
Keesokan paginya, Leo terduduk di tepi kasurnya. Tok..Tok..Suara pintu kamar Leo diketuk"Tuan?" Seorang wanita memanggil Leo. "Hm... Masuklah."
"Eh tuan hari ini sekolah di bukak?" Tanya wanita itu kepada Leo. "Oh iya, hari ini." Leo menjawab singkat. "Baik tuan, nyonya bilang tuan harus bersiap-siap." Ucap wanita itu lagi. "Iya, keluarlah." Leo langsung berdiri.
Tok... tok.. Suara ketukan pintu kembali berbunyi. "Astagah, masuklah dan taruh lah bel dikamar ku!" Leo merasah terganggu dengan ketukan pintu. "Ehem... Baiklah besok akan mamah ganti."Ucap seorang wanita sembari menepuk punggung Leo. "Ups mamah, a... Leo terganggu mah." Balas Leo karena terkejut. "Hah... Kamu pasti banyak pikiran." Mamah menghela nafas. "Ah tidak,aku baik-baik saja." Ucap Leo singkat. "Kalau memang kamu hari ini merasah lelah, kamu bisa diam dirumah." Mamah menggenggam tangan Leo. "Aku akan sekolah." Leo langsung pergi menuju kamar mandi nya. "Anak ini." Gumam mamah sembari meninggalkan kamar Leo.
......................
Sesampainya disekolah Leo hanya diam dan memandang ke arah jendela.
"Leo!" Jodi menepuk punggung Leo. "Eh, lo jod." Leo terkejut. "Lo baik-baik aja kan?" Tanya Jodi kepada Leo. "Gw baik-baik aja bro." Leo tersenyum. "Baguslah, kantin yok!" Ajak Jodi. "Oke!" Leo langsung berdiri.
"Woi! Tunggu gw!" Teriak seorang pria dari belakang Jodi dan Leo. "Erik!" Sontak keduanya terkejut. "Tunggu... Gw..." Erik ngos-ngosan. "Dari mana lo?" Tanya Jodi kepada Erik. "Gw... Ha.. Habis lompat pagar, tadi.. gw ketahuan telat." Erik berbicara sembari mengatur nafasnya. "Kasian ck.. ck." Leo berdecak kepada Erik. "Enak aja lo!" Ucap Erik singkat. "Whehe.... ikut gak lo?"Tanya Leo kepada Erik. "Iku!" Erik langsung membanting tasnya kearah bangku.
__ADS_1
......................
Dikantin, ketiga lelaki itu tengah menyantap makanannya masing-masing. "Leo, gimana keadaan lo?" Tanya Erik kepada Leo. "Gw yah baik-baik aja lah."Jawab Leo sembari menyantap makanannya. " Syukurlah."Jawab Erik. "Tumben lo soswit gini." Ucap Jodi. "Ahaha... Iya juga yah." Leo langsung tertawa. "Eits jangan salah, Leo kan ayang gw." Erik mulai dengan tingkah konyolnya, Jodi dan Leo menghela nafas.
......................
Ketiga lelaki itu telah kembali ke kelas. "Eh Friska tuh!" Erik langsung menunjuk Friska yang tengah duduk sembari membaca buku. "Berbunga-bunga hatinya." Ucap Jodi sembari melangkah pergi. "Bener berseri-seri, dah gw mau ngeliat Friska." Leo ikut pergi meninggalkan Erik. "Lah yang satu dingin kayak es, yang satu sibuk bucin." Batin Erik.
"Hai, Fris!" Leo langsung menyapa Friska. "Ouh,hai."Friska langsung berdiri. "Em, kamu sibuk gak?" Tanya Leo kepada Friska. "What.Kamu? Sejak kapan kamu?" Friska bingung dengan perubahan Leo. "Ahaha.... Itu eeee gimana yah, kalo ngomong pakek kamu tuh biasanya lebih romantis." Leo tersenyum."Nih anak kenapa yak, sebentar lagi pasti author ngasih kisah cinta komedo nih, salah komedi maksudnya." Gumam Friska. "Ouh, gitu memang harus romantis gitu?" Friska menggaruk kepala tak gatal. "Hmm.. Lupain aja, gak jadi gw mau duduk." Leo langsung duduk di bangkunya. "A*jir jantung sialan malah detaknya kenceng banget." Gumam Leo yang memalingkan wajahnya ke arah jendela.
......................
"Oke bel istirahat telah berbunyi saya rasa cukup hari ini yah murid-murid. Jadi silahkan anda semua kerjakan tugas yang saya berikan, dan jangan lupa isilah dengan sungguh-sungguh!" Ucap pak kemal dengan tegas. "Pak nyontek boleh gak?"Ucap seorang murid. " Ou, nyontek boleh. Sangat di anjurkan jika ketahuan nilai ulangan kalian akan saya merahkan. Yang otomatis kalian tidak akan naik kelas."Jawab pak kemal, dan semua murid langsung tertawa.
__ADS_1
"Hadeh kalian ini nyontek saja bisanya, dulu zaman saya dulu kita itu akan berlomba-lomba mendapatkan nilai sendiri, tidak akan mau berbagi dengan yang lain karena itu adalah usaha kita." Jelas pak kemal. "Kalau seperti itu tidak ada solidaritas pak." Ucap Erik. "Kalau kamu pasti bilang menyontek dan memberi contekan itu solidaritas, bolos saja kamu bilang solidaritas.Rugi memberikan contekan."Ucap pak kemal kepada semua murid nya. "Jadi yang nyontek tidak dirugikan pak?" Tanya murid satunya. "Rugi juga nak, kenapa rugi karena kita mencontek kita tidak akan menjalankan kinerja otak kita jadi nya gimana? Ada yang bisa jawab?"Semua murid hanya diam. " Yah seperti biasa kalau diluar jam pelajaran saya belum keluar dari ruangan kelas semua nya kelihatan lemah letih lesu lemas, tidak berdaya kalau saya melangkah pergi sudah segar semua, jadi begini anak sekalian kalau keseringan mencontek itu berarti membohongi dirinya sendiri, kinerja otak hilang atau kurang enak kurang kalau hilang gimana? Untungnya kinerjanya saja yang hilang kalau otaknye. Mencontek itu membodohi diri sendiri!"Jelas pak kemal dan langsung meninggalkan kelas.
"Lo ngapain sih punya pertanyaan segoblok itu?" Tanya Alfa kepada Erik. "Whehe santai brother, gw cuman memperlambat istirahat kita." Erik tertawa. "Ahk, udah a gw mau tidur." Tukas Alfa. "Eh, tidur? Al masih pagi." Erik mengelus kepala Alfa. "Gw gak perduli, gw ngantuk." Jawab Alfa. "Makanya jangan begadang kan tadi lo udahlah telat lewat pintu belakang sekarang lo mau tidur." Erik kebingungan dengan tingkah sahabatnya. "Lo apa bedanya?" Tukas Alfa. Erik langsung meninggalkan Alfa yang tengah tertidur.
......................
Jam istirahat selesai, semua siswa kembali ke kelasnya masing-masing.
"Pelajaran sama bu Jasmine ya." "Iyah" Murid-murid sedang berbincang bincang tentang pelajaran selanjutnya.
"Selamat pagi semua!" Bu Jasmine memasuki ruang kelas. "Pagi bu!" Jawab semua murid. "Masih semangat kan?Baru jam 10.00 kok tidak semangat." Ujar bu Jasmine, semua murid menanggapi dengan senyuman tipis. "Oke, saya harap tugas matematika yang minggu kemarin saya berikan sudah kalian kerjakan." Lanjut bu Jasmine.Semua murid langsung mengumpulkan tugasnya masing-masing.
Ibu Jasmine langsung menghitung jumlah buku yang dikumpulkan oleh murid-murid nya. "Eh Eh. Tak salah ke ni? Kenapa tugasnya cuman ada 29 bukannya kelas ini 30 murid?" Bu Jasmine langsung kebingungan. "Eh masa si bu?" Ketua kelas langsung membuka suara. "Lah tidak percaya kamu? Siapa yang tidak mengumpulkan tugasnya?" Semua murid menoleh kanan kiri depan belakang. "Eh itu meja pojok kemana orangnya?" Tanya salah satu murid. "Alfa yak yang duduk di sana?" Tanya murid lain. "Iya Alfa yah, kok tiba-tiba ilang tadi ada gw liat sendiri." Leo ikut bingung. "Kayak gak tau aja." Jawab Jodi. "Memang kamu tahu?" Tanya bu Jasmine, Jodi langsung mendekati meja Alfa. "Nih bu lagi tidur." Jodi menjawab enteng.
__ADS_1
Semua murid tercengang melihat Alfa yang tertidur pulas. "Astagah Alfa!" Bu Jasmine langsung meneriaki Alfa, namun tetap saja Alfa tidak terbangun, Leo mendekat kearah Alfa yang sedang tertidur pulas. "Ini nih, nasib anak broken home." Tukas Leo. "Hah? kenapa Alfa punya masalah?" Tanya bu Jasmine kebingungan. "Ah, tidak bu saya hanya bercanda." Jawab Leo sambil mengangkat tubuh Alfa. "Biasanya tugas Alfa udah ada di tasnya." Jodi mengobrak-abrik isi tas Alfa. "Nih bu tugas nya." Lanjut Jodi sembari memberikan buku tugas Alfa.
...****************...