
" Duhh, kalau ada lembur pasti nanti tidurku bakalan pulas banget terus lupa buat bangun tepat waktu buat sholat subuh lagi, bagaimana ini?" Gumam Anta dalam hatinya risau. Resa yang melihat dari tadi pemuda itu hanya melamun saja segera untuk mengagetkannya dari belakang. " Heyyyy!" " Nanti kesambet loh, ngelamun terus? Ngelamunin apa sih, ngelamunin Aku ya?" Sambung Resa menegurnya dengan sedikit bercanda. Anta mulai terbiasa dengan candaan Resanya Ia pun membalas candaannya dengan sangat romantis, itu juga menurut Resa. " Jika Aku benar benar memikirkanmu, Emangnya kenapa?" Anta berkata sambil mendekatkan wajahnya didepan muka Resa yang berkarisma. Kulitnya yang tadinya putih berubah memerah, saking saltingnya bisa sedekat itu bertatap tatapan dengan seseorang yang Ia idamkan itu. " Rasanya jadi dag, dig, dug gini. Rasanya ingin terus bisa seperti ini dengannya." Gumam Resa dalam hatinya penuh harap. " Ehemmm! " Tiba saja salah satu pelayan mengagetkan mereka, sambil berdehem habis itu tersenyum dan secepatnya melengos pergi dari hadapan mereka. " Oppss, maaf ya Res. Aku gak sengaja?" Ucap Anta." Tak apa Anta, " " Ihh, dasar si Somad gangguin aja!" Sambungnya Resa bergumam pada hatinya kesal.
Semuanya pun kembali pada pekerjaannya masing masing, tak terkecuali Resa. Gadis itu dengan terang terangan keluar dari Cafe dan meninggalkan semua pekerjaan yang belum selesai. Maklum Ia adalah karyawan kesayangan si Bos, pemilik Cafe ini. Anta yang melihat Resa tidak mematuhi aturan langsung bertanya pada semua karyawan yang kebetulan sedang ada dihadapannya. " Itu Resa mau kemana ya? Kan ini belum waktunya jam istirahat?" Tanya Anta pelan. " Mungkin Resa mau jalan jalan, soping soping ke Mall" Jawab pelayan itu sambil berdecak pelan lalu berkata kembali. " Katanya, menurut semua karyawan lama di sini, Resa itu jadi wanita simpanan si Boss. Jadi Dia.mau ini itu, tidak pernah disalahkan. Semua yang Ia pengen selalu saja Boss kasih" Sambung teman pelayannya itu memperjelas.
__ADS_1
Seperti menggantang bara api di dalam genggaman. Itulah yang saat ini Anta rasakan. Mendengar hal yang belum tentu benar adanya pun sudah membuat hatinya merasakan sakit. Terbakar api cemburu, apalagi jika semua itu benar adanya, apa yang akan terjadi nanti.
Prasaan suka terhadap Resa tak mampu Ia bohongi, meski semua itu hanya setengah hati tapi itu tetap saja menyakitkan. " Jika semua itu benar, selama ini Aku sudah salah menganggapnya sebagai cinta pertamaku!" .
__ADS_1
" Anta, Kamu sedang ngapain di sini?" Tanya Zerina si gadis berkerudung yang selalu membuat perkara dengannya. " Kamu yang nagapain kesini?" Tanya Anta sedikit ngegas. " Ehh, tunggu. Dari mana Kamu tahu namaku?" Sambung Anta bertanya kembali, dengan kali ini Ia bercampur bingung. " Soalnya waktu di jalan tadi, Resa memanggilmu. Anta, Anta ya Aku berinisiatip sendiri kalau nama Kamu itu Anta. Tapi benarkan nama Kamu itu Anta?" Jelas Zerina sedikit gelagapan menerangkan itu semua. " Bukan, namaku Suepp!" Jawab Anta ketus seraya melengos pergi untuk masuk kedalam Cafe kembali. " " Suepppp, yang benar saja?" Zerina menyusul sambil senyum senyum geli berjalan mengikutinya dari belakang. Anta tiba saja berhenti lalu melengoskan kepalanya kebelakang sambil melontarkan kata kata kasar padanya. " Bukannya Kamu nyuruh Aku buat jauhin Kamu. Tapi kenapa sekarang Kamu yang dekat dekati Aku?" Usai Anta membentaknya, Zerina seperti telah kehabisan kata kata Ia hanya terdiam Kaku sambil sedikit mengaruk atas kepalanya. Itu adalah kebiasaannya jika dirinya sedang tertekan, sama seperti Anta pasti dia juga akan melakukan hal yang sama. " Aku mau minta maaf, seharusnya Aku tidak berbicara seperti itu pada Kamu?" " Maafin Aku yaaa!" Sambung Zerina menjawab pertanyaan Anta yang tiba saja diludakan kepadanya itu. Gadis itu bahkan sampai memohon pada padanya, karena Anta itu tipikal orang yang tidak enakan jadi Ia mau memaafkan gadis itu dengan syarat Ia tidak boleh bersikap seperti itu lagi.
Senyuman merekah terpancar indah pada bibirnya yang berwarna merah muda, seketika Anta berumpama mau menerima jika, Ia mau memperbaiki hubungan persahabatan dengannya. Ternyata jika di lihat lihat Zerina itu sangat cantik sekali, bahkan menandingi kecantikan Resa dari luar maupun dalam. " Gadis ini tidak kalah cantiknya dari Resa, namun sifat pemaksa dan pemarahnyalah yang tidak Aku suka dari kedua wanita itu." Gumam Anta dalam hatinya kagum. Setelah itu Anta langsung berkata kembali padanya namun kali ini nada bicaranya agak kalem. " Oh yaa, Kamu sudah tahu namaku kan? Sekarang Aku boleh tahu tidak, siapakah namamu?" Zerina pun tersipu malu, akhirnya pemuda yang Ia idamkan sejak kecil itu mau mengetahui siapa namanya. Sambil menjulurkan tangan, Ia berkata " Namaku, Zerina. Salam kenal Antaaa!" . Anta pun tersenyum dan membalasnya. " Salam kembali, Zerinaa!".
__ADS_1
Keduanya saling berpegangan tangan, kedua mata mereka berbinar binar memandangi satu sama lain. Dari luar Resa datang dengan penampilan barunya, sepertinya gadis itu baru saja dari salon sebab terlihat sekali rambutnya yang sedikit basah dan gaya rambutnya pun berubah menjadi Curle. Hingga warna rambutnya yang tadinya hitam semua, kini sebagian ada yang dicat pirang. Gadis centil itu berjalan lenggak lenggok bak model intetnational dari depan pintu Cafe. Sesekali Ia pun berhenti untu melamunkan sesuatu yang membuatnya menjadi senyum senyum sendiri. " Pasti Anta terkejut setelah Aku memberanikan untuk merubah penampilan, gimana ya ekspresinya nanti?" Setelah Resa bergumam sedemikian, tepat sedikit lagi dirinya melangkahkan kedua kakinya menghampiri pintu Cafe. Jrengggg, terlihat dari kaca luar Anta dan Zerina sedang berduaan di dalam, Ia yang mengira Anta yang akan terkejut bahkan sudah membayangkan gimana ekspresinya itu berbalik padanya. Malah Resa yang terkejut terlebih dahulu pada Anta. " Kenapa Zerina ada di sini sih, ngapain juga Anta mau berdekatan dengan Dia lagi, bukannya Aku sudah berhasil menjauhkan Anta dari Zerina?" Ujar kecilnya seraya memasuki pintu Cafe. Kreketttt. " Ihh, sebel padahal Aku mau merubah diri seperti ini itu, buat Kamu Dia. Tapi Anta masih genit sama perempuan lain, pasti ini Zerina yang gangguin Anta duluan, dasar Ibu sama anak sama sama pelakor!" Usai ia berujar kecil di depan pintu. Resa langsung berjalan cepat menghampiri mereka berdua. Jalannya dilebarkan di atas kramik, sambil mengepal tangan kananya kuat kuat memandangi Zerina. " " Heyyyyyy!" Teriak Resa marah setelah Ia berada dibelakang Anta dan Zerina seraya membalikan badan perempuan berhijab itu kebelakang. " Resa, Kamu kenapa?" Tanya singkat Zerina gusar.