LEKANG

LEKANG
Tak jelas


__ADS_3

Tak terasa temaram sudah menenggelamkan senja begitu cepat. Bandung sebuah tempat yang indah untuk menyaksikan panorama alam yang diberikan Tuhan untuk disaksikan semua umatnya. Termasuk Zerina si gadis cantik berhijab yang selalu memotret setiap kegiatannya untuk disimpan sebagai album kenangan. Hari ini bertepatan lembayung muncul di atas langit, terlukis dengan begitu indahnya. Zerina sudah terlihat mengambil beberapa gambar keindahan panorama tersebut. Anta melihat Zerina yang asik menggelar semua poto hasil tangakapannya itu diatas meja, langsung ikut melihat lihat. " Wihh, hasil gambarnya keren banget!" Ujar Anta memuji. Zerina mengambil satu gambar berbeda. " Menurut Kamu, gambar ini bagus tidak?" Melihat gambar itu hanya ada awan putih yang bercampur awan hitam biasa, Anta cepat menggelengkan kepala sebagai jawaban tidak. " Kenapa Kamu bilang gambar ini tidak bagus?" Tegur Zerina menerka. " Aku belum bilang gambar itu tidak bagus, kenapa Kamu sampai berfikiran begitu?" Zerina langsung tersenyum setelah Anta menjawab pertanyaanya. " Dari ekspresi dan gerakan kepala Kamu tadi, Aku sudah tahu jika Kamu tidak suka kan dengan gambar ini?" Jelas Zerina perlahan sambil menurunkan poto tersebut. " Yaa, Kamu cerdas Zerina!" " Aku kira Kamu bisa baca suara hati Aku, hehe." Sambung ucap Anta kembali sedikit bercanda. " Kebanyakan orang pasti berfikiran sama, menilai gambar ini itu jelek, tak ada yang salah dari penilaian Kamu ataupun Mereka. Toh gambar ini juga tidak ada daya tariknya, hehe." Anta hanya mebalasnya dengan senyuman lagi. Lalu meminta poto tadi untuk Ia lihat lihat kembali. " Zerina, boleh saya pinjam potonya?" " Ini silahkan!".


Dari jendela dapur, Resa kepanasan melihat Anta yang semakin akrab saja dengan gadis yang tidak Ia sukai itu. Ia pun langsung menghampiri Anta dan juga Zerina yang sedang mengobrol penuh canda. Sesampainya disana, Resa langsung menghujani mereka dengan pertanyaan. " Tidak bosan ya berduaan terus? Gak cape ya buat orang lain kesel? Udah pesen makanan belum, biar anteng ngobrolnya? Resa dan Zerina langsung menatapnya penuh, sambil merapihkan semua hasil potretannya. Zerina sepertinya segan sekali jika Resa melihatnya. " Kamu sedang sembunyiin apa itu, sini Aku lihat?" Zerina semakin takut jika Resa akan berhasil merebut gambar itu darinya. Sebab jika Resa mengetahuinya, Ia pasti akan menghina gambarnya seperti yang dulu terjadi. Dibalik gelagapannya Zerina menyembunyikan gambarnya dari belakang badan. " Tidak ada apa apa? Bukan apa apa ko, Resa?" Gadis centil itu mulai ngeyel, badan Zerina di putarnya kuat sampai Ia pun melihat benar ada sesuatu dibalik badannya. " Sini'in gambarnya, pasti kalian berbuat mesum kan di gambar itu?" Teriakan Resa yang menuduh Zerina dan Anta melakukan hal sembronoh, membuat Anta kesal dan langsung menarik tangan Resa kuat kuat. " Hentikannn!" Kedua gadis itu pun langsung kaget. Resa yang di tarik tangannya tak mau berkutik, gadis itu kelihatannya sangat senang jika tangannya itu di pegangi oleh Anta selama mungkin. " Anta, kasihan Resa. Lepasin tangan Dia?" Ucap Zerina sedikit menaikan nada bicaranya. Tapi Anta tidak mau secepat itu melepaskan tangan Resa. Langsung saja Anta membeyeng Resa ke dalam dapur. Terlihat dari kedua mata Zerina yang khawatir melihat Anta semarah itu padanya. " Sebenarnya mereka itu pacaran apa tidak. Dari kemari Aku lihat mereka seperti orang yang sedang pacaran!" Gumam zerina di dalam hatinya kacau.

__ADS_1


" Resa, saya mohon jangan buat kegaduhan terus.Tidak cape Kamu memusuhi Zerina, Dia itu gadis yang baik, Kamu tidak sepantasnya memperlakukan Dia seperti itu?" Bentak Anta sedikit menasehatinya, tapi Resa sepertinya tidak mau mendengarkannya. Ia lebih suka menutup kedua telinganya dengan dumalan kesal dalam hati. " Apa Aku harus berpenampilan seperti Zerina juga, biar Anta suka sama Aku?" " Aku tidak bisa membohongi diriku terus, sudah terlihat jelas dari tatapan matanya, jika Anta menawarkan cinta untuknya." Sambung gumam Resa pilu. Terlepas sesaat tak mendengar Anta yang dari tadi menghujaninya dengan kata kata yang sedikit pedas. Resa lalu pergi tanpa kata padanya.


" Padahala Aku ingin bekerja disini, semata mata hanya ingin menyambung hidup keluarga kecilku saja, namun banyak sekali kegaduhan dan problema yang terus datang menghampiri." Anta bergumam kecil sembari melihat Resa yang berjalan pergi meninggalkannya.

__ADS_1


" Zerina cantik sekali!" Ujar kecil Anta yang terdenggar jelas ditelinga Resa. " Tebar pesona terus, muak ngeliatnya juga." Resa langsung pergi kebelakang, sementara Anta masih ada disana.


Tak berselang lama setelah Resa pergi, gadis cantik berhijab yang terus dipandangi kerupawanannya sedari tadi oleh Anta. Tiba saja seorang pria yang mengenakan jas hitam putih datang menghampirinya sambil memeluknya mesra. Keadaan hatinya yang dari tadi tenang kini bergemuruh seperti ada badai yag bercampur hujan lebat. Prasannya dar der dor bagai petir di siang hari. " Siapa laki laki itu?" Anta lansung pergi meloyor masuk kedalam dapur, disana sudah ada Resa yang sudah melamun sedari tadi di atas kursi yang sedikitnya reyot. Anta pun duduk disampinya sambil mendengus kesal. " Huuuh" " Kamu kenapa? Bukanya sambut tamu di depan?" Tanya Resa sedikit ketus. " Males, biar pelayan lain saja yang menyambut mereka!" Jawaban Anta yang tidak bersemangat itu membuat Resa semakin penasaran, sebenarnya ada apa di depan sehingga Anta terlihat tidak bersemangat lagi. " Lebih baik Aku segera kedepan, melihat ada apa disana?" Resa pun melengos pergi dengan buru buru.

__ADS_1


Setelah sampai ditengah pesta, Resa melihat Zerina sedang bersama Leonard teman laki laki Resa dan juga Zerina disemasa kecilnya dulu. Sebenarnya kisah persitenggangan mereka di mulai dari laki laki yang bernama Leonard. Resa menyadari kehadiran Leonard di tempat pesta itu ingin melanjutkan kembali pernikahan mereka yang tertunda. Resa mempunyai peluang besar buat memperjuangkan cinta Anta untuknya seorang. " Bakalan mudah untuk Aku bisa memiliki Anta seutuhnya." Resa tesenyum lepas disana tapi Zerina tidak sebahagia itu, Ia terlihat seperti tidak ingin melihat Leonard ada di sini, Ia hanya mempertunjukan senyuman hambarnya untuk membalas senyuman Leonard yang mungkin membuat semua para hati wanita klepek klepek padanya. Setelah melihat yang sebenarnya terjadi, Resa kembali ke dapur buat membicarakan sesuatu dengan Anta.


__ADS_2