
Sudah dua hari setelah kejadian malam itu, Namjoon dan Clarissa terlihat dekat dan juga mereka sering mengirimi pesan satu sama lain.
Awalnya Namjoon hanya ingin memastikan bahwa Clarissa baik baik saja, tapi berlanjut dengan ajakan makan terus menerus dari Clarissa sebagai ucapan terima kasih.
Seperti saat ini Namjoon kini berada di aparteman Clarissa untuk makan siang bersama kebetulan hari ini adalah hari libur.
"Sepertinya besok, aku kan ke Jeju terlebih dulu" ucap Namjoon saat sudah duduk di meja makan.
Karena sebelumnya Namjoon dan Clarissa berencana berangkat bersama-sama.
"Oke baiklah, kau pergilah dulu nanti aku dan Hana menyusul" ucap Clarissa.
"Tapi pasti aku merindukan mu" ucap Namjoon lagi.
"Kau bukan merindukanku tapi kau merindukan masakkan ku" ucap Clarissa pede dengan makanannya.
Namjoon terdiam saat Clarissa menepis perkataannya barusan.
"Ohh iya.... hampir lupa pembukaannya jam berapa" tanya Clarissa.
"Secepatnya aku kan datang" ucap Clarissa lagi.
"Kau harus datang karena aku kini teman mu dan teman harus saling mendukung" ucap Namjoon.
"Baik lah baik lah, aku akan datang" ucap Clarissa dan duduk dimeja makan berhadapan dengan Namjoon.
Namjoon menatap Clarissa yang kini sudah berada di hadapannya.
"Senyuman mu masi saja palsu" ucap Namjoon.
Clarissa tak menjawab ucapan Namjoon.
"Baiklah aku pergi dulu. aku menunggu mu besok" ucap Namjoon berlalu pergi meninggalkan apartemen Clarissa.
"By sampai jumpa" ucap Clarissa melambaikan tangan ke arah Namjoon.
Nafas Clarissa memberat seiring dengan perasaanya yang kian tak menentu, semenjak mengenal Namjoon Clarissa seperti menemukan kembali dirinya namun berusah untuk selalu dia tepis keberadaan Namjoon di sampingnya. Baru kali ini Clarissa dekat lagi dengan seorang lelaki lain dan itu adalah Namjoon dan sudah dua malam ini dia tidur ditemani Namjoon walau hanya lewat vidio call tapi Clarissa nyaman.
Di apartemen Namjoon kini sudah ada meyjhun yang sedari tadi menunggu untuk menjemput Namjoon ke rumah orang tuanya.
"Kau dari mana saja, aku bosan menunggu mu" ucap meyjhun saat melihat Namjoon masuk ke dalam apartemennya.
"Aku dari apartemen sebelah" ucap Namjoon melewati meyjhun dan masuk ke dalam kamarnya.
"Wahhhhh sepertinya benar kutub utara akan mencair" ucap meyjhun berteriak keras ke arah kamar Namjoon.
Namjoon yang mendengar itu, terdiam sesaat dan kembali melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi.
Disofa ruang tamu meyjhun duduk dengan wajah yang penuh tanda tanya.
"Berarti dalam dua hari ini mereka sudah berteman, sepertinya aku harus memberitahukan eomma secepatnya bahwa anak kutub utara itu kini sudah mulai mencair" gumam meyjhun yang berencana memberitahukan tingka Namjoon belakangan ini kepada orang tuan Namjoon.
__ADS_1
"Pasti eomma senang" gumam meyjhun lagi.
Setelah selesai mandi dan kini sudah rapi Namjoon berjalan menuruni tangga dengan pandangan yang fokus pada ponselnya karena dia sibuk mengirim pesan ke pada Clarissa.
"Boss perhatikan jalannya nanti kau bisa jatuh" ucap meyjhun tapi dengan expresi mengejek.
"Hentikan senyuman mu itu" ucap Namjoon.
"Aku berharap semoga kutub utara itu benar-benar mencair" ucap meyjhun keras biar Namjoon mendengarnya.
"Sepertinya kau sudah bosan bekerja" ucap Namjoon menatap ke arah meyjhun.
"Santai aku hanya bercanda, jangan terlalu di ambil hati yah" ucap meyjhun berjalan mengikuti Namjoon keluar dari apartemennya.
Saat melintas di depan pintu apartemen Clarissa Namjoon terhenti dan menekan bel apartemen Clarissa.
Clarissa membuka pintu apartemennya saat mendengar belnya berbunyi tampa melihat ke layar interkom.
Saat Clarissa membuka pintu, Clarissa terkejut saat melihat Namjoon berdiri dengan pakaian yang sudah rapi.
"Ada apa" tanya Clarissa.
"Aku hanya ingin berpamitan pada mu, aku akan kerumah orang tua ku" ucap Namjoon dan kembali melanjutkan langkahnya menujuh ke arah lift di ikuti meyjhun yang melambaikan tangan ke arah Clarissa.
Clarissa masi diam di tempatnya saat melihat Namjoon sudah memasuki lift untuk turun, jantung Clarissa berdetak tak karuan.
"Apa yang dia lakukan" gumam Clarissa.
Sesampainya di basement Namjoon dan meyjhun berjalan menujuh ke mobil Namjoon. Mobil Namjoon berjalan perlahan meninggalkan apartemen menujuh rumah orang tuan Namjoon yang berada di kawasan perumahan elit.
Kini Namjoon dan juga meyjhun sudah berada di halaman rumah Namjoon yang sangat luas, rumah orang tua Namjoon saja seperti sebuah istana yang sangat indah ditambah lagi ada beberapa mobil mewah yang terparkir di garasi mobil.
Namjoon turun dan langsung berjalan ke dalam rumah orang tuanya tampa menunggu meyjhun turun dari dalam mobil.
Didalam rumah sudah ada orang tuan Namjoon yang menanti ke datangkan putra mereka yang katanya akan makan malam bersama mereka di rumah ini lagi.
"Eomma appa anak mu ini pulang" ucap Namjoon memeluk eomma nya dari arah belakang.
Eomma hanya merespons dengan anggukan saat anaknya itu memeluknya.
"Appa baru saja akan menelponmu" ucap appa saat Namjoon kini berjalan kearahnya dan memeluk appa nya itu.
Terdengar suara meyjhun yang berjalan cepat ke arah eomma Namjoon.
"Eomma anak mu yang satu ini juga datang" ucap meyjhun memeluk eomma Namjoon.
"Eomma aku punya kabar gembira untuk mu" ucap meyjhun lagi saat melepaskan pelukannya.
"Kabar tentang apa?" Ucap eomma penasaran.
Namjoon seketika melirik ke arah meyjhun.
__ADS_1
"Eomma jangan dengarkan dia" ucap Namjoon.
"Eomma aku tak pernah bohong kan, dan eomma pasti akan bahagia mendengar kabar ini" ucap meyjhun lagi meyakinkan eomma Namjoon.
Eomma Namjoon hanya tersenyum menlihat tingka anak dan juga sepupunya itu yang sudah mereka anggap bagai anak mereka sendiri.
"Sudah sudah, apa kau tak rindu dengan appa mu ini" ucap appa Namjoon kepada meyjhun.
"Siapa yang tak rindu dengan sumber kekayaan ku, jika tak ada appa aku dapat uangnya dari mana" ucap meyjhun bercanda lalu memeluk appa Namjoon.
"Kau lupa kalau yang sekarang mengaji mu adalah aku" ucap Namjoon dengan senyuman kemenangan.
"Eomma tau sekarang kutub utara itu kini sudah mencair" ucap meyjhun tampa memperdulikan tatapan Namjoon yang tajam ke arahnya.
"Siapa yang membuat kutub utara itu mencair" tanya eomma Namjoon yang penasaran akan wanita yang dapat mencairkan anaknya itu.
Meyjhun mengeluarkan ponselnya di perlihatkan nya foto Clarissa yang dia ambil dari media sosial Clarissa "ini eomma wanita itu".
Eomma melihat foto Clarissa.
"Sepetinya eomma mengenal wanita ini" ucap eomma.
Membuat Namjoon dan meyjhun kaget.
"Bukan kah dia Clarissa anak dari pemilik Etnik.corp" tanya eomma Namjoon melirik ke arah Namjoon.
"Yahhh dia Clarissa" ucap Namjoon.
"Ahhh wanita yang malang" ucap eomma sedih.
"Apa yang terjadi eomma" tanya Namjoon "dan bagaimana bisa eomma mengenal Clarissa".
"Eomma pernah mendengar berita tentangnya saat eomma bertemu teman teman eomma dan salah satu dia antara teman eomma adalah tetangga mereka, yang eomma dengar dia dan calon suaminya itu terlibat kecelakaan di hari pernikahan mereka mengakibatkan calon suaminya meninggal dalam kecelakaan itu, hingga dia menyalakan dirinya sediri atas kejadian itu dan akibat dari kecelakaan itu dia mengalami trauma yang cukup serius dia tak mau menaiki mobil bila yang mengemudikannya adalah lelaki" hanya itu yang eomma tau tentang wanita itu.
"Eomma kasian mendengar ceritanya" ucap eomma lagi.
Namjoon terdiam, memikirkan saat dia memaksa Clarissa masuk kedalam mobilnya saat itu.
"Apa kau dekat dengannya?" Tanya eomma menatap ke arah Namjoon.
"Aku dan dia hanya berteman" jawab Namjoon singkat.
"Berteman tapi bisa membuat lesung pipi mu itu kelihatan" sambung meyjhun membantah arti pertemanan yang Namjoon maksud.
"Kau" ucapan Namjoon terputus saat appa berbicara.
"Sudah jangan di bahas lagi, jika memang benar kalian dekat appa harap kau bisa membuatnya bahagia" ucap appa Namjoon.
"Sepertinya makanannya sudah siap, ayo kita makan" ucap appa lagi.
Dan mereka kini duduk di meja makan.
__ADS_1