LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL

LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL
SURAT DARI MASA LALU


__ADS_3

Lima orang anggota Asosiasi Pengobatan kini telah pulih kembali.


"Bagaimana keadaan vip Yu Ma??" tanya salah seorang dari mereka.


"Aku baik-baik saja, siapa yang telah menyelamatkan kita!??".


"Bocah itu," Xiao Lan menunjuk ke tengah lapangan.


Dua orang anggota Asosiasi yang masih tersadar saat si bocah mengalahkan Monster Iblis Naga Es menceritakan semua kejadian kepada Vip Yu Ma dan Empat orang lainnya.


"Begitulah kejadiannya Vip Yu" ucap salah seorang mengakhiri ceritanya.


"Siapa adanya orang ini?!? dia juga bisa menyembuhkan kita dengan cepat," ucap Vip Yu Ma.


Kemudian ke Tujuh orang itu mendekati si bocah.


"Terima kasih atas bantuannya tuan, berkat tuan kami semua jadi selamat, kami berhutang nyawa pada tuan," Vip Yu Ma mewakili semua anggotanya.


"Sudah kewajiban kita untuk saling membantu sesama, apalagi dalam situasi yang sekarang ini," sahut sang bocah.


"Maaf sebelumnya, kalau kami boleh tau siapa gerangan tuan ini??" Xiao Lan memberanikan bertanya.


"Mungkin suatu saat kalian semua juga akan tau," jawab sang bocah.


Ke tujuh orang itu saling berpandangan penuh tanda tanya.


"Sebelum kita berpisah,baku menyarankan supaya kalian kembali saja, tempat ini sudah lebih berbahaya dari yang kalian tau," jelas sang bocah.


"Sebelum tuan pergi alangkah baiknya tuan mampir dulu ke kota kami," ajak Vip Yu Ma.


"Kami juga ingin tuan ikut bersama kami," ucap Vip Xiao Lan dan keLima orang lainnya bersamaan.


Di balik topeng hitam itu, kening Zhai Pe berkerinyit ia berpikir-pikir dengan tawaran ke tujuh orang itu.


"Bagaimana ini leluhur!?" tanya sang bocah dalam hati.


"Ikuti saja bocah, dengan begitu kau akan lebih aman masuk ke kota."


"Kalau tanpa mereka aku juga akan aman masuk ke kota."


"Hei!! bocah, kau sudah lama di luar kota, banyak perubahan pada dirimu kau bisa saja di curigai kalau masuk tanpa mereka," jelas Liao Pe.


"Bagaimana tuan!??" tanya Vip Yu kembali.


"Eh..baiklah kalau begitu" jawab sang bocah.


Bersamaan dengan ketujuh orang itu, Zhai pe akhirnya berangkat menuju kota Pahlawan.


***********


Beralih ke kota Pahlawan, siang itu di ruangan istana seorang prajurit khusus datang menghadap raja bersama dengan tiga orang anggota Asosiasi Pengobatan bidang penelitian.


"Hormat! Baginda Raja," diikuti ketiga orang lainnya menjurah.


Sambil berdiri dari singasananya, "Iya..ada apa ini!?".

__ADS_1


"Tim peneliti menemukan sebuah peti di ruang rahasia leluhur keLima," sambil menyerahkan peti itu.


Dengan sebuah kode dari Baginda panglima Seng Ma mengambil peti itu.


"Kalian semua boleh pergi," ucap sang Baginda.


Setelah menjurah keEmpat orang itu meninggalkan ruangan istana.


Sambil berjalan mendekati Seng Ma, "apa kira-kira isi peti ini panglima!?".


"Jika dilihat dari pola segelnya, peti ini memiliki sebuah rahasia di dalamnya Baginda," mengira-ngira.


"Ini pola segel energi alam dari auranya pola segel ini hanya bisa di buka oleh peringkat legenda puncak," jelas sang Baginda sambil memegang peti kecil itu.


"Benar Baginda, itulah alasan tim peneliti memberikannya pada baginda," sahut Seng Ma.


Kemudian Baginda membawa peti itu ke ruangan pusaka istana.


"Panglima! kamu tunggu di depan pintu, aku ingin mencoba memeriksa peti ini," perintah Raja.


"Silahkan baginda! saya akan berjaga."


Sesampai di dalam ruangan Baginda Raja meletakkan peti itu di atas sebuah meja.


"Peti hanya di kunci dengan segel," bisik Baginda raja dalam hati.


"Aku akan membukanya!!".


Baginda Raja mengalirkan energi roh ke segal yang ada di peti itu, begitu mendapat energi dari peringkat legenda puncak, segel itu bereaksi mengeluarkan cahaya sekejab lalu cahaya itu lenyap.


"Mengapa leluhur keLima hanya memasang pola sederhana di peti ini," bergumam dalam hati.


"Sebuah surat!?" bisiknya.


Begitu Baginda raja mengambil surat itu dan hendak membaca, surat itu mengelurkan energi dan mengambang dengan sendirinya.


Energi yang keluar dari surat itu berwujud aura kehidupan leluhur keLima dan langsung berbicara.


"SIAPAPUN YANG MENEMUKAN SURAT INI BERARTI DIA AKAN MENGETAHUI RAHASIAKU.


PERNAH DATANG KEPADAKU SEORANG BOCAH DARI MASA DEPAN BERUSIA DUABELAS TAHUN, IA MENCERITAKAN BAHWA KOTA PAHLAWAN DALAM KONDISI BAIK DAN MEGAH, SAAT ITU KOTA PAHLAWAN DI PERINTAH SEORANG RAJA BERNAMA TAN SA!.


BOCAH INI JUGA MURIDKU, IA ADALAH PENGENDALI ENERGI ALAM DAN ELEMENTAL YANG HEBAT MUNGKIN AKAN LEBIH HEBAT DARI PARA LELUHUR TERDAHULU.


Setelah ucapan terakhir itu, aura kehidupan leluhur keLima lenyap dan surat itu terjatuh menyentuh lantai.


"Leluhur!!!!" teriak Baginda raja, air matanya mengalir dipipi karena terharu.


Mendengar teriakan itu, panglima Seng Ma langsung masuk ke dalam ruangan.


"Ada apa baginda!!??" setengah berteriak.


Tanpa berkata apa-apa Baginda menunjuk ke surat di lantai ruangan itu. Panglima Seng Ma mengambil surat itu dan membacanya.


"Surat ini membawa berita bagus baginda!!" ucap Seng Ma gembira.

__ADS_1


"Eh!! mengapa baginda menangis!?" heran.


"Surat itu di sertai dengan energi roh leluhur keLima ia langsung berbicara kepadaku," sambil menyeka air matanya.


"Baginda!! surat ini sepertinya di tujukan untuk anda," sambil memberikan surat itu kepada Raja Tan Sa.


Setelah melihat surat itu sesaat, "Siapa agaknya yang di katakan leluhur ini panglima!?!??".


"Saya sendiri juga tidak bisa mengira baginda, tapi lambat laung kita juga akan mengetahuinya."


Baginda raja dan panglima Seng Ma kemudian menyimpan surat itu kembali ke dalam peti.


Surat dari leluhur kelima itu tetap di rahasiakan oleh raja Tan Sa dan panglima Seng Ma, mereka berharap surat itu memang nyata adanya.


**************


Tim petualang Asosiasi akhirnya tiba di kota Pahlawan setelah menempuh Dua hari perjalanan.


Saat mereka memasuki gerbang kota, Dua orang prajurit menghadang di depan.


"Siapa orang yang bersama kalian!?!?" tanya seorang prajurit.


"Dia adalah tamu kami, biarkan kami masuk!!" ucap Vip Yu Ma


"Kami hanya menjalankan perintah raja, orang Asing tidak di izinkan masuk!!"


"Dia tamu kami!!" ucap ke Tujuh orang itu bersamaan.


"Perintah Baginda tidak di bisa ganggu gugat, melawan perintah raja berarti musuh!!" tegas seorang prajurit.


"Sudahlah!! saya akan pergi," ucap Zhai Pe.


"Tapi tuan.." Vip Yu ingin berbicara tapi lansung di potong oleh sang bocah.


"Tidak apa-apa!! situasi saat ini memang harus membuat kita tetap waspada."


Ia kemudian berjalan ke hadapan kedua prajurit itu.


"Maaf tuan, saya akan pergi jangan jadikan ini masalah bagi mereka," sambil menjurah hormat.


Sambil memandang ketujuh orang itu, Zhai Pe membalikan badan dan lenyap dari tempat itu.


Sepeninggalan Zhai Pe di Gerbang kota.


"Sebuah kesalahan besar telah kalian buat!!" ucap Vip Yu Ma.


"Kami telah bersusah payah mengambil hatinya, tapi kalian menghancurkan kesempatan emas ini!!" Vip Yu Ma benar-benar marah.


"Kalian tau tidak?? siapa yang telah kalian tolak masuk ke kota ini??" bentak Vip Yu Ma.


"Dia adalah pengendali energi alam!!!!!" secara bersamaan ketujuh orang itu ikut berteriak.


Panglima Sheng Ma yang berada dekat dari situ mendengar dan menghampiri Yu Ma.


"Adik Yu!! apakah itu benar!??" tanya panglima.

__ADS_1


"Tanyakan pada dua orang tolol ini!!" teriak Yu Ma sambil meninggalkan tempat itu dengan keenam anggotanya.


Huru-hara tentang pengendali energi alam telah muncul langsung menghebohkan kota Pahlawan hari itu. Beritanya menyebar dengan cepat dan hanya dalam sehari itu juga beritanya telah terdengar ditelinga setiap orang.


__ADS_2