LEKANG

LEKANG
Ada apa dengannya


__ADS_3

Suara Azan dari belakang mesjid yang tak jauh dari rumahnya langsung membangunkan si bungsu yang tengah lelap tertidur di atas pangkuan Abangnya yang sama sama ketiduran di atas teras, yang berada di ruang tamu. Sambil mengucek kedua matanya Adam melihat langsung ke arah jam yang ada di atas dinding dengan waktu menunjukan pukul 04.30 subuh. Niat hati yang ingin membangunkan Ibunya tak tersampaikan sebab Ibunya Sumbi sudah mendahuluinya. Seketika Ibu tiga anak itu tersenyum melihat anak bungsunya bisa ta'at menjalankan ibadah dengan baik dari hari ke hari.


Setelah Adam kembali mengambil air wudhu, Ia pun berbisik pada Ibunya dengan lembut. " Ibuuu!" " Iya, Sayang!" " Abang Anta sama Abang Arga ko belum bangun juga ya, padahal ini sudah waktunya salat subuh?" Tanya Malaikat kecilnya itu dengan polos. Sumbi langsung membungkuk menyeimbangi tinggi tubuh anaknya itu. " Mungkin mereka akan menyusul nanti, Kita saja dulu yang salat ya Sayang?" Jawab Ibunya dengan lemah lembut. Adam langsung mengangguk sambil tersenyum ke arah abangnya Anta yang masih tertidur pulas tanpa mengenakan selimut. Sebelum adik kecilnya itu menyusul ibunya, Ia terlebih dahulu menyelimuti kakaknya agar tidak kedinginan.


Hari ini adalah lembaran kisah kedua untuknya bekerja di Cafe. Waktunya dimulai dari jam tujuh tepat, Anta belum juga bangun dari tidurnya. Sementara jarum jam sudah menunjukan pujul 06.45 tepat. Waktunya tinggal lima belas menit lagi yang tersisa. Ibunya langsung menghampiri lalu menggoyahkan badannya pelan sambil berkata pelan juga. " Bang Anta, ini sudah pagi. Sebentar lagi mau jam tujuh loh!" Secepatnya Anta pun bangun dengan lemas." Iya, Buuu!" " Buu, Anta sudah melanggar janji lagi ke Adam?" Ujar Anta sebelum Ia pergi untuk bersiap siap. " Janji apa, Nak?" Sumbi bertanya sambil merapihkan selimutnya. " Kata Adam, Ia mau Anta jadi Imam nanti, disaat salat subuh, tapi malah Anta malah ketiduran" Jelasnya sedikit bimbang. " Tak apa, Adam pasti bisa ngerti ko!" Jawab Sumbi dengan lembutnya. " Huuh!" Anta langsung mendengus dan semakin lemas pergerakannya. " Kenapa lagi, Bang. Kan Ibu sudah bilang, Adam pasti bisa mengerti?" Ibunya bertanya kembali. " Iya Bu, yang Anta sesali itu, belakangan ini Anta selalu kesiangan salat subuh. Entah kenapa, rasanya badan ini terlalu betah untuk terus tertidur." Jawab Anta dengan nada yang sedikit pelan. " Lain kali, Kamu harus menyiapkan niat dulu. Jika niat Kamu siap, insya Allah, Kamu bisa menjalankannya." Ucap Ibunya yang langsung menggetarkan hatinya, lalu Anta tersenyum tipis pada Ibunya itu dan menjawabnya " Iyaa! " Sambil menganggukan kepala.

__ADS_1


Sehabis itu, pemuda yang baru berumur delapan belas tahun langsung menggeliat sambil terus menguap, habis itu menggaruk kepalanya baru mengucek kedua matanya. Penglihatannya masih samar samar, Ia mencoba berdiri meski agak loyo. Sehabis itu Anta berjalan menuju kamar mandi yang masih terkunci pintunya.


Dorr...Dorr... Dorrrr


Ketukannya sangat keras sekali, Arga yang masih ada di dalam langsung berteriak " Ada oranggg!" Anta langsung melengos pergi, menuju toilet umum yang ada disamping rumah. Ibunya langsung bertanya mengapa Ia tidak segera membasuh wajahnya. " Bang Anta, ko belum siap siap. Nanti terlambat, loh?" " Arga masih belum selesai di kamar mandinya, Bu!" Jelas Anta yang langsung membuat ibunya kelimpungan. " Terus, Kamu mau mandi dimana?" " Abang mau cuci muka saja di toilet umum Bu, biar cpet gak usah mandi dulu." " Ya sudah, Ibu siapin bekal saja ya, takutnya Kamu gak keburu kalau sarapan dulu di rumah," " Yaa, Buu!".

__ADS_1


" Sebenarnya Saya baru pertama kali basuh wajah pakai air mineral. Agak sedikit malu juga hehe!" Ucap Anta jenaka, sambil mengendarai motor Resa untuk pergi ke tempat kerjanya. " Gak usah malu, gak ada yang lihat juga ko, hehe. " Jelas Resa dari belakang tubuhnya, Ia sangat senang sekali dapat diboncengi Anta. Gadis itu terus saja senyum senyum sediri dari belakang. Sesekali Ia pun menggelitiki tubuhnya sendiri, sampai motor itu kehilangan keseimbangannya. Anta pun langsung menegurnya. " Resa, Kamu kenapa. Tolong untuk diam, nanti Kita bisa jatuh dari motor?" Teriak Anta. " Maaf!".


Diperjalanan menuju Cafe, Anta melihat gadis yang berkerudung kemarin ditolongnya sampai dua kali itu, sedang kesulitan. Kelihatannya ban motornya bocor, Ia pun mendorong motornya itu dari samping jalan terus menuju kedepan. Anta pun berbicara terus terang pada Resa setelah Ia menghentikan motornya terlebih dahulu. " Loh, ko berhenti di sini? Kan Cafenya masih jauh?" Ucap Resa bingung sambil turun dari motornya. " Itu bukannya Gadis kemarin, yang ngeselin itu?" Ujar Anta sambil menujuk Zerina yang ada di sebrang jalan. " Zerinaa, ngapain sih Dia disini. Gangguin aja?" Gumam Resa di dalam hatinya kesal, lalu segera mengajak Anta untuk cepat cepat melanjutkan perjalanannya. " Anta lebih baik kita lanjutin aja yu, nanti kita bisa terlambat?" Anta menghiraukan ucapannya itu, entah apa yang membuatnya Iba kembali pada gadis yang hampir membuatnya dipecat. Anta langsung melihat ke kanan ke kiri untuk menyebrang, sementara Resa ditinggalkannya di sana. Gadis cantik itu terus saja berteriak memanggilnya, namun tidak pernah dihiraukan.


" Antaaaa, Antaaaa!" " Ihhh, kesel dehh!"

__ADS_1


" Hai, kenapa dengan motornya?" Tanya Anta yang sekaligus menegur gadis bergijab itu. " Hai juga, ngapain Kamu ke sini?" Tanya Zerina ketus sambil melepaskan helm yang ada di atas kepalanya, lalu disimpannya di stang motor sebelah kanan. Anta terlihat langsung mengkerutkan wajahnya, bibirnya bergetar pelan setelah Zerina berkata begitu padanya. " Kenapa kamu berubah? Apa perkataaku ada yang salah?" Tanya Anta bingung. " Iya, seharusnya Kamu itu ngucapin salam dulu, Assalammualaikum. Baru Kamu bicara yang lain!" Ketus Zerina menjelaskan padanya.


__ADS_2