
Pagi ini adalah hari yang cerah, penduduk kota telah memulai aktifitasnya seperti biasa.
Pagi itu Zhai Pe keluar dari gubuk reoknya sambil menggeliatkan tubuh.
"Hufft..hari dan awal yang baru, suasananya juga baru, semuanya berkat mimpi bertemu dengan leluhur, aku merasa telah terlahir kembali," bicara dalam hati sambil merentangkan tangan menikmati suasana pagi.
Ia memejamkan matanya dan menghirup udara segar pagi itu dalam-dalam.
"Semua tempat ini serasa lebih dekat, aku mampu mendeteksi dan merasakan detak jantung setiap orang yang berada dekat denganku, ini kah kekuatanku?" ucap Zhai Pe dalam hati.
"Hei bocah!! Tempat ini banyak berubah ya, sejak 600 tahun lalu," tiba-tiba ada yang berbicara dari dalam ruangan spritualnya.
"Heeehh....!!!!"bocah itu kaget sampai matanya terbelalak.
"Hahahahahahah....aku ada di dalam ruangan spritualmu bocah!!" Sang Leluhur kembali berbicara.
"Kamu siapa, kok bisa ada di ruangan spritualku?" pura-pura heran.
"Hei bocah!!! aku ini leluhurmu!!".
"Leluhur?? Sejak kapan leluhur ada di ruangan spritualku??" menggaruk-garuk kepalanya.
"Bocah edan!! Kamu sudah tau masih saja bertanya!".
"Jadi yang semalam itu bukan mimpi ya, Leluhur??"
"Jelas bukanlah, kamu lihat sendiri toh buktinya," sahut Sang Leluhur.
"Hehehe...maaf leluhur," sambut sang bocah sambil menggaruk kepalanya dan menyunggingkan senyuman, Ia kembali merentangkan tangannya dan memejamkan kedua matanya.
Sesaat kemudian ia kembali membuka pembicaraan, "kekuatan ini hebat, ya..Leluhur, aku merasakannya".
"Tentu saja bocah, heh..!! kamu sudah merasakannya, kekuatan apa yang kamu miliki???" dengan nada sedikit kaget.
"Pertama, aku bisa merasakan hal-hal yang ada di sekitarku dengan radius kira-kira 10 meter. Kedua, mataku mampu melihat di kegelapan dan mampu menembus ke balik dinding pembatas masih dalam jarak yang sama leluhur".
"Wahh...ini kekuatan istimewa bocah! kekuatan pendeteksi dan mata tembus pandang, kekuatan ini akan sangat berguna di masa depan, dengan kekuatan ini kamu bisa merasakan bahaya dari jarak dekat maupun jauah, yang satunya lagi mata tembus pandang aku gak tau pengembangan lanjutannya, tapi seharusnya akan ada perkembangannya nanti, apa yang akan kamu lakukan dengan kekuatan itu?" Leluhurnya memberikan penjelasan sembari bertanya.
__ADS_1
"Aku akan melatihnya leluhur dan menjadi lebih kuat di masa datang, aku ingin melindungi kota ini dan seluruh penduduknya, aku tidak ingin lagi melihat ada orang yang merasakan hal seperti yang aku rasakan leluhur, hidup dalam kesendirian dan penderitaan, aku akan menjadi seorang dewa kultivator di kota ini, mencapai pangkat puncak tertinggi dari semua leluhur kota pahlawan," dengan penuh percaya diri sambil mengepalkan ke dua tinjunya.
"Bocah ini seperti yang saya harapkan," Leluhur Liao Pe berbicara di dalam hatinya.
"Masa depannya akan cerah dan aku harus membuatnya cerah, demi kota ini di masa yang akan datang dan demi kedamaian dan ketentraman penduduk di kota ini," sambung sang leluhur Liao Pe.
"Hei bocah!! dengan kekuatan ini suatu hari nanti kamu akan di hormati dan disegani di kota ini, kamu akan di puja-puja banyak orang dan yang lebih penting akan ada banyak gadis cantik yang mau denganmu nantinya," pikiran mesum Liao Pe menjalar di kepalanya.
"Aku tidak tertarik, banyak hal yang lebih penting dari itu Leluhur, salah satunya adalah mengangkat kembali nama keluarga permata, tapi masih ada yang lebih penting dari itu saat ini kek," dengan tampang serius.
"Apa bocah???""
"A ha.!!! Mari kita ke pasar, hahahah.."sambil tertawa mengakah karena telah mengecoh leluhurnya.
"Bocah edan!!!" gerutu sang Leluhur.
Pagi itu Zhai Pe berangkat ke pasar, dia nampak bernyanyi di sepanjang jalan, hatinya benar-benar senang, di sepanjang perjalanan orang-orang memandangnya dengan tatapan aneh, perubahan yang terjadi padanya membuat orang-orang membicarakannya.
"Hei lihat, siapa bocah itu??" salah seorang penduduk bertanya pada kawannya dan memandang Zhai Pe dengan tatapan penasaran.
"Entahlah!! Aku baru melihatnya pagi ini".
Para penduduk yang bekerja di ladang tepi jalan pagi itu riuh membicarakan tentang Zhai Pe, pasalnya para penduduk tidak mengenalinya, hal ini terjadi karena penampilannya yang berbeda hari itu.
Zhai Pe yang melalui jalan itu seolah-olah tuli, dia tidak menghiraukan para penduduk itu.
"Mungkin karena aku terlalu tampan pagi ini, jadi para penduduk terpesona dengan ketampanan ku, hehehe...." berbicara di dalam hatinya sambil tertawa sendiri.
"Hei bocah!! keturunan keluarga permata itu memang tampan-tampan semua, aku saja leluhurmu karena tampan di masa lalu sampai-sampai punya istri Lima," Leluhur Liao Pe berbicara dari alam spritual bocah itu.
"Heh..!!?? menurut cerita yang ku dengar, leluhur waktu mudanya mesum karena banyak wanita yang sudah leluhur mesumin terpaksa deh leluhur menikahi ke Lima gadis itu," Zhai Pe memencongkan mulutnya setelah berbicara.
"Siapa yang berbicara!? siapa?? berani-beraninya mereka menjelek-jelekkanku," leluhurnya tampak kesal.
"Tapi ceritanya benarkan, semoga saja mesumnya leluhur tidak menular kepada ku, oh dewa jauhilah aku dari sikap mesum sang leluhurku," sambil memejamkan matanya seperti berdo'a.
"Bocah setan!! beraninya kau mengarang-ngarang cerita, aku akan menghukummu," Leluhurnya memukul ke sana ke sini di dalam ruangan spritual Zhai Pe.
__ADS_1
"Apa yang leluhur lakukan!?" si bocah masih kokoh berdiri dan tidak merasakan apa-apa di tubuhnya.
krik..krik..
"Serangan ku tidak mempan," sang leluhur membatin dalam hatinya.
"Bocah edan!! Aku akan membalasmu," suaranya seakan-akan menggetarkan ruangan spritual si bocah, leluhurnya benar-benar kesal.
"Hahahah..hahahah...hahahaha.." bocah itu tertawa lepas merasa puas telah berhasil mengerjai leluhurnya.
Tidak lama di perjalanan, Zhai Pe akhirnya sampai di pasar, dia kemudian langsung menuju kedai bibi Zhao.
"Selamat pagi tuan muda, ada yang bisa bibi bantu??".
Zhai Pe melongo seperti orang tolol, "edan!! bibi Zhao lupa sama gue," membathin dalam hatinya.
"Hei tuan muda!! kenapa bengong?"sambil melambaikan tangan di wajahnya.
"Apakah bibi benar-benar tidak mengenali ku!?" Zhai Pe bertanya sambil tangannya mengusap-usap belakang kepala.
"Heh...!!" bibi Zhao kaget sambil menutup mulutnya, matanya tampak langsung berkaca-kaca.
"Ini saya bibi, Zhai Pe!!" untuk meredakan rasa kaget bibi Zhao.
"Puji dewa!! keajaiban apa yang telah dewa berikan sehingga kamu bisa jadi seperti ini, nak!" bibi Zhao menangis haru sambil memeluk bocah itu.
"Hehehe..masih di perlakukan seperti bocah" Leluhur Liao Pe meledeknya.
"Emang aku bocah!" sahut bocah itu dalam hatinya.
Leluhurnya tertawa lepas, sambil terus meledeknya.
Zhai Pe membalas pelukan bibi Zhao, ia merasakan kehangatan kasih sayang dari sang bibi, tak berselang lama kemudian bibi zhao melepaskan pelukannya.
"Kamu benar-benar sembuh total, bibi sampai-sampai tidak mengenalimu!!" ucap bibi Zhao sambil mengusap-usap punggung Zhai Pe.
"Entahlah! Bibi, aku tidak tau apa yang terjadi, begitu aku bangun dari tidur, aku sudah sembuh total, aku sendiripun merasa aneh dengan semua ini, Bi!" sahut Zhai Pe.
__ADS_1
Bibi Zhao kembali memeluknya, dia benar-benar terlihat senang melihat bocah ini telah mendapatkan keajaiban dan sembuh total dari penderitaannya.
Sesaat kemudian bibi Zhao kembali melepaskan pelukannya, dia tampak melakukan pembicaraan dengan bocah itu, tidak berselang lama Zhai Pe berpamitan untuk melakukan aktivitasnya, setelah sebelumnya meminta sebuah kain kecil untuk di jadikan cadar agar orang-orang di pasar tidak merasa aneh dengannya.