
Siang hari itu, Zhai Pe telah berada di luar kota pahlawan, ia akan memulai perjalanannya untuk berlatih mendapatkan kekuatan demi masa depannya dan masa depan kota pahlawan.
"Leluhur, kemana agaknya tujuan kita saat ini?" bertanya pada leluhurnya sambil berjalan.
"Kalau tempatnya masih ada kita akan menuju ke air terjun bidadari, dimana tempat itu adalah tempatku berlatih di masa lalu," jelas sang leluhur.
"Berapa lama perjalanan ke situ leluhur?"
"Setidaknya membutuhkan waktu dua hari perjalanan jika melalui jalan pintas, kalau rute tempuh yang biasa di lewati lebih kurang lima hari perjalanan,,"
"Kita akan melewati rute mana leluhur, diluar ini sangat berbahaya mengingat aku masih bocah dan tidak memiliki kekuatan, perjalanan bebas seperti ini akan membahayakan nyawaku," mulai merasa khawatir.
"Tenang saja bocah! rute terdekat aku mengetahuinya, tapi untuk sekarang rute ini aku tidak tau pasti, apakah masih aman atau tidak?" berpikir-pikir sambil memegang-megang jenggotnya.
"Trus gimana leluhur? " nyalinya mulai ciut,sambil garuk-garuk kepala.
"Rute ini melalui hutan kabut kegelapan bocah, kalau masa dulu hutan ini gak ada di masuki manusia, termasuk makhluk iblis, hutan ini agak misteri, tapi entahlah! untuk saat ini aku tidak tau pasti mengenai tempat ini," memberikan penjelasan mengenai hutan kabut kegelapan.
Keduanya sama-sama terdiam, sesaat kemudian..
"Kita lewat ke rute itu saja bocah," leluhur kembali berbicara setelah berpikir beberapa saat.
"Heh..?? Apakah leluhur yakin tempat ini aman?"
"Aku sudah memikirkannya bocah, saat ini tubuh mu sudah menyerap energi alam dalam jumlah kecil, energi alam bisa membuat kita menyatu dengan alam dan juga bisa mengaburkan aura kita sehingga kita tidak akan mudah terdeteksi oleh musuh," jelas sang leluhur.
"Iya ya leluhur, aku tidak kepikiran sampai ke situ," sahut Zhai Pe.
"Mana mungkin kepikiran, otakmu beku, gak seencer otak leluhurmu ini," sahut sang leluhur sembari meledek sang bocah.
Zhai Pe terus melanjutkan perjalanannya, melalui petunjuk leluhurnya saat matahari terbenam mereka telah tiba di pinggir hutan kabut kegelapan.
"Leluhur! ini sudah malam apa kita tidak beristirahat dulu!?" sambil memandang langit yang sudah mulai gelap.
"Bocah bodoh!! ini adalah waktu yang tepat menempuh hutan ini, aktivitas manusia maupun makhluk iblis saat malam hari akan berkurang pesat," jelas sang leluhur.
"Tapi ini sudah gelap leluhur!" sahut sang bocah.
__ADS_1
"Gunakan kedua kekuatanmu yang telah kau dapatkan, kekuatan itu akan membantu kita melalui hutan ini."
"Oh iya ya, aku kan bisa melihat di dalam kegelapan dan mendeteksi gerakan serta merasakan sesuatu selagi dalam jarak 10 meter, aku tadi gak kepikiran" sambil mengusap-usap wajahnya membersihkan keringat.
"Bocah setan! Jangan bercanda lagi, kau malas-malasan dan ingin istirahat disini, dari tadi kau juga sudah menggunakannya," merasa jengkel dengan kelakuan sang bocah.
"Hahahahah..maaf leluhur, ternyata leluhur tau ya," dengan wajah berseri karena habis mengerjai leluhurnya.
Zhai Pe kemudian berjalan memasuki hutan kabut kegelapan, dia sudah mengaktifkan pendeteksi dan mata tembus pandang yang di milikinya, dia terus berjalan hingga menjelang tengah malam dia merasa telah memasuki pertengahan hutan itu.
"Leluhur, aku rasa ini adalah pertengahan hutan ini!?" berbicara pada leluhurnya sambil mengira-ngira.
"Benar bocah! Ini pertengahannya, apa kamu merasakan sesuatu??"
"Sepanjang perjalanan mulai dari mamasuki hutan ini aku sudah mendeteksi ratusan makhluk iblis leluhur, tapi seperti yang leluhur katakan mereka tidak merasakan keberadaan kita dan tampaknya mereka memang tidak agresif di malam hari," sang bocah memberi penjelasan pada leluhurnya.
Mereka terus melanjutkan perjalanan, tak berapa jauh berjalan Zhai Pe melihat di depan ada dua simpang jalan, setelah sampai di persimpangan itu ia berhenti.
Ketika ingin mengajukan pertanyakan pada leluhurnya, ia tiba-tiba panik, Zhai Pe melihat di depannya terjadi perang besar, ribuan manusia yang melawan ribuan makhluk iblis, makhluk iblis dengan berbagai bentuk dan manusia dengan berbagai peringkat kultivasi saling adu kekuatan ia berteriak ketakutan, tapi suaranya tidak keluar.
"Ini yang paling aku takutkan, kekuatan iblis ilusi," rutuk sang leluhur.
"Heyaaa...!! lenyaplah!!" dengan teriakan yang keras.
Zhai Pe tersadar, tubuhnya langsung roboh ke tanah, nafasnya ngos-ngosan dan keringat mengalir deras keluar dari tubuhnya.
"Bocah kamu tidak apa-apa?? sadarlah!!" leluhurnya tampak panik.
"Te..nang saja le..luhur, aku..baik-baik saja" sahut Zhai Pe dengan nada putus-putus.
Sesaat kemudian nafasnya mulai normal kembali, dia berusaha bangun dan duduk, Zhai Pe mengambil sebotol air yang di bawanya dan langsung meminumnya sampai habis, kemudian memejamkan mata mengatur pola nafasnya dengan menghirup udara segar malam itu.
Tidak berapa lama kemudian dia sudah merasa baikan, tenaganya sudah kembali, mata tembus pandang dan pendeteksi juga sudah berfungsi seperti sediakala.
"Syukurlah bocah, kamu baik-baik saja," sang leluhur berbicara sambil mengusap-usap dada meredakan rasa khawatirnya.
"Aku baik-baik saja leluhur," sahut sang bocah sambil menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Yang tadi itu apa leluhur??"tanya Zhai Pe
"Itu adalah serangan makhluk iblis ilusi bocah, makhluk ini yang paling aku waspadai di kehidupanku sebelumnya, jika saja tadi tidak cepat di hentikan, ruangan spritualmu bisa hancur," jelas Liao Pe.
"Leluhur..jalan mana yang harus kita ambil, aku merasa ada bahaya yang mendekati tempat ini," mengemaskan sandangan kecilnya.
"Ambil jalan kiri, aku juga merasakan aura yang kuat mendekati kita."
"Baik leluhur!!" Zhai Pe langsung berlari meninggalkan persimpangan jalan itu.
Setelah lama berlari bocah itu kemudian berhenti dia memejamkan matanya.
"Aku sudah tidak merasakannya lagi leluhur, aku rasa kita sudah aman," sambil melanjutkan perjalanannya dengan santai
"Auranya juga sudah menghilang, dia mungkin tidak merasakan kehadiran kita lagi," sahut sang leluhur tenang.
"Tunggu bocah, bagaimana kau bisa merasakan kalau dia tidak mendekati kita lagi?" merasa heran.
"Heh..!! tunggu leluhur," Zhai Pe kemudian berhenti dan memejamkan matanya.
"Bagaimana ini bisa terjadi?? aku sudah mampu mendeteksi sampai lima puluh meter jauhnya," pikir bocah itu.
"Heh...!! bocah setan!! Seharusnya kemampuanmu melemah bagaimana bisa kemampuanmu bertambah?" leluhurnya pun merasa kaget dengan hal itu.
"Entahlah!!" sahut sang bocah menggaruk-garuk kepalanya, karena heran.
"Tunggu bocah!! buku ini bagaimana bisa muncul di alam spritualmu??" leluhur terkejut begitu melihat buku itu mengambang di ruangan spritual Zhai Pe.
"Buku ini menyerap kekuatan ilusi makhluk itu, itu sebabnya makhluk itu mengejar kita," sambung sang leluhur, kemudian mengambil buku itu dan menimbang-nimbangnya.
"Sudahlah leluhur, ini juga memberikan keuntungan bagi saya, mari kita lanjutkan perjalanan, tempat ini banyak misterinya!".
Zai Pe melangkahkan kakinya dan berlalu dari tempat itu, hutan kabut kegelapan memang misteri di tutupi kabut hitam secara terus-menerus dan di hutan ini akan terus terlihat malam.
sekian terima kasih,karena telah membaca karya saya..
jangan lupa like, koment, dan hadiah nya
__ADS_1
pencet juga favorit agar tidak ketinggalan info update terbaru..