
Malam ini Clarissa berjalan menujuh ke halte bus, dengan penampilan sedikit rapi setelah tadi sore dia menerima pesan dari nomor misterius yang mengirimkannya alamat restoran untuk mereka bertemu.
Clarissa melirik ke arah jam yang ada di tangannya sepertinya iya terlambat saat sudah sampai di depan restoran yang mewah itu.
"Kenapa harus ke tempat mewah ini" ucap Clarissa masuk kedalam restoran itu.
Saat Clarissa masuk dia sudah di sambut seorang pelayan yang menanyakan dirinya.
"Dengan ibu Clarissa?" Tanya pelayan itu.
"Iya, saya sendiri" jawab Clarissa ragu.
"Silahkan ikut saya bu, ibu sudah di tungguh" ucap pelayan itu dan melangkah membawah Clarissa ke salah satu ruangan yang ada di restoran itu.
Saat masuk ke dalam ruang itu Clarissa terdiam sesaat, karena dia melihat Namjoon dengan santai duduk di meja yang akan dia tempati.
"Selamat malam pak Namjoon" ucap Clarissa saat sudah berada depan meja yang Namjoon duduki.
"Duduklah dulu" ucap Namjoon.
Clarissa duduk berhadapan dengan Namjoon yang sedang meminum segelas anggur.
"Kau ingin makan apa" ucap Namjoon.
"Terserah saja" jawab Clarissa yang masi belum percaya bahwa selama ini nomor misterius yang mengiriminya pesan ada Namjoon.
"Baiklah" ucap Namjoon singkat dan mengucapkan pesanan mereka.
Saat pelanyan itu pergi Namjoon hanya menatap Clarissa tampa mau memulai pembicaraan.
Lama terdiam hingga akhirnya Clarissa berbicara.
"Maaf saya tidak mengetahui bahwa nomor itu adalah milik anda pak" ucap Clarissa.
"Tak apa, sepertinya aku yang tidak memperkenalkan nama ku saat itu" ucap Namjoon.
"Sekali lagi saya mohon maaf Pak" ucap Clarissa lagi.
"Sudah aku bilang, jangan panggil aku dengan sebutan pak cukup Namjoon saja " ucap Namjoon.
"Baik lah pak.. Namjoon" ucap Clarissa.
Tak lama makanan yang mereka pesan telah datang mereka makan dalam diam, jujur saja Clarissa saat ini merasa sangat canggung berhadapan dengan Namjoon berdua dalam ruang ini.
Hati Clarissa berdebar setiap kali mata mereka saling bertemu. ada perasaan aneh yang menjalar ke hati Clarissa saat melihat mata Namjoon yang menatapnya.
__ADS_1
"Apa makanannya tak enak" tanya Namjoon saat melihat Clarissa sepeti tak berselera untuk makan.
"Ahhh maaf makananya enak" ucap Clarissa saat terkejut dengan ucapan Namjoon.
Setelah selesai makan, kini Clarissa dan Namjoon sudah berdiri dan ingin meninggalkan restoran itu, Namjoon membukakan pintu untuk Clarissa terlebih dulu berjalan keluar.
Sesampainya di halaman restoran tiba-tiba saja Namjoon menarik pelan tangan Clarissa untuk pulang bersama menaiki mobilnya.
Clarissa tak bisa merespons apa yang di lakukan Namjoon padanya, saat tiba di mobil Namjoon Clarissa terhenti di ikuti Namjoon yang juga terhenti.
"Ayo aku akan mengantar mu untuk pulang" ajak Namjoon sambil membuka pintu mobil untuk Clarissa.
"Maaf sepertinya aku tak bisa" ucap Clarissa dengan keringat ditangannya.
"Kenapa tak bisa, ini sudah malam dan tak baik jika aku membiarkan mu untuk pulang sedirian" ucap Namjoon lagi.
"Tapi aku tak bisa" ucap Clarissa dengan wajah yang kini memucat bayang saat kecelakaan itu kini kembali dan sesaat kemudian Clarissa pingsan di depan Namjoon, untung dengan cepat Namjoon menangkapnya .
"Clarissa bangun lah" ucap Namjoon panik dan membawah Clarissa masuk kedalam mobilnya menujuh ke apartemen mereka.
Saat sampai di apartemen Clarissa masi belum sadarkan diri, denga cepat Namjoon mengendong Clarissa naik ke lantai 5 namun bukan keapartemen Clarissa melainkan masuk ke apartemen Namjoon yang berada di sebelahnya. Setelah itu Namjoon menelpon meyjhun untuk datang keapartemennya dan memanggil dokter jho datang ke apartemen.
Meyjhun tiba bersamaan dengan dokter jho, mereka mengira bahwa Namjoon lah yang sakit namun ternyata saat masuk ke dalam apartemen Namjoon dan berjalan cepat ke arah kamar Namjoon, meyjhun dan dokter Joh terkejut dengan seorang wanita yang kini tengah berbaring di atas kasur Namjoon dan lebih terkejutnya lagi saat meyjhun menyadari ternyata wanita itu adalah Clarissa.
"Apa yang terjadi padanya" tanya dokter jho.
"Aku tak tau, tiba-tiba saja dia pingsan" jawab Namjoon.
Meyjhun masi tak bisa berkata kata dengan apa yang dia liat ini, rasanya aneh saja melihat Namjoon sekhawatir itu.
Dokter jho memeriksa Clarissa.
"Sepertinya kita harus membawahnya ke rumah sakit" ucap dokter Jho.
Namjoon dan meyjhun saling menatap.
Tak lama kemudian saat namjoon ingin menggangkat Clarissa kembali terlihat Clarissa mulai membuka matanya secara perlahan.
"Haiii kau sudah sadar" ucap Namjoon saat melihat Clarissa membuka matanya dan menatapnya.
"Dimana aku" ucap Clarissa karena merasa asing akan ruanga yang dia tempati.
"Kau berada di apartemen ku" ucap Namjoon.
Saat mendengar Namjoon mengatakan dia berada di apartemen Namjoon Clarissa bangkit dari tidurnya namun kepala nya masi terasa pusing mengakibatkan Clarissa terduduk kembali di kasur Namjoon.
__ADS_1
"Tenangkan diri mu bair nanti aku mengatar mu pulang" ucap Namjoon.
Meyjhun dan dokter jho yang melihat sikap Namjoon seperti itu terdiam dia tempatnya, karena selama ini mereka tak pernah lagi melihat sisi terbaik Namjoon Tapi malam ini mereka melihatnya kembali " sepetinya kutub utara itu akan meleleh".
"Sepertinya aku harus pulang" ucap meyjhun berpamitan pada Namjoon di ikuti dokter jho yang juga berpamitan pulang.
"Hai kau dokter mau kemana" tanya Namjoon.
"Aku akan pulang" ucap dokter itu singkat.
"Aku kan memecat mu" ucap Namjoon lagi.
"Terserah kau, aku sudah memberikan resep obatnya" ucap dokter jho dan kini sudah berlalu menutup pintu kamar Namjoon.
Tinggalah Namjoon dan Clarissa di dalam kamar itu.
"Namjoon sebaiknya kau mengantar ku pulang" ucap Clarissa.
"Baiklah" ucap Namjoon yang langsung mengangkat tubuh Clarissa.
Clarissa terkejut akan sikap Namjoon seperti ini.
"Namjoon sebaiknya turunkan aku" ucap Clarissa.
Namun Namjoon tak merespons ucapan Clarissa, malah makin mempererat dekapan tangannya yang mengangkat tubuh Clarissa.
Clarissa di buat terkejut saat dia keluar dari apartemen Namjoon dan langsung bisa menebak larong apartemennya.
"Berapa PIN apartemen mu.
Clarissa menyebutkan PIN apartemennya dan langsung di tekan oleh Namjoon saat pintu apartemen Clarissa di buka Namjoon langsung masuk berjalan melewati sofa yang berada di ruang tengah matanya langsung setujuh pada bingkai foto yang terpajang di dinding apartemen itu.
Dengan jelas Namjoon melihat kebahagiaan terpancar di wajah Clarissa saat berada di foto itu menatap ke arah calon suaminya.
"Senyuman mu cantik" gumam Namjoon namun masi dapat di dengar oleh Clarissa.
"Namjoon kau bilang apa tadi" tanya Clarissa melihat ke arah wajah namjoon yang begitu dekat dengannya.
Namjoon tak menjawab. Namjoon langsung membawah Clarissa menujuh kamarnya dan membaringkan Clarissa di kasur lalu memilih untuk berpamitan tapi sebelum itu Namjoon mengusap pucuk kepala Clarissa.
"Jaga diri mu, aku pulang dan ingat telepon aku jika terjadi sesuatu padamu dan obat mu besok akan aku antarkan pada mu" ucap Namjoon.
"Dan satu lagi sekarang kita sudah berteman" ucap Namjoon lagi dan berlalu pergi.
Clarissa belum bisa mencerna dengan baik ucapan Namjoon tadi, yang dia tau sekarang dia dan Namjoon kini berteman.
__ADS_1