LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL

LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL
INTI ROH


__ADS_3

Siang itu di bukit seberang, sebut saja Bukit Batu Ranjau, Zhai Pe dan roh Liao Pe sedang berbincang sambil menyantap buah pohon yang bernama pohon surga, ia duduk dengan menjuntai kan kakinya diatas dahan pohon itu.


"Bocah bagaimana ceritanya kau tidak tersadar selama 100 hari ini!?".


"Aku di bawah tekanan buku itu leluhur, kesadaran dan tubuhku di kendalikan sepenuhnya, bahkan buku itu membawaku ke beberapa tempat untuk berlatih."


"Ke beberapa tempat??"penasaran


"Benar leluhur, bahkan tempat dengan medan gravitasi yang kuat, Negeri di atas awan dengan pusaran angin yang mengerikan, Pulau Api dan kesebuah tempat dengan hamparan tanah luas yang tidak di tumbuhi apa pun, semua tempat itu seperti ilusi namun terasa nyata," jelas sang bocah.


"Apa yang kamu dapat dari hasil latihan di berbagai tempat itu??"


"Penggunaan semua elemen alam leluhur,," sahut sang bocah.


"Berarti kamu sudah menguasai semua elemen itu??"


"Hmmmm...aku sudah mempelajari semuanya, tapi...hanya elemen tanah yang hampir sepenuhnya aku kuasai"


"Apa?? jadi saat kamu di serang monster iblis tadi kamu hanya mengandalkan penguasaan elemen tanah yang belum sempurna itu??"


"Iya!!" Jawabnya santai.


"Bocah setan! kalau serangan akhir mu gagal, kamu bisa saja mati."


"Hahahahaha...tenang saja leluhur, kalau serangannya gagalkan tinggal kabur saja."


"Gak semudah yang kamu pikirkan, monster itu akan terus memburu"


"Aku sudah memprediksinya leluhur, kelemahan utama monster Iblis Harimau Neraka adalah jantungnya, saat dia terfokus menyerangku, tinggal kita kasih serangan tak terduga dari bawah, hasilnya ya..seperti yang leluhur lihat," berlagak keren.


Zhai Pe kemudian mengangkat tangan kirinya, dari kelima ujung jarinya keluar lima inti roh beraura Api dan duanya lagi di tengah-tangah telapak tangan si bocah.


"Inti roh monster Iblis Harimau Neraka, kapan kau mengambilnya??" tanya sang leluhur sambil melihat ketujuh inti roh itu.


"Begitu monster Iblis Neraka mati, inti rohnya akan langsung diserap oleh Tombak Tanah Dewa dan akan langsung di transfer ke ruangan spritualku, inti roh ini akan sangat berguna nantinya," jelas sang bocah.


"Inti roh ini akan berguna saat kamu melatih elemen Api kan?? kamu sudah banyak tau rupanya!?".


"Ya begitulah leluhur," jawab sang bocah sambil mengusap-usap perutnya yang terasa kenyang.

__ADS_1


"Oh, ya bocah, selain elemen tanah kamu juga harus melatih semua elemen yang lainnya, aku akan langsung menjadi gurumu untuk pelatihan ini," ucap sang leluhur.


"Itu memang tugasnya leluhur untuk melatihku, buku itu hanya menunjukkan pelatihan dasar untuk pengembangannya aku harus berlatih sendiri dan leluhur harus berkontribusi langsung dalam latihan ku, kalau pelatihannya sukses aku akan memberi leluhur hadiah nantinya," mengiming-imingi leluhur dengan sebuah royalti.


"Apa yang akan kau berikan kepada orang yang sudah mati ini!?" tanya sang leluhur.


"Leluhur lihat saja nanti, sekarang latihlah aku dulu," pinta sang bocah.


"Baiklah, ayo kita kembali kelapangan itu," ajak sang leluhur.


Mereka berdua meninggalkan batang pohon surga kembali ke tengah lapangan luas itu begitu sampai di tempat itu leluhurnya langsung mengarahkan latihan tingkat pengembangan dari semua elemen alam milik sang bocah.


"Bocah, fokuskan pikiranmu..serap..kendalikan kemudian lepaskan dengan cepat."


"Baik leluhur, Pusaran Badai Angin," sang bocah menyebutkan jurusnya.


Detik itu juga tempat itu seperti di landa badai topan yang mengerikan, pohon-pohon yang berjarak ratusan meter di ujung lapangan itu, berderik-derik dan sebagian dahannya patah.


"Bocah setan, kau ingin menghancurkan hutan ini? kau harus bisa memfokuskan serangan mu ke satu titik, kalau dalam pertempuran besar kau bisa membunuh kawan dan lawan mu secara bersamaan," celoteh sang leluhur.


"Iya..iya leluhur," sahut sang bocah.


Hari demi hari Zhai Pe terus melakukan latihan dengan gigih, dia terus berusaha meningkatkan kekuatannya demi harapan yang di pendamnya.


Tak terasa Dua setengah tahun telah berlalu, Zhai Pe telah berhasil mengendalikan dan menguasai semua elemen alam walau belum sempurna sepenuhnya.


"Bocah, kalau di hitung-hitung waktu kita telah cukup lama berada di sini," ucap sang leluhur.


"Benar leluhur, bahkan tak terasa aku sudah tumbuh lebih besar dan lebih pintar dari dulu," jawab sang bocah sambil cengengesan.


"Bagaimana keadaan kota pahlawan saat ini, ya??" sambil membayang-bayangkan kota pahlawan.


"Sudah pasti lebih maju leluhur, kota pahlawan adalah kota yang makmur mungkin saat ini kota pahlawan sudah lebih megah dari yang dulu," mengira-ngira.


"Sudah waktunya kita kembali bocah," pinta sang leluhur.


"Benar leluhur, tapi sebelumnya aku akan membuatkan leluhur sebuah tubuh dulu yang mana ini bisa membantu leluhur kembali menggunakan kekuatan," mengingat hadiah yang di janjikannya.


"Emang bisa bocah!?"

__ADS_1


"Aku bisa membuatnya leluhur, leluhur inginnya dari elemen apa!?"


"Kau akan membuatnya dari elemen?? apa ini tidak akan terlihat mencolok?" sambil mengurut-urut jenggotnya dan hanya membayangkan tubuh barunya dari elemen tanah.


"Aku akan membuatnya dari elemen angin leluhur dengan menggunakan beberapa teknik pola segel energi alam, tubuh dari elemen angin ini tidak akan mudah hancur dan tubuh dari elemen angin ini juga transparan sama persis seperti roh tidak terlihat oleh mata, namun akan mampu di rasakan oleh orang yang sudah mencapai peringkat legenda puncak," jelas sang bocah.


"Wah, hebat juga kamu bocah."


"Tapi untuk membuatnya setidaknya aku butuh waktu dua sampai tiga hari leluhur," sahut sang bocah sambil memutar-mutar tangannya bermain dengan elemen angin.


"Boleh juga tu bocah, aku tidak sabar ingin mencobanya," merasa penasaran dengan tubuh barunya.


"kalau begitu aku akan mulai membuatnya, leluhur tinggal lihat saja."


Zhai Pe memejamkan matanya sesaat, membayangkan bentuk tubuh yang cocok untuk pengguna energi alam setelah itu ia langsung memulai pekerjakannya.


Tiga hari kemudian...


"Aku tinggal memasang segelnya," pikir sang bocah.


"Satu segel besar di dada, satu segel kecil di kening, dua segel sedang di punggung dan empat segel kecil lainnya di telapak tangan dan kaki," bicara sendiri sambil menandai tempat-tempat yang akan di beri segel. Kemudian Zhai Pe menggores jari telunjuknya dengan sebuah pisau kecil dan meneteskan darahnya di atas sehelai daun, setelah teras cukup Zhai Pe mulai membuat pola segel energi alam di tempat-tempat yang sudah di tandai dan akhirnya..


"Berhasil!! Tubuh ini sudah jadi," senang dengan hasil kerjanya.


"Leluhur..leluhur..," panggil Zhai Pe.


"Apa bocah!!" sahut sang leluhur sambil bergerak kearah sang bocah.


"Hadiah untuk leluhur sudah jadi,"bsambil menunjukkan hasil kerjanya


"Wah.., ini benar-benar sempurna bocah," kagum saat melihat tubuh elemen angin itu.


"Silahkan leluhur mencoba, bergabunglah ke tubuh itu, aku akan mengunci segelnya."


Leluhur Liao Pe langsung bergabung ke dalam tubuh elemen angin itu. Setelahnya sang bocah langsung mengunci segelnya, begitu segelnya terkunci tubuh dari elemen angin itu mengeluarkan cahaya terang sesaat lalu redup menandakan bahwa sang leluhur telah bergabung dengan tubuh itu.


"Ini luar biasa bocah, sambil mengangkat tangan dan melihat seluruh anggota tubuh barunya.


Leluhur Liao Pe langsung mencobanya, dia juga melompat girang ke sana kemari karena senang telah mempunyai tubuh baru.

__ADS_1


__ADS_2