
Friska langsung duduk di pinggiran kasur nya"Astaga kenapa yah aku sepertinya merasakan hal yang berbeda, ini sangat aneh."Friska sangat bingung dengan yang terjadi di antara dia dan Leo.
Sementara Leo beliau ini sedang berada di taman tempat ia dan Friska mengobrol "Astaga Tuhan gw mungkin suka dia!" Batin Leo sambil senyam-senyum sendirian, ia sangat tidak mengerti dengan perasaannya sendiri.
Di tengah Kesaltingan Leo tiba-tiba HP nya berbunyi"Ah siapa lagi sih."Gumam Leo sembari mengambil ponsel nya di dalam kantong jaketnya"Lah mamah perasaan gw baru keluar sebentar, pasti nyuruh pulang."Gumam Leo dan langsung mengangkat telpon dari ibunya.
Pembicaraan di telpon:
Leo:"Halo mah."
Mamah:"Halo, kamu di mana sih Leo kan tadi mamah sudah bilang jangan lama-lama."Mamah Leo sepertinya sangat marah, nyonya Eduardo memang galak.
Leo:"l'm sorry mah, aku lupa mah yah ini aku juga sudah mau pulang, tapi mah jangan bilang papah ya."Pinta Leo kepada mamah nya karena dia sangat takut jika papahnya sampai marah.
Mamah:"Iya iya cepat pulang."
Leo:"Baik mah."Telpon langsung berakhir dan Leo langsung melajukan mobil nya di jalanan kota itu.
Setelah waktu lama di perjalanan akhirnya anak nakal itu sampai.Leo langsung memarkirkan mobilnya.
Leo:"Mah aku pulang."
Mamah:"Kamu ini membuat mamah cemas saja sayang, kamu mau mamah jadi serangan jantung karena kamu."
Leo:"Maaf mah Leo ngaku Leo salah."Leo sangat tulus meminta maaf kepada mamah nya.
Mamah:"Ya sudah lah yang penting kamu udah pulang , mamah sangat takut sayang."Mamah memeluk Leo sambil menangis secara tiba-tiba.
Leo:"Why? Aku sudah pulang kenapa mamah masih khawatir, and kenapa mamah nangis?"Leo sangat bingung.
Mamah:"Mamah tidak apa-apa, mamah hanya takut kamu kenapa-napa."
......................
Kejadian sebelumnya.
Mamah mendatangi tempat kerja papah Leo, Hal itu yang membuat nya sedih, bukan itu namun disaat ia ingin membuka pintu ia mendengar papah berbicara di telpon.
Papah:"Hai sayang kamu lagi apa?"Tanya papah kepada seseorang di telpon dengan sebutan sayang dan mamah tidak jadi masuk, ia menguping dari luar.Ia mendengar seorang wanita yang menjawab papah Leo.Ia mendengar suaminya terus memanggil wanita itu dengan panggilan"sayang".Saat itu mamah sangat panik dan ketakutan sehingga ia langsung menelpon Leo.
......................
Mamah membuat Leo bingung, Leo curiga pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh mamah.
Leo:"Mah."Leo menepuk pelan punggung mamahnya.
Mamah:"Iya."
Leo:"Mamah ada masalah kan?"Tanya Leo penasaran.
Mamah:"Tidak.Mamah tidak punya masalah, mamah hanya takut kamu kenapa-napa, karena kamu pulang nya sudah larut malam."Mamah menjawab sembari melepaskan pelukan nya.
Loe:"Yah sekarang aku sudah pulang, mamah jangan nangis lagi yah."Leo menghapus air mata yang ada diwajah mamah nya dan mamah hanya mengangguk pelan "Maaf sayang mamah bohong ke kamu nanti mamah bakal ungkapin kebohongan ini, maaf yah, kamu tidak harus tahu semua tentang keluarga ini." Batin mamah yang terisak tangis karena kesedihan nya melampui batas, ia mengira lelaki yang ia cintai benar-benar mencintainya apa yang terjadi hari ini seperti ledakan bom di dalam tubuh wanita baik itu.
Mamah:"Kamu langsung bersih-bersih, dan tidur yah."
Leo:"Iya mah."Leo langsung pergi kekamar nya.
__ADS_1
......................
Dikamar Leo."Mamah kayak nya nyembunyiin sesuatu dari gw, aneh."Gumam Leo. Ia langsung menghilang kan pemikiran nya yang overthinking dan langsung membersihkan tubuh.
Setelah selesai Leo langsung berbaring di kasur empuknya. "Astaga gw capek banget ngantuk banget. Kenapa yah gw coba ngelupain kenapa mamah nangis tapi kok gw jadi kepikiran, biasanya juga dia cuman marah sekarang mamah nangis, pasti ada hal lain noh, gw gak bakalan diem aja gw bakal cari tahu." Batin Leo yang kebingungan.
......................
Dikamar Friska. Wanita yang cantik ini telah tertidur pulas.
...****************...
Pagi harinya.
Friska langsung terbangun karena alarm "Hah dah pagi." Friska melihat ponsel nya, di ponsel nya terlihat ada beberapa pesan "Astaga pesan siapa nih" Friska langsung membuka pesan itu"Astaga Leo lagi."
Isi pesan:"Fris udah bangun lo."
Friska hanya membaca tanpa membalas pesan dari Leo "Dasar manusia aneh" Gumam Friska.
Friska langsung bangun dari kasur nya, lalu ia mengambil handuk dan mandi.
Lama di kamar mandi akhirnya ia keluar dan mencari seragam sekolahnya di lemari yang besar itu. Selesai dengan pakaian ia langsung berdandan sederhana, dan pergi ke ruang makan.
Friska:"Pagi ibu, pagi ayah."
Ibu:"Pagi sayang."
Ayah:"Pagi anak ayah."
Ibu:"Yuk duduk sarapan dulu nah setelah itu berangkat.".
Ayah:"Oh iya hari ini ayah harus cepat ke kantor karena ada urusan yang sangat penting."
Friska:"Jadi?"
Ayah:"Kamu kesekolah sendiri ya."
Friska:"Hm pentingan kantor atau anak sendiri?"Friska langsung bertanya cetus.
Ayah:"Kantor lah."Ayah menjawab enteng untuk menggoda Friska.
Friska:"Ih ayah."Gerutu Friska kepada ayah. Ayah dan ibu hanya tertawa.
Friska:"Aku selesai sarapan nya."
Ibu:"Iya sayang, ibu yang nganterin Friska deh."
Ayah:"Iya kalau ibu tidak terganggu dengan anak nakal ini."Ayah kembali membuat Friska kesal.
Ibu:"Jika dia nakal ibu akan memukulnya." Mereka memperlakukan Friska seperti anak kecil.
Friska:"Aku bawak mobil sendiri saja ya bu."
Ibu:"Tidak, ibu mau mengantar kamu kesekolah."
Friska:"Ayolah."
__ADS_1
Ibu:"Ibu mau berkeliling ibu mau menikmati waktu pagi ini bersama kamu, dan ibu mau melihat-lihat sekolah kamu."
Friska:"Hou baik lah."Friska menghela nafas.
Ibu:"Ayok kita pergi nanti kamu terlambat."Ibu sangat bersemangat, sementara anaknya terlihat suram.
Friska:"Baik lah, dah ayah."
Ayah:"Dah sayang, dah ibu."
Ibu:"Dah ayah."
Dua orang itu langsung menuju mobil, di dekat mobil sudah ada sopir yang menunggu.
Sopir:"Silahkan masuk nyonya."Sopir membukakan pintu untuk Ibu dan Friska.
Ibu:"Hari ini saya mau nyetir sendiri."
Sopir:"Tapi nyonya tugas saya gimana, nanti tuan bisa marah."
Ibu:"Ah tenang kamu tidak akan di marah tadi saya sudah izin."
Sopir:"Oh baik lah nyonya."
Ibu dan Friska langsung masuk ke mobil. Ibu membawa mobil dengan lajunya.
Friska:"Ibu.... Pelan-pelan."Friska ketakutan dengan cara ibu membawa mobil.
Ibu:"Aaa kamu tenang saja kita kan menghindari keterlambatan."
Friska:"Aku tidak akan terlambat walaupun ibu pelan-pelan, ini sangat menakutkan."Friska kelihatan sangat ketakutan.
Ibu:"Kamu ini lebih baik cepat sampai dasar anak zaman sekarang tidak menghargai waktu."Gerutu ibu yang terus melajukan mobilnya.
Sesampainya di sekolah.
Friska:"Astaga aku sangat bersyukur kita sampai."Friska keluar dari mobil dan terlihat sangat loyoh.
Ibu:"Kamu seharusnya berterimakasih kepada ibumu yang cantik ini karena berkat ibu kamu sampai tepat waktu."Ibu membanggakan dirinya sendiri.
Friska:"Terimakasih bu dan jangan antar aku kesekolah lagi, kalau begini caranya aku akan hidup mandiri saja, perutku sangat mual."Friska memegang perutnya.
Ibu:"Aa kamu ini lebay, ini baru permulaan."Ibu tertawa kecil.
Friska:"Yah sudah nanti pulang nya aku akan menaiki bus saja."
Ibu:"Ibu jemput saja."
Friska:"No."
Ibu:"Yah baik lah,ibu mau langsung pulang saja."
Friska:"Baik bu hati-hati."
Ibu:"Iya sayang, semangat yah belajar nya."Sembari memeluk Friska.
Friska:"Okey."
__ADS_1
Ibu langsung berlalu pergi dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
...----------------...