LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam

LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam
Restu


__ADS_3

Selesai makan malam, ibu, Clarissa dan Namjoon duduk di sofa ruang tengah di susul dengan kak Andre dan Cristal yang juga ikut duduk dirumah tengah itu.


"Kalian sudah lama berkenalan?" tanya kak Andre.


"Aku mengenal Clarissa sudah sebulan ini" ucap Namjoon.


"Bisa kah kita berbicara berdua" ucap kak Andre mengajak Namjoon untuk mengikutinya ke halaman belakang rumah.


"Ia" ucap Namjoon dan lansung berdiri dari duduknya.


Kini Namjoon dan kak Andre sudah duduk di jalan belakang.


"Jangan memanggil ku kakak, sepertinya kita seumuran" ucap Andre.


Namjoon hanya mengangguk kan kepalanya.


"Bagaimana aku harus memulainya, ada cukup banyak yang ingin aku bicarakan padamu tentang Clarissa" ucap Andre menatap kurus kedepan.


"Aku sudah mengetahui semuanya" ucap Namjoon.


"Kau sudah mengetahuinya" tanya Andre tak percaya karena dia tau betul Clarissa takkan pernah menceritakan masalah ini ke orang lain.


"Ia aku sudah mengetahui semua, Clarissa sendiri yang menceritakan semuanya" ucap Namjoon.


"Termaksud kecelakaan itu" tanya kak Andre lagi.


"Yah,,," ucap Namjoon singkat.


"Dan kau menerimanya" ucap Andre.


"Yah,,, aku menerimanya dan menerima masalalunya" ucap Namjoon yakin.


"Sebagai seorang kakak aku sangat terluka saat melihatnya menangis, tatapannya tak lagi terpancar kebahagia, yang ada hanya luka yang terlihat jelas, tapi saat tadi aku melihat dia menatap ke arah mu terlihat bahwa luka itu telah sembuh" ucap Andre lagi.


"Aku tak bisa menjanjikan apapun pada mu, tapi aku bisa memastikan senyuman itu akan selalu menghiasi wajahnya" ucap Namjoon.


"Aku percaya pada mu" ucap Andre beranjak dari dudunya.


Setelah mendengar jawaban dari Namjoon tak lagi bertanya tentang banyak hal,dia hanya yakin Namjoon bisa membuat adiknya keluar dari masalalunya itu.


"Ayo kita masuk"ucap Andre lagi mengajak Namjoon untuk kembali masuk kedalam.

__ADS_1


Namjoon kembali duduk di sofa dekat dengan Clarissa sementara Andre kini sudah duduk di antara ibu dan calon kk ipar Clarissa.


"Kak apa yang kau bicarakan dengan kekasihku" tanya Clarissa menatap kearah Andre dengan serius.


"Tak ada, aku dan Namjoon hanya berbicara tentang bisnis" ucap Andre mengelak.


"Kakak kau tak bisa berbohong padaku" ucap Clarissa lagi.


"Sayang yang kak Andre bilang itu benar tak kami hanya membahas tentang bisnis" ucap Namjoon.


"Sayang tak bohong, tua Bangka itu tak memarahi mu kan" ucap Clarissa.


Namjoon tertawa mendengar pertanyaan Clarissa.


Ibu Clarissa memandang anaknya sepeti itu, seketika air matanya menetes dia sangat merindukan sifat putrinya yang dulu sangat perhatian pada siapa pun itu, apa lagi dengan keluarganya sendiri.


"Bu,,,, kenapa ibu menagis" tanya Clarissa melihat ibunya yang meneteskan air mata.


"Tak apa nak, ibu bahagia melihat mu seperti ini" ucap ibu Clarissa mengengam tangan putri kesayangannya.


"Ibu tenanglah, aku kau memastikan senyuman itu akan selalu bertengger di wajah cantik putri ibu" ucap Namjoon mendekati ibu Clarissa.


"Sekarang senyumannya tanggung jawabku" ucap Namjoon lagi.


Setelah banyak air mata Namjoon dan Clarissa berpamitan untuk pulang.


"Bu Clarissa pulang dulu, besok Clarissa akan datang lagi" ucap Clarissa.


Namjoon juga berpamitan pada ibu dan juga Andre beserta calon istrinya.


"Kak Cristal aku pergi dulu yahhh besok aku akan menemanimu untuk pergi ke dokter mata" ucap Clarissa berlari masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah di buka oleh Namjoon.


"Awas kau yah" ucap Andre mendengar ucapan Clarissa tadi.


"By kak, By bu" ucap Clarissa setelah mobil Namjoon berjalan perlahan meninggalkan jalan rumah orang tua Clarissa.


Saat bersama Clarissa mobil Namjoon akan berjalan secara perlahan, Namjoon tak akan pernah menambah kecepatan mobilnya, Karen dia sangat mengutamakan kebahagiaan Clarissa tapi terkadang Clarissa yang memintanya untuk menambah kecepatan mobil yang mereka gunakan.


"Sayang apa kau senang?" Tanya Namjoon.


"Sangat senang" ucap Clarissa menatap ke arah Namjoon.

__ADS_1


"Aku sangat senang sampai aku membuat pengingat di ponselku tentang malam ini, biar aku bisa selalu mengingat momen ini" ucap Clarissa lagi.


Namjoon mengengam tangan Clarissa.


"Terima kasih sudah mau berjuang bersama ku" ucap Namjoon.


"Sayang apa kau tau, aku sudah bisa melihat senyuman tulus di mata mu" ucap Namjoon lagi.


"Yahhh karena aku telah menyimpan semua tentangnya dengan rapat" ucap Clarissa.


"Besok aku akan pergi bertemu dengan nya, bukan untuk mengucapkan selamat tinggal tapi aku ingin memperkenalkanmu, bahwa sekarang aku sudah memiliki seseorang yang ku anggap sebagai rumah ku" ucap Clarissa dengan yakin.


"Baiklah aku akan mengantar mu besok" ucap Namjoon.


Sepanjang perjalan pulang mereka habiskan dengan becanda dan tertawa bersama Clarissa mulai terbiasa kembali kekehidupan nya yang dulu penuh dengan canda tawa, Namjoon juga kini kutub utara yang dingin kini sudah mencair.


Tak terasa mereka sudah sampai tapi Clarissa sudah tertidur.


Alhasil Namjoon mengangkat tubuh Clarissa untuk naik ke apartemen mereka karena tak tega membangunkan Clarissa yang tertidur.


Namjoon menatap sangat lekat wajah Clarissa yang berada di gendongannya.


"Wajah mu sangat membuat ku Gemes sayang" gumam Namjoon.


Sampai di depan aparteman Clarissa membuka matanya perlahan karena mendengar suara tombol yang di tekan oleh Namjoo.


"Sayang kenapa tak membangunkan aku saja" ucap Clarissa menyadari dia berada di gendongan Namjoon.


"Tidurlah lagi, aku akan mengantar mu ke kamar" ucap Namjoon berjalan masuk dan langsung membawah Clarissa ke tempat tidur mereka.


"Ada yang harus aku kerjakan, setelah itu aku akan menemani untuk tidur" ucap Namjoon mencium kening Clarissa dan berlalu keluar dari dalam kamar.


Sementara Clarissa beranjak dari kasur menujuh ke kamar mandi untuk membersihkan badanya dan mencari baju menjadi piyama tidurnya.


Cukup lama Namjoon baru masuk ke kamarnya di dapatinya Clarissa kini sudah tertidur dengan posisi TV yang menyalah.


Namjoon mendekati Clarissa mengambil tempt dan mematikan tv, setelah itu Namjoon ke kamar mandi membersihkan tubuhnya, menganti pakaiannya dan berbaring di samping Clarissa.


Clarissa sepertinya tau bahwa Namjoon kini sudah berada di dekatnya, langsung memeluk Namjoon dan membenamkan kepalahnya di dada bidang Namjoon.


"Sangat nyaman" gumam Clarissa di selah tidurnya.

__ADS_1


Mereka berdua tidur dengan lelapnya, saling berpelukan memberikan kehangatan.


Clarissa merindukan moment sperti ini bisa kembali memiliki tempat untuk melepas segala beban yang ada di pikiranya, walau sebenarnya isi kepalanya sangat berisik, namun dia mencoba untuk tak mendengarkan dan menatap lurus ke Namjoon sambil berkata bahwa sekarang aku sudah memiliki rumah yang baru dan akan menjadi tujuan ku untuk pulang saat semua orang menganggap ku gila.


__ADS_2