Love In Different World

Love In Different World
Episode 30


__ADS_3

Leo langsung keluar dari ruang meeting dengan raut wajah yang terlihat lelah. "Enzo apakah masih ada yang lain?" Tanya Leo. "Tidak tuan semua sudah selesai." Jawab Enzo. "Bagus." Ucap Leo sambil berjalan dengan cepat.


......................


Sesampainya dirumah.


"Enzo, aku ingin membicarakan sesuatu kepada mu." Ucap Leo sambil menghela nafas nya. "Baik tuan." Ucap Enzo. "Kutunggu kau di ruangan ku." Leo langsung berlalu berlalu pergi.


"Siapa wanita yang kulihat di foto itu, itu bukan lah mamah diwaktu masih muda dulu ataupun anggota keluarga yang lainnya apakah aku belum mengetahui sesuatu." Gumam Leo yang berjalan dengan cepat.


......................


Leo duduk di kursi yang dulunya diduduki oleh ayahnya. "Wanita ini." Gumam Leo sambil memegang sebuah foto.

__ADS_1


"Aku penasaran dengan gadis ini tapi." Gumam Leo mengepalkan tangannya.


Tok... Tok.. Suara ketukan pintu ruangan Leo. "Yah masuk lah." Ucap Leo.


"Enzo aku ingin bertanya sesuatu kepada mu." Ucap Leo duduk bersebelahan dengan bodyguard dan juga asisten pribadinya. "Yah silahkan tuan." Balas Leo.


Leo menghela nafas panjang dan memikirkan kata-kata yang ingin ia keluarkan. "Enzo kau sudah lama bekerja dengan ayah ku. Kau pasti tahu sesuatu yang aneh darinya, atau mungkin yah seperti kebiasaannya." Ucap Leo. "Iya tuan." Balas Enzo. "Yah, kau tau sesuatu tentang ini?" Ucap Leo sembari memberikan sebuah foto kepada Enzo.



"Aku ingin laporannya segera ada ditangan ku, karena wanita ini membuat ku curiga." Gumam Leo.


"Tuan!" Seseorang memanggil Leo dari balik pintu. "Iyah masuk la." Ucap Leo sembari melihat beberapa kertas yang bertumpuk di atas mejanya.

__ADS_1


"Tuan , nyonya ingin bertemu." Ucap seorang wanita sembari menundukkan kepalanya. "Iyah baiklah aku akan kesana." Jawab Leo.


......................


"Ada apa mah?" Tanya Leo kepada wanita yang tengah duduk terdiam. "Apa kau baik-baik saja?" Tanya ibu sembari berdiri. "Kenapa dengan ku?" Leo balik bertanya. "Mamah khawatir kau bekerja dan kau juga mengurus sekolah mu nak." Ucap ibu sambil mengelus wajah Leo yang terlihat lelah. "Kenapa harus dipikirkan, aku baik-baik saja." Ucap Leo sambil tersenyum kecil. "Mamah tahu semuanya, kau tidak harus memikirkan pria itu." Ucap ibu. "Apa yang mamah maksudkan?" Tanya Leo bingung. "Ayah mu berselingkuh dengan ibu Jodi." Ucap ibu. "Itu tidak bisa dikatakan perselingkuhan!" Tukas Leo. "Yah mamah tahu ayah mu yang membunuh ayah Jodi, dan ayah mu sudah pantas menerima ganjarannya." Ucap ibu. "What?" Leo bertambah bingung. "Aku dulu hanya bisa diam,tidak tahu semua ini akan terjadi. Anak ku sendiri yang membalas sakit yang aku rasakan." Ucap Ibu. "Kenapa mamah merahasiakan itu dari ku dulu?" Tanya Leo. Mamah terdiam dan berjalan, diikuti oleh Leo.


"Ruangan apa ini?" Tanya Leo kepada ibunya ketika melihat ruangan yang ditunjukkan oleh ibunya. "Ini ruangan tempat ayahmu bekerja dulu." Ucap ibu. "Lantas?" Tanya Leo. "Di ruangan ini pria itu membicarakan kecantikan ibu Jodi, yah wanita yang sudah mempunyai suami.Disini juga dia menyusun pembunuhan itu, mamah tahu kalau ibu Jodi sudah mengetahui kebusukan pria itu. Tapi apa yang bisa dilakukan oleh wanita, kami hanya bisa diam." Jelas mamah. "Kenapa kalian tetap bertahan?" Tanya Leo lagi. "Karena mamah bisa apa, wanita itu sangat lemah." Jelas ibu. "Huh... Konyol, tidak seperti wanita ku." Ucap Leo. "Wanita mu?" Ibu langsung melihat kearah Leo. "Eh, Itu, emmm. Ah sudahlah aku akan membersihkan diri." Loe langsung membalikkan badannya.


"Lelaki wajahnya memerah pertanda jika dia sedang mencintai seseorang." Ucap ibu menggoda Leo.


Langkah Leo langsung terhenti. "Ayolah, wanita ku kan mamah." Ucap Leo mengelak. "Oh, begitu." Ibu tertawa kecil. "Yah, sudahlah aku ingin kekamar ku." Ucap Leo. "Baiklah tuan." Ibu tidak bisa menahan tawanya. "Aku akan melihat tawa dari anak ku." Batin ibu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2