LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL

LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL
LELUHUR KETUJUH


__ADS_3

Huru-hara kemunculan pengendalian elemen alam menjadi topik yang bahagia bagi penduduk kota Pahlawan. Mereka tidak sabar ingin bertemu dengan leluhur ketujuh yang telah lama di nantikan.


"Aku ingin bertemu dengannya, akan aku nikahkan anakku dengan leluhur ketujuh itu," ucap seorang wanita.


"Dia akan menjadi menantuku, mana mungkin ia mau dengan putrimu," sanggah seorang wanita.


"Putriku cantik, putrimu yang bobrokan itu tak cocok dengan leluhur ketujuh."


"Apa kau bilang.."


Zhai Pe yang memasuki kota Pahlawan dengan menyelinap tak sengaja lewat di tempat itu.


"Hehe..kamu dengarkan, mereka merebutkan mu," ucap Liao Pe.


"Hmmm..biarin saja leluhur, aku bukan mesum yang mau dengan banyak wanita," sindir Zhai Pe.


"Bocah setan!! Kau berucap seenaknya.." rutuk Liao Pe.


"Hehe..baguslah kalau leluhur merasa," ucap Zhai Pe tersenyum puas.


"Kota ini sungguh megah Leluhur, hanya sebentar saja tidak melihatnya, kota ini berkembang pesat," puji Zhai Pe.


"Wajar saja, kota ini adalah kota yang makmur, banyak ahli di bebagai bidang di kota ini dan memang sudah seharusnya maju," ucap Liao Pe.


Zhai Pe berjalan ditengah keramaian itu sambil melihat-lihat pembaruan yang ada di kota Pahlawan.


"Sudah lama aku tidak melihat bibi Zhao, lebih baik aku ke pasar," bisik Zhai Pe dalam hati.


Ia langsung menuju ke pasar kota, sampai ditempat itu iya tercengang melihat perubahan di pasar kota.


"Wah, sungguh memukau," pujinya.


"Pasar ini berbeda dari 600 tahun lalu ya" ucap Liao Pe.


"Sudah pasti leluhur, ini sudah zaman maju, ya bedalah dengan zaman kuno, hehe.." ledek Zhai Pe.


"Itu kios bibi Zhao, sudah besar.. benar-benar banyak kemajuan," puji Zhai Pe.


Zhai Pe dengan langkah pelan memasuki Kios itu, mencari tempat duduk yang pas dan memesan makanan.


"Silahkan dipilih Tuan Muda, ini menu makanannya," mempersilahkan Zhai Pe dengan menyodorkan catatan daftar makanan di tempat itu.


"Aku pesan nasi putih dengan lauk bakar khas masakan pemilik tempat ini," ucap Zhai Pe.


Tak lama kemudian pesanannya datang dan Zhai Pe memakannya dengan lahap hanya sebentar saja makanannya telah habis.


Zhai Pe menyodorkan beberapa koin perak dan pergi dari kios itu, ia terpikir untuk melihat gubuknya yang sudah ditinggalkan dua setengah tahun yang lalu.


"Eh!!" Saat sampai di tempat itu ia kaget. Gubuknya sudah tidak ada lagi dan sudah diganti dengan bangunan baru.


"Gubuk kenangan itu telah lenyap, mengapa aku merasa sedih!!" Bisiknya dalam hati.


"Mau gimana lagi, kemajuan memang perlu yang indah-indah," gumam Zhai Pe dalam hatinya kembali.


Disaat ketenangan itu, tiba-tiba saja kota Pahlawan menjadi hiruk pikuk, penduduk kota lari ketakutan kerumahnya masing-masing.

__ADS_1


"Apa yang terjadi??"


"Paman ada apa ini??" Tanya Zhai Pe pada seorang penduduk.


"Sembunyilah, Monster iblis datang.." ucap Laki-laki itu bergidih ngeri dan langsung lari.


"Lagi-lagi monster Iblis," rutuk Zhai Pe.


"Hei bocah..ada makhluk Iblis di luar dinding kota," Liao Pe mengingatkan Zhai Pe setelah kembali dari patrolinya.


"Aku sudah tau leluhur..mari kita lihat," ajak Zhai Pe.


Mereka berdua melesat menuju kearah dinding kota. Disana juga telah bersiap prajurit kota dengan persenjataan lengkap, Raja Tan Sa dan panglima Seng Ma juga telah bersiap.


Zhai Pe memakai kembali jubah hitam dan cadarnya, dengan gerakan ringan ia melompat keatas tembok yang tinggi itu dan turun keluar dari kota.


"Hanya satu??" Kening Zhai Pe jadi berkerinyit.


Prajurit menaiki tembok pembatas dan bersiap untuk melakukan penyerangan.


"Tunggu dulu!!" Ucap Panglima Seng Ma saat melihat orang dengan jubah hitam berdiri menghadang tak jauh di bawah dinding.


"Siapa orang itu??" Tanya Raja Tan Sa.


"Tak pasti Baginda, saya belum pernah melihatnya," jawab Seng Ma.


Zhai Pe berdiri dengan berpangku tangan di dadanya, ia menatap jauh kearah Monster itu.


"Monyet Iblis, tampaknya gejolak makhluk Iblis telah terjadi, hanya dalam jarak waktu 7 tahun mereka datang lagi," gumam Zhai Pe.


"Peringkat Legenda level Awal, masih sebanding denganku yang berada di Kaisar level Puncak," sahut Zhai pe.


"Tapi dia datang dengan sendirinya kesini, apa mungkin ia memiliki rencana lain??" Tanya Zhai Pe.


"Bisa jadi..saat mereka mencapai peringkat legenda, kepintaran mereka akan setara dengan manusia," jelas Liao Pe.


"Merepotkan.. harus dihabisi secepatnya," ucap Zhai Pe.


Zhai Pe dan Leluhurnya mengejar kearah datangnya Monyet iblis itu, ia berinisiatif untuk menyerang lebih dulu.


Syuhh...


"GRRR! ADA MANUSIA TOLOL YANG DATANG MENGHANTAR NYAWA, SUDAH LAMA AKU TIDAK MEMAKAN DAGING MANUSIA," Monster itu menyeringai melihat Zhai Pe melesat kearahnya.


"Ingin memakan ku, mimpilah di neraka, terima pukulanku!!" Teriak Zhai Pe.


"Tombak Angin!!"


Wush! Wush! Bam!


"Apa??" Serangan yang diharapkan melukai monster itu, justru hanya dengan kibas tangan jurus Zhai Pe buyar.


"GRRRR!!!" Monster itu menyeringai marah.


Wush!

__ADS_1


Monster itu mengayunkan tangannya untuk menangkap Zhai Pe, Zhai Pe berkelit dan melompat mundur.


"Brengsek!! Kalau seperempat kekuatanku tidak cukup, maka terimalah setengahnya!!" Zhai Pe merutuk dan kembali mengeluarkan jurusnya.


"Pusaran Badai!!"


Wush!


Monster itu menyilangkan tangannya menangkis Jurus Zhai Pe.


"Bam!!" Sekali lagi jurus yang di lepaskan Zhai Pe buyar.


"Apa?? Apakah tubuhnya Baja atau lebih keras dari baja??" Seru Zhai Pe tidak percaya.


GRRRR!!!


"Berhentilah main-main!! kamu ingin mati ha??" Liao Pe Berteriak padanya.


"Bantulah aku kalau memang leluhur ingin makhluk ini cepat mati," ajak Zhai Pe.


"Lakukan sendiri, jika terus dibantu kapan kamu akan berkembang," balas Liao Pe.


Zhai Pe kemudian menyerap Energi Alam dalam jumlah yang besar, ia mengalirkan Energi itu pada seluruh tubuhnya dan mulai menyerang dengan strategi.


"Tombak Tanah!!"


Wush..Wush..Wush..


Ratusan tanah berbentuk runcing menghujami Monster itu dari bawah.


GRRRR!!


ia menyeringai dan melompat beberapa kali menghindari serangan itu.


Tak putus sampai disitu, Zhai Pe mengambang keudara dan melepaskan jurus keduanya.


"Seribu Tombak Angin!!"


Wush! Wush! Wush!


Bagaikan peluru, tombak itu menghujam Monster Monyet secara bertubi-tubi.


Dari kejauhan, Raja Kota, Panglima Seng Ma dan semua prajurit memperhatikan pertaruangan itu, mereka melongo dengan sesekali memplototkan matanya saat Zhai Pe melakukan serangan.


"Leluhur ketujuh??" Seru Raja Tan Sa.


"Benar Baginda, ia ada disini.." ucap Seng Ma pula.


"Sudah dua kali serangannya tak berhasil, apa leluhur ketujuh belum sampai pada tahap sempurna kekuatannya," bisik Tan Sa dalam hati menerka-nerka.


"Apa jurus gabungan kali ini akan berhasil??" Ucap Seng Ma dengan wajah tegang menonton pertarungan itu.


Bum!! Bum!


Kibasan tangan makhluk itu menghancurkan Tombak Tanah Zhai Pe dan menghancurkan jurus Seribu Tombak anginnya. Zhai Pe tercengang melihat hal itu, ia bertanya-tanya sendiri bagaimana bisa jurusnya di hancurkan dengan mudah?

__ADS_1


__ADS_2