LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL

LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL
RACUN API HEWAN IBLIS


__ADS_3

Malam datang menghampiri Kota Pahlawan, sejuk sayu angin sore berubah dengan terpaan dingin angin malam yang menusuk tulang dan malam itu Zhai Pe menelentang diatas pembaringan.


"Lumayan juga harga pedang bobrok itu, 7000 Koin Emas langsung di tangan," gumam Zhai Pe dalam hati, gembira.


"7000 Koin Emas membuat wajahmu senang, tapi kalau ada wanita di sisimu itu baru menyenangkan," ucap Liao Pe.


"Huft..kemana saja leluhur sehari ini??" Tanya Zhai Pe.


"Hanya jalan-jalan di kota Pahlawan," jawab Liao Pe singkat.


"Jangan bilang mengintip wanita muda mandi," terka Zhai Pe.


"Tidak..tidak..itu bukan pekerjaan orang yang sudah mati," jawab Liao Pe.


"Benar-benar Mesum..." Ucap Zhai Pe.


"Hehehe...." Liao Pe hanya mengekeh malu.


Malam itu Zhai Pe tidak tidur, ia memilih duduk bersilah memejamkan matanya, berkultivasi untuk memurnikan Energi Alam dan mencampurkan dengan Energi Rohnya. Zhai Pe juga melatih Pendeteksinya menjadi lebih sensitif dari sebelumnya.


Liao Pe yang datang sebentar ke tempat itu ia pergi lagi kelayapan seperti setan yang mati kesasar, ia menuju ke Kediaman keluarga Permata yang sudah jadi Museum.


"Benar-benar tragis, keturunanku tinggal satu, rumah pusaka ku juga hancur, memang dibangun kembali, tapi seperti bangunan bobrok di mataku," keluh Liao Pe.


"Ya Sudahlah, aku lebih baik tidak masuk hanya akan menambah kesedihan di hatiku," kemudian melayang pergi ke istana Raja Kota. Begitu sampai ia melihat raja kota tengah berbincang dengan panglima Seng Ma.


"Apa solusi yang akan Baginda lakukan untuk memancing leluhur ketujuh menunjukkan diri??" Tanya Panglima Seng Ma.


"Kita adakan Sayembara dengan hadiah yang besar." Ucap Raja Tan Sa.


"Sayembara?? Adu tanding kultivator Baginda??"


"Tidak, ini mengenai penyakit anakku, penyakit yang menggerogoti tubuhnya hanya mampu disembuhkan oleh Pengendali Energi Alam," jelas Raja Tan Sa.


"Tapi ini lebih tepatnya meminta pertolongan pada leluhur ketujuh. Jika tidak, anakku akan mati dalam waktu dekat."


"Wah, berita bagus untuk Si bocah, bagaimanapun ia pasti akan menolong orang, walaupun ia tidak ingin terkenal," bisik Liao Pe.


"Bangsat!!! Mereka merasakan kehadiranku, lebih baik aku minggat, syuhh...." Langsung menjauhi tempat itu.


"Berani-beraninya kalian mengintai kediaman Raja,"


Prak!!


Atap istana langsung bolong akibat jurus panglima Seng Ma, ia meloncat menembus genteng itu, dan begitu sampai di atap istana ia melongo bingung.

__ADS_1


"Eh!! Cepat juga geraknya??"


"Kalau sampai ketemu akan aku habisi nyawanya," rutuk Seng Ma dalam kekesalan.


Panglima Seng Ma kembali turun melalui lubang di atap istana.


"Hehe..hehe..maaf baginda, saya hanya menghalau musuh yang memata-matai istana," Panglima Seng Ma jadi sungkan di hadapan raja setelah merusak atap Istana.


"Ya sudahlah, besok perbaiki.." ucap Raja Tan Sa berlalu pergi ke ruangan pembaringannya.


Liao Pe yang melayang jauh meninggalkan istana kota jadi mengurut-ngurut dadanya.


"Masih untuk aku cepat pergi, kalau tidak bakal hancur ini tubuh angin," gumamnya.


"Langsung aja dibilang pada bocah itu, sudah pasti ia mau membantu."


Syuh...


Liao Pe melesat masuk dari jendela yang terbuka dan langsung mendekat kearah Zhai Pe yang tengah berkultivasi.


"Bocah..aku membawa berita bagus.." ucap Liao Pe.


"Berita bagus setelah melihat da** mulus wanita cantik," jawab Zhai Pe.


"Bocah setan... mulut kotormu asal bicara saja, ini penting!!" Teriak Liao Pe.


"Raja Kota akan mengadakan sayembara untuk menyembuhkan anaknya dengan hadiah besar," ucap Liao Pe.


"Kalau gak salah Mungkin sekitar 20.000 Koin Emas," tipu Liao Pe.


"Apa?? Benaran Leluhur??" Tanyanya berharap.


"Dasar mata Duitan, apa kamu lupa guna kekuatanmu??" Tanya Liao Pe.


"Iya..iya..leluhur, aku akan membantunya," ucap Zhai Pe.


"Malam ini kita pergi, aku akan membantunya diam-diam agar statusku sebagai leluhur ketujuh tidak terbongkar," ucap Zhai Pe.


"Mari!!" Ajak Liao Pe.


Mereka berdua kemudian melayang menuju istana kota, setelah memeriksa istana dengan mata Tembus pandangan dan Pendeteksinya Zhai Pe menyelinap masuk kedalam ruangan Anak penguasa kota.


Sampai di dalam Zhai Pe melihat seorang wanita yang seusia dengannya terbaring lemah, tubuhnya kurus kering, matanya cekung kedalam dengan wajah sudah seperti tengkorak.


Tanpa disadari air matanya jatuh berlinang, ia mengingat masa lalunya yang perih dan pilu akibat penyakit yang menggerogotinya. Ia berjalan mendekat ke pembaringan wanita itu. Zhai Pe kemudian mengurung dirinya dengan wanita itu dalam sebuah segel pembatas agar pembicaraan mereka tidak didengar orang.

__ADS_1


"Apa kamu dewa kematian??" Tanya wanita itu tanpa takut sedikitpun melihat wajah Su Hainy dengan cadar dan jubah Hitam.


Su Hainy reflek membuka penutup kepala dan cadarnya, ia merasakan keputusasaan wanita itu seperti dirinya dulu, ia kemudian menyeka air matanya dan menjawab.


"Tidak..aku dewa penolong mu," singkat.


Tak menunggu lama, Zhai Pe kemudian mengalirkan energi Alam yang sudah di ubahnya menjadi energi penyembuhan kedalam tubuh wanita itu.


"Racun api Hewan Iblis?? Kapan wanita ini terdampak racun Hewan Iblis??" Gumam Zhai Pe dalam hati.


Energi murni itu mengalir ke sekujur tubuh wanita itu, energi murni itu menawar langsung racun yang mengalir di sekujur tubuhnya. Tubuhnya mengeluarkan Cahaya terang sesaat kemudian redup dan menghilang.


"Huft.. Huft.. akhirnya," ucap Zhai Pe dengan nafas memburu kelelahan.


"Benar-benar berefek, mungkin karena pertama kali menggunakan perubahan kekuatan ini," gumam Zhai Pe dalam hati.


"Siapa namamu??" Tiba-tiba wanita itu bertanya dengan suara ringan.


"Aku?? Aku..Zhai Pe," dengan sedikit gugup.


"Terima Kasih Telah menolongku, suatu hari aku akan membalasnya," ucap Wanita itu.


"Sama-sama, tapi aku berharap kamu merahasiakan siapa aku pada siapapun, cukup kamu yang tau siapa aku, aku mohon!!" Zhai Pe memohon dengan kerendahan hatinya pada wanita itu.


"Aku akan merahasiakannya, Leluhur ketujuh," ucap wanita itu.


"Terima Kasih."


"Belikan ketiga ramuan ini besok, rebus, dan minum airnya, minumlah teratur selama satu bulan dan kamu akan sembuh total," jelas Zhai Pe.


"Aku Pamit," Zhai Pe menjurah hormat dan melesat meninggalkan tempat itu.


Di perjalanan pulang, Zhai Pe jadi berpikir sendiri mengenai Racun Api Hewan Iblis yang menggerogoti Putri Raja Tan Sa.


"Leluhur, apa leluhur tau Racun Api Hewan Iblis??" Tanya Zhai Pe.


"Iya..Racun yang hanya bisa di musnahkan dengan Energi Alam, di masa lampau racun itu menyerang wanita dengan usia di bawah 9 tahun," jelas Liao Pe singkat.


"Kalau Laki-laki Leluhur??"


"Racun itu tidak akan mampu menyerang tubuh kita laki-laki, meski kita masih bayi," ucap Liao Pe.


"Ternyata begitu, apa setelah dimusnahkan orang yang sempat di gerogoti akan sembuh seperti sediakala Leluhur??" Tanya Zhai Pe kembali.


"Mereka akan sembuh seperti sediakala dan biasanya peningkatan kekuatan mereka akan cepat, sebab tubuh mereka telah tersalurkan energi alam."

__ADS_1


"Baguslah leluhur, aku merasa senang bisa membantu orang yang senasib denganku dulu," ucap Zhai Pe.


Mereka berdua sampai di penginapan dan Zhai Pe melanjutkan berkultivasinya untuk memulihkan diri setelah menolong putri Raja Tan Sa.


__ADS_2