LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam

LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam
Masalah Yang Terjadi Antar Hana Dan Meyjhun


__ADS_3

Flesh back on


Malam itu tampa sengaja, Hana dan meyjhun bertemu di club malam.


Meyjhun datang bersama dengan teman-temannya, sementara Hana datang sendiri karena sedang patah hati.


Awalnya meyjhun tak menyadari bahwa wanita yang sudah mabuk di meja bar itu adalah Hana karena dia pikir Hana adalah wanita yang tak mungkin datang ke club malam. Ternyata dugaannya salah dibalik sifat Hana yang culun dia biasa mengunjungi club malam.


Hana sudah sangat mabuk.


"Dasar pria bre*g*ek" teriak Hana.


"Aku sumpahin kau tak akan pernah bahagia dengan ja*ang itu" ucap Hana lagi.


"Ahhhhhh" teriak Hana frustrasi.


"Haiii aku aku bertanya pada mu,aku kurangnya dimana?" Tanya Hana dengan bartender yang bernama Jo yang sudah biasa melihat Hana seperti itu.


"Kau tak ada kurangnya baby, hanya saja pria itu yang kurang bersyukur" ucap Jo.


"Kau tau aku, aku, aku, ahhhhh sudah lah lupakan" ucap Hana yang tak jelas karena dia sudah sangat mabuk.


Hana berpindah ke sofa, dia ingin tidur jo sudah menyiapkan sofa untuk Hana.


Sementara meyjhun asyik menikmati minuman yang ada di depanya, matanya tiba-tiba melihat ke arah Hana yang menyandarkan kepalahnya ke sandaran sofa, meyjhun mencoba mengucek matanya ingin memperjelas bahwa wanita itu adalah Hana.


"Tak mungkin itu Hana" ucap meyjhun bergumam di dalam hatinya.


Tapi meyjhun makin penasaran.


"Wanita itu pasti patah hati lagi" ucap salah seorang teman meyjhun yang sudah beberapa kali bertemu Hana seprti itu.


"Wanita mana?" Tanya meyjhun pada temannya.


"Wanita yang duduk di sofa itu" tunjuk teman meyjhun ke arah Hana.


"Kau mengenalnya" tanya meyjhun menyakinkan.


"Yahhh namanya kalau tidak salah HANA" ucap teman meyjhun lagi.


"Dari mana kau tahu, kalau namanya Hana" tanya meyjhun tak percaya.


"Aku sudah sering datang ke club ini, dan kau liat bartender itu adalah teman ku, wanita yang ku maksud tadi itu adalah pelanggan dan juga teman jo, sejak dia masuk ke club ini.


Meyjhun terdiam, sepertinya aku harus mengurusnya.


Meyjhun berjalan mendekati Hana yang sudah sangat mabuk.


"Heiii apa yang kau lakukan disini" tanya meyjhun yang coba membangunkan Hana.


Jo yang melihat meyjhun mendekati Hana cepat-cepat bertindak.


"Jangan tangguh wanita itu" ucap jo pada meyjhun.


"Aku mengenal wanita ini" ucap meyjhun.

__ADS_1


Sementara jo melihat meyjhun dengan tak percaya, mau tidak mau meyjhun harus menghubungi Clarissa untuk membuktikan bahwa dia mengenal Hana.


Setelah percaya pada meyjhun, jo mempersilahkan meyjhun untuk membawah Hana pulang.


"Dasar wanita gila" maki meyjhun yang memasukan Hana ke dalam mobilnya.


Tapi sebelum itu meyjhun menunggu supir penganti karena dia juga dalam ke adaan


mabuk namun masi bisa dia kendalikan.


"Aku pikir kau perempuan baik-baik" ucap meyjhun lagi.


"Aku memang perempuan baik-baik" ucap Hana tiba-tiba mengejutkan meyjhun yang duduk di sebelahnya.


"Bisa tidak jangan buat aku kaget sepeti itu, dimana alamat mu" tanya meyjhun berharap Hana memberitahukan alamatnya.


"Aku kurangnya apa" teriak Hana di dalam mobil.


"Aku kurangnya apa" kini Hana sudah menangis.


Sementara supir penganti yang di pesan meyjhun sudah datang.


"Bapak mau aku antarkan ke alamat mana" tanya supir itu.


Meyjhun binggung mau membawah Hana kemana, karena dia tidak tau alamat Hana, sementara dia juga tak ingin mengganggu Clarissa, nanti Namjoon pasti akan marah.


Terpaksa meyjhun membawa Hana ke hotel.


"Antar saya ke hotel Indigo" ucap meyjhun.


Setelah sampai meyjhun menurunkan hana lalu menerima kembali kunci mobil meyjhun dan tak lupa meyjhun memberikan upah jasanya.


Meyjhun langsung berjalan menujuh ke arah lift dia sudah tau dia akan lantai berapa, tampa harus dia jelaskan ke pada resepsionis.


Saat sampai meyjhun membuka pintu kamar Hana, selama tadi di lift tingkah Hana sangat aneh, dia selalu berbicara yang tidak jelas kepada meyjhun.


"Han sadarkan dirimu" ucap meyjhun.


"Aku kurangnya apa" tanya Hana yang makin merancau.


Meyjhun masuk ke dalam kamar dan membaringkan Hana di kasur hotel, dan ingin keluar dari kamar Hana, tapi tangan nya di tahan oleh Hana.


"Aku mohon jangan pergi, tinggalah disini bersama ku" ucap Hana.


"Han sadarkan diri mu" ucap meyjhun lagi dan mencoba untuk melangkah keluar.


"Ayo temani aku untuk minum lagi" ucap Hana.


"Kau sudah sangat mabuk" ucap meyjhun.


"Ayo temani aku untuk minum anggur lagi" ucap Hana memohon.


Mau tak mau terpaksa meyjhun mengiyakan permintaan Hana. Meyjhun memesan anggur untuk di antar ke kamar Hana.


Meyjhun dan hana kini sudah sangat mabuk, apa lagi hana yang sudah sangat sangat mabuk.

__ADS_1


Hana yang sudah sangat sangat mabuk, secara reflek mencium bibir meyjhun dengan sangat berna*su, meyjhun yang mendapatkan hal semacam itu awalnya dia menolak dengan kelakuan Hana seperti itu, tapi Hana makin menjadi bahkan dia kini sudah duduk di pangkuan meyjhun mau tak mau meyjhun juga sudah menikmati perlakuan Hana padanya.


Ciuman mereka memanas, meyjhun juga sudah sangat berna*su mengangkat tubuh Hana ke kasur tampa melepaskan ciuman mereka, Hana perlahan membuka kacing kemana meyjhun dan membelai dada bidang meyjhun.


"Ahhhh....." ******* Hana terdengar saat meyjhun mulai me*em*s ***********.


Meyjhun makin menjadi kini mereka sudah tidak mengunakan sehelai benang pun, bibir meyjhun kini mulai men*umbuh bagian bagian sensitif Hana membuat hana makan mendesah di tambah tangan meyjhun yang kini berada area paling sensitif Hana.


Hana dan meyjhun melakukan kegiatan panas mereka berulang kali, entah berapa lama mereka melakukan pelepasan dan tampa sadar mereka melakukan itu tampa alat pengaman.


Meyjhun tumbang di samping Hana dengan memeluk Hana erat.


Pagi menjelang, Hana terbangun dari tidrunya dia merasakan ada sesuatu yang berat kini sedang berada di perutnya, Hana melihat tangan dan berbalik ke sebelahnya memastikan bahwa dia tak bermimpi


"Mmmmmmeeeeeeyyyyyyyyyjjjjjjjjjuuuuuuuuunnnnnnnnnnnn" apa kau lakukan pada ku.


Hana makin histeris saat tau bahwa dia tak memakainya pakaiannya.


"Meyjhun bang*at kau" ucap Hana lagi memegang meyjhun.


Meyjhun yang di tendang jatuh dari kasur, terkejut dan berteriak saat melihat Hana berada di atas ranjang.


"Apa yang kau lakukan disini" tanya meyjhun .


"Seharusnya aku yang bertanya pada mu" ucap Hana emosi.


Meyjhun belum sempat menjawab berlari ke arah kamar mandi dengan ke adaan te*an*ang.


Memakai juba mandi dan kembali berjalan menemui Hana yang kini sudah memakai pakaian lengkap dan duduk di atas sofa.


"Meyjhun dasar kau mesum" ucap Hana berteriak.


"Apa kau bilang, kau mesum" ucap meyjhun.


"Kau sudah memerkosa ku" ucap Hana lagi.


"Aku tak mungkin bisa melakukan itu, kalau kau tak memancing ku, atau mungkin kau sengaja" ucap meyjhun tak mau kalah.


"Apa kau bilang" ucap Hana melempar bantal sofa ke arah wajah meyjhun.


Meyjhun yang tak bisa menghindar akhirnya pasra saat bantal itu mengenai wajahnya.


Hana dan meyjhun makin berdebat tak mau kalah. Walau sebenarnya mereka berdua sama sama menikmati kegiatan panas mereka.


Ditengah perdebatan antar dia dan meyjhun, tiba-tiba terlintas ingatan Hana yang mengajak meyjhun untuk menemaninya minum lagi. Walau masi samar samar Hana bisa tebak semua ini pasti salahnya.


Hana yang sudah mulai bisa menerka mereka, akhirnya memilih untuk keluar dari hotel itu.


Saat kepergian Hana meyjhun menarik rambutnya frustrasi "apa yang kelakuan semalam dengan wanita itu, bagaimana mati jika dia hamil".


"Bodoh kau meyjhun" ucap meyjhun memaki dirinya sendiri.


Flesh back off


Itu yang menyebabkan Hana dan meyjhun kini saling mendiami, bukan seperti awal mereka saling mengenal. Tak ada lagi sapaan meyjhun tak akan memulai pembicaraan jika Hana tak memulainya begitu pun Hana tak akan memeluk pembicaraan jika meyjhun tak memulainya.

__ADS_1


Namun jika di hadapan Clarissa dan Namjoon mereka aja bersikap biasa saja seakan akan tak terjadi apa-apa.


__ADS_2