LEKANG

LEKANG
Semua orang mulai mencari mereka


__ADS_3

Sumbi dan Adam menyingkap tirai jendela sambil setengah mengintip ke luar. Tidak menemukan apa yang sedang di cari, kembali ditutupnya tirai tersebut sambil menghembuskan napas yang memburu. Lima menit kemudian, Ia kembali mengintip. Begitu seterusnya sampai terlihat wujud anaknya samar samar dari kejauhan.


" Ibu sama Adam lagi ngapain?" Tanya Arga bingung. " Ibu sedang nungguin Kakak Kamu, kenapa masih belum pulang juga. Katanya hari ini Ia akan pulang cepat!" Jawab Sumbi tanpa melengoskan pandangannya ke belakang. Adam cemberut sambil memakan premen lolipop kesukaannya. " Apa kita cari saja Bu, takutnya Abang Anta tersesat?". Ucapan Si bungsu membuat mereka bedua tersenyum. Ibunya yang menyadarkan dengan lemah lembut, perlahan mengusap kepalanya sambil menyeringai. " Abang Kamu itu tidak mungkin tersesat, Dia kan sudah lama di daerah sini?". " Siapa tahu, Abang Anta tersesat ke rumah perempuan dulu, Bu!" Celetuk Arga yang langsung membuat Ibunya kaget. " Huus, jangan bicara sembarangan. Bang Anta tidak mungkin kaya gitu, gak baik berperasangka buruk sama saudara sendiri." Tegur Sumbi pada anaknya yang sedikit angkuh itu. " Ya, yaa, yaaa!" Arga menjawab sambil dipermainkan. Ibunya menggeleng dan langsung membawa Adam, si bungsu pergi dari sana.


" Semua yang selalu diperbuat Bang Anta, pasti selalu dibenarkan. Gimana caranya ya, supaya Abang Anta terlihat buruk di depan Ibu?" " Semua ini Aku lakukan agar Abang Anta jera, untuk tidak ikut campur urusanku lagi, siapa suruh kemarin ngacauin pesta Aku, sekarang inilah balasannya. Tunggu aja Abangku tersayang, pembalasanku." Sambung gumam Arga sembari tersenyum licik memandangi keluar jendela.


Sementara Anta, Ressa dan Zerina masih berada di tepi danau. Mereka membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka yang kedinginan. Ressa terlihat dekat sekali dengan Anta, Ia terus menggeser terus posisinya sambil senyum senyum kecil. " Apaan sih Ressa, pakai dekat dekat terus sama Anta. Anta juga malah diem aja, bukannya membela diri?" Gumam Zerina sedikit kesal.


" Ets, tunggu dulu. Seharusnya Aku itu lebih menjaga hati dan pikiran. Kenapa Aku selalu lupa, jika Aku ini sedang melakukan hijrah hati." " Astagfirrullahhaladzhim" Sambung ujar kecil Zerina sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


" Anta, malam ini dingin banget ya?" Ucap Ressa manja. " Iya, dingin banget kan, Zerina?". Jawab Anta yang langsung bertanya pada gadis berhijab yang sedang melamun itu. " Ohh, iya Anta. Sebab Kita kan lagi ada di pesisir danau jadi gak salah, kalau di sini udaranya dingin." Setelah Zerina memperjelas semuanya, Anta perlahan bertanya pada mereka berdua dengan sangat hati hati.


" Ressa, Zerina... Kalian sampai kapan akan terus di sini. Kalian tidak menghawatirkan keluarga kalian di rumah, siapa tahu sekarang mereka sedang menghawatirkan kalian?" Ressa mengangkat muka sedikit ke atas. Zerina melengoskan kepalanya sedikit ke samping setelah mendengar pertanyaan Anta itu." Aku tidak tahuuu!" Jawab Ressa dan Zerina secara barengan.


" Tidak baik, kalian terus menghindar seperti ini. Bukannya masalah itu harus dihadapi, jika terus menghindarinya. Kapan akan selesainya?" Tanya kembali Anta dengan menaikan nada bicaranya kali ini.


" Aku takut ada Leonard di rumah, Dia sama Ibu pasti sekarang lagi nungguin. Untuk memaksa Aku supaya cepat melangsungkan pernikahan lagi dengannya." Ujar Zerina sedikit takut menjawab pertanyaan yang terus dihujani oleh Anta. " Sebenarnya Kamu cinta tidak sama Leonard?" Zerina dan Ressa terkejut mendengar Anta yang bertanya seperti itu.


Anta terdiam dalam lamunan yang membuatnya semakin ingin mengakhiri masalah yang ada, dengan nada bicara yang sedikit menekan, pemuda itu mempertanyakannya pada Zerina. " Lalu rencanamu apa, Kita kan sebelumnya sudah berpura pura, kalau Aku itu pacar Kamu?" Ressa segera berdiri, lalu menggesek kedua kupingnya seperti sedang kepanasan. " Apaaaa?" " Kapan kalian mempertunjukan drama itu, ko Saya tidak tahu?" Tanya Ressa sedikit cemas. " Kan Saya bilang tadi, Kita cuma pura pura pacaran, bukan beneran, ya kan Zerina?" Anta menangkis prtanyaan Ressa untuk diberikan lada Zerina. " Yaa, itu juga semata mata, agar Leonard kembali pergi dan tidak memaksaku untuk menikah dengannya" " Ohhh," Ressa sedikit lega mendengarnya, lalu mulai berdesis pada Anta. " Tapi Kamu tidak suka beneran kan, Sama Zerina?" Anta menggelengkan kepala kakunya, dan Zerina menatapnya dengan penuh permohonan dari tadi padanya. " Jika Kamu melakukan hal itu lagi, Aku akan sangat berterima kasih sekali sama Kamu." Ujar kecilnya yang langsung dibalas oleh Ressa. " Tapi jangan ngambil kesempatan dalam kesempitan juga, ya?" " Aku mau bertanya sama Kamu, Kamu itu sebenarnya siapanya, Anta sih? Kelihatannya Kamu itu terlalu mengekang Ia?" Tegas Zerina pada kedua temannya. " Stttt, bisa tidak kalian diam dulu, kupingu pusing sekali mendengarnya?" Teriak Anta melerai mereka. Ressa dan Zerina menyeringai, sebab Anta salah dalam berucap. " Seharusnya kepala Kamu yang pusing, bukan telinga Kamu!".

__ADS_1


Anta sedikit malu tapi itu tidak menghentikannya untuk membicarakan sesuatu hal yang dapat memperjelas hubungan antara mereka bertiga.


" Kita itu sebenarnya baru kenal dua hari, tapi kalian seperti telah mengenaliku lama. Aku melihat dari pandangan mata kalian padaku, sangatlah berbeda. Dari sana Aku berpendapat, jika kalian sepertinya mau, kalau Aku memberikan hubungan yang lebih pada Kalian."


" Tapi, setelah Aku telusuri kehidupan kalian lebih dalam lagi. Kalian bukanlah wanita biasa, kalian punya kehidupan yang lain bersama pria yang mungkin benar benar mencintai kalian. Meski kalian menggapnya salah, kalian itu seharusnya berfikir lebih jauh lagi sebelum mengambil keputusan untuk memilih hidup bersama denganya dulu."


" Satuhal yang kalian harus mengerti. Farren tidak akan mungkin senekad ini jika Ia tidak serius mencintai Kamu Ressa. Sebaliknya Leonard, Zerina... Jika Kamu membuka hati untuk memaafkan Dia, Aku percaya, cintamu yang dulu akan kembali tumbuh dan kalian bisa memperbaiki semuanya."


" Aku tidak mau menjadi duri dalam daging disetiap hubungan kalian, atau perusak bahkan lebih buruknya lagi, Aku tidak mau menjadi pria pengganti atau lebih jelasnya seperti ban serep."

__ADS_1


" Kalian sudah dewasa, bukan anak anak lagi. Kakian harus bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara kalian sendiri, tanpa meminta bantuan orang lain. Kalian paham kan?"


Begitu panjangnya Anta menjelaskan pada kedua wanita yang ada di depannya itu. Mereka terlihat seperti menyesali dengan menyadari semua kesalahannya. Emang benar selama ini mereka terlalu bertopang harapan pada Anta, untuknya mau menyelesaikan masalah mereka dengan kebohongan yang mereka buat sendiri tanpa menyadari, jika selama ini Anta sudah tersiksa oleh drama mereka.


__ADS_2