LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam

LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam
Mencoba Melepaskan


__ADS_3

Hana berlari masuk ke dalam lift mengikuti Clarissa yang kini sedang sibuk dengan iPad ditanganinya.


"Sa besok aku akan ke Jepang mau liat perkembangan pekrjaan yang di sana" ucap Hana saat sudah berada di dalam lift.


"Baiklah, jika ada kendala hubungi aku" ucap Clarissa yang masi fokus ke iPadnya.


"Apa yang kau kerjakan, sepertinya sangat serius?" Tanya Hana.


"Laporan yang kau kirim kemarin sepertinya ada yang salah" ucap Clarissa.


Hana yang mendengarnya langsung melihat ke arah iPad yang di pegang Clarissa.


"Biar nanti aku cari tau" ucap Hana.


"Baiklah" ucap Clarissa singkat.


"Han... sore nanti aku bakal ke tempat Lee Min-ah bersama Namjoon" ucap Clarissa lagi.


"Kau serius" tanya Hana.


"Yahhh aku ingin memperkenalkan Namjoon pada Lee Min-ah" ucap Clarissa.


"Tapi aku takut tak bisa menahan tangisan ku" ucap Clarissa lagi.


"Namjoon pasti mengerti" ucap Hana.


Saat mereka sudah sampai di ruangan Clarissa Hana berbalik mengangkat telepon yang sedari tadi bergetar di saku celananya.


"Aku dulu" ucap Clarissa dan hanya di jawab anggukan oleh Hana.


Hana terlihat begitu serius berbicara dengan orang yang ada di seberang sana.


"Sudah aku katakan jangan menelpon ku, kejadian malam itu sungguh itu di luar kendali ku, seharusnya aku yang meminta pertanggung jawaban dengan mu, bukan mala kau" ucap Clarissa menahan emosinya.


Dengan kesal Hana mematikan teleponnya.


"Dasar lelaki gila" umpat Hana kesal.


Sementara Clarissa di ruangan nya di sibukan dengan berbagai macam perkerjaan yang akhir-akhir ini cukup banyak menunpuk di atas mejanya, saking sibuknya Clarissa tak mendengar suara ponselnya sedari tadi berdering.


"Rasanya aku ingin pulang saja" gumam Clarissa.


Saat sedang sibuk Clarissa mendengar samar samar suara ponselnya. Dilihatnya nama My Misterius calling.


"Yah hallo" ucap Clarissa.


"Dari mana sayang aku sudah menelpon mu ribuan kali" ucap Namjoon kesal.


Clarissa melihat ke layar ponselnya.


Clarissa mengahlikan panggil suara ke panggilan vidio.


Terlihat wajah Namjoon yang sangat serius menatap ke arah Clarissa.

__ADS_1


"Maaf aku sangat sibuk sayang" ucap Clarissa manja karena takut Namjoon akan memarahinya.


"Mau makan siang bersama?" Tanya Namjoon.


"Sepetinya aku tak bisa sayang, pekerjaan ku sangat menumpuk" ucap Clarissa dengan helaan nafas yang kasar dan memperlihatkan mejanya yang penuh dengan berkas.


"Baiklah it oke sayang, atau mau ku bantu" ucap Namjoon.


"Tak perlu, Sayang apa kau tak sibuk, dipagi hari seperti ini?" Tanya Clarissa.


"Tak begitu sibuk, ada meyjhun yang membantuku" ucap Namjoon yang memperlihatkan meyjhun yang sibuk dengan perkerjaannya.


"Sungguh sangat kasihan" ucap Clarissa menahan tawanya.


"Bu Clarissa aku mendengarnya" teriak meyjhun.


"Dan akibat ulah kekasih mu, mentang mentang dia seorang boss, aku disuruhnya bekerja sementara dia sibuk jantuh cinta" ucap meyjhun lagi dengan keras.


Clarissa makin tertawa. Saat Clarissa tertawa Hana masuk meberikan Clarissa laporan yang tadi berada di iPad Clarissa.


Sementara Namjoon memperhatikan wajah Clarissa yang tertawa lepas.


"Sa ini aku sudah memperbaiki laporan yang kau maksud" ucap Hana tampa tau kalau Clarissa sedang melakukan vidio call.


Namun Clarissa tak menjawab, mala Clarissa hanya senyum senyum mengiyakan.


"Sa kau sedang apa?" Tanya hana.


Clarissa memperlihatkan layar ponselnya dan bertepatan juga layar ponsel Namjoon terarah pada meyjhun, Hana berteriak kaget karena baru saja dia menggerutu tentang meyjhun.


"Sa hentikan senyuman jail mu itu" ucap Hana berjalan keluar dari ruangan Clarissa.


"Sayang sore nanti kita jadi pergi" tanya Namjoon.


Clarissa menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan senyuman di wajahnya yang terus berkembang.


"Sangat cantik" ucap Namjoon.


"Sayang kembali lah bekerja, aku harus pergi bertemu seseorang, sore aku akan menjemput mu jangan lupakan makan siang mu" ucap Namjoon lagi.


"By Home" ucap Clarissa.


"By Love" ucap Namjoon mengakhiri vidio call mereka.


Clarissa kembali sibuk dengan perkerjaannya di temani Hana yang datang kembali setelah menatap kesal ke arah Clarissa.


"Berarti sedari tadi aku berbicara mereka mendengarnya" tanya Hana kesal.


"Bukan hanya mendengarnya tapi juga melihat wajah mu yang cemberut itu" ucap Clarissa tak bisa menahan tawanya.


"Sepertinya hobi mu sekarang menjailiku" ucap Hana.


Clarissa masi saja tertawa.

__ADS_1


Hari berlalu begitu cepat, tak terasa sore menjelang, Clarissa bersiap untuk turun kebawah karena Namjoon sudah menunggunya depan lobby perusahaan Clarissa.


Saat melihat mobil Namjoon Clarissa langsung menghampirinya, sementara karyawan karyawan yang ada di sekitaran lobby perusahaan melihat ke ara Clarissa yang masuk kedalam mobil.


Merek semua terheran-heran karena mereka tau bahwa Clarissa tak bisa menaiki mobil apa lagi bersama seorang pria.


Di sepanjang perjalan menujuh krematorium Clarissa memutar lagu favoritnya.


"Sayang kau suka lagu ini?" Tanya Namjoon.


"Yahh aku sangat menyukainya" jawab Clarissa melirik ke arah Namjoon.


"Ternyata kita menyukai lagu yang sama" ucap Namjoon.


Tak terasa mereka sudah sampai di krematorium, Namjoon turun terlebih dulu untuk membukakan pintu mobil buat Clarissa, setelah dia memarkirkan mobilnya.


Dengan senyuman yang mengembang di wajahnya, Clarissa melangkah masuk ke dalam krematorium dan dengan yakin mengengam tangan Namjoon untuk berjalan bersamanya.


Clarissa berjalan menyusuri lorong dan berhenti di depan salah satu pintu kaca terlihat dengan jelas wajah seorang pria yang sangat dia cintai dan guci yang bertuliskan nama "Lee Min-ah" tak lupa pula setangkai bunga tulip warna merah yang akan selalu dia bawah.


Jika dulu Clarissa ke tempat ini dengan deraian air mata yang tak ada hentinya, namun sekarang berberda dia datang dengan senyuman di wajah cantiknya, dan bersama seseorang yang dia anggap sebagai rumahnya.


"Haiii aku datang berkunjung, karena aku ingin memperkenalkan mu pada seseorang yang kini bisa ku anggap sebagai rumah ku, namanya Namjoon" ucap Clarissa menatap foto yang ada di dalam lemari kaca itu.


"Sekarang aku kini sudah bahagia, jadi aku mohon kau juga harus bahagia disana, aku janji tak akan pernah menagis lagi" ucap Clarissa.


namun air mata Clarissa tetap saja keluar, tapi kali ini tak ada tangisan pilu yang terdengar.


Namjoon yang melihat Clarissa meneteskan air mata langsung memeluk pundak Clarissa.


"Aku tak apa sayang" ucap Clarissa saat merasakan tangan Namjoon memeluk pundaknya.


Namjoon hanya tersenyum.


"Hai kita bertemu lagi setelah 2 tahun kau pergi, aku tak pernah menyangka jika Clarissa adalah wanita yang sering kau ceritakan padaku dulu, wanita yang kau sebut memiliki senyuman terindah dan yahhh memang benar senyumannya sangat indah, tapi senyuman itu hilang saat kau pergi" ucap Namjoon menatap ke bingkai foto Lee Min-ah.


Clarissa yang mendengar Namjoon berkata bahwa dia mengenal Lee Min-ah menatap ke arah Namjoon.


"Kau tau aku sekarang sedang berusaha untuk membuat senyuman itu muncul kembali, aku tak tau permainan takdir seperti apa nantinya tapi saat ini aku sedang mengusahakan kebahagiaan untuknya, sekarang biarkan aku bertanggung jawab atas kebahagiaannya dan juga menganti setiap tetes air mata yang keluar menjadi kebahagiaan" ucap Namjoon lagi, dengan tatapan Clarissa yang tak berpaling dari dirinya.


Namjoon menghapus air mata Clarissa "sekarang air mata mu adalah tanggung jawab ku" ucap Namjoon.


setelah berbicara cukup banyak Namjoon dan Clarissa pulang.


Di perjalan pulang.


Clarissa selalu tersenyum, dan itu menjadi pemandangan yang sangat Namjoon sukai, apa lagi saat wajah Clarissa yang tertiup angin karena Clarissa menurunkan kaca mobilnya.


Sangat membuat hati Namjoon makin berdebar.


"Sepertinya ucapan meyjhun memang betul kutub utara ini kini sudah mencair" gumam Namjoon.


"Sayang kau bahagia?" Tanya Namjoon.

__ADS_1


"Yahhh sangat bahagia, rasanya bebanku terangkat sepenuhnya" ucap Clarissa yang masi menatap ke luar jendela mobil dan menikmati hembusan angin di wajahnya.


Namjoon sangat menikmati momen seperti ini, dia pernah berjanji tidak akan pernah serius dalam menjalani suatu hubungan karena yang dia tahu wanita akan membuatnya kembali sakit hati tapi mungkin Clarissa adalah pengecualian.


__ADS_2