Legend Of Samurai

Legend Of Samurai
Ch 22 : Menempa Tubuh


__ADS_3

Sedinginnya musim salju, tapi kehangatan masih di dapatkan dari berkumpulnya semua saudara dalam satu atap. Segelap-gelapnya malam, ketenangan lebih mudah seseorang rasakan ketika berada dalam kegelapan itu seorang diri.


Namun, semua itu Kimura tidak dapat peroleh. Kehangatan berkeluarga jelas tidak akan ia dapatkan lagi dalam kehidupannya, begitu juga dengan ketenangan, pada saat malam tiba, yang berada dalam pikiran dan perasannya hanya kemarahan dan kedendaman untuk membalas kepada seseorang yang telah membawanya ke kehidupan seperti ini.


"Apa kamu sudah siap?" Tanya Yamahuchi yang sekarang berdiri di sampingnya.


Sementara Damato duduk di sampingnya dan masih sibuk dengan kegiatannya, membuat peralatan untuk latihan.


"Aku selalu siap. Paman," jawab Kimura.


Yamaguchi lantas mengambil sebuah rantai yang tergelak di bawahnya, lalu mengalungkan ke leher Kimura.


Rantai itu sangat tebal, dan ukurannya dua kali lebih panjang dari tubuh Kimura. Namun, itu hanya sebagian kesulitan saja, Yamaguchi segera mengambil batu gunung lalu mengikatnya ke ujung sisi masing-masing rantai, hingga memberikan beban kepada tubub Kimura.


"Latihan menempa tubuh akan berlanjut hingga setahun lamanya dan setiap hari metodenya akan berganti-ganti dan tingkat kesulitannya pun akan semakin bertambah." Yamaguchi menjelaskan rinci tentang latihan ini.


"Itulah mengapa aku bertanya kepadamu sekali lagi. Apa kamu sudah siap?"


"Aku selalu siap dalam segala hal, Paman..." tegas Kimura setegas-tegasnya dengan keseriusan di wajahnya.


Yamaguchi tersenyum tipis setelah mendengar ucapan yang meyakinkannya itu, dia merasa tidak akan pernah merasa iba ketika memberikan tugas yang berat dalam latihan kepada anak itu.


"Metode latihan hari ini yang harus kamu lakukan adalah berlari mengelilingi kampung ini selama sehari penuh." Ucap Yamaguchi.


"Dan ingat..." Lanjut Yamaguchi.


"Paman akan terus mengawasimu, kamu hanya boleh beristirahat setiap jam, itupun hanya beberapa saat. Apabila, kamu melanggar aturan itu. Mungkin sampai esok hari baru kamu bisa dianggap melewati latihan pertama ini." Jelas Yamaguchi.


Setelah mendengar penjelasan yang lebar dan panjang itu, Kimura kemudian membalas dengan menganggukkan kepala yang menandakan sebagai sesuatu yang telah di mengerti.


"Satu lagi, kamu bisa beristirahat pada siang hari untuk mengisi perut."


"Iya, Paman." jawab Kimura.

__ADS_1


"Jika begitu, latihan ini dimulai!." Orasi Yamaguchi.


Kimura dengan beban rantai yang beratnya sekitar puluhan kilo yang melingkar di lehernya. Segera melangkah kakinya yang semakin lama langkah kakinya semakin cepat seperti berlari, untuk memutari Kampung.


Setelah Kimura sudah tak terlihat lagi dari pandangannya. Yamaguchi lantas menghampiri Damato yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Tuan, apa anda yakin bahwa anak itu bisa melewati latihan yang panjang ini?" Tanya Yamgauchi seraya berjalan dan duduk di sampaing Damato.


"Aku sama sekali tidak yakin." Jawab Singkat dan padat Damato.


Yamahuchi hanya membalas tersenyum.


"Tapi menurut perasaanku, dia akan berhasil melewati latihan di bawah bimbingan kita berdua selama setahun penuh ini." Katanya pelan.


**


-Satu bulan kemudian-...


Sebulan telah berlalu, Kimura menjalani latihan yang berat ini. Awal-awal dia mengalami kesakitan yang luar biasa ketika menyelesaikan latihan tersebut. Namun, dengan hari demi hari telah berlalu dia semakin terbiasa, dan kesakitan di tubuhnya sudah jarang di terimanya.


Hari ini, di cuaca pagi yang masih cerah ini. Kimura, Yamaguchi, dan Damato sudah berada di tempat latihannya.


"Tuan Yamaguchi telah menjelaskan kepadamu sebelumnya, bahwa setiap berganti hari kesulitan latihan yang kami berikan akan bertambah..."


"...Hari ini aku akan yang akan menjadi pembingbingmu dan sekaligus akan mengawasimu." Ucap Damato.


Damato kembali membuka suara, " Kali ini latihan yang akan kamu lakukan adalah sama seperti pada hari pertama kita latihan yaitu mengelilingi kampung ini. Namun..."


Damato menoleh ke arah Yamaguchi yang beridiri di sampinganya. Yamaguchi yang mengerti maksudnya segera berjalan menghampirinya dan memberikan alat untuk latihan.


"Namun dengan kesulitan yang berbeda. Pakailah..." Suruh Damato kepada Kimura.


Alat latihan yang di berikan oleh Yamaguchi adalah sebuah sendal kayu, tapi di atas alas kaki itu terdapat benda-benda yang tajam. Mungkin skala ketajamannya tidak sebesar jika dibandingkan dengan paku. Namun demikian, tapi itu akan tetap membuat kaki seseorang ketika memakainya akan lecet bahkan yang paling parahnya akan berdarah.

__ADS_1


"Apa kamu mau memberhentikan latihan ini?"


Perkataan Damato itu seketika menghilangkan keraguan yang menghinggap di dirinya ketika melihat sendal itu.


Kimura kemudian memakainya, rintihan sakit berusaha ia tahan.


Kimura menoleh ke arah Damato terlihat dari raut wajahnya, dia menunggu sebuah perintah untuk memulai latihan ini.


"Sepertinya aku akan ikut berlari bersamamu...Sudah lama tubuhku tidak bergerak." Ucap Damato sambil meregang-regangkan seluruh sendi tubuhnya.


"Ayo kita mulai." Kata Damato pelan.


Kimura kemudian berlari di ikuti dengan Damato yang ikut berlari di sampingnya.


Setiap kali ia ayunkan kakinya kesakitan yang luar biasa menimpa kedua telapak kakinya hingga rasa sakit tersebut menjalar sampai ke kepalanya.


Pada akhirnya Kimura berhasil menyelesaikan latihan itu, meskipun dengan air mata dan dan darah dari telapak kakinya bercucuran.


**


Setahun pun telah berlalu, dan tahun ini menjadi tahun yang begitu menyakitkan bagi Kimura dalam seumur hidupnya. Dalam setahun ini, dia berhasil melewati semua latihan yang berikan oleh Yamaguchi dan Damato, meskipun dengan susah payah.


Perubahan pada badan Kimura sangat kelihatan, seluruh badannya sekarang terlihat lebih berisi dan kekar, tapi luka lebam juga terdapat di beberapa sisi badannya.


Kemarin adalah hari terakhir dia menjalani latihan dalam menempa tubuh. Dan dalam metode latihannya yang kemarin, ia mendapatkan tingkat kesulitan yang paling berat.


Latihan yang di jalani olehnya kemarin adalah membiarkan tubuhnya di pukuli oleh kedua Pamannya yaitu Yamaguchi dan Damato dengan pedang kayu, dan harus bisa bertahan agar tidak kehilangan kesadaran, latihan juga itu sangat bermanfaat untuk melatih kesabarannya, menahan amarah agar tidak membalas melawan.


Di dalam gubuknya terlihat Kimura telah rapi dengan pakainnya, dia ingin segera menyusul Kakeknya yang telah terlebih dahulu pergi berkumpul dengan seluruh warga.


Hari ini adalah bergantinya tahun, dan seluruh warga di sini juga ikut merayakannya dengan cara berkumpul dan menyantap makanan yang telah di masak oleh seluruh warga.


Dan hari ini juga adalah hari bertambahnya umur Kimura yang sekarang menjadi genap 10 tahun.

__ADS_1


Tempat perkumpulan ini, di laksanakan di gubuk terbesar yang berada di Kampung ini, yaitu gubuk evakuasi, karena telah mengetahui letaknya. Dengan pakaian yang telah rapi tersemat di badannya Kimura berniat ke sana, bergabung dengan para warga.


Beberapa waktu berjalan, Kimura akhirnya telah berada di depan gubuk itu. Anak-anak kecil yang sebaya dengannya banyak, sedang bermain-main di halaman depan gubuk. Namun, Kimura menghiraukan mereka yang ingin mengajaknya bermain, dia melangkahkan kaki masuk melewati ambang pintu.


__ADS_2