LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL

LEGENDA SANG DEWA ELEMENTAL
LELUHUR LIAO PE


__ADS_3

Perjalanannya hari ini, membuat sang bocah mendapatkan pengetahuan baru tentang keluarganya.


"Benar-benar tidak menyangka, keluarga kami memiliki leluhur seorang pahlawan di kota ini," Bisiknya dalam hati.


"Aku jadi ingin seperti leluhur Liao Pe, dia dihormati dan disegani, tapi entahlah!! aku tidak merasakan adanya kekuatan di diriku," sambil mengangkat dan melihat telapak tangannya.


Zhai Pe merasakan dirinya berada dalam khayalan dan mimpi yang tidak mungkin bisa di capai.


Zhai Pe akhirnya tertidur malam itu dalam khayalan yang masih membayang di benaknya.


Baru terlelap beberapa saat, Zhai Pe serasa bermimpi, Ia merasa dirinya berada di Alam lain dan dia serasa berdiri diatas cahaya.


"Di mana aku, tempat macam apa ini?"sambil melihat berkeliling dan terus bergumam dalam hati.


"Ruangan ini di penuh cahaya, aku seperti berada di antara bintang-bintang yang bersinar!" seru sang bocah kagum serta penasaran.


Zhai Pe mondar mandir ke sana kemari mencari tau apa yang ada di tempat itu, tiba-tiba saja dia merasakan seperti ada yang meniup telinganya, dia melompat ke samping sambil melihat berkeliling.


Rasa takut mulai bergelut di pikirannya, tidak berpikir panjang dia langsung ambil langkah seribu, setelah merasa jauh berlari dia kemudian berhenti. Namun yang membuatnya lebih terkejut, dia masih berada di ruangan itu dan tempat yang sama.


"Aneh! Apakah ini labirin raksasa yang tidak ada jalan untuk keluar?" dengan nafas yang terengah-engah habis berlari.


Tiba-tiba ia mendengar ada suara orang yang tertawa.


.

__ADS_1


"hahahahaha...... hahahahahha...bocah bodoh! walaupun kau lari sampai nafasmu habis, kau tidak akan bisa keluar dari tempat ini," di susul kembali dengan tertawa mengakah, "hahahahahah......"


Rasa takut semakin menyelimuti dirinya, tubuhnya menggigil, wajahnya pucat pasi macam mayat hidup.


"A..aa..mpun setan, a...aa..mpun..ja..ja..ngan bu..bu..nuh aku, aku ti..ti..dak punya sa..sa..lah denganmu," suaranya gagap dan putus-putus, Zhai Pe marasa seakan pingsan tapi kesadarannya menolak keinginan tubuhnya itu.


"Bocah kurang ajar!!! beraninya kau mengatakan leluhurmu setan," dengan suara yang seakan-akan memecahkan ruangan itu.


Dalam keadaan rasa takut yang luar biasa itu, Ia merasakan adanya hawa hangat yang mengalir memasuki tubuhnya, seluruh bagian tubuhnya mengeluarkan sinar berwarna putih yang menerangi tempat itu, cahaya yang keluar dari tubuhnya lebih terang dari cahaya-cahaya yang di lihatnya tadi.


"Heh....!!!!" Zhai Pe merasa kaget dengan hal itu, dia memperhatikan seluruh anggota tubuhnya, sesaat kemudian cahayanya redup dan menghilang.


"Apa yang terjadi denganku!?" Zhai Pe bertanya-tanya sendiri.


Suara itu datangnya dari atas, Zhai Pe menengadah memandangnya.


"Siapa kau?".


"Aku adalah leluhurmu, yang kamu lihat saat ini hanya sisa-sisa energi alamku yang ku segel ke dalam buku itu, aku sengaja meninggalkan aura kehidupanku untuk mencari pewaris kekuatan ini di masa mendatang dari keturunan langsung keluarga permata, mengingat semua keluarga permata telah musnah, takdir ini akhirnya jatuh kepada dirimu, kamu adalah orang yang terpilih untuk takdir ini, seharusnya saat ini kamu belum bisa memiliki takdir ini, tapi saat aura kehidupanku merasakan keadaan tubuhmu, aura kehidupanmu makin menipis, aku memutuskan memasukkan setengah aura kehidupanku ke dalam tubuhmu, namun semua di luar kendaliku, tubuhmu merespon dan menyerap semua energi itu dan karena di dalam darahmu masih mengalir darahku, aura kehidupanku tidak menghilang dan menyatu dengan tubuhmu, tubuhmu merespon semua energiku dan secara tidak langsung saat ini kamu telah memiliki kekuatan alam seperti diriku dulu, namun untuk membangkitkan kekuatanmu, kamu harus melalui empat penempaan lagi".


Zhai Pe memotong penjelasan leluhurnya dengan mengajukan pertanyakan.


"Penempaan apa lagi itu leluhur?".


"Penempaan darah, penempaan daging, penempaan tulang dan terakhir adalah inti dari semuanya yaitu penempaan roh, untuk saat ini kamu akan merasakan banyak hal yang berbeda dengan dirimu setelah penempaan dasar, untuk masuk tingkat penempaan selanjutnya kamu masih membutuhkan waktu yang panjang," leluhur Liao Pe memberikan penjelasan.

__ADS_1


"Satu pertanyaan lagi leluhur, dimana aku saat ini?".


"Saat ini kamu berada di alam spiritualmu, dimana kamu bisa masuk dan keluar dengan bebas setelah melewati penempaan roh, untuk saat ini, aku yang memanggilmu ke sini dan hanya aku yang bisa mengeluarkan Mu".


"Kekuatan apa yang akan aku miliki setelah ini leluhur?".


"Mengenai itu, aku leluhurmu sendiri tidak bisa melihat kekuatanmu, karena setiap orang yang memiliki kekutan alam mempunyai kemampuan yang berbeda-beda".


"Apakah aura kehidupan leluhur lambat laung akan menghilang dari alam spiritualku?" Zhai Pe kembali bertanya.


"Suatu masa aku akan lenyap dari alam spiritual mu, namun sebelum itu terjadi, aku akan menjadikanmu seorang elemental alam yang lebih kuat dari para leluhur kota ini, untuk saat ini, kamu harus keluar dari alam spiritualmu, karena hal ini akan berbahaya bagi energi rohmu, kamu sudah sampai pada batasnya, keluarlah!!!".


"Leluhur!!!" Zhai Pe tersentak dari lelapnya dengan suara setengah berteriak memanggil leluhurnya.


Keringatnya bercucuran keluar dari tubuhnya, seluruh pakaiannya basah oleh keringat itu.


"Apakah ini nyata atau hanya mimpi!??" Zhai Pe berpikir sambil melepas pakaiannya dan menggantinya dengan pakaian yang baru.


Sejak tersentak dari lelapnya sampai hari pagi, Zhai Pe tidak bisa lagi tertidur, pikirannya di penuhi oleh mimpi yang barusan di alaminya, otaknya terus bertanya-tanya apakah ini nyata atau hanya halusinasi karena sebelum tidur dia ingin seperti leluhurnya Liao Pe.


Fajar sudah menyingsing, ayam berkokok sahut-sahutan, dempak kaki orang-orang yang berlalu di depan gubuknya mulai terdengar, air yang menetes dari atap gubuk itu juga terdengar lebih dekat, daun-duan yang berjatuhan terkena hembusan di pagi itu juga terasa saat menyentuh bumi, Zhai Pe semakin heran, pertanyaan yang belum terjawab masih bergelut di kepalanya, kini sudah datang keanehan baru, Ia kemudian bangun dari pembaringan, tempat itu gelap gulita Ia mengusap-usap matanya, lalu tersentak kaget.


"Heh...!!!"dengan suara tertahan, matanya mampu melihat di dalam kegelapan itu, Ia bisa merasakan dan melihat semuanya, bahkan dari balik dinding gubuk itu ia bisa tau siapa orang yang melewati depan gubuk itu dan apa yang di bawanya dan yang lebih kagetnya, tubuhnya yang terkena kudis kurap kini sudah bersih tak ada satupun kurap itu di temukan di tubuhnya, kulitnya menjadi terang dan bersih, Ia merasakan seperti baru di lahirkan kembali.


Hal ini terjadi karena tubuhnya telah melewati penempaan tingkat dasar dan penempaan ini membuat manusia normal seperti baru terlahir kembali.

__ADS_1


__ADS_2