjhun yang tak ingin di salahkan.

__ADS_1


__ADS_2