LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam

LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam
Meyjhun Dan Hana


__ADS_3

Hana tak bisa tertidur, begitu pun meyjhun mereka berada dikamar masing-masing tapi apa yang mereka pikirkan itu sama.


Hana belum yakin dengan apa yang terjadi padanya , dengan kenyataan yang menamparnya saat ini.


Setelah tadi, sebelum berangkat ke Jepang Hana melakukan tes dan hasilnya positif. namun dia juga belum memeriksanya secara langsung, tapi jika di mencari artikel di internet tentang ke hamilan semua ciri-cirinya benar dengan apa yang dia rasakan.


Di tengah kebingungannya Hana mendengar suara ponselnya berdering terlihat nama meyjhun yang muncul di layarnya.


Hana hanya melihatnya tampa berani menyentuh ponselnya.


"Jangan mencari ku, aku mohon"gumam Hana yang terus memperhatikan layar ponselnya yang terus-terusan masuk panggilan dari meyjhun.


Cukup lama Hana terdiam, dan layar ponselnya kembali mati. Tak ada lagi panggilan dari meyjhun.


Tak lama terdengar suara pintu yang di ketuk, Hana melihat kearah pintu kamar hotelnya.


Terdengar samar-samar suara meyjhun dari luar.


"Hana buka pintunya"ucap meyjhun dari laur.


Namun tetap tak ada satuan dari Hana.


"Sepertinya memang kau meminta untuk aku berbuat lebih pada mu" ucap meyjhun dari luar .


Meyjhun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi staff hotel untuk memberikanya kunci cadangan kamar Hana.


"Aku butuh kunci cadangan kamar 541 sekarang" ucap meyjhun.


"Baik pak segerah saya antarkan" ucap staff hotel menerima telepon meyjhun.


Setelah itu panggilannya meyjhun matikan.


Dengan nafas yang naik turun staff tersebut datang membawah kunci cadangan kamar Hana ke meyjhun yang sedari tadi menunggu dengan tidak sabar.


Tampa menungguh lagi Meyjhun langsung membuka pintu kamar Hana.


Dengan tergesa-gesa meyjhun masuk mencari keberadaan Hana dimana, tepat saat dia berbalik melihat ke arah jendela kaca besar terlihat siluet Hana duduk dengan memeluk lututnya pandangannya lurus kedepan terlihat ponsel Hana berbunyi tanda notifikasi pesan masuk tapi tak Hana hiraukan.


Meyjhun yang melihat Hana seperti itu membuat dia mendekati Hana dan memeluk Hana dari belakang sambil berucap.


"Apa yang kau lakukan dengan ke ada kamar segelap ini" tanya meyjhun.


Hana tidak merespons namun air matanya jatuh dengan sendirinya. Hana makin menangis saat meyjhun memeluknya dengan sangat erat namun kini posisinya mereka sudah berhadapan.


"Menangis lah, jika itu bisa membuatmu legah" ucap meyjhun.

__ADS_1


Saat ini hanya pelukan hangat yang di butuhkan oleh Hana.


Tapi saat berpelukan Hana berucap pada meyjhun.


"Kenapa kau mencari ku" tanya Hana.


"Karena aku khawatir pada mu" ucap meyjhun.


"Seharusnya kau tak perlu mengkhawatirkan ku, apa lagi sampai mencari ku seperti ini" ucap Hana lagi.


"Aku bukan mencari mu, tapi aku mencari sesuatu didiri mu" ucap meyjhun.


"Aku ingin menyakinkan hati ku" ucap meyjhun lagi.


"Kau ingin apa" tanya Hana.


"Aku mohon kau jawab pertanyaan ku dengan jujur" ucap Meyjhun.


" baiklah" ucap Hana melepaskan pelukan mereka.


"Apa kau hamil" tanya meyjhun tepat sasaran.


Hana terdiam dia tak tau harus berkata jujur atau dia harus menyembunyikan kehamilannya pada meyjhun.


"Jawab aku" ucap meyjhun mengangkat wajah Hana untuk melihatnya.


"Hmmm aku hamil" ucap Hana pada akhirnya.


"Tapi aku janji tidak akan menuntut mu, karena semua adalah kesalahan ku, aku akan kembali ke rumah eomma ku dan berhenti untuk bekerja" ucap Hana namun di iringi air matanya yang jatuh.


Tapi justru respons meyjhun membuat Hana terkejut.


Meyjhun kembali memeluk Hana, meyjhun menangis saat ini meyjhun tak tau harus berexpresi seperti apa.


"Aku kan bertanggung jawab, itu hasil dari perbuatan kita berdua, jadi sudah sepantasnya kita berdua yang bertanggung jawab" ucap meyjhun.


Hana makin menangis di pelukan meyjhun.


"Dari mana kau mengetahuinya" tanya Hana saat mereka kini sudah mulai tenang.


"Aku memiliki insting yang kuat, jadi aku bisa mengetahui semuanya dari gerak gerik mu, awalnya aku ragu tapi saat melihat mu tadi , aku yakin bahwa insting ku tak mungkin salah" ucap meyjhun.


"Jadi biarkan itu menjadi tanggung jawab kita berdua, dan biarkan aku menjelaskannya ke pada Clarissa dan Namjoon, karena mereka harus tau" ucap meyjhun lagi.


"Tapi aku takut keluarga mu tak menyetujuinya" ucap Hana ragu.

__ADS_1


"Jika eomma dan appa Namjoon menyetujuinya makan orang tua ku juga akan menyetujuinya" ucap meyjhun menjawab keraguan Hana.


"Ini kabar gembira, mereka semua harus mengetahuinya" ucap meyjhun lagi.


"Tapi" belum sempat Hana meneruskan kata-katanya meyjhun sudah menahannya.


"Biarkan aku mengurusnya" ucap meyjhun meyakinkan Hana.


"Baiklah" ucap Hana akhirnya.


"Sebaiknya kau beristirahat ini sudah sangat larut" ucap meyjhun mengangkat tubuh Hana ke atas kasur.


Meyjhun memastikan Hana tertidur sebelum dia kembali ke kamarnya.


"Apa yang kau pikirkan di otak mu itu" ucap meyjhun melihat ke arah Hana yang sudah memejamkan matanya.


"Aku bukan pria yang berengsek" ucap meyjhun lagi di depan wajah Hana.


Dengan nafar Hana yang sudah mulai teratur, meyjhun secara perlahan mengambil kaca mata yang masi Hana pakai dan menyimpannya di atas nakas, lalu dia berjalan ke arah pintu kamar Hana untuk kembali ke kamarnya.


Meyjhun bukan tak ingin tidur di samping Hana, hanya saja dia masi ingin menjaga batasnya. Meyjhun merebahkan dirinya di atas kasur setelah tadi selesai membersihkan dirinya.


"Eomma appa, apa kalian bahagia, mendengar kabar ini" gumam meyjhun yang melihat ke arah langit-lahir kamarnya.


Karena sebenarnya meyjhun masi ragu atas restu orang tuanya, apa lagi sudah lama ini dia tak pernah pulang dan bertemu orang tuanya, dan tiba-tuba dia memberi tahukan bahwa dia telah menghamili anak orang.


"Sepertinya aku harus meminta bantuan Namjoon, kan dia juga yang memberiku saran untuk bertanggung jawab atas perbuatan ku" gumam meyjhun lagi.


Meyjhun tetap tak bisa tidur, dia masi sibuk memikirkan keadaan nanti saat dia mengatakan pada semua orang bahwa Hana hamil anaknya.


Sementara di lain tempat terjadi kegiatan panas antara Namjoon dan Clarissa yang penuh dengan keringat.


Namjoon tak bisa menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Clarissa apa lagi, Clarissa mulai memancingnya.


Entah sudah berapa lama mereka melakukan itu, hingga tak terasa waktu sudah menujukan jam 03.00 subuh.


Kini Clarissa dan Namjoon sudah kelelahan akibat kegiatan panas mereka, dan tampa mengenakan kembali pakaian mereka Namjoon memeluk Clarissa untuk tidur.


Malam ini, berlalu dengan sangat indah namun itu berlaku bagi Namjoon dan Clarissa.


Lain halnya dengan meyjhun dan Hana malam ini mereka lewati dengan ke adaan yang sangat kacau.


...****************...


Buat semua penikmat novel ini aku sekali lagi meminta maaf jika novel ini di luar dari expetasi kalian yah,,,, tapi aku mohon jangan lupa untuk terus mendukung novel ini, karena dukungan kalian sangat berarti,,,,,,,

__ADS_1


Dan ada lagi jika kalian ingin menanyakan tentang banyak hal dengan novel ini silahkan bergabung dengan grup chat "awan hitam" biar kita bisa saling mengenal lebih dekat.


By. Awan Hitam


__ADS_2