LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL

LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL
HALAMAN PERTAMA


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, suara burung berkicau ria menyambut datangnya pagi, kicauannya sahut-menyahut memecahkan suasana pagi itu.


Di bawah air terjun dekat pinggiran telaga, Zhai Pe masih tertidur nyenyak.


Di dalam ruang spritual bocah itu, leluhur Liao Pe masih berkultivasi dia merasa menikmati menyerap energi murni itu, tak lama kemudian dia mengakhiri kultivasinya.


"Sudah saatnya membangunkan bocah ini," gumamnya dalam hati.


Baru saja hendak membangunkan, bocah itu tiba-tiba menggerakkan tubuhnya.


"Huah..!! sudah pagi rupanya," sambil menggeliatkan tubuhnya.


"Hmmm..sudah bangun rupanya," ucap leluhur dalam hatinya


Zhai Pe kemudian langsung bergegas ke pinggir telaga, ia mencuci kedua tangannya dan membasuh muka, kemudian mengambil lap dan mengeringkan mukanya.


"Leluhur, kau sudah bangun rupanya!?"


"Kau saja yang asik tidur, aku orangnya disiplin waktu," sahut leluhur.


"Sudah waktunya memulai latihan bocah, pagi hari adalah waktu yang terbaik untuk berlatih," ajak sang leluhur.


"Baik leluhur, apa yang harus aku lakukan sekarang??" sahut sang bocah, sambil bersiap.


"Ikuti aliran air ini, nanti kita akan melakukan pemanasan untukmu terlebih dahulu".


"Mengapa tidak langsung saja leluhur, tinggal duduk dan merasakan energi di sekitarnya," membentangkan tangan dan menghirup udaranya dalam-dalam.


"Bocah setan!! Kalau kau tidak pemanasan terlebih dahulu, pembuluh darahmu bisa hancur dan tulang-tulangmu akan remuk kalau langsung saja kau menyerap energi alam ini," menakuti si bocah.


"Benaran leluhur?! Aku pikir mudah," sambil garuk-garuk kepalanya.


"Sebelum merasakan dan menyerap energi alam ini, kau harus memperkuat fisikmu dulu, kalau tidak! Resikonya seperti yang ku katakan tadi," memberikan penjelasan.


"Yelah, kemana kita akan pergi leluhur?" tanya sang bocah.


"Ikuti aliran air ini, nanti kita akan menemukan sebuah lapangan luas."


Zhai Pe langsung berjalan mengikuti aliran air itu sesuai petunjuk yang di berikan leluhurnya.


"Masih jauh leluhur!?" tanya sang bocah.


"Jalan saja, sebentar lagi juga sampai!".

__ADS_1


Benar saja, tidak berapa lama kemudian Zhai Pe sampai di tepi lapangan luas, ia tertegun sesaat, kemudian berjalan ke tengah lapangan itu.


"Wah..! luasnya padang rumput ini, apakah leluhur berlatih disini dulunya??"


"Benar..tempat ini tidak pernah berubah sedikitpun, membuatku terkenang masa lalu," sahut Liao Pe.


"Tempat ini benar-benar indah, beruntung aku bisa sampai ke tempat ini," Zhai Pe kagum dengan tempat itu.


"Sudahi rasa kagum mu, mulailah latihannya, akan ku jelaskan caranya."


"Bagaimana leluhur??" tanya sang bocah.


"Pertama, kamu harus berlari mengelilingi tempat ini sebanyak seratus kali."


"Heh.....!? Leluhur ingin membunuhku, ya?".


"Lakukan saja, ini demi kebaikanmu, jangan membantah!!" perintah sang leluhur.


"Baiklah leluhur," sambil malas-malasan dan mulai berlari.


"Hehehehe, cukup satu putaran saja kalau bocah ini sanggup," Liao Pe membathin dalam hati.


Tak terasa dia sudah berlari setengah putaran padang rumput itu.


"Huft..huft..huft...baik leluhur."


Ia memejamkan matanya dan mulai merasakan energi alam namun hal hebat terjadi, buku kekuatan alam di dalam ruangan spritualnya terbuka dan mengeluarkan kalimat-kalimat penjelasan energi alam.


"ENERGI ALAM ENERGI DEWA, ENERGI ALAM BERINTIKAN JIWA, JIWA YANG SUCI AKAN BERKUASA, ALAM TERBENTANG PUSAKA DEWA GURU UTAMA SETIAP MANUSIA."


"Bacakan ini benar-benar luar biasa tubuhku langsung bereaksi merasakan energi alam, apakah ini seperti sebuah mantra??" bocah ini bertanya-tanya dalam hati.


Tubuhnya terasa ringan, gerakannya mulai cepat, bertambah cepat, hingga tak terasa dia sudah bergerak dengan kecepatan seperti kilat.


"Bocah setan!! bagaimana kamu bisa secepat ini??" leluhurnya kaget dengan pergerakan sang bocah.


"Aku tidak tau leluhur, kalimat dalam buku itu muncul dan aku membacanya, tiba-tiba saja tubuh ku bereaksi cepat terhadap energi alam."


"Di kehidupanku dulu, aku hanya melihat judulnya saja dan tak pernah melihat isi buku ini," berpikir sambil mengurut-urut jenggotnya.


"Kekuatan ini luar biasa leluhur, hiyaaa..!!" Zhai Pe sudah bergerak seperti bayang-bayang, ia tidak tau sudah berapa lama dia berlari dan berapa kali dia mengelilingi lapangan luas itu.


Zhai pe kembali memejamkan mata masih dalam kondisi berlari kecepatan bayangan namun dia tidak lagi bisa melihat isi buku itu, membuka matanya kembali dan terus berlari, ia benar-benar menikmati kekuatan itu.

__ADS_1


"Bocah apa kamu tidak melihat isi buku itu lagi?!" tanya sang leluhur.


"Tidak! leluhur, aku sudah mencobanya."


"Apa kamu tau cara menghentikan kekuatan ini??"


"Heh...!!" Zhai Pe kaget, dia tidak berpikir sampai kesitu tadinya.


"Bagaimana ini leluhur?! aku tidak tau cara menghentikannya!!" sambil memutar otak berpikir untuk menghentikannya.


"Kalau terlalu lama tubuhmu bisa meledak, kekuatan sebesar ini tidak akan bisa di tahan oleh tubuhmu yang baru penempaan dasar,"


jelas sang leluhur.


Mereka berdua saling berpikir cara menghentikannya, sesaat kemudian..


"Bocah!! apa isi kalimat yang kamu baca, coba ulangi kalimat itu, mana tau itu membantu untuk menghentikannya," perintah sang leluhur


"Akuu akan mengingatnya dulu leluhur," jawab sang bocah sambil berpikir-pikir tentang kalimat itu.


"Jangan terlalu lama, tubuhmu tidak bisa menahannya lagi," panik dengan keadaan itu.


"Aku tidak bisa mengingatnya leluhur," ia mulai merasakan sakit yang menyengat tubuhnya.


"Sial..!!!" sang leluhur menggerutu dalam hati, sambil terus memikirkan caranya.


"Bocah!! aku akan membantumu menyerapnya, semoga saja ini berhasil," leluhurnya mendapatkan ide ia langsung duduk bersila dan menyerap energi besar itu.


Bersamaan dengan itu, hal aneh terjadi lagi ketika sang leluhur menyerap energi besar itu buku kekuatan alam juga ikut menyerapnya, kekuatan penyerapannya lebih besar dari sang leluhur semakin di serap energi alam yang memasuki tubuh Zhai Pe semakin besar, ruangan spritual sibocah bereaksi keras, ia ikut membesar karena pasokan energi besar yang masuk terus menerus.


Sesaat kemudian buku kekuatan alam itu berhenti menyerap dan energi besar yang tadi memasuki tubuh bocah itu kini telah berhenti, Liao Pe juga menghentikan penyerapanya.


"Bocah!! sadarlah!! Bocah.!!!!!" panggil sang leluhur.


Zhai Pe sudah tidak sadarkan diri lagi, energi besar yang memasuki tubuhnya secara tiba-tiba membuatnya tak bisa menahan energi itu, namun yang membuat heran sang leluhur ialah tubuh bocah itu tidak terluka sedikitpun,tubuhnya juga terasa lebih baik dari sebelumnya, perjalanan darah, detak jantung dan pernafasannya normal.


"Apa yang barusan terjadi benar-benar di luar nalarku kalau di masa lalu seharusnya bocah ini telah tiada, tubuhnya pasti hancur," pikir sang leluhur.


Hari pertama latihan Zhai Pe mengalami kejadian aneh, ia tidak sadarkan diri di tepi padang rumput itu.


sekian terima kasih,karena telah membaca karya saya..


jangan lupa,like,koment dan juga hadiah nya..

__ADS_1


tekan favorit agar tidak ketinggalan update terbaru..


__ADS_2