
Saat fajar mulai naik di ufuk timur, menandakan bergantinya malam, pagi itu Zhai Pe kembali melatih gerakan-gerakan silat yang telah di sempurnakan itu.
Tak berselang lama kemudian matahari mulai keluar dari perehatannya, cahaya sejuk pagi itu membuat suasana menjadi bertambah cerah, hiruk pikuk suara burung sahut-sahutan menyambut datangnya pagi itu.
Zhai Pe yang sedari tadi berlatih kemudian menyelesaikan latihannya, mengingat ia akan pulang hari itu ia langsung mengemaskan bawaannya ia sudah tidak sabar untuk kembali melihat kota Pahlawan yang mana mungkin saat ini lebih megah dari sebelum dia meninggalkan kota itu.
"Leluhur..leluhur..!!" panggil sang bocah.
"Huft..," sambil membuka mata, "Ada apa bocah??" sahut Liao Pe.
"Ayo!! kita berangkat, aku sudah tidak sabar untuk kembali ke kota," ajak Zhai Pe.
"Kamu buru-buru sekali, apakah kamu tidak ingin menikmati saat-saat terakhir disini dulu," sahut Liao Pe.
"Sudah terlalu sering leluhur, aku sekarang lebih menginginkan menghirup udara segar di kota pahlawan, sudah lama sekali aku tidak merasakannya," ucap sang bocah.
"Yelah, kalau kamu memaksa..rute mana yang akan kita lalui untuk kembali??" tanya Liao Pe.
"Terserah leluhur saja, aku kan tidak tau jalan untuk kembali selain hutan kabut kegelapan."
Berpikir-pikir sesaat, kemudian..
"Lebih baik kita melewati rute pegunungan suci, tempat ini memang agak berbahaya, tapi untukmu saat ini mungkin bahaya itu gak akan menakutkan," ucap Liao Pe.
"Saat ini aku suka tantangan, mari kita lewati jalan itu," ajak sang bocah.
Mereka berdua kemudian bergegas meninggalkan air terjun bidadari langsung menuju arah pegunungan suci, Liao Pe dengan tubuh elemen anginnya berjalan di depan dan Zhai Pe mengikutinya dari belakang, perjalanan pulang kali ini Liao Pe memang sengaja mengajak sang bocah melalui rute ini, hal ini di lakukannya untuk menguji kemampuan sang bocah dalam menghadapi makhluk iblis.
Sepanjang perjalan Zhai Pe sesekali melompat ke dahan-dahan pepohonan dan mengambang di udara untuk mengawasi dan mengantisipasi bahaya yang tidak di inginkan.
Pendeteksi dan mata tembus pandangnya juga diaktifkan sejak ia mulai memasuki kedalaman hutan belantara di pegunungan suci.
Setelah menempuh perjalanan sehari itu, Zhai Pe dan leluhurnya memutuskan untuk berhenti sejenak di pinggir sebuah sungai, waktu itu hari juga sudah gelap ditambah mereka berdua berada di kedalaman hutan.
__ADS_1
"Kita rehat sejenak bocah, hari sudah mulai gelap," ajak Liao Pe.
"Baik leluhur, tenggorokan ku juga sudah kering aku mau minum dulu."
"Gluk..gluk..glukk, ah..air sungai ini benar-benar segar," ucap sang bocah legah.
Kemudian bocah itu melompat ke sebuah dahan pohon di tengah hutan itu, lalu ia duduk sambil menyandarkan punggungnya ke batang pohon itu.
"Leluhur, apa kita akan tetap melanjutkan perjalanan malam ini!?" tanya sang bocah.
Di bawah dahan pohon itu nampak sang leluhur berdiri sambil berpikir-pikir.
"Leluhur!!" panggil sang bocah sekali lagi.
"Eh.., ada apa bocah!?" sahutnya.
"Apa kita tetap melanjutkan perjalanan malam ini??"
"Bukannya dulu leluhur bilang, kalau malam hari aktivitas monster iblis akan berkurang."
"Kalau di hutan kabut kegelapan memang iya, tapi kalau di tempat ini berbeda, banyak monster iblis yang berkeliaran dan akan menyerang dengan tiba-tiba, kalau jumlahnya satu itu tidak masalah, tapi disini mereka lebih sering berkelompok," jelas sang leluhur.
"Begitu rupanya leluhur, kalau begitu kita di sini saja malam ini, besok baru kita lanjutkan perjalanan."
Malam itu mereka berdua beristirahat di tengah hutan belantara itu, tempat itu begitu hening di malam hari, namun di balik keheningan itu terdapat banyak bahaya yang bisa membunuh kapan saja.
***********
Beralih ke tempat lain di kawasan pegunungan suci, tampak di tengah hutan itu berdiri dua buah tenda, di depan kedua tenda itu nampak tujuh orang duduk mengelilingi sebuah unggunan api, dua di antaranya adalah wanita, didalam tenda mereka terlihat tujuh sandangan besar mereka tak lain adalah tim petualang pengumpulan herbal di pegunungan suci dari Asosiasi Pengobatan kota Pahlawan.
"Saat ini, monster iblis di kawasan pegunungan suci ini sering berkeliaran, perjalanan kita kali ini lebih berbahaya dari tujuh tahun yang lalu, banyak monster iblis berperingkat dewa puncak yang mencari mangsa," salah seorang wanita berbicara dia tak lain adalah Vip Yu Ma.
"Apa yang di katakan kak Yu memang benar, tempo hari tim pengintai kerajaan yang bertugas di pegunungan suci ini banyak yang terluka oleh serangan monster iblis, masih untung mereka pergi bersama seorang peringkat legenda. Kalau tidak, kemungkinan semuanya tewas," sambung seorang wanita lagi, ia tak lain adalah Vip Xiao Lan.
__ADS_1
"Kabarnya mereka di serang oleh monster iblis berperingkat dewa puncak, perkembangan para Monster Iblis ini lebih cepat dari kita manusia, kami berdua yang sudah berlatih lama hanya mencapai puncak peringkat dewa dan tertahan di sana sejak lama," sambung Vip Yu Ma.
"Dan untuk mengantisipasi serangan mereka dan juga demi keamanan kita, besok kita akan masuk dari arah utara mendaki ke pegunungan suci, kita menempuh celah batu di sebelah utara ini," jelas Vip Yu Ma sambil menunjuk ke sebuah peta kecil yang dipegangnya.
Keenam orang lainnya melihat peta itu, Vip Yu Ma juga menunjukkan rute yang akan mereka tempuh ke arah Utara pegunungan suci.
Setelah selesai memberikan arahan Vip Yu Ma meminta ke lima bawahannya yang lain untuk beristirahat, dia dan Xiao Lan akan berjaga malam itu.
Pagi harinya saat fajar mulai menyingsing, Tim Petualang Asosiasi Pengobatan langsung berkemas dan bergerak menuju ke arah utara pegunungan suci, sesuai rute yang di tunjukkan Vip Yu Ma di peta.
Menjelang tengah hari tim petualang akhirnya sampai di sebuah lapangan kecil, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak menurut peta yang mereka bawa mereka telah menempuh setengah perjalanan dari tempat mereka mendirikan tenda semalam.
Ke Tujuh orang itu kemudian mengeluarkan perbekalan mereka untuk melawan dahaga dan rasa lapar yang mulai datang.
Setelah selesai menyantap perbekalan itu, Vip Yu Ma kembali memerintahkan anggotanya untuk bersiap melanjutkan perjalanan.
Baru saja vip Yu Ma dan timnya akan bergerak, tiba-tiba mereka melihat sebuah bayangan di lapangan itu seperti ada yang lewat di atas mereka.
Ke Tujuh anggota petualang itu menggadah ke atas dan mereka melihat seekor naga berwana putih.
"Gawat!!! Monster Iblis Naga Es," ucap Vip Yu Ma.
"Persiapkan diri kalian, kita akan melawannya," dengan nada penuh keberanian.
Vip Yu Ma berdiri paling depan memimpin mereka.
Kemudian monster itu turun menghadang mereka di depan.
"Peringkat Dewa puncak akhir, ini akan menjadi pertempuran yang sulit," ucap vip yu ma kepada semua anggotanya.
"Bersiaplah, serang....!!!"
Detik itu juga ketujuh anggota Asosiasi Pengobatan menyerang Naga itu bersama-sama.
__ADS_1