
Keesokan harinya saat matahari mulai naik, Zhai Pe yang tempo hari tidak sadarkan diri masih terlelap di tepi lapangan itu, hal aneh yang membuat tubuhnya kemaren menerima tekanan besar energi alam hingga kini dia seperti setengah mati, bahkan leluhur Liao Pe tidak dapat berbuat banyak, ia hanya memanggil-manggil bocah itu biar tersadar.
Sampai tengah hari ia tidak juga terbangun dan tidak bergerak sama sekali, nafasnya masih terdengar, jantung masih berdetak. Leluhur Liao Pe hanya bisa pasrah dan berharap dewa memberkati bocah ini untuk tetap hidup.
Didalam ruangan spritual bocah itu buku kekuatan alamnya bereaksi, buku itu mengeluarkan tekanan dan energi yang besar, aura kehidupan leluhur Liao Pe tidak bisa menahan tekanan itu, keajaiban pun terjadi sebagian energi yang keluar dari buku itu masuk ke dalam aura kehidupan sang leluhur, leluhur Liao Pe berteriak kesakitan begitu energi itu terus menerus masuk, aura kehidupan sang leluhur mengeluarkan sinar yang terang di dalam ruangan itu, sesaat kemudian sinarnya redup dan menghilang.
"Aura kehidupanku terasa seperti roh sempurna, apa yang barusan terjadi!???"
Buku kekuatan alam seakan-akan hidup dan bernyawa, buku itu bergerak dan terbuka dengan sendirinya, sebuah kalimat tertulis di buku itu..
"PENEMPAAN SEMPURNA ALAM ROH"
"Penempaan sempurna alam roh, apa ini!? aku tidak mengerti!!".
Liao Pe terus berpikir mengenai kalimat itu, tiba-tiba buku itu menutup dan setelahnya muncul sebuah pusaran hitam dibelakang leluhur Liao Pe, ia ditarik oleh pusaran itu.
"Heh...!!" terkejut begitu merasakan tarikan dari belakang, belum sempat berpikir untuk menyelamat diri tubuhnya telah menghilang di dalam pusaran itu.
"Aaaahhh......!!!" leluhur Liao Pe hanya bisa berteriak panjang saat berada di lubang gelap itu.
Sesaat kemudian, "Bukk..!!" ia terjatuh di sebuah padang rumput dengan pantatnya mendarat lebih dulu.
"Aaahhh...pantatku..sakit kali," sambil berlari pontang panting kesana sini.
Tak lama kemudian, "Sudah aman," sambil menepuk-nepuk pantatnya.
__ADS_1
"Buku setan!! Beraninya membuatku seperti ini," menggerutu dalam hati.
"Eehhh....!!???" kaget begitu dia melihat hamparan padang yang luas di depan matanya.
"Di mana aku.??" sambil meraba-raba semua anggota tubuhnya.
"Aahh...?, apa aku sudah mati, oh!! tidak..istri-istri cantikku akan di ambil orang.." sambil berlari ke sana sini panik.
"Leluhur mesum! sudah mati masih saja memikirkan duniawi," tiba-tiba dia mendengar suara dari arah belakang, rupanya Zhai Pe telah terbangun, tubuhnya diliputi cahaya dan mengambang di udara. Kesadaran dan tubuhnya di kendalikan oleh sesuatu yang lain, auranya mengerikan.
"Aaahhh....malaikat penyiksa," dengan mata setengah melotot.
Tubuh si bocah bergerak sendiri, dia menyerang kearah roh leluhur Liao Pe.
"Aku orang baik semasa hidupku, mengapa kau hendak menyiksaku?!" sambil terus berlari.
"Tua bangka mesum, kau harus disiksa karena perbuatan mesum mu semasa hidup," sahut sang bocah.
"Aaahhhh...tidak!!!!" ia terus menghindari serangan dari sang bocah.
Serangan bertubi-tubi terus menghantam roh Liao Pe, ia terus menghindar sambil berteriak mintak ampun.
Apa yang telah terjadi dengan sang leluhur?! ia merasa baru saja mati kemarin hal ini terjadi setelah aura kehidupannya di tempa sempurna oleh energi kekuatan alam dari buku itu menjadi sebuah roh sempurna yang bisa bergerak bebas kembali di alam nyata dan ingatannya setelah sesaat menemui ajal akan kembali dengan sendirinya dan hal ini lah yang membuat sang leluhur merasa baru mati.
Waktu terus berjalan, cuaca hari yang tadinya cerah di padang luas itu, kini tiba-tiba berubah mendung, awan-awan hitam mulai tampak dan petir sambar-menyambar, ritik-ritik air turun deras menjadi hujan. Namun, kejadian antara leluhur Liao Pe dan sang bocah itu tidak juga berhenti di tengah hujan deras itu.
__ADS_1
Datang lagi kejadian aneh, awan hitam diatas padang itu tiba-tiba berputar membentuk pusaran, di tengah-tengah pusaran itu tampak kilat sambar menyambar.
Zhai pe yang tadinya terus menyerang sang leluhur kini jadi berhenti begitu juga sang leluhurnya, mereka sama-sama tertegun dan memandang kelangit, dari tengah pusaran itu petir menyambar ke arah Zhai Pe dan roh leluhurnya dengan cepat, "duaarrr..!!!"
Roh leluhurnya terpelanting, namun berbeda dengan Zhai Pe ia menangkap petir itu dan memegangnya, petir itu mengalir keseluruh tubuh Zhai Pe seperti sebuah aliran listrik.
Roh leluhurnya yang terpelanting karena sambaran petir itu membuat pandangannya menjadi gelap, kepalanya pusing berkunang-kunang ia mengusap-usap matanya berulang kali.
"kenapa pandangan ku menjadi gelap begini,,??" tanyanya.
sesaat kemudian pandangannya berangsur normal seiring dengan ingatannya kembali seperti masa aura kehidupan di ruangan spritual sang bocah.
Walau dia merasa heran telah berada di luar ruangan spritual bocah itu, namun ia lebih kaget dengan si bocah yang ada di depannya tengah memegang aliran petir.
"Bagaimana bisa ini terjadi!? Ini pertanda sudah memasuki penempaan terakhir, penempaan roh. Bagaimana bisa bocah ini secepat itu!?" membathin dalam hati dan hanya melongo memandang ke arah bocah itu di tengah derasnya hujan.
Sesaat kemudian aliran petir itu lenyap, bersamaakan dengan pusaran awan gelap di atas padang rumput itu.Cuaca kembali cerah dan mentari kembali muncul menampakkan diri.
Zhai Pe yang baru saja selesai memegang petir kemudian duduk bersila dalam keadaan masih mengambang, tubuhnya bersinar terang dan aliran energi alam mengalir dengan stabil di dalam tubuhnya, bagian luar tubuhnya masih terlihat aliran petir bergericikan kini dia telah memasuki penempaan roh, penempaan inti dari kekuatan alam.Tubuhnya akan menjadi kuat menampung energi alam dalam jumlah besar setelahnya.
Roh leluhur Liao Pe yang dari memandangnya kini bergerak mendekati bocah itu, dia mengelilingi tubuh itu sesaat.
"Aliran energi alam stabil dalam tubuhnya, namun aneh, bagaimana bisa bocah ini sampai di tahap penempaknn roh!??" bertanya-tanya dalam hati.
Semuanya masih misteri, buku kekuatan alam di ruangan spritual sang bocah mengundang banyak tanda tanya yang terus bergelut di pikiran leluhur Liao Pe.
__ADS_1