
Jadi seseorang yang tidak pernah diharapkan itu sangatlah menyebalkan, hanya karena Ia tidak pernah merasakan kebahagiaan yang utuh dan mendapatkan label anak sial, menjadikan Resa mempunyai hati yang sulit.
Kedua kupingnya masih panas, mengingat kemarin Anta dan Zerina mengobrol seperti orang yang tengah pacaran, sebab mereka tidak menyertakan dirinya dalam obrolan tersebut, sampai Ia merasa seperti kambing conge, membuatnya sangat kesal dan selalu uring uringan.
Seolah Ia tidak mau melupakan kejadian kemarin, Ia mengacuhkan Anta temannya disaat Ia mengajaknya mengobrol di perjalanan menuju Cafe. " Resa, Kamu sudah sarapan belum?" Resa menutup kedua kupingnya untuk pertanyaan itu, Ia terus saja berjalan menghiraukan Anta bersama ocehannya. Tak lama setelah Anta terus terusan berbicara, sampai Resa pun meludakan kekesal terhadapnya.
" Kamu jadi laki laki tidak peka banget sih, Kemarin Aku kan sudah membicarakan prasaanku pada Kamu. Tapi Kamu malah acuh tak acuh!" Anta langsung batuk, kaget ternyata Zerina masih mengingat kejadian kemarin disaat gadis itu menembak dirinya secara tertutup.
" Ternyata Dia masih mengingatnya!" Anta mencoba sedikit menenangkan dirinya dengan mencoba merangkul pundaknya. " Jangan pegang pegang, bukan muhkrim. Itu kan yang selalu Kamu katakan jika menyentuh lawan jenismu. Apa Kamu sudah lupa?" Resa membentak sambil bertolak pinggang satu. Anta langsung terhanyut dalam perkataannya, Ia mulai memasang wajah sayu memandangi gadis anggun itu.
" Mungkin Kamu jijik sama Aku, Aku itu hanya bekas wanita simpanan Bosku sendiri. Tapi itu dulu, sekarang tidak lagi. Percuma Aku jelaskan, Kamu tidak akan mengerti juga!" Jelas Resa kembali seraya berjalan menjauhinya dengan raut wajahnya yang dipenuhi kekecewaan.
__ADS_1
" Tunggu Resaaaa!"
Gadis cantik itu mendadak berhenti berjalan, membalikan badan, melihat Anta yang dari tadi mengikutinya dari belakang. Lalu membentaknya dengan kaget. Apa lagi, semuanya sudah jelas. OMG Kamu jijikkan sama Aku?" Anta membalas ucapannya yang sedikit agak lebay itu. " Bisa gak, bicaranya pelan pelan saja?" Resa berdesis kesal, sambil mengeluarkan cemilan yang ada di dalam tas kecilnya.
" Okeee, Aku dengerin Kamu!"
Mereka berdua berjalan bersama kembali. Anta mencubit pipi kanannya sambil tersenyum, itu adalah triknya agar Resa melupakan kembali soal jawaban ya atau tidaknya Anta untuk mau berhubungan dengannya. " Kamu tambah tembem, jangan ngemil terus bawelll!" Kedua pipinya memerah sontak Anta bercandainya begitu. Pemuda itu secepatnya lari meninggalkannya, Resa segera berlari juga untuk menyusulnya.
Anta sama sekali masih tak mau berhenti untuk teriakannya. Keduanya sama sama keras kepala, Resa sama saja masih terus mengejarnya. Hingga pada akhirnya mereka berdua menabrak Zerina si gadis solehah yang mengenakan kerudung." Brughkkkk " " Aduhh,"
Dengan sopan Zerina berucap " Assalammualikum," Setelah Rimah dan Hawa menabraknya. " Waalaikumsalam," Ditengah kesakitan mereka tak melupakan jika salam itu harus dijawab dengan keadaan apapun.
__ADS_1
Resa yang sebaliknya terlihat kesal, bukannya Zerina langsung saja Ia membidik tajam pandangannya pada gadis berhijab itu sambil berbicara pedas. " Ngapain Kamu disini? Tumben tumbenan pagi pagi buta gini, Kamu sudah ada di depan Cafe." " Pegawai bukan, pemilik bukan. Bikin repot saja!" Sambung Resa berkata menyinggungnya. Anta mulai mendesis padanya. " Jangan bicara begitu, gak baik!". Zerina sedikit tak enak hati untuk membicarakan maksud kedatangannya kesini, Ia tiba saja ingin mengurungkan niatnya untu berbicara setelah Resa bicara seperti tadi.
" Emm, ya sudah Aku pergi lagj ya. Maaf sudah mengganggu kalian!" Anta tidak membiarkan Zerina pergi, lekas Ia pun memegang satu tangannya untuk menahannya. " Tunggu jangan pergi dulu, pamali kalau bicara setengah setengah apalagi sampai tak jadi membicarakannya." Jelas Anta yang langsung membuat Zerina berbalik kembali.
" Kita duduk dulu, waktu masuk kerja masih lama ko. Kita masih banyak waktu buat dengerin curhatan Kamu, iya kan Resa?" Gadis centil itu sedikit kaget seraya menatap Anta penuh tanya. " Kenapa harus Aku. Kenapa bukan Kamu aja yang dengerin curhatan Dia, buang buang waktu saja!" Bisik Resa pada Anta namun sayangnya bisikan itu mampu terdengar oleh kedua telinga Zerina yang tertutupi kain jilbabnya. " Sudah kamu Diam dulu, kalau gitu!" " Zerina sok atuh bicara?".
Anta menyuruh Zerina untuk lekas membicarakan maksudnya itu, sementara Resa Ia suruh untuk diam saja duduk di sampingnya.
" Aku mau minta tolong sama Kamu?" Jawab Zerina dengan hati hati. " Minta tolong apa?" Anta da Resa langsung tercengang mendengar gadis itu ingin meminta sebuah hal yang sama sekali Ia tak pernah meminta itu sebelumnya. " Aku ingin Kamu jadi kekasihku?" " Apaaaa!". Resa sangat syok sekali mendengarnya. Ia sepertinya tidak terima dengan perkataan yang barusan Zerina ucapakan. Gadis yang selalu berdandan menor itu langsung mendekati gadis berhijab itu sambil marah marah. " Aku gak salah dengar nih, sejak kapan Kamu jadi senekat itu, Kamu harunya ingat jika Kamu itu masih terikat hubungan dengan Leonard, paham!" Zerina langsung berdiri dari duduk tenangnya. Menatap penuh bekas sahabatnya itu. " Tapi Aku tidak cinta sama Dia!" Mendengar jawaban Zerina yang singkat itu Ia semakin terbakar api karahan. " Jika Kamu tidak cinta, kenapa Kamu mau dilamar olehnya dulu. Kenapa Kamu tidak menolaknya?" Resa mulai membuka pintu kebersitenggangan dengan gadis berhijab itu kembali. " Kita itu sama sama wanita, seharusnya Kamu bisa ngertiin Aku Resa?" Teriak Zerina membalas perkataan pedasnya barusan. " Emang dasarnya terlahir dari perempuan munafik, anaknya juga tak kalah munafiknya!" Kali ini Resa bicaranya kelewat batas sampai membuat Zerina menangis lalu pergi dari hadapan mereka. " Zerina tungguuuu!" Anta yang dari tadi hanya diam saja sekarang menyuarakan perkataannya untuk kembali menghentikan Zerina untuk pergi.
" Tuh lihat Resaa, Zerina jadi pergi. Kamu kalau mau bicara dipikir dulu, kasihan kan Dia?" Pemuda itu menegurnya, Resa yang mengira Anta tak mengerti dengan prasaannya ikut menagis dihadapannya. " Kamu kasihan sama Dia, tapi tidak denganku... Ada apa dengan Kamu, kenapa Kamu ragu untuk menjawabnya iya, jika Kamu mau jadi kekasihnya, hah?" " Apa karena ada Aku disini, jika aku tidak ada disini, mungkin tadi Kamu sudah menjawabnya ya, bukan!" Anta semakin bingung melihat kedua teman wanita barunya itu, yang selalu bersikap kekanak kanakan seperti tadi. Bahkan setelah Resa berbicara sedemi kian, Anta pun tidak bisa menahan nya untuk pergi.
__ADS_1
Pada akhirnya Resa dan Zerina pun berlari menjauh darinya, sambil menangis kecewa. Pemuda itu pun harus mengejar yang mana dulu, sementara Ia tidak tahu gimana caranya untuk menyelesaikan masalah prasaan yang sedang mereka hadapi saat ini.