
Seperti memutar kembali semua ingatan Clarissa tentang masa lalunya, namun dalam alur cerita yang berbeda. Dan pada akhirnya dia harus kembali merasa ke hilang orang yang sangat penting dalam hidupnya, belum setengah tahun menjalin hubungannya bersama harus berakhir dengan cara yang tak baik.
Belum,, hubungan Clarissa dan Namjoon belum berakhir sepenuhnya mereka hanya sedang menjauh untuk sementara waktu dan tak tau kapan mereka akan kembali bersama.
Dengan air mata yang terus menetes memeluk tubuhnya sendiri di atas sofa di apartemen lamanya.
Hidupnya kembali terpuruk seakan takdir memang tak membiarkannya untuk bernafas lega.
Clarissa memilih untuk kembali ke apartemen lamanya, setelah pertengkarannya dengan Namjoon yang menurutnya sangat tak masuk akal, Namjoon cemburu aku sangat bahagia tapi dia sudah mengeluarkan kata yang membuat hati Clarissa sangat sakit.
"Aku terlalu melangitkan cinta kita hingga aku tak sadar jika takdir sangat iri" ucap Clarissa di selah tangisannya.
Air mata Clarissa tak hentinya keluar dari kelopak mata indahnya, senyuman yang selalu setia menghiasi bibirnya namun sekarang kembali hilang, sepertinya awan hitam itu kembali.
Sementara Namjoon duduk di sofa dia masi diam tak berniat untuk beranjak dari sana atau mencari kembali Clarissa untuk membiacarakan masalah mereka secara baik-baik hingga dia sadar saat melihat cincin yang dilepas oleh Clarissa.
Jika cincin itu terlepas itu tandanya dia akan makin kehilang Clarissa makin dalam.
Namun egonya masi menguasai hatinya, kecemburuan yang tak beralasan membuat Namjoon tega mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan.
...****************...
Sudah seminggu ini Clarissa dan Namjoon tak berkomunikasi atau sekedar bertanya seakan mereka tak saling mengenal, itu terlihat jelas dari wajah Clarissa yang menunduk saat bertemu Namjoon di sebuah acara.
Jungkook yang melihat kerenggangan hubungan Namjoon dan Clarissa memanfaatkan keadaan itu untuk mendekati Clarissa secara terang-terangan namun Clarissa tetap menghindar, kerja sama mereka pun hanya Jira yang turun langsung untuk mengawasinya.
Namun Jungkook tak pernah menyerah selalu saja banyak alasan yang dia buat untuk mengajak Clarissa makan siang bersama asal Clarissa bisa berada di dekatnya terus.
Clarissa lebih banyak diam di ruangannya, dan menghabiskan hari-hari di aparteman lamanya. Sementara Namjoon lebih memilih untuk kembali kerumah orang tuanya.
Orang tua Clarissa dan Namjoon mengetahui hubungan Namjoon dan Clarissa yang tak baik-baik saja namun mencoba untuk tak ikut campur dengan masalah mereka.
Malam ini Clarissa kembali mengeluarkan air matanya saat melihat kembali foto dirinya dan Namjoon saat berlibur kejepang itu makin membuat hati Clarissa makin sedih.
"Apa tak ada kesempatan untuk kita bisa kembali bersama" gumam Clarissa.
Di selah tangisannya terdengar bunyi ponselnya yang menandakan ada panggilan masuk, terlihat jelas di sana tertulis nama Jungkook Clarissa mengabaikannya, dia sangat lelah saat ini.
Dan tak lama terdengar notifikasi pesan masuk.
Jungkook CEO JK.Corp
__ADS_1
Apa besok malam kau sibuk, aku ingin mengajak mu ke pesta pernikahan teman ku, pliesss sekali ini saja, anggap aku sebagai teman mu...
isi pesan yang di kirim Jungkook untuknya.
Clarissa menimbang-nimbang apakah dia harus ikut atau dia harus menolaknya.
Tapi ini kesempatan yang harus Clarissa manfaatkan untuk bertemu Namjoon hanya untuk memastikan jika Namjoon baik-baik saja.
^^^Clarissa jung^^^
^^^Baiklah aku akan menemani mu Jungkook ^^^
Balas Clarissa.
Jungkook CEO JK.Corp
Nanti aku akan mengirim alamatnya dan terima kasih.
Ternyata selama seminggu ini Namjoon tak pernah lepas untuk memandang Clarissa dari jauh, dia selalu meminta kabar Clarissa lewat Jira, rasa cintanya buat Clarissa masi sama tapi egonya yang terlalu membuatnya seakan buta.
Malam ini Clarissa tengah bersiap-siap untuk menghadiri acara pernikahan teman dari Jungkook, dia mengajak Jira untuk menemaninya dan untuk mengemudikan mobilnya.
Setelah sampai di sebuah bellroom hotel Clarissa menelpon Jungkook bahwa dia sudah sampai.
Saat Jungkook dan Clarissa menghampiri rekan-rekan bisnisnya dan memperkenalkan Clarissa. Tiba-tiba semua mata tertuju pada pria dan wanita yang masuk secara bersamaan ternyata itu Namjoon dan Hyuna yang datang secara bersamaan di dampingi meyjhun dan juga Hana berada disana.
Mata Clarissa tertujuh pada tangan Hyuna yang tak segan mengandeng tangan Namjoon. Dan saat itu juga mata Clarissa berair apa lagi saat namjoon menatapnya namun acuh makin membuat Clarissa tak bisa menahan tangisannya.
"Permisi sepertinya aku harus toilet mandi" ucap Clarissa berpamitan ke Jungkook.
Dengan tergesa-gesa Clarissa menujuh toilet , meyjhun dan Hana tak bisa berbuat banyak dengan hubungan antar Namjoon dan Clarissa. Apa lagi saat melihat wajah clarissa yang tak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Namjoon menatap punggung Clarissa yang berjalan meninggalkan bellroom.
Kedatang Clarissa berharap bisa sedikit mengobati kerinduannya namun ternyata hanya dia lah yang berharap hubungan mereka akan kembali bersama.
"Sepetinya memang hubungan mereka harus berakhir" gumam Clarissa menatap bayangan wajahnya di depan cermin.
Dia tak bisa menyembunyikan bahwa dia sangat merindukan Namjoon.
Dengan langkah tegas Clarissa berjalan keluar dari bellroom hotel itu, tak ada yang tau dia akan kemana, yang dia tau dia harus menghindar dari semua orang.
__ADS_1
Disini lah Clarissa sekarang menatap ke arah guci kaca yang sudah lama dia tak kunjungi. Tapi tetap ada sebuah tangkai bunga tulip terselip disana.
"Siapa yang datang kemari" ucap Clarissa membatin.
"Haiii aku datang lagi dengan luka ku" ucap Clarissa menatap foto Lee Min-ah.
"Kau tau rumah ku memaksaku untuk keluar lagi" ucap Clarissa meneteskan air mata.
"Padahal aku berharap dia akan menjadi rumah terakhir ku, ternyata memang tak ada yang benar-benar menjadi rumah ku" ucap Clarissa lagi.
Tangisan Clarissa semakin menjadi, sesak di dadanya tak bisa dia hilangkan.
Di bellroom hotel Jungkook, sadar bahwa ini sudah sangat lama namun Clarissa belum juga kembali, dari toilet.
Jungkook memutuskan untuk menyusul Clarissa namun nihil tak ada Clarissa disana, dengan gelisa Jungkook kembali mencari keberadaan Namjoon tapi dia juga tak melihat Namjoon.
"Mungkin mereka berdua sudah pergi, aku selalu saja terlambat" ucap Jungkook berpamitan untuk pulang.
Sementara Namjoon memilih untuk pulang karena melihat clarissa tadi bersama Jungkook tapi dia tak sadar dengan ke adaan Clarissa dan tak menyadari jika Clarissa menghilang.
Meyjhun dan Hana juga memutuskan untuk pulang, sepanjang perjalanan pulang Hana mencoba menghubungi nomor Clarissa tapi tak ada jawaban, hingga beberapa kali terdengar suara lelaki yang mengangkatnya.
Clarissa Jung
"Hallo Sa kau dimana" ucap Hana.
"Maaf Hana Clarissa tak ada bersama ku, ponselnya tertinggal pada, saat dia berpamitan untuk ke toilet, mungkin dia pergi bersama Namjoon" ucap Jungkook di seberang sana.
"Baiklah Jungkook, aku mati akan teleponnya" ucap Hana lagi.
Hana tiba-tiba melihat ke arah Namjoon saat dia sudah mematikan panggilannya.
"Sepertinya Clarissa menghilang, dia tak ada bersama Jungkook" ucap Hana khawatir.
Meyjhun yang mendengarnya langsung menepihkan mobilnya.
"Bukan kah dia tadi bersama Jungkook" tanya meyjhun.
"Yah,,, tapi dia menghilang dan Jungkook beranggapan jika Namjoon dan Clarissa pergi bersama" ucap Hana lagi menahan emosinya yang dia tahan.
"Kau jika terjadi sesuatu terhadap Clarissa, aku akan sangat menyalahkan mu" ucap Hana akhirnya sambil menunjuk ke arah Namjoon.
__ADS_1
"Dan seharusnya Clarissa tak perlu mengenal mu" ucap Hana lagi yang sudah mulai menagis memikirkan Clarissa yang tak tau ke beradaannya dimana.
Namjoon terdiam.