
Zerina menatap sekeliling dengan ragu. Tangannya yang erat menggenggam bunga rose pemberian dari Leonard mulai berkeringat karena gugup melihat semua orang menatapnya penuh tanya.
__ADS_1
Acara Universry temannya yang di selenggarkan di dalam Cafe ini menuai banyak pujian, sebab jasa dekorasinya yang indah indah dapat memukau semua orang, dan mereka pun mulai mempertanyakan siapakah Zerina Ahkila khoeirunisa itu. " Kak Zerina, nanti di acara ulang tahunku, Aku mau juga dong di dekorin kaya gini, keren banget tahu!" Ucap salah satu pengunjung terkagum kagum padanya. Zerina hanya tersenyum membalas semua ucapan yang mengatakan jika mereka ingin di dekor juga acara spesialnya oleh gadis berhijab itu. Namun salah satu teman laki lakinya berujar berbeda dengan semua teman lainnya. Mereka menyinggung kapan Zerina dan Leonard meresmikan pernikahan mereka yang sempat tertunda itu. " Bunganya udah, kangen kangenannya belum nih, kapan sih kalian mau ngelanjutin pernikahan, kalian gak cape apa digantungin terus?" " Ya nih, Bang Leonard cepetan halalin Zerina, kalau kelamaan nanti bisa..." " Stttt, jangan ngawur ah!" Teriak kecil Zerina yang memutus ucapan dari temannya itu. Semua orang yang ada disana tersenyum malu padanya. Zerina hanya tersenyum hambar membalas mereka Leonard pun terlihat tersenyum geli melihat kelakuan Zerina yang tidak pernah berubah. " Itu yang Aku suka dari Kamu, Kamu itu habis memotong pembicaraan orang pasti langsung kebingungan sendiri habis itu mulai menggaruki kepala." Jelas Leonard yang membuat Zerina semakin malu.
__ADS_1
Zerina sepertinya tidak suka dengan kedatangan Leonard yang secara tiba saja mendatangi dirinya dalam pesta ini. Jika Leonard datang ke rumahnya pasti gadis itu akan marah dan jengkel padanya sebab wanita mana yang mau dipermainkan hatinya apalagi dibohongi soal pernikahan. Gadis itu menunggu sampai satu tahun lamanya, menanti Leonard yang ingin melangsungkan pernikahan mereka setelah pemuda berdarah indo itu melamarnya.
__ADS_1
Saat mereka asik tertawa bercanda bersama, Zerina berpamitan untuk pergi ke kamar kecil dulu. " Maaf, Saya tinggal dulu sebentar!" Yang lain hanya menganggukan kepala, sementara leonard malah mempertanyakannya. " Mau kemana, perlukah Saya antar?" " Tidak usah, Saya mau ke kamar kecil dulu" Jawab Zerina sedikit ketus. Leonard seketika membalasnya dengan senyuman palsu." Hemm, okeee!".
__ADS_1
Sesaat tiba di depan ruangan istirahat pegawai, Zerina berhenti tepat di depan pintu yang terbuka sedikit. Ia mendengar suara tangisan lalu sayup, terdengar lagi ucapan penyesalan yang kali ini dibarengi dengan tangisan yang tiada henti. " Siapa yang menangis di dalam?" Zerina perlahan mengintip dari balik pintu melihat seorang perempuan dan laki laki saling berpelukan di dalam dapur, ternyata mereka Anta dan Resa. Resa terlihat menagis sambil kesal, Anta memeluk dirinya dengan erat sambil mengusap rambutnya sebagai dukungan supaya Resa sabar. " Sudahlah, jangan nangis terus!" Perlahan Anta mulai berkata kembali. Zerina yang melihat Anta sedang memeluk Resa dari balik pintu langsung meneteskan air matanya sebagai kesedihan melihat orang yang dicintainya terang terang tengah bermesraan dengan orang lain. Sambil mengusap air matanya, gadis itu bergumam kecil dari balik pintu. " Sebenarnya Anta itu suka sama Aku apa sama Resa?" Disaat tengah Zerina ingin melerai sedikit kesedihannya, Leonard datang dengan tiba tiba menghampirinya sambil khawatir. " Kamu ngapain disini? Katanya mau ke kamar kecil, tapi Kamu tidak ada di sana?" Zerina menatap dengan tajam pria itu lalu memberanikan diri untuk memarahinya. " Kamu sengaja kan, datang langsung kesini, supaya Aku tidak banyak memepertayakan banyak hal, mengapa Kamu pergi dulu, Iya kan?" Teriak Zerina dari balik pintu sekaligus membuat Anta melepaskan pelukan hangatnya dari Resa. " Kamu tahu kan, manusia itu tempatnya salah!" Jawab Leonard seperti tidak terjadi apa apa. " Iya Saya paham, pasti Kamu juga tahukan, sabar itu ada batasnya? Sekarang batas kesabaran Saya sudah habis, dan Aku sudah punya pendamping lain?" Zerina mulai berbohong pada Leonard. Pemuda itu sedikit tersenyum licik padanya sambil berkata senonoh yang langsung membuatnya tersinggung. " Laki laki mana yang mau sama Kamu, mereka juga pastinya milih milih pasangan. Apalagi Kamu itu anak dari seorang pelakor, semua laki laki bakalan berpikir seribu kali, buat jadiin kamu sebagai istrinya!" Zerina terlihat kesal sekali pada Leonard, Ia pun tidak tahu harus dengan apa Ia membalas ucapan pedasnya itu. " Kamu tidak bisa menjawabnya kan?" Leonard tak henti menekan dirinya, Zerina semakin terpojok akan perkataannya sendiri. Tak disadari dari tadi Anta sudah ada di balik pintu, mendengarkan pembicaraan mereka yang semakin memanas. Anta yang sudah tahu jika Zerina itu telah berbohong pada Leonard, entah apa yang membuatnya bertekad berbohong tapi itu semata mata hanya untuk menolong Zerina saja. " A.. Akuuuu!" Zerina gelagapan menjawab leonard yang dari tadi terus memaksanya agar lekas berbicara. Gadis itu pun tidak tahu harus berbicara apa. Langsung saja Anta keluar dari pintu dengan tekad bulatnya. " Sayaaaaa!" Teriak Anta yang langsung mengakui jika Ia adalah lelaki pengganti yang kan menggantikan posisi Leonard untuk menikahi Zerina. Ucapannya membuat mereka terkejut bahkan melerai kebersitenggangan antara mereka. " Apaaaa?" Leonard sedikit menganga habis itu tesenyum hambar padanya. Zerina perlahan menggelengkan kepalanya perlahan sebagai kode, kalau Anta tidak boleh melakukan hal itu dalam hatinya pun Ia merasa sangat risih dan tak berhenti menggetarkan kedua kepalan tangnnya. " Aduhh, gimana ini, kalau Anta ngelakuin itu, pasti masalahnya akan rumit." " Heyy, pemimpi. Ngacaa, Lo itu cuma pelayan. Belagu banget ingin nikahin seorang putri?" Tegur Leonard bermaksud untuk menghinanya. Anta langsung membalas ucapannya itu sambil menarik tangan Zerina untuk cepat cepat Ia menggandengnya. " Emang ada larangannya buat orang miskin menikahi orang kaya?" Tanya Anta setelah mengganteng erat mesra Zerina. Gadis berhijab itu hanya diam dalam kebohongan yang Anta buat. Secara tidak mau, Zerina sudah mengikuti alur kebohongan yang baru Anta buat. " Terserah saja, Aku sudah cape dengan semuanya!" Gumam Zerina dalam senyuman hambarnya tersebut. " Apa benar lelaki ini yang mau menikahi Kamu? Jawab Zerina?" . Tanya Leonard sambil berteriak padanya. Gadis itu terlihat sudah lelah mendengar pertanyaan pria egois itu, Ia tidak ada henti memberikan segudang pertanyaan untuknya. Zerina sangat geram, Ia pun akhirnya ikut berbohong bersama dengan Anta. " Iyaaa, Anta orangnya. Dia itu lelaki bertanggung jawab, baik hati dan tidak suka berbohong!" Leonard mulai merasa risih dengan kehadiran Anta, Ia un langsung pergi tanpa mengucapkan kata kembali.
__ADS_1