LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL

LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL
PIL PEMUSNAH RACUN


__ADS_3

Pagi datang menghampiri, burung-burung berkicau ria, ayam berkokok gembira dan para penduduk kota Pahlawan memulai aktivitasnya. Diawal pagi itu, Zhai Pe terbangun dari kultivasinya merentangkan tangan dan menghirup dalam-dalam udara segar pagi itu.


"Kejadian apa yang akan menunggu hari ini??" Gumam Zhai Pe dalam hati.


"Leluhur kemana?? Masih pagi sudah kelayapan, benar-benar..." Rutuk Zhai Pe setelah memeriksa di sekitarnya.


Pagi itu, Zhai Pe melangkahkan kakinya keluar, berjalan santai di tengah keramaian orang-orang yang beraktivitas di awal pagi, ia sengaja keluar untuk mencari sebuah bahan yang bisa mengobati Racun Api Hewan Iblis, sebab ia yakin tidak hanya putri Raja yang terdampak wabah itu, tapi banyak Anak-anak yang seusia dengannya terkena Racun itu akibat serangan Lima tahun yang lalu.


Zhai Pe telah sampai di Gedung Asosiasi Pengobatan dan dengan ramah seorang laki-laki Muda menyambutnya.


"Ada yang bisa saya bantu Dik??"


"Bahan Pil Paku Ungu ada kak???" Tanya Zhai Pe.


"Paku Ungu..paku ungu," pikir laki-laki itu sambil melihat-lihat bahan


"Ada dik, paku ungu ini memang sedikit langka dan sulit didapat," sambil melihatkan pada Zhai Pe.


"Ini benar Paku Ungu, kalau rumput Serut ada kak? Satu lagi kulit kayu Londia," tanya Zhai Pe.


"Ada semua, Dik. Butuh berapa banyak semua bahan ini," tanya laki-laki muda itu.


"Masing-masingnya Seratus," ucap Zhai Pe.


Laki-laki muda itu kemudian membungkuskan permintaan Zhai Pe.


"Berapa Koin Semua??" Tanya Zhai Pe.


"Seribu Koin Perak," jawabannya.


"Kalau Koin Emas Berapa??"


"Cukup 500 Koin Emas."


Zhai Pe membayarnya dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Untuk membuat Pil ini cukup dengan menggunakan tungku perak level rendah, aku harus mendapatkan tungku itu," bisik Zhai Pe.


Zhai Pe mendatangi tempat para pandai besi yang ahli dalam membuat peralatan dari berbagai bahan.


"Ada yang Bisa kami bantu, Tuan Muda," seorang wanita muda datang menyambutnya.


"Aku butuh Tungku Perak Level Rendah, apa ada?" Tanya Zhai Pe.


"Ada Tuan Muda, silahkan lihat sendiri," ucap wanita itu mempersilahkan Zhai Pe memasuki sebuah ruangan yang penuh dengan tungku dari berbagai bahan.


"Berapa harga tungku dengan bahan perak ini??"


"Cukup 250 Koin Emas," Jawab wanita itu.

__ADS_1


"Aku mengambil yang ini, ini bayarnya," Zhai Pe memberikan 250 Koin Emas dan membawa Tungku Perak itu.


Tak lama kemudian ia sampai kembali di penginapan, ia mengeluarkan semua bahan Pil dan tungku Perak.


"Sebelumnya aku membuat Pil ini, lebih baik aku tempa kembali tungku Perak ini," Zhai Pe kemudian mengalirkan Elemen Apinya.


Tak berapa lama kemudian, "Yosh! Tinggal memberikan inkripsi pengumpulan Energi Alam dan tungku ini akan sempurna," ucap Zhai Pe.


Ia memberikan setiap bagian di badan tungku itu inkripsi Pengumpulan Energi Alam.


"Sekarang tinggal membuat Pilnya."


Zhai Pe memulainya dengan mengalirkan Elemen Api kedalam Tungku itu ditambah dengan inskripsi pengumpulan Energi Alam, sehingga Apinya tetap Stabil dengan kadar panas tertentu untuk membuat Pil.


"Pil sederhana ini cukup dengan kadar Api yang ini,"


Zhai Pe memasuki bahan itu dengan masing-masing Lima banding Lima untuk mendapatkan Lima puluh Pil. Dua jam Kemudian..


"Akhirnya..1000 Pil selesai juga," sambil mengelap keringat di keningnya.


"Pil ini harus diberi nama, apa yang cocok untuk namanya, ya???" Pikir Zhai Pe.


"Kalau dalam catatan Buku Kekutan Alam, Pil ini bernama Pemusnah Racun, namanya tidak menarik, tapi ya udahlah.." Zhai Pe jadi capek sendiri mikirin nama baru.


"Wah.. banyak sekali Pil ini!! Dimana kamu mendapatkannya bocah??" Tanya Liao Pe yang secara Tiba-tiba muncul di ruangan itu.


"Apa??? Kamu melakukan hal rendahan itu??" Liao Pe geram mendengarkan ucapan Zhai Pe.


"Hahahaha..aku membuatnya Leluhur, mana mungkin aku melakukan hal itu," jelas Zhai Pe.


"Sungguh hebat Leluhur ketujuh!!" Puji Liao Pe.


"Tentu saja, Buku Kekuatan Alam telah memberikan Banyak pengetahuan padaku," ucap Zhai Pe.


"Kemana saja Leluhur, sejak pagi kelayapan seperti hantu, pergi tanpa izin datang tanpa salam," ledek Zhai Pe.


"Untung kamu bertanya, ada berita bagus dari Istana Kota," ucap Liao Pe.


"Apa itu leluhur??"


"Adu tanding kultivator akan diadakan tiga hari lagi, hadiahnya cukup besar, 20.000 Koin Emas dan satu pedang Pusaka Dari Zaman Kuno, apa kamu tertarik??" Tanya Liao Pe.


"Apa hadiahnya ada wanita cantik??" Tanya Zhai Pe.


"Eh?? Apa kamu mau meledekku lagi Bocah!!!"


"Tidak..tidak Leluhur," dengan senyuman lebar pada Leluhurnya.


Di istana Raja Kota.

__ADS_1


"Apa Sayembaranya sudah di umumkan pada penduduk kota??" Tanya Raja Tan Sa.


"Sudah Baginda, seluruh pelosok kota Pahlawan sudah mendapatkan pengumuman ini," jelas Seng Me.


"Bagus Panglima, Semoga saja Leluhur ketujuh muncul," balas Tan Sa.


"Lapor Baginda.." seorang wanita yang merupakan pelayan putri penguasa kota datang tergesa-gesa dan membuat darah Raja Tan Sa berdesir kuat.


"Ada apa?? Apa yang terjadi dengan Putriku??" Dengan Nada khawatirnya.


"Putri..putri..sudah sembuh Baginda.." ucap pelayan itu.


"Apa??" Raja Tan Sa langsung melesat ke kamar anaknya.


"Oh, Dewa..syukurlah...Fuming Sa...." Tangis Sang Raja langsung pecah dengan pelukan erat pada putrinya.


"Ayah..aku sesak, jangan terlalu erat.."


"Hahaha...iya..iya.." sambil melepaskan pelukannya.


Tubuh Fuming Sa memang tidak tergerogoti Racun Api Hewan Iblis lagi, tapi tubuhnya masih seperti tengkorak hidup.


"Ayah..belikan ketiga bahan ini, rebuslah untuk aku minum," memberikan catatan yang sudah di salinnya.


"Daun Pandau Hijau, Kulit Kayu Wengtu, Rumput Kengling, bukan ini Bahan untuk Pil pemusatan Energi??" Bisik Raja Tan sa.


"Fuming Sa.. siapa yang telah menolong mu??" Tanya raja Tan Sa.


"Leluhur Ketujuh.." jawabnya Singkat.


"Apa?? Ia datang menemui mu??" Ucap raja Tan Sa kaget.


"Aku hanya bermimpi dia datang Ayah, tapi saat aku bangun, tubuhku terasa ringan, nafasku lancar dan dadaku tidak sakit lagi," jelas Fuming Sa membohongi ayahnya.


"Bagaimana catatan ini bisa ada???" Tanya Raja Tan Sa.


"Ia mengatakan dalam mimpiku, dan aku mencatat saat bangun," jawab Fuming Sa.


"Untuk aku menyalin dengan cepat, dan catatan dari orang itu sudah aku bakar," bisik Fuming Sa dalam hati.


Raja Tan Sa memerintah seorang pelayannya untuk membelikan ketiga bahan itu dan dengan cepat ia pergi ke Asosiasi Pengobatan.


"Putriku..apa kamu melihat wajah orang itu di dalam mimpimu??" Tanya Raja Tan Sa.


"Tidak ayah, jubah hitam itu menutupi kepalanya dan dia juga memakai cadar," jelas Fuming Sa.


"Wajah itu...air mata itu.. senyuman itu...aku merasakan jatuh hati padanya saat pandangan pertama.." bisik Fuming Sa dalam hati, membuatnya bersemangat untuk sembuh seperti semula.


Raja Tan Sa dan Seng Ma saling menatap, mereka tidak dapat menemukan petunjuk lengkap mengenai leluhur Ketujuh dari putrinya.

__ADS_1


__ADS_2