Legend Of Samurai

Legend Of Samurai
Ch 1 : Uesugi Kimura -Klan Uesugi-


__ADS_3

Beberapa abad yang lalu, samurai banyak bermunculan di Kekaisaran Meiji, dan sampai saat ini masih menjadi tombak pertahanan kekaisaran, ketika ada yang mencoba mengacau.


Namun demikian, ada juga yang memanfaatkan profesinya sebagai seorang samurai : untuk menjadi perampok, prajurit para elit bangsawan, atau mendirikan perguruan dan Klan.


Di bawah cakrawala langit, matahari menyinari ribuan anak remaja yang sedang berlatih. Ribuan anak itu adalah murid dari Klan Uesugi. Klan yang sangat populer saat ini, karena di sebabkan beberapa dekade terakhir, setiap kali di adakan Turnamen perlombaan yang di khususkan untuk murid masing-masing klan mengikutinya, Klan inilah yang berhasil keluar menjadi pemenang.


Sekte dari Klan Uesugi sangat besar mereka memiliki banyak Vila Bambu untuk para murid atau guru (Sensei) yang mengajar di sini tempati. Di bawah atap salah satu Vila Bambu terlihat seorang anak lelaki yang mulai beranjak remaja sedang berlatih memainkan pedang kayunya, ia berlatih seorang diri.


"Aku harus kuat! Aku harus kuat..!" Anak itu berkata dengan keringat yang sudah membasahi seluruh badannya.


Nama anak tersebut adalah Uesugi Kimura - Seorang anak lelaki berusia 9 tahun mempunyai hidung mancung dan kulit putih, rambutnya pendek acak acakan berbeda dari anak yang lain. Dia terus memukul samsak kayu yang berada di depannya menggunakan jurus yang sudah di ajarkan oleh ayahnya.


Di pintu masuk Vila Bambu ini, berdiri seorang pria berambut hitam yang panjangnya sebahu, dia memakai pakaian jubah pakaian khas Klan Uesugi berwarna hitam, lengkap dengan katana dan wakizashi masing-masing tersarung di pinggangnya. Namanya Uesugi Hanbei Maeda ia adalah ayah dari Kimura.


Dia kemudian berjalan menghampiri anaknya.


"Kimura, seorang samurai juga harus beristirahat." Hanbei berkata karena kasihan melihat anaknya yang kelelahan.


"Aku harus kuat dan menjadi kebanggaan ayah..." jawab Kimura seraya memukul samsak kayu di depannya.


Hanbei hanya terdiam, entah sudah berapa kali ia datang ke sini dan meminta anaknya tersebut untuk istirahat.


"Kalau begitu, sebentar ayah suruh seseorang untuk membawakanmu sarapan dan sumber daya."


Setelah berkata demikian, ia segera pergi meninggalkan Kimura sendirian.


Kimura hanya membalas mengangguk sebagai respons kepada Ayahnya yang sudah tidak berada di tempatnya tadi berdiri.


Sumber daya memang sangat berarti bagi seseorang yang ingin menjadi seorang Samurai (Bushido), karena mempunyai khasiat untuk memperkuat tulang dan badan para Samurai


Ayah Kimura merupakan seorang Tetua Hukum Klan, dan termasuk salah satu Tetua terhebat di Klan Uesugi. Total ada puluhan samurai yang menjabat sebagai Tetua di sini, dari keseluruhan Tetua tersebut Hanbei masuk 10 besar Tetua terhebat di Klan ini.


Dalam dunia samurai, tingkatan harus di tentukan agar dapat mengetahui kekuatan seseorang.


Apabila seseorang ingin menjadi seorang Samurai resmi, yang mendapat berbagai tugas dari Klan. Maka pada saat berusia 13 tahun ia harus melakukan genpuku (Upacara pengangkatan) agar menjadi seorang samurai yang resmi "tidak ilegal". Anak laki-laki yang menjalani genpuku mendapat sebuah wakizashi dan nama dewasa untuk menjadi Samurai secara resmi.


Wakizashi serupa dengan katana, tetapi lebih pendek dan memiliki bilah pedang yang lebih tipis di bandingkan dengan katana.


Kelebihan dari wakizashi adalah dapat memotong sasaran lebih dahsyat dibandingkan katana namun kekurangannya adalah tidak bisa di gunakan dalam pertarungan yang menguras waktu apalagi ketika menghadapi lawan yang menggunakan katana, kalau di paksakan wakizashi akan patah.


Dalam menentukan tingkatan dari seorang samurai harus di lihat dari berbagai sisi. Contohnya kualitas tulang, tenaga dalam, kecepatan, dan kekuatan tebasan. Dengan itu lah tingkatan seorang samurai terbagi bermacan-macam yaitu.


Samurai tingkatan awal :


-Angin


-petir.


Samurai tingkatan menengah :


-Singa


-Naga.

__ADS_1


Samurai tingkatan besar :


-Bintang


-Bulan


-Langit.


Samurai tingkatan tinggi :


-Kaisar


-Pertapa.


Dan untuk tiap-tiap tingkatan itu, masing-masing mempunyai 5 tahap.


**


-Pagi Harinya-


Setiap pagi Kimura selalu keluar dari Vila Bambunya untuk sekedar berlari di lapangan Sekte Klan. Ini sudah menjadi rutinitas baginya karena bermanfaat untuk melatih stamina.


"Hei kalian semua, lihat anak itu!" Seru salah seorang murid lelaki yang sedang berjalan di lapangan tersebut menunjuk ke arah Kimura.


Anak ini bernama Tanaka Akai, dia berasal dari keluarga bangsawan yang memiliki hubungan erat dengan Klan Uesugi.


Semua teman-temannya menoleh ke arah yang Akai beritahu.


"Itu kan Kimura si anak lemah..." Anak yang lain menambahkan.


Semuanya hanya tersenyum-senyum mengangguk membalas perkataan Akai.


Dia lalu berjalan di belakang Kimura dengan cara mengendap - ngendap, lalu kemudian menendang kakinya.


"Aaahh..." Kimura berkata dengan wajah yang terlebih dahulu menghantam tanah.


Kimura bangun dengan pasir yang berada di sebagian wajah dan lalu melihat ke belakang. Seperti yang sudah ia tebak sebelumnya, siapa lagi kalau bukan anak itu yang setiap dia keluar Vila selalu di ganggu olehnya.


Setahun yang lalu Kimura sempat ikut berlatih bersama para murid yang lain. Namun, karena sering di hina dan di ganggu dia berhenti berlatih bersama para murid yang lain. Pada suatu kejadian pun, Ayahnya sempat melihat perlakuan yang ia terima oleh murid-murid yang lain, dan di situlah ia berniat berlatih sendirian di bawah bimbingan sang Ayah.


Ha...ha...ha...


Akai dan yang lainnya tertawa melihat Kimura jatuh tersungkur di tanah dan melihatnya bangun dengan raut wajah kesakitan.


"Awalnya aku berniat ke aula utama untuk berlatih. Namun, tidak sengaja aku melihatmu di sini, otakku lalu kemudian menemukan ide untuk mengganggumu..."


Hahaha....


Tawa mereka semakin keras, melihat ekspresi Kimura yang mereka anggap lucu.


Tapi, tiba tiba suara tawa mereka terhenti dengan ekspresi menunjukkan ketakutan.


Kimura yang heran melihat mereka semua menundukkan kepala terliha seperti ketakutan. lantas berbalik

__ADS_1


memandang asal ketakutan mereka.


Di bawah sebuah pohon, Hanbei tengah memandang ke arah mereka dengan tatapan mata tajam dan dingin.


Kimura saat ini merasakan perasaan yang campur aduk. Di sisi lain, dia bangga dapat perhatian oleh Ayahnya, di sisi lain pun ia juga kecewa, karena menunjukkan kelemahan dirinya di depan sang Ayah.


Hanbei kemudian berjalan ke arah mereka.


Akai yang melihat itu semakin ketakutan, tanpa ia sadari celananya basah.


"Kalian semua aku hukum untuk menimba air di sumur, cepat!" perintah Hanbei dengan nada yang cukup dingin.


"Laksanakan Hanbei-Sensei!" Jawab mereka semua bersamaan.


Melihat kepergian mereka, Hanbei segera mengelus kepala Kimura sambil tersenyum dan berkata, "Ayo kita pulang nak..."


Kimura hanya mengangguk pelan dan memegang tangan Ayahnya


**


-Aula Utama Klan-


Sehabis melaksanakan hukuman yang di berikan oleh Hanbei, mereka segera ke aula utama untuk berlatih.


"Dari mana saja kalian?!" Tanya Tanaka Yoshi yang terlihat agak marah.


Akai dan Yoshi memilki marga yang sama yaitu Tanaka. Tanaka adalah Keluarga Bangsawan yang memiliki hubungan erat dengan Klan Uesugi. Keluarga Tanaka setiap tahun, selalu mengirim sumber daya dan perlengkapan latihan untuk Klan.


"Maafkan kami guru, sewaktu di perjalanan kita di hukum oleh Tetua Hanbei." Akai berkata dengan nafas yang terputus-putus karena saat di perjalanan untuk kesini ia berlari.


Yoshi mengerinyitkan keningnya, heran mengapa muridnya di hukum oleh Tetua yang di kenal jarang berinteraksi dengan seseorang, tetapi tiba tiba menghukum seorang anak muridnya.


"Memang atas dasar apa Tetua Hanbei menghukum kalian?" Tanya kembali Gurunya.


Akai dan yang lainnya saling berpandangan sebentar, sebelum kemudian berkata, "Kami juga tidak tahu apa alasan, Tetua Hanbei menghukum kami guru..."


Akai terpaksa berbohong, kalau dia mengatakan yang sebenarnya bahwa ia sering mengganggu anak dari Tetua Hanbei. Maka, dia secara terpaksa harus di keluarkan dari Klan ini.


Emosi Yoshi sedikit naik ketika mendengar ucapan muridnya.


"Tidak sepantasnya orang seperti dia menghukum murid yang kekuatannya berada jauh di bawahnya." Yoshi berkata dalam hati sambil menahan ke geramannya.


Uesugi Hanbei Maeda dan Tanaka Yoshi dahulu satu angkatan mereka berdua selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik. Namun demikian, tetap saja Hanbei selalu menjadi murid peringkat 1 setiap tahunnya.


Puncak Ke iri an Yoshi pun terjadi pada saat Hanbei di lantik menjadi Tetua hukum Klan, sedangkan ia hanya di lantik sebagai seorang Tetua yang mengajar para murid angkatan baru.


"Kalian silahkan bergabung dengan teman kalian yang lain, sedangkan kamu Akai ikut dengan guru kita akan ketempat Tetua Hanbei." Ucap Tanaka Yoshi.


Raut wajah Akai langsung berubah ketika mendengar perkataan gurunya. Dia seperti habis di sambar petir.


"Akai apakah ada masalah...?" Tanya Tanaka Yoshi melihat perubahan di wajah muridnya itu.


"Ti..tidak apa-apa guru." Jawab Akai terlihat seperti kelimpungan.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita bergegas ke tempat Tetua Hanbei untuk meminta pertanggung jawabannya..."


__ADS_2