
Tiga hari kemudian, adu tanding kultivator di kota Pahlawan telah tiba, banyak tokoh-tokoh ternama yang menampakkan diri di aula istana untuk ikut serta dalam pertandingan itu, sebut saja nama-nama besar seperti Gong Quan, Fung Hio, Jingxun dan Bei Haw.
Zhai Pe juga hadir di Aula Istana, ia hanya memandang dan melihat-lihat keramaian itu dengan sesekali memandang kearah teras utama istana. Mata Zhai Pe tiba-tiba terbelalak kaget, saat melihat seorang wanita yang seumuran dengannya duduk disebuah kereta kayu roda.
"Ehhh??? Diakan anaknya...bagaimana bisa hanya dalam 3 hari sudah jauh berubah, apa ramuan itu cukup hebat??" Bisik Zhai Pe dalam hati.
"Hebatkan bocah!! Saat kamu mengobatinya, sedikit kekuatan Alam tertinggal dan terus mengalir ditubuhnya, itulah mengapa ia pulih dengan cepat," jelas Liao Pe.
"Ternyata begitu Leluhur, aku kira ramuannya terlalu mujarab," ucap Zhai Pe.
"Apa kamu akan ikut dalam Adu Tanding ini bocah??" Tanya Liao Pe.
"Tidak Leluhur, kekuatanku terlalu jelas, jika aku ikut, nantinya mereka akan memohon maaf telah melawan leluhurnya," ucap Zhai Pe.
Sesaat kemudian Pertandingan akhirnya di mulai, satu-persatu kultivator saling adu kekuatan, mereka saling unjuk kebolehan agar dapat memenangkan pertandingan itu.
"Sudah 20 orang yang bertanding Baginda, tapi leluhur ketujuh tidak tampak di Arena," bisik Sheng Ma pada Raja Tan Sa.
"Tunggu yang seterusnya, mungkin ia akan muncul," ucap Raja.
Pertandingan terus berlanjut, sudah 60 orang yang berlalu, tapi Leluhur ketujuh yang mereka nanti-nantikan tak juga tampak, alhasil mereka jadi muram dan sedikit kecewa.
Disela pertandingan yang berjalan, sekelompok pencuri beraksi di kediaman raja, mereka mengintai barang-barang berharga yang ada di istana. Karena Baginda Raja dan Panglima Seng Ma lengah dengan pertandingan itu yang mengharapkan Leluhur ketujuh akan muncul. Maka, kesempatan itulah yang membuat mereka lebih leluasa untuk beraksi.
"Bocah!! Ada sekelompok orang yang mencurigai di belakang istana, mereka mengintai barang-barang yang berharga di istana," bisik Liao Pe, setelah ia berpatroli di sekitaran kota Pahlawan.
"Cih!! Mengapa mereka melakukan hal konyol itu di kota ini??" Ucap Zhai Pe.
"Apa kamu akan membiarkan mereka!!??" Tanya Liao Pe.
"Tidak Leluhur, ada benda berharga di istana yang harus di lindungi."
"Mari Leluhur," ajak Zhai Pe, berkelebat meninggalkan aula itu.
Dibelakang Istana kota.
"Apa sudah aman??" Tanya seorang pencuri pada kawannya.
"Aman!!" Jawab kawannya.
"Kami masuk, kalian amankan disini, ini adalah kesempatan bagus untuk mendapatkan benda itu." Berkelebat masuk melalui pintu belakangnya diikuti oleh empat kawannya.
"Dua orang berjaga, lima orang bekerja, sungguh hebat, apa ini pencuri Gelap yang sering mengambil benda-benda pusaka di kota Pahlawan ini leluhur??" Tanya Zhai Pe.
"Benar, aku rasa mereka telah lama bekerja, keahlian mereka cukup membuat kita ternganga," ucap Liao Pe.
"Mari kita ringkus yang berjaga Leluhur, aku yang kiri dan leluhur yang kanan," bisik Zhai Pe diikuti dengan kode tangannya.
Syutt..
Bam!!!
Zhai Pe dan Leluhurnya menyerang mereka diam dan melumpuhkan mereka tanpa perlawanan.
__ADS_1
Tak! Tak!
Zhai Pe menotok titik akupuntur di bagian dada kedua orang itu.
"Tinggal yang didalam Leluhur, mari kita tangkap mereka," ajak Zhai Pe.
Syutt..
Mereka berdua berkelebat masuk, sampai didalam mereka mengintai terlebih dahulu.
"Benar-benar.. mereka mengintai harta pusaka," bisik Zhai Pe.
"Apa ini yang selalu kalian lakukan??" Ucap Zhai Pe sambil keluar dari balik tiang menunjukkan diri.
"Eh??" Mereka berlima langsung kaget.
"Siapa kau.. bagaimana bisa kau ada disini??" Tanya mereka berlima bersamaan.
"Mengapa kalian terlalu tolol.. seharusnya aku yang bertanya," jawab Zhai Pe, menggeleng-gelangkan kepalanya.
"Lebih baik kau mati bocah, hiyaaa..." Seorang dari mereka menyerang Zhai Pe.
Bam!!
Pencuri itu terpelanting tanpa tau siapa yang memukulnya.
"Apa yang terjadi?? Siapa yang melakukannya??" Tanya keempat kawannya, heran.
"Ruangan ini ada penjaga, tapi kalian mengabaikan hal kecil itu,hehe.." kekeh Zhai Pe.
"Baik.." mereka berkelebat menyerang Zhai Pe.
Bam! Bam!
Detik itu juga, Zhai Pe di keroyok oleh keempat orang itu, mereka menyerangnya dari berbagai sisi, Zhai Pe dengan gerak lincah menghindar kesana kemari dengan sesekali balas menyerang.
Buk! Buk!
Dua orang dari mereka terpental di hajar Liao Pe yang tampak geram dengan Zhai Pe yang bermain-main dengan para pencuri itu.
Dua orangnya lagi ditarik pakaiannya oleh Liao Pe dan melemparkannya ke dinding ruangan itu.
Pak! Pak!
Keempat orang kembali bangkit, tapi baru saja berdiri dengan kuda-kudanya, Zhai Pe melesat datang menghajar mereka dengan kecepatan kilat.
Buk! Buk! Bam! Bam!
Arrgghhh...
Keempat orang itu mengerang kesakitan dan dengan dengan gerak cepat, Zhai Pe menotok titik akupuntur di dada mereka.
Tak! Tak!
__ADS_1
"Beres.." ucap Zhai Pe.
"Mengapa orang-orang tolol ini melakukan pencurian di istana, apa mereka tidak sadar dengan konsekuensi yang akan mereka hadapi," ucap Zhai Pe.
"Orang-orang tolol memang begitu," sahut Liao Pe.
"Mari kita pergi Leluhur, tinggal laporkan, mereka tidak akan ditahan oleh istana," ajak Zhai Pe.
Zhai Pe berlalu hendak keluar dari ruangan itu, tapi dari depan pintu seorang komandan pasukan khusus istana dan beberapa prajurit telah menghadang.
"Jangan bergerak dari tempatmu!!!" Teriak komandan itu.
"Aduh?! Mengapa jadi begini??" Gumam Zhai Pe dalam hati.
Beberapa ujung tombak mengarah ke leher Zhai Pe, mereka benar-benar geram melihat Zhai Pe dan beberapa orang-orang yang tergeletak di ruangan itu.
"Aku bukan anggota mereka, aku yang melumpuhkan mereka," ucap Zhai Pe dengan mengangkat tangannya.
"Kamu diamlah!!!! nanti jelaskan pada Baginda Raja," ucap komandan itu dengan suara setengah berteriak.
Tangan Zhai Pe diikat kebelakang olah prajurit itu dan bersama dengan ketujuh pencuri itu ia di bawah ke aula istana.
"Eh, siapa mereka??"
"Jangan-jangan mereka pencuri Gelap."
"Benar, mereka adalah pencuri Gelap."
Beberapa penduduk dan kultivator mendatangi mereka, mereka memberikan beberapa pukulan pada para pencuri itu, tak luput Zhai Pe juga mendapatkan beberapa pukulan.
Tiba-tiba satu pukulan keras menghantam bagian perut Zhai Pe.
Buk!!
Arrgghhh...
Darah kental keluar dari mulutnya, masih untung ia memiliki kekuatan alam, jika tidak luka yang dialaminya akan lebih parah.
"Uhuk..uhuk.." Zhai Pe batu-batu beberapa kali.
Buk! Buk!
Orang yang memukul itu, tiba-tiba dihajar oleh sesuatu yang tidak tampak, ia terpental jauh keatas Arena dengan darah kental mengalir di mulutnya.
"Eh??!!??" Orang-orang di keramaian itu terkejut heran.
"Apa yang terjadi??" Tanya mereka bersamaan.
Liao Pe benar-benar geram melihat cucunya di berikan pukulan yang keras, padahal ia telah menolong mereka melindungi benda berharga di istana.
"Apa yang terjadi?!??" Panglima Seng Ma muncul dan menenangkan para penduduk.
"Mereka adalah pencuri Gelap yang menerobos ruangan barang berharga di istana," jelas komandan itu.
__ADS_1
Panglima Seng Ma memerintahkan komandan pasukan khusus membawa kedelapan orang itu ke penjara bawah tanah.