
Hidungnya memerah terasa sedikit sakit, Anta terus saja mengusapnya sampai tiba di rumah. Tok Tok Tok. " Assalammualaikum, Bu!" Teriak Anta setelah mengetuk pintu. " Waalaikumsalam." Langsung saja pintu itu terbuka namun setelah melihat orang yang barusan menjawab salamnya, tiba saja Ia pun terkejut. " Maaf, kalian siapa? Kenapa ada dirumah Saya?" Tanya Anta pada dua anak remaja yang memakai seragam SMA. " Kami temannya Arga, Kak." Jawab mereka barengan. " Arganya, mana?" " Arga ada di dalam, Kak!".
Tangan kanannya bergerak cepat membuka pintu itu hingga berbunyi gubrakkkk. Anta menggeleng gelengkan kepala, menyaksikan didalam rumahnya yang tiba saja ada persta. Suara musik yang kencang di tambah orang yang sedang berkarauke di laung laungkan, bergetar di atas langit langit. Arga sudah mengubah seisi rumah menjadi tempat hiburan. Anta secepatnya mencari keberadaan Arga, melihat di ruang tamu dia tidak ada. Ia langsung mencarinya ke lantai atas. Benar saja Ia ada disana, sedang menggandeng seorang wanita sambil berpegangan tangan mesra berduaan di atas loteng. Kemarahannya tak terbendung lagi, Anta langsung berteriak dan meluapkan semua emosinya. "Argaaaaa!" " Bang Anta?" Arga dan pacarnya itu langsung kaget melihat Anta yang tiba saja sudah ada dibelakangnya. " Apa- Apaan ini, cepat Kamu sudahi pestanya, cepat?" Teriak Anta kembali. Perempuan yang sedang bersama Arga tadi langsung bergegas pergi menuruni tangga. Arga pun berlari menyusulnya. Namun Anta masih berada di atas loteng sampai teringat, Ibu dan juga adiknya tidak ada didalam rumah. Ia pun segera mencari mereka ke dapur. " Buuu!" Tapi mereka tidak ada disana, Ia pun menggerakan cepat kedua kakinya lagi. Mencari kesetiap sudut ruangan sambil berteriak memanggil keduanya. " Ibuu, Adekkkk. Kalian dimana?" Segala ruangan telah Ia cek tapi tidak ada. Suara musik yang keras tadi pun sudah tak terdengar lagi, mungkin Arga sudah mematikannya. Anta pun langsung berlari ke ruang tamu lagi, disana sudah tidak ramai semua teman Arga sudah pulang. Namun mereka meninggalkan kekacauan yang belum dirapihkan lagi. Banyak sekali sampah yang berceceran dengan semua barang tidak tersusun rapi, berantakan. Anta belum sempat bisa merapihkan kekacauan Ia masih mencari Ibunya dan juga Adam, adiknya.
__ADS_1
Tak beselang lama hendak Ia ingin keluar, Arga tiba saja muncul dari balik pintu memasang wajah kesal lalu membentak Anta kuat kuat. " Kenapa sih Lu pake acara datang segala, sebelum Lu datang, acara Gue fine fine aja?" Anta pun berbalik membentak adiknya yang sudah kelewatan. " Ini masih rumahku, tempat Aku pulang. Jadi Aku berhak untuk datang kesini dan bersinggah disini!" " Abang tidak melarang semua temanmu untuk datang kesini, tapi mereka juga harus tahu aturan dan tahu juga adab dalam bertamu ke rumah orang itu bagaimana!" Sambung Anta berbicara tegas pada adiknya. Arga sama sekali tidak mendengar semua perkataannya, Ia malah terus ingin bersitenggang dengan Abangnya itu. " Bilang aja Abng itu iri, Aku punya teman banyak, sementara Abang tidak punya teman satupun?" Pembelaan Arga sungguh tidak terpuji, apalagi Ia terus saja meninggikan nada suaranya ketika sedang berbicara dengan kakak laki lakinya itu. Anta pun tidak ada pilihan selain diam, percuma jika Ia melawan terus adiknya hanya akan semakin memperkeruh suasana saja. Tok.. Tokk.. Tokkk. " Arga, Arga... Apa pestanya sudah selesai?" Tanya seseorang dari balik pintu gudang, suara itu tidak asing lagi baginya. Anta pun segera membukakan pintu tersebut.
" Ibuuuuuuu!" Teriak Anta kaget melihat Ibunya yang tiba saja keluar dari gudang. " Bang Anta, sudah pulang rupanya!" Tanya Ibunya sedikit cemas. Tak lama adiknya Adam keluar juga dari sana. Anta langsung saja mempertanyakan mengapa mereka ada di dalam sana. Ibu sama Adam, ngapain ada di gudang? Ibukan punya penyakit sesak, di gudang banyak debu tidak baik Ibu ada di sana?" Sumbi tertawa kecil lalu menjawab pertanyaan dari putra sulungnya itu. " Ibu lagi nyari poto Ayah kamu, siapa tahu ada yang tertinggal di dalam gudang, rasaya Ibu sangat kangen sekali dengan mendiang Ayah kamu." Jawaban dari Ibunya tidak masuk diakal, meski begitu Anta tidak mau terus mempertanyakan dengan jelas kejadian ini. Ia pun langsung memangku Adam dan menyuruh Ibunya untuk lekas beristirahat. " Buu, sebaiknya Ibu segera tidur, udara malam tidak baik untuk Ibu. Sebelum tidur jangan lupa, obatnya diminum?" " Iya Nak, tapi jika Ibu istirahat sekarang. Siapa yang akan membereskan ini?" Jawab Ibunya cemas sambil melirikan matanya pada semua barang yang berserakan. Anta langsung membidik tajam adiknya Arga, Arga yang dari tadi diam malah langsung sewot merasa Anta akan menyuruhnya untuk membereskan semuanya dengan menyadari itu semua lebih dulu. " Kenapa Abang melihatku, mana mungkin kan Aku membereskan ini semua. Abang sama Ibulah yang wajib membereskannya!" Ucap Arga gusar seraya pergi menuju kamarnya. " Argaaaa!" Anta langsung berteriak kembali padanya, Ibunya Sumbi malah menghalanginya untuk tidak memaksa Arga. " Sudahlah, biar Ibu saja ya yang bereskan?" " Tidak Bu, Ibu lebih baik istirahat saja. Biar Aku yang membereskan semua ini. Ibu sama Adam tidur aja ya!" Jawab Anta pelan sambil memberikan Adam untuk dipangku oleh ibunya, serya langsung membereskan satu persatu barang barang tersebut.
__ADS_1
Tik... Tikk... Tikkk
Tak terasa jarum jam yang ada di atas kepalanya sudah menunjukan pukul 22.30 malam. Anta terlihat sudah mengantuk, menguap terus dari tadi. Sesekali Ia pun mengesekan kedua matanya, hingga matanya mulai sayu dan terasa berat untuk dipejamkan berlama lama olehnya. " Duhh, ngantuk sekali, tapi semuanya belum tersusun rapi, gimana ini?" Ujar kecilnya yang terdengar oleh si bungsu. Adam yang dari tadi sembunyi untuk mengintip dirinya di balik pintu kamar, langsung cepat cepat menghampiri Abangnya itu untuk membagi segelas teh hangat. berserta kue untuknya. " Abang Anta, ini minum dulu airnya?" Anta terkejut dan sempat ingin marah mengetahui adik bungsunya belum juga tidur. " Kenapa Kamu belum juga tidur, besok kan sekolah, nanti terlambat gimana?" " Abang juga kan besok kerja, kalau telat terus dipecat gimana?" Tanya balik si Bungsu yang langsung membuat Anta tersenyum lepas. "Hehe..Kamu ya, pinter banget membalikan pertanyaan!".
__ADS_1
" Oke, Abang minum tehnya ya,". Serupuutttttt. Teh itu sangat enak sekali rasanya dan kuenya pun renyah apalagi kalau dicelup pada teh anget, pasti rasanya lebih nikmat. " Abang, Adam bantu ya. Biar kerjaannya beres. Abang jangan marah ya?" Anta langsung tersenyum gembira dan membiarkan adik kecilnya itu untuk membantunya sampai selesai.