Legend Of Samurai

Legend Of Samurai
Ch 24 : Siluman Serigala


__ADS_3

Akuma yang melihat itu, lantas menghampirinya anak itu. "Apa yang terjadi, Nak?" tanya Akuma pelan.


Namun, anak itu tak menjawab pertanyaannya ia hanya menunjuk ke pintu gubuk.


Karena pertanyaannya tak di jawab, dan juga tiba-tiba perasaannya merasakan firasat yang buruk. Akuma kemudian berlari keluar.


Kimura yang melihat Kakeknya melangkah keluar dengan ekspresi yang cemas, lantas ikut juga menyusulnya.


**


AUUU...


Beberapa siluman serigala yang terlihat hampir menyerupai siluman mengepung anak-anak yang telah berkumpul membentuk sebuah formasi bundaran.


Dari beberapa siluman serigala itu, terlihat ada seekor yang paling menonjol dan berbeda. Dari badannya ia yang paling besar di bandingkan dengan yang lain, bulunya berwarna perak, dan mempunyai satu tanduk di tengah-tengah kepalanya. Dan dialah yang sedari tadi mengolong seperti sedang gelisah.


Di sisi lain, setelah melihat keberadaan serigala-serigala itu. Akuma saat ini tengah terdiam mematung di depan pintu memandang para kawanan serigala itu.


"Aneh sekali...Mengapa siluman serigala ini bisa berada di sini," gumam Akuma, sambil mengerinyitkan kening.


Tak lama kemudian Kimura telah berada di sampingnya.


"Kenapa kau di sini, Nak." Akuma berkata pelan, seperti bergestur berbisik kepada Kimura yang sekarang tercengang kaget memandang ke depan.


Akuma berkata pelan seperti itu, karena ia merasa takut nanti ketika berbicara sedikit keras akan memancing perhatian serigala-serigala itu, yang menurut Akuma mereka semua tak mau memakan anak-anak yang di depannya.


Kimura yang tercengang kaget, segera menoleh ke kakeknya dan membalas menjawab. "Aku sangat khawatir, Kek. Ketika melihat wajah ketakutan anak itu."


Ucapan yang keluar dari mulut Kimura sedikit keras dan berhasil membuat serigala-serigala itu menaruh perhatian kepada mereka berdua.


"Tuan, tolong lindungi para warga. Biar aku yang menghadapi serigala itu, dan membebaskan anak-anak itu," ucap Akuma kepada Yamaguchi dan Damato yang telah berada di belakangnya.


"Kamu juga, Kimura. Bergabunglah dengan yang lain."


Tak menunggu respons dari cucunya itu, yang sudah tahu akan berkata 'Tapi Kek' Akuma langsung maju menyerang salah satu serigala yang terlihat berjalan ke arah masuk gubuk ini.


Akuma sebenarnya bingung dan heran mengapa serigala itu tak menyerang anak-anak yang sekarang sedang terdesak sambil menangis.


Dalam satu tarikan nafas, dari belasan serigala Akuma telah menghabisi 5 ekor serigala, hanya dengan menggunakan tinjuannya.

__ADS_1


Akuma juga telah menyelamatkan anak-anak itu dan membawanya ke orang tuanya masing-masing yang dari tadi sudah mencemaskan keselamatan anaknya.


Melihat Akuma telah membunuh kawanan serigala yang lain dengan mudah. lantas membuat sang serigala yang mempunyai tanduk itu melompat menyerang Akuma.


Namun, tetap saja kecepatan dari serigala itu masih di bawah oleh kelincahan dari pergerakan Akuma yang dengan mudah menghindarinya.


Grrrrr...


Grrrrr...


Meskipun, serigala yang terlihat sebagai pemimpin dari semua serigala itu telah menyerang, akan tetapi tetap tak membuat yang lainnya juga ikut menyerang.


Pemimpin dari kawanan siluman serigala itu juga, tak lagi memberikan serangan kepada Akuma. Ia hanya terlihat menatap Akuma dengan geram.


Grrrrr...


"Aku tak menyangka, seekor serigala berusia sepertimu datang kesini..." ucap Akuma di iringi senyuman tipis. "Tapi, kenapa kau tak menyerangku."


Sehabis menghindari serangan pertama serigala itu. Akuma mengetahui usia dari serigala ini adalah 200 tahun ke atas, dan itu mengartikan bahwa kekuatannya sekarang sama dengan samurai yang telah mencapai tingkatan Naga.


Akuma terus saling bertatap, dalam kondisi diam. "Terus terang aku menyukaimu, karena kau berbeda sari yang lain. hahaha."


Namun, tiba-tiba pandangan serigala itu mengarah ke arah lain.


Kimura berlari menghampiri Akuma, sedangkan Yamaguchi mengejarnya dari belakang.


Kimura sekarang menjadi pusat perhatian dari semuanya. Akuma menatap cemas, cucunya itu.


Pemimpin siluman serigala yang berada di depan Akuma, tiba-tiba bergerak cepat ke arah Kimura.


Melihat itu, Akuma segera menyusul siluman serigala yang seperti berniat menerkam cucunya, tetapi karena jarak yang terlalu jauh dan siluman serigala itu telah bergerak terlebih dahulu. Kemungkinan kecil, Akuma merasa tak akan bisa melindungi Kimura dari terkamannya.


"Kimura menghindar!" seru Akuma yang terlihat dari raut wajahnya sangat cemas. Yang di rasakan hatinya saat ini hanya rasa bersalah saja.


Kimura mendengar seruan kakeknya itu, saat dirinya telah bersentuhan dengan badan siluman serigala itu.


Akuma yang awalnya merasakan cemas saat ini tengah menatap ke Kimura dengan bingung dan rasa tak percaya. Tak berbeda dengan Ohori, Yamaguchi, dan Damato yang tengah berdiri di belakangnya dengan raut wajah penuh kebingungan.


Siluman serigala mematahkan ekspektasi dari semua orang yang berada di sekitarnya. Dia mengesekkan kepalanya ke kaki Kimura. Terlihat ia sangat menikmati sekali.

__ADS_1


Melihat pemimpinnya seperti itu, siluman serigala yang lain lantas mengikuti dengan mengesek gesekkan bulunya ke kaki dan badan Kimura.


Akuma dan lainnya yang mengekspektasikan Kimura akan di terkam ternyata salah total. Mereka saat ini hanya menatap heran.


AUUU...


AUUU...


AUUU...


Mereka semua mengolong bersamaan, dari ekspresinya tak ada keseraman lagi, yang ada kawanan siluman serigala itu terlihat seperti seekor kucing.


"Ha-hahaha. Sudah...sudah, kalian seperti menggelitiku," ucap Kimura, tak tahan lagi dengan kelakuan para siluman serigala ini.


Akuma yang melihat itu hanya tersenyum tipis. Lalu kemudian berjalan mendekati Kimura.


Merasakan seseorang mendekat, lantas membuat para siluman serigala itu kesal.


Grrrr!...


"Sepertinya mereka tidak menyukai, Kakek..." ucap Kimura sambil sedikit tertawa kecil melihat kelakuan serigala-serigala ini.


Kimura lantas berjongkok dan iseng-iseng berbisik ke telinga pemimpin siluman serigala itu. Dia tahu itu tak 'kan di dengarkan. Masa' Iya bahasnya di pahami oleh hewan.


Namun, yang tak di sangka pemimpin siluman itu bergerak mendegarkan perintah Kimura yang tadi iseng berkata untuk bersikap baik kepada kakeknya. Serigala yang lain kemudian mengikuti pemimpinnya.


Sedikit keringat dingin turun dari pelipis Akuma, ia mengalirkan Qi nya ke kedua kakinya. Merasa waspada, karena takut tiba-tiba kawanan siluman serigala ini mengigitnya.


Ohori dan Yamaguchi terlihat tertawa melihat ekspresi, Tuannya. Semua orang tahu bahwa Akuma sangat takut pada hewan yang berkaki empat, tanpa sebab yang jelas.


"Kimura, tadi kamu terlalu ceroboh," ucap Yamaguchi dengan nada sedikit tak enak yang telah berdiri di samping Kimura.


"Maafkan aku, paman."


"Tak perlu meminta maaf, setelah ini paman akan memberimu hukuman!" sela Damato.


Kimura hanya mengangguk, siap menerima hukuman yang akan di berikan, akibat karena kesalahannya sendiri.


"Hei!"

__ADS_1


Akuma terlihat memberikan kode dengan telunjuknya yang mengarak kebawah menunjuk siluman serigala yang sedang asik menggesekkan bulunya.


Kimura kemudian memanggil mereka semua untuk segera membuatnya menjauh dari kakeknya.


__ADS_2