LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL

LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL
PEDANG TINGKAT LANGIT


__ADS_3

Tak ingin berlarut dengan omongan pemilik lelang itu, Zhai Pe kemudian pergi mencari rumah lelang lainnya dan tak sengaja sebuah rumah lelang yang hampir tutup karena sering mendapatkan barang lelang yang tidak bagus dan menyetujui untuk melelang pedang Inkripsinya.


"Bagaimana Tuan, apa Tuan bersedia untuk melelang pedang ku??" Tanya Zhai Pe.


"Sebenarnya kami sudah bangkrut dan akan tutup, sebab barang yang bagus tidak kami dapatkan untuk di lelang, tapi kami akan mencoba untuk yang terakhir kalinya sekaligus untuk menghabiskan barang yang masih tertinggal," ucap pemilik tempat itu.


"Makasih Tuan atas bantuannya," ucap Zhai Pe.


"Sama-sama Tuan," balasnya.


Keesokan harinya Rumah lelang Naga Hitam mengumumkan akan mengadakan pelelangan terakhir kalinya untuk melelang habis barang yang ada di rumah lelangnya, sekaligus akan melelang sebuah pedang hebat yang masih di rahasiakan.


Tiga hari kemudian pelelangan akhirnya di lakukan.


"Katanya ada pedang hebat yang akan dilelang hari ini."


"Benar, aku sempat mendapatkan bocoran bahwa pedang itu memiliki inkripsi Kuno yang telah lama tidak kita jumpai."


"Tapi bocoran itu masih diragukan kebenarannya, sebab rumah lelang ini hampir bangkrut, dan bisa saja ini hanya tipuan untuk mengundang lebih banyak orang di rumah lelang ini."


"Kita tinggal lihat, kalau mereka menipu biarkan saja, lagian sudah bangkrut."


Sekumpulan orang yang duduk di sebuah meja bundar mengeluarkan beberapa pendapat mereka dan kebenaran yang sedang mereka nantikan.


"Selamat datang para tamu undangan yang telah menyempatkan menghadiri acara lelang terakhir kami, hari ini kami akan melelang beberapa barang terakhir kami yang mungkin tidak terlalu menarik," kepala rumah lelang itu langsung membuka acara.


"Kami tidak ingin berlama-lama, langsung saja kita keluarkan barang pertama, barang ini sebuah mustika yang dapat menyimpan Energi Kultivator dan di gunakan saat terdesak di pertarungan," barang lelang pertama ini berbentuk bulat sebesar ibu jari orang dewasa.


"Di bukak dengan harga 100 koin Emas," pemilik tempat itu membuka harga awal.


Tapi para undangan hanya saling bercakap di antara mereka tidak ada yang menawar satupun.


"Kualitas rendah, mudah hancur, dan hanya akan membuang-buang Koin kita," ucap seseorang dengan setengah berbisik pada kawannya.


Melihat situasi itu, pemilik rumah membatalkan penawaran barang itu.


"Karena para hadiri tidak ada yang menawar, maka pelelang barang ini kami tarik kembali,"


"Kami tidak ingin membeli barang-barang lamamu, langsung saja keluarkan barang utama," teriak seseorang yang menjadi provokasi terhadap yang lainnya.


"Benar, barang-barang lamamu kualitas rendah semua, langsung saja ke barang utamanya," teriak beberapa orang pula.

__ADS_1


"Baiklah..baik, karena para hadiri memintanya, kamu akan menuruti," meminta anak buahnya membawakan pedang inkripsi yang di buat Zhai Pe.


"Inilah barang utama, sebuah pedang dengan pola inkripsi kuno tingkat rendah," melihatkan pedang itu pada para hadiri.


"Harga awal di bukak dengan harga 1000 koin Emas," membuka dengan harga tertingginya.


"Apa itu benaran?? Hei kau, coba alirkan dulu energi mu pada pedang itu, jika benar itu adalah pedang inkripsi," teriak seorang hadiri.


"Baik..baiklah, para hadiri cukup lihat, aku akan mengalirkan setengah energi ku untuk mengaktifkan pedang ini," pemilik pelelangan itu melakukannya.


"Bukalah mata kalian dan lihatlah! Itu adalah pedang buatan leluhur kalian, hehe.." gumam Zhai Pe dalam hati.


"Wah!!! Pedang ini sangat hebat, kualitas dan kekuatannya setara dengan tingkat Tinggi yang kita punya,"


"Ini lebih kuat dari tingkat tinggi yang kita punya," ucap seorang hadiri kagum.


"Ini sudah setara dengan tingkat langit!! Aku tawar dengan harga1500 Koin Emas!!" Seorang Tuan Muda keluarga Mutiara, Mu Jing.


"Aku bayar dengan harga 2000 Koin Emas," seorang laki-laki paruh baya dan tokoh hebat bawahan Leluhur keenam Peng Law.


"Aku bayar 2500 Koin Emas!!"


"3000 Koin Emas!!"


"Saya bayar 10.000 Koin Emas!!!" Seorang Tetua keluarga Emas, Long Ma.


"Apa?? Cih!! Lagi-lagi bangsat tua itu," rutuk Mu Jing.


"10.000 satu kali..10.000 dua kali..10.000 tiga kali, selamat untuk Tetua Long yang berhasil mendapatkan barang bagus ini.


"Selamat Tuan Long, barang bagus ini menjadi milik anda."


"Selamat Tuan Long, akhirnya anda mendapatkan."


Beberapa Tetua keluarga lainnya memberikan selamat kepada Tetua Long Ma.


"Terima Kasih atas ucapannya para Tetua," balas Long Ma.


Acara pelelangan terakhir bagi rumah lelang Naga Hitam selesai sudah, para hadiri bubar meninggalkan tempat itu kecuali beberapa Tetua keluarga yang memilih tinggal.


"Tuan Fong Ge, Tampaknya rumah lelang ini tidak akan jadi tutup ya??" Sapa tetua keluarga Suci, Juan Su.

__ADS_1


"Haha..semoga saja tidak jadi," balas Fong Ge.


Beberapa Tetua keluarga lainnya juga mengucapkan kata-kata yang sama pada Fong Ge.


Mereka bersama kemudian duduk dan saling berbincang mengenai dari mana Fong Ge mendapatkan pedang hebat itu.


"Ada seorang misterius yang memohon bantuan pada saya, wajahnya ditutupi cadar," jelas Fong Ge.


"Apa Tuan Fong pernah melihatnya dikota??"


"Saya tidak pernah melihatnya, kemunculannya membawa barang itu juga kali pertamanya kami bertemu," jawab Fong Ge.


Di ruangan belakang Rumah Lelang Naga Hitam, Zhai Pe duduk santai dengan menyilangkan kaki dan datang seorang wanita cantik membawakan Koin Emas hasil pelelangan barangnya.


"Ini Tuan, Semua Koin Emas Tuan setelah di potong pembayaran untuk usaha kami adalah senilai 8000 Koin Emas," jelas wanita itu.


"Terima kasih atas bantuannya, tapi kenapa di letakkan di cincin penyimpanan??" Tanya Zhai Pe.


"Itu hadiah untuk Tuan dari pemilik tempat ini," jawab si Pelayan.


Zhai Pe kemudian mengeluarkan 1000 Koin Emas dari cincin itu dan memberikan pada si pelayan.


"Ini, ambillah 1000 Koin lagi, anggap saja sebagai rasa terima kasih saya pada Tuan mu, saya akan datang lagi nantinya membawa barang berharga dengan kualitas yang mungkin lebih baik, jangan lupa sampaikan rasa terima kasihku pada pemilik tempat ini, aku mohon pamit," Zhai Pe melangkah pergi meninggalkan Rumah Lelang Naga Hitam.


Sesaat setelah kepergian Zhai Pe, Fong Ge tergesa-gesa datang keruangan belakang.


"Mana orang itu??" Tanyanya pada pelayan wanita itu.


"Barusan pergi Tuan, kenapa Tuan??" Tanya wanita itu balik.


"Kenapa tidak ditahan sebentar, ia adalah aset besar yang akan mengembalikan nama Rumah Lelang kita," menggaruk kepalanya.


"Tuan tidak memberikan perintah, tapi ia meninggalkan 1000 Koin Emas dan mengucapkan terima kasih pada Tuan," jelas wanita itu.


"Ya sudah, mau gimana lagi," rutuk Fong Ge.


"Katanya ia akan datang lagi membawakan barang yang lebih berkualitas Tuan," ucap Wanita itu kembali.


"Benaran?? Berarti usaha ini tidak jadi tutup!!" Ucap Fong Ge.


"Kalau ia datang lagi, berikan pelayanan terbaik untuknya, aset berharga seperti itu tidak boleh di sia-siakan," perintahnya pada pelayan itu.

__ADS_1


Hari itu, Zhai Pe mendapatkan 7000 Koin emas sebagai perbekalannya untuk Menjalankan hari di kota Pahlawan.


__ADS_2