
Keesokan harinya, diruangan pengadilan Istana, ketujuh orang pencuri Gelap di bawa ketempat itu tak terlepas Zhai Pe juga. Tangan mereka diikat dengan rantai yang sudah dialiri energi.
"Kalian jangan berontak, hari ini nasib buruk akan kalian terima, tak terlepas kamu juga bocah bermulut besar.." ucap Zeng Hao.
"Apa benar begitu?? aku rasa aku akan bebas, lagian aku bukan bagian dari mereka, Tuan saja yang terusan memaksa dan menuduh tanpa bukti," ucap Zhai Pe.
"Kamu diam..aku muak dengan tampang polosmu.." rutuk Zeng Hao
"Hmmm..baiklah," dengus Zhai Pe.
"Baginda Raja datang, beri hormat pada Baginda," ucap Dua orang pengawal diruangan pengadilan.
"Hormat Baginda.." ucap semua orang didalam ruangan itu.
Raja Tan Sa menganggukkan kepalanya, ia berjalan dan duduk di ujung ruangan itu.
"Bocah..apa kamu butuh bantuan," Liao Pe menyusupkan suaranya.
"Saat ini tidak Leluhur, aku bisa mengatasi sendiri masalah ini," sahut Zhai Pe.
"Hari ini.. pengadilan Istana akan menjatuhkan hukuman pada para pencuri yang mengincar harta berharga di Istana kota," ucap kepala pengadilan istana.
"Hukuman bagi para pencuri ini telah di tetapkan oleh Leluhur kita sejak lama, mereka harus di hukum mati sebagai peringatan bagi orang-orang setelah ini, agar tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan kota Pahlawan kelak," ucap kepala pengadilan itu mengangguk pada Raja Tan Sa.
"Tunggu.." tiba-tiba Fuming Sa datang.
"Hormat pada Tuan Putri," semua orang ditempat itu menjurah hormat.
"Ayah..aku ingin bocah itu sebagai pengawal ku," Fuming Sa menunjuk kearah Zhai Pe.
"Apa.. kamu ingin seorang pencuri menjadi pengawalmu??" Sontak saja Raja Tan Sa berdiri dari duduknya.
"Iya Ayah.."
"Ini tidak bisa Fuming Sa, dia telah mengincar barang berharga Istana, jika kita membiarkannya masuk ke istana, itu sama saja dengan menyerahkan barang itu terang-terangan padanya," tungkas Raja Tan Sa, menolaknya dengan keras.
"Aku yang jamin dia bukan pencuri Ayah..kalau tanpanya, aku tidak akan seperti..."
Zhai Pe menggeleng pada Fuming Sa.
__ADS_1
"Pokoknya aku menolak keputusan pengadilan ini," ucap Fuming Sa.
"Turuti keputusannya, Bocah itu bebas.." ucap Raja Tan Sa, kembali duduk di bangku lapisan peraknya.
Ikatan rantai Zhai Pe di lepaskan oleh Zeng Hao.
"Terima kasih Tuan.." ucap Zhai Pe dengan senyuman sinis pada Zeng Hao.
"Cih!! Lihat saja nanti.." rutuk Zeng Hao dalam hati.
Hari itu juga, ketujuh pencuri Gelap itu dijatuhkan hukuman mati, mereka mati di tiang gantung sebagai hukuman atas tindakan mereka.
Malam harinya diruangan utama Raja Kota.
"Baginda Raja, mengapa Baginda melepaskan orang itu dan menjadikannya pengawal Putri Fuming Sa." Tanya Panglima Seng Ma.
"Entahlah, ia bersikukuh untuk menjadikannya pengawal, tapi ini merupakan kesempatan bagus untuk menemukan sarang pencuri itu," ucap Raja Tan Sa.
"Bocah itu masih muda dan akan berkembang, anggap saja kita memakan umpan mereka, tapi sebenarnya kita yang sedang memberikan umpan pada mereka," jelas Raja Tan Sa kembali.
Malam itu Zhai Pe duduk di ruangan peristirahatan Fuming Sa.
"Terima kasih Tuan Putri, anda telah menyelamatkan saya dari hukuman itu," ucap Zhai Pe.
"Tuan Putri, duduklah. Malam ini aku akan memulihkan Putri seperti sediakala," ucap Zhai Pe.
"Baiklah" Fuming Sa, duduk bersilah dan membelakangi Zhai Pe.
Zhai Pe kemudian duduk dibelakang Fuming Sa, ia menempelkan kedua tangannya di punggung Fuming Sa dan mengalirkan Energi alam yang sudah di ubah menjadi Energi penyembuhan.
"Aaahhh..." Pekik Fuming Sa, saat Energi itu mengalir di sekujur tubuhnya.
Sesaat kemudian, Fuming Sa merasakan tubuhnya telah membaik, ia langsung berdiri dan melompat-lompat riang.
"Aku sembuh, terima kasih Leluhur," Fuming Sa memeluk Zhai Pe karena terlalu senang.
"Putri.. lepaskanlah," ucap Zhai Pe.
"Maaf..aku terlalu senang," wajah Fuming Sa memerah, ia malu dengan tindakannya barusan.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu ruangan itu di dobrak oleh Panglima Seng Ma dan Raja Tan Sa.
"Apa yang kamu lakukan dengan Putri ku??!" Ucap Raja Tan Sa, geram.
"Tidak ada Baginda, aku hanya menyembuhkannya," jawab Zhai Pe.
"Apa??! Kamu bisa berdiri, syukurlah.." ucap Raja Tan Sa, ia terharu dan memeluk Fuming Sa.
"Bagaimana bisa??!" Tanya Panglima Seng Ma, heran.
"Aku yang mengobatinya," ucap Zhai Pe.
"Jika memang kamu yang mengobatinya, berarti kamu adalah Leluhur Ketujuh!!" Seru Raja Tan Sa, tidak yakin.
"Baginda bisa tebak sendiri Siapa aku," jawab Zhai Pe, berdiri tenang.
"Leluhur Ketujuh," ucap Panglima Seng Ma mendahului Baginda Raja menjurah hormat pada Zhai Pe.
"Jangan sungkan begitu Tuan Panglima, bagaimanapun juga aku masih bocah dan merasa belum pantas mendapatkan jurahan itu," ucap Zhai Pe.
"Bagaimanapun juga anda adalah Leluhur kami, yang mana kami sudah menjunjung tinggi hal ini sejak Leluhur pertama," jelas Raja Tan Sa.
"Itu aturan lama, Kalau aku sendiri berbeda dengan mereka, aku tidak mengejar Status, tidak ingin dikenal banyak orang, aku hanya ingin hidup tenang dan bebas seperti orang biasa," jelas Zhai Pe.
"Kami menghargai keputusan Leluhur, tapi kami tetap menjunjung tinggi budaya yang sudah lama ada di kota ini," jelas Raja Tan Sa.
"Aku tidak mempermasalahkannya, budaya kota ini memang harus tetap dijaga," tungkas Zhai Pe.
Malam itu, Zhai Pe sengaja mengungkapkan jati dirinya pada Raja Tan Sa dan Panglima Seng Ma. Ia melakukannya karena sebuah niat untuk melakukan pertualangan telah terbesit di pemikiran sejak lama.
Malam itu, Zhai Pe disambut Dengan hangat oleh Raja Tan Sa, ia di hidangkan makanan oleh pelayan Istana. Setelah menyelesaikan makannya, Zhai Pe langsung menyatakan niatnya.
"Baginda, Tuan Panglima. Malam ini saya sengaja mengungkapkan jati diri saya, karena sudah lama saya ingin melakukan pertualangan di alam bebas membasmi makhluk Iblis agar tidak membahayakan kehidupan umat manusia lagi," Zhai Pe membuka pembicaraan dengan langsung menyampaikan niatnya.
"Apa Leluhur tidak ingin tinggal di kota Pahlawan untuk sementara waktu, kami masih butuh nasehat dari Leluhur," menyahut Raja Tan Sa.
"Untuk sementara waktu saya akan tetap tinggal, ada beberapa masalah kecil yang harus di selesaikan, ini menyangkut Racun Api Iblis yang menyerang Tuan Putri, masih ada orang lain yang terserang Racun itu di kota ini," jelas Zhai Pe.
"Kami akan membantu Leluhur dalam mengatasi hal ini, apa Leluhur sudah punya solusi dalam melakukan hal ini??" Tanya Panglima Seng Ma.
__ADS_1
"Sudah, ini ada Seribu Pil Pemusnah Racun yang saya buat, Baginda Raja dan Panglima bisa membagikannya pada anak yang kemungkinan terdampak serangan Lima tahun yang lalu," sambil menyodorkan Sepuluh botol Pil pada raja Tan Sa dan Panglima Seng Ma.
Raja Tan Sa dan Panglima Seng Ma mengemas kesepuluh botol Pil itu dan malam itu mereka masih berbincang hingga pagi menjelang.