
Siang ini Namjoon dan Clarissa sudah menaiki kereta cepat menujuh tempat destinasi mereka yang pertama rencana mereka akan menginap disana selama 2 hari.
Setelah menempuh perjalan yang cukup jauh, kini mereka sudah sampai distasiun setelah itu mereka menaiki mobil menujuh tempt tersebut.
Clarissa begitu takjub dengan pemandangan yang ada di hadapannya, hamparan salju memenuhi seluruh bagian daerah ini.
Kini mereka sudah sampai di tempat mereka menginap.
Clarissa masi saja takjub dengan pemandangan yang dia liat dari balkon kamar mereka.
"Sayang kau suka" tanya Namjoon memeluk pinggan Clarissa dari belakang.
"Aku sangat suka" ucap Clarissa.
"Sebaiknya kita beristirahat setelah itu, kita akan makan malam" ucap Namjoon.
Clarissa mengangguk.
Mereka berbaring diatas kasur mengistirahatkan badan mereka yang lelah setelah perjalan yang jauh.
Kamar mereka bergaya klasik dengan perapian dan juga jendela kaca yang cukup besar dan juga pintu kaca yang mengarah ke arah balkon disana juga ada kolam buatan air hangat.
Ponsel Namjoon berdering.
Namjoon terbangun dari tidurnya, di lihatnya ke layar ponselnya terlihat nama eomma.
Namjoon.
"Ya eomma" ucap Namjoon saat sudah mengangkat panggilan dari eommanya dengan suara yang berat dan pelan karena takut membangunkan Clarissa.
"Ternyata kau ke Jepang anak nakal" ucap eomma di seberang.
"Aku mengajak Clarissa liburan" ucap Namjoon lagi.
"Kau tak mengajak eomma dan appa mu ini nak" ucap appa Namjoon.
"Bukan begitu appa, aku ingin menikmati waktu ku bersama Clarissa sebelum kalian datang menyusul ku" ucap Namjoon lagi.
"Tapi seharusnya kau melibatkan kami nak" ucap appa lagi.
"Biarkan aku menyakinkan nya terlebih dulu" ucap Namjoon lagi.
"Terserah kau saja, dasar kau anak nakal" ucap eomma.
"Eomma jangan marah yah.... nanti aku menelpon kalian lagi" ucap Namjoon setelah itu mematikan teleponnya.
__ADS_1
Di Korea.
Eomma dan appa Namjoon sangat terkejut saat mengetahui bahwa anaknya kini sedang berada di Jepang dan akan menyiapkan lamar untuk Clarissa tampa melibatkan mereka.
Meyjhun yang hanya mengikuti arahan Namjoon kini menerima omelan dari eomma Namjoon.
"Eomma aku tak tau, rencana apa yang Namjoon lakukan, aku hanya mengikuti perintahnya" ucap meyjhun ketika dia diinterogasi oleh orang tua Namjoon.
"Kau sama saja dengannya" omel eomma.
"Appa" panggil meyjhun meminta bantuan.
"Appa mu ini tak bisa berkutik jika eomma kalian bertindak" ucap appa.
"Eomma jangan marah, Namjoon mengatakan kita akan menyusul mereka di tanggal 24, bersama dengan nyonya jung ibu Clarissa,jadi untuk sekarang biarkan mereka menghabiskan waktu mereka berdua dulu" ucap meyjhun menjelaskan.
"Baikla, eomma tak jadi kecewa" ucap eomma berjalan keluar dari ruang Namjoon di perusahaan di ikuti appa.
Kembali ke Namjoon dan Clarissa.
Clarissa terbangun saat merasakan ke kekosongan di sampingnya. Dia mencari sosok Namjoon yang biasa memeluknya.
"Sayang" panggil Clarissa.
Tak ada jawaban, Clarissa mencari ponselnya untuk menelpon Namjoon, tapi saat ingin menelpon nomor Namjoom terdengar suara pintu terbuka, terlihat sosok yang dia cari.
"Sayang dari mana" tanya Clarissa.
"Aku habis memesan makan malam untuk kita" ucap Namjoon.
"Kenapa tak membangunkan ku" ucap Clarissa memajukan bibirnya merajuk.
Namjoon memeluk Clarissa erat "Jangan memajukan bibir mu seperti itu nanti aku khilaf" ucap Namjoon.
Clarissa terdiam, selama mereka berpacaran Namjoon tak pernah melewati batasnya.
"Apa yang sayang pikirkan" ucap Namjoon berbisik di telingah Clarissa.
Seakan tersadar dari lamunannya. Clarissa hanya tersenyum ke arah Namjoon.
"Tak ada sayang" ucap Clarissa.
"Ayo kita pergi ke balkon berendam air panas, aku lihat di luar ada kolam air hangat.
"Kita makan malam dulu, setelah itu kita akan berendam" ucap Namjoon.
__ADS_1
Kini mereka sudah duduk di lantai kayu yang hangat, karena perapian yang berada tak jauh dari mereka.
Tak lama pelayan datang mengatar makan malam mereka,mereka makan malam dengan senang.
Clarissa dan Namjoon sudah terbiasa makan dengan seperti ini, awalnya Namjoon kaget saat Clarissa lebih memilih makan di aparteman dengan santai di banding dia harus di ajak makan di restoran terkenal atau mewah.
Menurut Clarissa itu lebih romantis.
"Sudah selesai" tanya Namjoon.
"Sudah sayang, aku sudah sangat kenyang" ucap Clarissa.
"Sayang ayo kita berendam" ucap Namjoon.
Clarissa berdiri, di susul Namjoon dari belakang.
Namjoon sudah masuk terlebih dulu kedalam kolam buatan air hangat itu dengan hanya mengunakan celana kain yang pendek, tak lama terlihat Clarissa masi mengunakan juba mandi untuk menutupi tubuhnya sebelum dia ikut masuk ke dalam kolam air hangat itu.
Namjoon, sekuat tenang menahan sesuatu yang bergejolak dari dirinya, saat Clarissa masuk kedalam kolam yang hanya mengunakan bikini.
"Sayang" ucap Namjoon saat memeluk Clarissa dari belakang.
"Hmmm" jawab Clarissa.
"Apa aku boleh menyentuhnya" ucap Namjoon.
"Itu akan menjadi milik mu, jadi kau berhak menyentuhnya" ucap Clarissa.
Namjoon yang mendapat persetujuan dari Clarissa langsung melancarkan aksinya. Awalnya Namjoon ragu bertanya tapi dia lelaki normal, selama ini dia juga tak pernah menyentuh clarissa secara berlebihan.
Namjoon mencium bibir Clarissa secara perlahan saat mereka kini sudah saling berhadapan, Clarissa duduk di atas pangkuan Namjoon tak tinggal diam tangan namjoon kini juga mulai meremas dua gunung kembar Clarissa dan mempermainkan pu*i*g yang berada ujung gunung kembar yang saakan menantang Namjoon untuk melakukan hal yang lebih.
Suara ******* kini lolos dari mulut Clarissa. Menambah gaira yang memuncak dari Namjoon.
Cukup lama mereka melakukan itu di dalam kolam air hangat itu. Namjoon mengangkat tubuh Clarissa dan berjalan dengan ke adaan sudah tak memakai kain untuk menutupi tubuh mereka yang te*an*ang.
Clarissa menatap Namjoon saat Namjoon ke melancarkan aksinya, aku akan melakukannya secara perlahan, Clarissa mengangguk tanda setujuh apa lagi dia sangat merindukan sentuhan seperti itu.
Suara desain Clarissa makin kencang seiring dengan Namjoon yang memaju mundurkan pinggulnya.
Cukup lama mereka melakukan kegiatan yang panas itu. Kini Clarissa sudah terlelap dalam dekapan Namjoon.
Namjoon mengecup kening Clarissa" aku sangat mencintai mu" menatap Clarissa lekat lekat.
Saat semua orang sudah memiliki hidup yang bahagia, lain halnya dengan Clarissa yang akan baru memulai kembali ke hidup yang sudah lama tak berwarna. Namjoon sangat berarti bagi Clarissa, lelaki itu yang menjadi obat yang selama ini Clarissa cari jadi dia tak ragu memberikan apa yang dia punya.
__ADS_1
Begitu pun Namjoon, yang berusaha untuk menganti semua kenangan buruk itu menjadi kebahagiaan yang akan selalu dia usahakan.
Mereka sudah berada di alam mimpi mereka mungkin mereka akan saling memimpikan. Pelukan hangat Namjoon kian erat.