
Sejak pertempuran besar tiga bulan yang lalu, Kota Pahlawan telah memulai kembali pemulihan, para kepala keluarga, prajurit dan kontruksi-kontruksi bangunan, kembali membangun rumah dan pemukiman.
Rumah-rumah yang di bangun masih mengikuti tradisi lama dan ciri khas kota Pahlawan
"Sudah berabad-abad lamanya kota ini berdiri kokoh, walaupun hampir setiap setengah abad kita harus menghalau serangan monster, namun serangan 3 bulan yang lalu merupakan serangan yang paling terbesar, mengingat hal ini, leluhur kita juga telah banyak mengorbankan dirinya untuk kota ini, kita harus tetap berdiri kokoh dan berjuang untuk tanah kelahiran kita,"Baginda raja melakukan pidatonya di aula halaman istana.
"Yeeaahhhh.....!!!!!! "mengikuti perkataan raja kota yang di sambut dengan teriakan semangat dari para prajurit, mereka langsung membubarkan diri dari barisannya bergerak ketengah perkotaan untuk ikut langsung memulihkan kota Pahlawan.
"Jiwa satria yang tinggi akan membuat kota ini terus berdiri kokoh Baginda, saya merasa kota ini akan menjadi lebih makmur di masa yang akan datang" ucap Panglima Seng Ma optimis.
"Nampaknya panglima Seng Ma lebih optimis dan percaya diri tinggi, mengingat generasi muda kita banyak yang selamat dari bencana, tentu kota ini akan tetap makmur meski ratusan tahun ke depan," sahut Baginda raja menyambung ucapan panglima Seng Ma.
"Tapi saya merasa lebih pesimis Baginda!" ucap Seng Ma, "penurunan tingkat kultivasi di kota pahlawan kurang lebih Dua ratus tahun lamanya, sejak leluhur yang keenam menutup usia sampai sekarang banyak dari kita yang hanya mencapai rangking legenda, tidak ada yang lebih dari itu".
"Panglima Seng Ma tidak usah ragu, setelah kota ini pulih kembali kita akan meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah-sekolah kultivasi yang berdiri di kota ini, para generasi muda saat ini banyak yang bertalenta tinggi sudah pasti di masa yang akan datang banyak generasi muda kita yang akan melebihi peringkat kita saat ini, masa itu akan datang panglima, saya merasakan tiupan angin kemakmuran di kota pahlawan lebih kuat dari saat ini," Baginda raja menenangkan pikiran Seng Ma, yang mana, dia sendiri lebih pesimis.Dia sendiri seakan-akan telah melihat kehancuran kota kelahirannya di masa depan.
__ADS_1
Berlanjut ke pemulihan kota, mengingatkan kota pahlawan adalah kota yang makmur dan kaya sumber daya. Pembangunan kota kembali dalam 3 bulan ini sudah nampak mulai pulih, rumah-rumah bertingkat milik para kepala keluarga besar sudah ada yang selesai dan di huni, kamp-kamp penampungan korban bencana serangan monster beruang iblis juga sudah lebih bagus, gedung milik Asosiasi Pengobatan juga sudah rampung di kerjakan, mengingat banyak korban yang terluka tempo hari gedung ini menjadi pilihan pertama yang di bangun.
"Nama mu Zhai Pe, kan..? "tanya Yu Ma
"Iya kak, bukannya kakak sudah tau namaku?" bertanya balik.
"Kakak sudah tau sejak lama, kamu dari keluarga permata, kan?".
"Kenapa kakak bertanya lagi?" sahut Zhai Pe.
"Kamu jangan sedih ya, mungkin kamu sendiri juga sudah dengar soal keluargamu," sambil mengusap-usap punggung sang bocah.
"tidak kak, kan ada kakak di sini dan banyak orang di kota ini, terima kasih ya, kak!"sambil memeluk erat Yu Ma.
Para anggota Asosiasi Pengobatan memang lebih dekat dengan para korban bencana. Namun, kemelut di hati para anggota tidak ada orang yang tau, mereka hanya bisa memberi para korban semangat yang tinggi, nasehat dan saran-saran yang baik.
__ADS_1
Sedangkan mereka tengah di pusingkan dengan bahan herbal yang mulai menipis. Serangan monster 3 bulan yang lalu juga menghancurkan ladang mereka.
"Ketua Hong Su, apa yang harus kita lakukan? dari data yang saya dapat dari Yu Ma sepertiga korbannya sudah pulih, namun masih butuh obat herbal, sepertiganya lagi kategori 50 sampai 55 persen pulih, dan sisanya 20 sampai 25 persen pulih, jika di hitung-hitung paling tidak kita butuh sampai dua ribu botol pil yang di buat dari bahan herbal," sambil menyodorkan catatan yang di tulis Yu Ma keatas meja Hong Su.
"Xiao Lan, menurut perhitungan Mu berapa herbal yang masih kita punya?" Hong Su menanyakan balik, sambil melihat catatan yang di sodorkan Xiao Lan.
"Kalau di hitung-hitung kita hanya bisa membuat 500 botol pil dari herbal yang tersisa".
"Apakah Vip Yu Ma ada solusi yang diberikan kepadamu?" tanya Hong Su.
"Tidak ada ketua," sambil menggelengkan kepala dan mengangkat kedua bahunya.
"Besok kumpulkan semua anggota petualang, kita harus mencari obat herbal langsung ke pegunungan suci, disana adalah surganya herbal alami, perintahkan langsung Vip Yu Ma yang memimpin, ini surat perintahnya," sambil menyodorkan sebuah kertas yang sudah di cap jempol oleh Hong Su.
"Baik ketua!" sahut Xiao Lan sambil menjurah hormat.
__ADS_1
Xiao Lan adalah seorang Vip Emas, yang mana peringkatnya lebih tinggi dari Vip Yu Ma, Xiao Lan adalah seorang wanita cantik keturunan keluarga Bulan, sejak usianya 19 tahun sudah mengabdi di Asosiasi.