Legend Of Samurai

Legend Of Samurai
Ch 26 : Gabungan Kekuatan


__ADS_3

"Mau kita apa 'kan, para siluman serigala-serigala itu, Tuan Akuma."


Setelah kejadian membingungkan tadi, mereka semua kembali ke dalam, tetapi dengan pembahasan yang berbeda.


Mendengar pertanyaan Yamaguchi, Akuma kemudian membalas. "Kali ini biarkan saja cucuku bersamanya."


Kimura di suruh untuk membawa bermain para siluman serigala itu sedikit menjauh dari kampung ini.


"Kau selalu saja seperti itu! Sama sekali tak mempunyai solusi," ucap Damato dengan nada tak senang.


Akuma hanya memandang diam lelaki berkepala plontos itu. Perkataannya tak bisa di bantah, karena memang itulah kenyataan dari dirinya yang tidak memiliki solusi.


"Maaf 'kan aku, karena tak bisa memberikan jalan solusi untuk masalah ini," jawab Akuma pelan, dengan nada pasrah.


Semua warga tahu, pemimpin mereka itu pasti mempunyai beban yang tak berkesudahan dalam mengurus kehidupan seluruh warga kampung ini.


Setelah mendengar perkataan Akuma yang terdengar pasrah tak tahu harus berbuat apa, semua warga yang berada di sekitarnya sudah tidak mau membantah perkataannya yang memaksa untuk mencari jalan keluar.


Mereka semua lantas sepakat dan bersama-sama menggunakan fikirannya untuk berfikir secara bermusyawarah cari solusi.


Namun, tiba-tiba. Akuma merasakan yang aneh dengan tubuhnya.


"Ada apa ini?" pikir Akuma sambil berbatin.


Ohori yang berada di sampingnya melihat keanehan dari Akuma. Lantas bertanya pelan. "Apakah yang menganggu anda, Tuan?"


"Ah... Tidak apa-apa, Nona," jawab Akuma.


Namun, apa yang di katakannya dengan di dalam hatinya sangat berbeda.


Dan tiba-tiba pada saat ia tengah di larutkan mencari sesuatu itu. Sesuatu yang membuatnya merakasan kesan aneh yang ia tidak mengerti.


***


Kimura di desak oleh ketiga pria bertopeng. Dia semakin terdesak, karena serangan yang di berikan oleh lawan sangat terorganisir dan rapi dalam bekerja sama.


Kimura berusaha menghindari semua serangan yang di berikan ketiga lawannya. Okami sang pemimpin siluman serigala sedang sekarat terkapar di tanah dengan luka di seluruh tubuhnya, dan anak buahnya semua telah mati di habisi oleh salah seorang pria bertopeng hitam yang menjadi lawannya.


Terdesak dan terpojok sekarang menjadi situasi yang di derita Kimura. Yang sekarang tengah jatuh di tanah dengan nafas terengah-engah.


"Kali ini kamu takkan selamat..." ucap pria bertopeng putih.


Kimura menerima luka yang parah, jubah pakaiannya telah compang camping, menunjukkan luka berdarah akibat sayatan-sayatan yang di berikan ketiga musuh di tubuhnya.


"Sejujurnya aku sangat mennyayangkan bila membunuhmu...." ucapnya sambil berjalan dan lalu menginjak leher Kimura.


"Ah," lirih sakit Kimura saat mendapat pijakan di lehernya.


"Bakat sepertimu mungkin sangat langka di dunia ini. Mencapai tingkatan Singa dengan usiamu yang masih sangat muda, sungguh menakjubkan...

__ADS_1


"Maka dengan itu, aku beri kau pilihan. Jika kamu ingin ikut denganku 'kan ku biarkan nyawamu selamat. Namun, saat jawabanmu berbeda dengan keinginanku... Kau tahu 'kan apa yang terjadi."


Tingkatan yang Kimura miliki sebenarnya baru mencapai tingkat angin, akan tetapi dari yang ia tak ketahui ketika ia memakai Aura Naga Api kekuatannya menjadi berkali-kali lipat bertambah dari sebelumnya...


Namun, satu hal yang ketiga lawannya belum ketahui. Kimura saat ini belum menggunakan sang pusakan pedang katana warisan klannya.


"Cihhh...


"Aku tak akan sudi menjadi bawahanmu," balas Kimura.


Setelah perkataannya, kain pakaian dari Kimura tiba-tiba bergerak seperti ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam tubuhnya.


Pria bertopeng yang melihat itu, lantas segera menarik kakinya dari menginjak leher Kimura, lalu kemudian melompat mundur beberapa meter ke belakang.


Tak lama kemudian, keluarlah sang katana dari balikan pakaiannya. Katana itu melayang-layang beberapa meter di atas kepala Kimura, dan dengan perlahan sarung dari katana itu terbuka sendiri.


Menunjukkan bilah pedang dari katana itu yang serba hitam, seperti seseorang yang kesunyian dalam kegelapan.


Katana itu masih melayang di udara seperti sedang menatap ke arah ketiga pria bertopeng itu. Dan dengan tiba-tiba ia bergerak sendiri menyerang sang lawan.


"Huh."


Pria bertopeng putih itu kembali melompat mundur menghindari tusukan lurus ke bawah dari katana.


Katana yang saat ini sedang tertancap di tempat musuhnya tadi berdiri sekarang mengeluarkan aura berwarna hitam pekat.


Kimura telah mengerti maksud dari katana itu. Dia kemudian berdiri dan berlari mengambil katana itu.


"Ya!!! Maju kalian!!!" Kimura kemudian berlari kencang menyerang musuhnya.


Seketika warna dari Aura Naga Api berubah menjadi merah kehitaman.


"Mati kau!" seru Kimura sambil melompat ke salah satu pria bertopeng hitam lalu mengayunkan katananya.


Srassh...


Salah seorang dari ketiga musuhnya atau lebih tepatnya salah satu dari pria bertopeng hitam telah tewas dengan kepala yang terputus badannya.


Setelah itu Kimura kembali menyerang kedua musuhnya yang telah mengambil jarak menjauh.


"Kalian harus membayar kematian ibuku!"


Trang...Trang...Trang...


"Tuan, mengapa dia menjadi sekuat ini..." ucap bertopeng hitam sambil bersusah payah menangkis serangan Kimura.


"Jangan khawatir, jika kita berdua bisa bekerja sama. Kemenangan pasti akan memihak kepada kita."


Pergerakan Kimura sangat cepat, ia menvariasikan serangannya ke kedua lawannya.

__ADS_1


Kedua pria bertopeng itu memakai kekuatan penuhnya dalam bertahan, akan tetapi tetap saja serangan dari Kimura sekali-kali bisa menembus pertahanan dari mereka berdua.


Beberapa waktu berlalu....


"Uhuk..." Pria bertopeng hitam memuntahkan darah dari mulutnya sambil bersandar di pohon yang memilik batang besar.


Topeng dan semua pakaiannya telah porak poranda seperti sehabis di terpan bencana. Luka tebasan yang sangat dalam memenuhi badannya.


"Geta...Maafkan aku tak bisa menjagamu," ucap pria bertopeng putih yang ikut bersembunyi di balik pohon.


"Ti-tidak apa...apa, Tuan," ucapnya sambil tersenyum.


"Aku janji akan membalas ini, dengan membunuh bocah sia-"


"Oh...Kalian di sini. Sudah ku katakan bahwa tak ada yang bisa selamat dari ini."


Perkataan pria bertopeng putih itu terputus saat Kimura telah berada di hadapannya seperti ingin membawanya ke alam kematian.


"Se...selamat tinggal Tu-tuan..." ucapnya terbata-bata, dan seketika menjadi kaku yang artinya Geta atau pria bertopeng hitam itu telah meregang nyawa.


"Geta," katanya pelan memandang anak buahnya.


Namun, tak lama kemudian mengembalikan pandangannya lagi ke Kimura.


"Harga diriku merasa terinjak-injak...Olehmu," ucap pria bertopeng putih sembari berdiri.


"Akan ku bayar semua ini! Dengan mencincang-cincangmu."


Setelah berkata, ia kemudian menyatukan kedua tangannya, "Jutsu Khinsi..." Rapalnya.


Kimura hanya menatap geram mereka dari tatapannya ia terlihat seperti sebuah hewan buas yang ingin menerkam lawan.


Angin tiba-tiba bergemuruh di sekitarnya, daun-daun dari pohon berterbangan.


Penyebab dari itu tak lain dari pria bertopeng putih itu, yang sekarang terlihat telah berubah menjadi manusia serigala. Bulu-bulu dan ekor sekarang ada tubuhnya, tetapi wajahnya masih sama seperti sebelumnya topeng masih tersemat.


Melihat itu, entah mengapa Kimura merasakan tenaganya seperti tiba-tiba terkuras dengan cepat yang membuatnya sedikit lemas.


"Ah," lirih Kimura berusaha menahan agar kesadarannya tak hilang.


Burrr...


Semburan api secara tak di sangka muncul dari katananya yang sekarang sepenuhnya telah di penuhi Api.


Api itu terlihat seperti ingin bersiap-siap menelan lawannya yang sekarang bergerak maju menyerang.


Kimura juga ikut maju, berniat saling menghantamkan serangannya.


Dalam 2 tarikan nafas, serangan mereka kemudian bertemu. Dan seketika juga....

__ADS_1


Buammm


Ledakan yang berskala kecil terjadi ketika serangan mereka satu sama lain bertemu.


__ADS_2