
Ressa mematut diri di depan cermin. Puluhan helai pakaian berbagai permaisuri sudah tersebar berantakan di atas meja. Farren berbaring di atas sofa sambil berkutat dengan halaman web google, sesekali melihat penampilan wanita simpanannya dan berkomentar singkat.
" Yang ini gimana, cocok tidak?" Farren melirik sekilas terusan panjang berwarna biru yang sedang dipakai Resa. " Cantik sekali, kayak seorang putri."
Dengan helaan napas berat, Resa menyisihkan gaun itu dan mengambil kaus putih belel yang biasa Ia pakai sehari hari. " Kalau Aku pakai baju ini, terlihat seperti apa?" Anta berhenti tepat di depan ruangan yang sudah terbuka sedikit pintunya. Disana ada Ressa dan Farren yang tengah berduaan. Gadis yang secara blak blakan berbicara padanya, jika Ia itu terpaksa menjadi wanita simpanan Farren itu. Terlihat tak seperti apa yang dia ucapkan yang selama ini Ia tundingkan pada Anta. " Katanya Ia mau keluar dari perselingkuhan ini, tapi pas Farren ngasih Dia sejumlah barang mewah, gadis itu jadi lupa diri." " Resaa, Resaaaa!" . Anta langsung menguping dan mengintip kembali pembicaraan mereka. " Kamu pakai baju apa saja, sudah seperti seorang putri ko. Cantik dan anggun, tak ada yang dapat menandingi kerupawananmu." Rayuan Farren semakin membuat Resa menjadi luluh hatinya. Resa yang terbuai oleh rayuan manis Farren. Semakin tak sadar jika dirinya bisa saja menjadi seorang pelakor beneran. " Mas Farren, apa Aku boleh meminjam sejumlah uang?" tiba saja Ressa malah mengatakan hal yang tak terduga. Anta yang jelas mendengarnya pun sontak terkejut dan melongokan sedikit keluar bola matanya. " Apaaaa!". " Kamu mau uang berapa banyak, pasti akan Aku kasih?" Farren langsung melepaskan senyuman liciknya, sehabis itu mengeluarkan sejumlah uang kas yang ada di dalam jasnya. " Tidak banyak ko, cuma sepuluh juta!" Anta semakin terkejut mendengar Resa seperti cewek matre saja. Bagaimana nasib istrinya setelah semua uangnya diberikan semua pada wanita selingkuhannya itu. Anta tadinya mau diam saja, tapi setelah Ressa bersikap di luar batas. Ia pun mentekadkan dirinya untuk masuk ke dalam ruangan itu dan langsung menasehati mereka berdua.
__ADS_1
" Sudah cukup, Saya diam. Mana perempuan kotor itu, keluar Kamu?"
Hendak peemuda itu ingin menerobos masuk. Tiba saja dari luar suara perempuan berteriak keras sekali, mengagetkan semua orang yang ada di dalam tempat ini. Anta bergegas menuju TKP. Melihat seorang perempuan yang terlihat sedikit berumur, mengenakan berhijab sambil menuntun anak kecilnya yang sedang menagis seraya berteriak tak karuan, hingga menaruh banyaknya pertanyaan. Siapakah sebenarnya perempuan itu.
" Siapa perempuan itu, kasihan kan anaknya dibiarkan menangis terus?" Tanya Anta pada salah satu temannya. " Aku kira Kamu sudah tahu, Dia itu istri sahnya si Bos?" " Apaaaa!" Anta segera berlari menuju ruangan tadi, Ia khawatir dengan keadaan Resa bilamana Ia dipertemukan dengan istrinya Farren yang sedang mengamuk di Lobi.
__ADS_1
Pintu ruangan tadi Ia ketuk sekeras mungkin, sampai keluarlah Farren dan juga Ressa. Mereka memasang wajah bingung bercampur takut di sana. " Kamu tidak sopan, mengetuk pintu keras keras. Dimana letak kesopanan Kamu?" Farren membentaknya dengan lepas. Anta tidak sempat buat menundukan kepala bilamana Ia sedang dimarahi. Ia pun dengan cepatnya langgsung menarik tangan Ressa dan berlari keluar dari Cafe itu. " Ressa ayo kita tidak punya banyak waktu lagi?". " Heyy tunggu, mau dibawa kemana Ressa?" Teriak Farren yang langsung ingin mengejarnya. Tapi Ia tidak jadi untuk berlari, sebab salah satu karyawannya datang dengan memberitahukannya jika Istri dan juga anaknya sudah ada di sini. " Syukurlah kalau Ressa cepat pergi!".
Sementara di luar Cafe. Anta membawa Ressa menuju rumah pohon yang ada di dekat danau. Menurutnya hanya tempat itulah yang cocok untuk dijadikan tempat persembunyian, sekaligus untuk menjadi tempat merenung. " Kenapa Kamu bawa Aku ke sini. Apa Kamu sudah lupa, jika kita itu masih marahan?" Celetuk Resa menyadarkan Anta. " Itu tidak penting lagi, yang penting sekarang Kamu harus pergi jauh jauh dari Cafe." Jelas Anta.
" Emangnya ada apa disana, kaya ada setan aja?" Tanya Ressa kembali bingung. Anta menyempatkan diri untuk membalas ucapannya barusan, Ia percepat menghela nafasnya lalu mulai berbicara. " Tadi di sana ada istrinya Farren, makannya Kamu Aku bawa lari!" Ressa langsung terenyuh hatinya melihat perjuangan dia untuk menjauhkannya dari amukan istri Farren, Ia sampai mau membawa lari dirinya sampai sini. " Ternyata Kamu itu mau berkorban juga ya untuk Aku!" " Terima Kasih ya, Anta." Anta seketika tersenyum lepas sambil menatap wanita itu penuh kegembiraan. " Kenapa Aku sangat senang sekali, melihat senyuman Ressa yang ini, sebelumnya hanya biasa saja. Apa mungkin ini efek dari Ressa tidak pakai lipstik ya, jadi karisma kecantikannya ith keluar semua."
__ADS_1
Melihat Anta yang dari tadi melamun, Ressa langsung mendorongnya sampai kaget. " Heyyy, malah ngelamun lagi! " " Enggak ko, siapa yang melamun." Bantah Anta sedikit bercanda. Air yang ada di selokan kecil di depannya, langsung Ia ambil dan mencipratkannya pada wajah Ressa yang kebetulan sedang ada di sampingnya. " Duhhh, Anta. Jangan seperti anak kecil deh. Basah tahu?" Anta berlari menjauh darinya, Ressa juga mengejarnya sambil membawa air di dalam wadah bekas plastik. " sini Kamu, biar kita sama sama basah!" Teriak Ressa sambil berlarian mengejarnya.
Tidak disadari oleh mereka berdua, di dalam rumah pohon itu ternyata dari tadi sudah ada Zerina, tak sengaja dirinya tertidur pulas disana. Mendengar teriakan mereka berdua, Ia pun terbangunkan karenanya. Sambil mengucek kedua matanya yang masih samar samar, Zerina mencoba melerai mereka yang lagi bercandaan dengan meneriakinya. " Heyy, kalian berdua berisik tahu?". Mendengar suara dari atas rumah pohon yang ada di samping mereka, Anta dan Ressa mengangkat muka untuk melihat siapa yang sudah meneriakinya di sana. " Zerina!" gadis berhijab itu langsung menuruni tangga untuk turun dan decepatnya menghampiri mereka berdua. " Kalian sedang apa? kenapa berisik sekali sih?" Tanya Zerina. Anta menjawab pertanyaannya sambil mendekati Zerina. " Dasar laki laki, abis bosen sama satu cewek, langsung pindah lagi ke cewek yang lain!" Ressa begitu kesalihat Anta yang tiba saja berpindah posisi. " Kamu di sini lagi ngapain, Saya kira Kamu pergi kuliah?" Anta balik bertanya sementara Ressa tiada henti memojoki mereka. " Jadi Aku disini jadi Kambing conge lagi ya, malang banget sih nasibku ini." Ketus Ressa yang langsung membuat Zerina ingin pergi lagi. " Tunggu Zerina, kenapa Kamu ingin pergi lagi, gak cape apa terus terusan menjauh dari Aku." Anta menahan kembali gadis berhijab itu. Zerina kelihatanya sedang galau sebab mukannya ditekuk terus dari tadi.