Love In Different World

Love In Different World
Episode 24


__ADS_3

Keesokan harinya. "Huah....." Friska menguap dan langsung bangun. "Eh udah jam 8 pagi, astaga sekolah! Kanapa tidak ada yang membangunkan aku!" Gumam Friska sembari keluar dari kamarnya dengan berlari.


Friska:"Ibu... Ibu!"Friska berteriak menuju dapur.


Ibu:"Ais kenapa sih?"Tanya ibu yang kebingungan.


Friska:"Aku.... Aku sudah telat, kenapa ibu tidak membangunkan ku."


Ibu:"Ih pikun yah?"


Friska:"Eh... kenapa?"


Ibu:"Hari ini libur."Ibu menjawab singkat.


Friska:"Ouh iya ya lupa lupa."Friska tertawa kecil.


Ibu:"Hm. Sana-sana jangan mengacau pekerjaan ibu."


Friska:"Hehe... Ibu tidak jadi ke mall yah?"Tanya Friska lagi.


Ibu:"Masih pagi sayang."Ibu tetap fokus dengan pekerjaan nya.


Friska:"Ouh!"Friska menjawab singkat dan kembali ke kamarnya.


"Masih muda kok aku sudah pikun" Gumam Friska. Friska langsung pergi kekamar mandinya.


Setelah 15 menit berlalu akhirnya Friska keluar dengan wajah yang berseri-seri. "Nah kalau begini kan cantik, aku siap ke mall. Kemarin aku tidak mau mengikuti ibu tapi sekarang aaa aku tidak bisa memikirkan apa yang harus aku beli nantinya. Hmmmm mungkin sama seperti gaya anak sekolah yang lain, aku akan membeli bedak, parfum, dan yang lainnya. Aku akan bergaya modis sebagai vampir yang kaya hehe aku jadi begini yah, akh sudah lah aku beli saja hal yang penting contohnya pakaian yang indah, bagaimana kalau anting-anting, akh tidak-tidak aku akan membeli semua nya dalam satu paketan, atau mungkin 2 yah akan kebeli semuanya." Gumam Friska sambil membereskan tempat tidurnya karena rasa gembira.


Friska menuruni tangga untuk menemui ibu dan ayah.


Friska:"Ibu!"Friska kembali berteriak.


Ayah:"Jangan berteriak, langsung kesini saja dan duduk lah!"Ayah membalas teriakan Friska, yah begitulah sandiwara pagi mereka. Membuat semua pelayan menyembunyikan tawa.


Friska:"Hm.. Aku tidak memanggil ayah!"Friska langsung duduk.


Ayah:"Sudah cantik malah marah-marah."


Friska:"Ah aku memang cantik."Friska memuji dirinya sendiri.


Ayah:"Mau kemana?"


Friska:"Bagaimana ayah, ayah lupa hari ini kita akan pergi ke mall. Kemarin ayah juga bilang kalau ayah akan ikut."Friska lagsung mengingatkan ayah.


Ayah:"Oh iya yah."


Ibu:"Yah begitulah ayah, slalu saja lupa."Ibu langsung bicara sinis.


Ayah:"Lihat itu aktor kesukaan mu masuk jurang."Ayah menunjuk kearah TV yang sedang di tonton oleh ibu.


Ibu:"Kau ini!"Ibu langsung merengut kesal.


Ayah:"Ayah hanya lupa, dan reaksi kalian seperti ini."Ayah tertawa kecil.


Friska:"Jika tidak seperti ini maka ayah akan menjadi pelupa."Friska langsung membalas ayah.


Ayah:"Ahaha. Seperti itukah."Ayah langsung tertawa mendengar pernyataan Friska.


Friska:"Hm!"Friska menjawab singkat.


Ayah:"Ouh sebentar ada telpon yang masuk."Ayah mengambil ponselnya yang sedari tadi berbunyi.


Friska:"Siapa ayah?"Tanya Friska kepo.


Ayah:"Alan, sebentar ayah angkat dulu."Semua langsung senyap ibu dan Friska ikut menguping.


Ayah langsung mengangkat panggilan suara dari Alan.


Ayah:"Halo."


Alan:"Halo tuan."

__ADS_1


Ayah:"Hm... Ada apa?"Ayah bertanya penasaran.


Alan:"Tuan, pak Eduardo meninggal."


Ayah:"Ah kau yang benar saja!"Ayah terkejut mendengar berita yang Alan berikan.


Alan:"Tuan, aku tidak bohong." Jawab Alan


Ayah:"Dari mana kau mendapatkan informasi?"


Alan:"Dari para karyawan perusahaan tuan, apakah tuan lupa kemarin tuan membuat kesepakatan dengan pak Eduardo." Alan langsung mengingatkan bos nya.


Ayah:"Ah iya yah aku juga lupa itu."


Alan:"Eh.Maksud tuan ada lagi yang tuan lupakan?"


Ayah:"Ah tidak, lupakan saja. Kau sekarang dimana."


Alan:"Saya di markas besar tuan."


Ayah:"Segera pulang, dan kita akan menghadiri pemakaman nya."


Alan:"Baik tuan saya segera pulang."


Ayah:"Baiklah." Ayah langsung mengakhiri panggilan.


Ibu:"Kenapa yah?"Ibu bertanya dengan rasa penasaran.


Ayah:"Tuan Eduardo meninggal."Ayah menjawab singkat.


Friska:"Eh bagaimana bisa."


Ayah:"Yah begitulah nak, umur manusia bisa berakhir dengan cepat."Ayah berdiri dari duduknya.


Friska:"Ini sangat tiba-tiba."Friska sangat terkejut.


Ayah:"Jadi bagaimana, kalian ikut atau akan pergi ke mall?"Tanya ayah kepada istri dan anaknya.


Ibu:"Baiklah aku akan ikut."


Ayah:"Mungkin pemakaman dimulai jam 9 jadi tinggal 30 menit lagi maka bersiaplah."Ayah langsung memberikan perintah.


Friska:"Baik ayah."


Ibu dan Friska langsung bersiap-siap.


......................


Sesampainya di tempat pemakaman.


Ayah:"Baiklah aku akan menemui Nyonya Eduardo."


Ibu:"Bagaimana dengan ku?"Tanya ibu kepada ayah.


Ayah:"Kau ikut."Ayah langsung menepuk keningnya.


Friska:"Aku juga akan ikut."


Ayah:"Baiklah."


Mereka langsung berjalan mamuju nyonya Eduardo, yang sedang terduduk didekat peti jenazah


Ayah:"Selamat pagi nyonya."Ayah menghampiri nyonya Eduardo diikuti oleh ibu dan Friska.


Leo:"Om?"Leo bingung kenapa keluarga Friska menghadiri pemakaman ayahnya.


Ayah:"Nak Leo, saya turut berdukacita."Ayah mengelus pundak Leo.


Leo:"Terimakasih om Elbert telah hadir."


Mamah Leo:"Ini siapa?"Mamah bertanya kebingungan karena tidak pernah melihat mereka.

__ADS_1


Ibu:"Ouh iya, saya Linda Elbert, dan ini anak saya Friska."Ibu langsung mengulurkan tangan nya kepada mamah Leo.


Ayah:"Saya melakukan bisnis dengan tuan Eduardo."Jelas ayah.


Mamah Leo:"Terimakasih nyonya dan tuan sudah mau menghadiri pemakaman suami saya."


Friska:"Saya turut berdukacita nyonya."Friska menundukkan kepalanya.


Mamah Leo:"Sangat sopan, terimakasih nak."Mamah langsung menyentuh kepala Friska.


......................


Pemakaman telah selesai di laksanakan.


Ayah:"Bagaimana ya, apakah aku harus langsung membicarakan tentang perusahaan kepada nyonya Eduardo?"Bisik ayah kepada ibu.


Ibu:"Jangan dulu yah, biarkan nyonya Eduardo tenang."Ibu memberikan solusi.


Ayah:"Ah baiklah."


Ibu:"Hah... Lihat itu Friska dan Leo sedang mengobrol."Ibu menunjuk kearah Friska dan Leo yang sedang duduk.


Ayah:"Hm... Kasian anak itu."Ayah menghela nafasnya.


Ibu:"Benar sekali."


Ayah dan ibu langsung melangkah mendekati nyonya Eduardo.


Ibu:"Nyonya jangan terlalu bersedih."Ucap ibu kepada nyonya Eduardo.


Mamah Leo:"Iya nyonya, terimakasih telah hadir."


Ibu:"Tentu."Ibu langsung memeluk nyonya Eduardo.


Ayah:"Yah baiklah, saya berharap keadaan nya masih baik-baik saja."


Mamah Leo:"Itu pasti tuan, terimakasih sudah hadir tuan."


Ayah:"Yah baiklah kami pamit dulu."


Mamah Leo:'Biak tuan terimakasih."


Ayah dan ibu mendekati Leo dan Friska.


Ibu:"Friska, kami sudah mau pulang. "Ibu berbisik kepada Friska.


Friska:" Iya bu."


Ibu:"Iyah."


Friska:"Ah.Leo aku pamit yah."


Leo:"Iyah terimakasih om tante, karena sudah hadir."


Ayah:"Tentu nak, kamu yang kuat yah. Kamu anak lelaki sekarang kamu yang akan menjaga ibumu."Ucap ayah menyemak Leo.


Leo:"Baik om."


Ibu:"Yah sudah kami pulang dulu ya nak."


Leo:"Iya tante terimakasih."


Ayah:"Yang kuat!"


Leo:"Baik om."


Friska:"Semangat yah."Friska juga menyemangati Leo.


Leo:"Makasih fris."


Ayah, ibu dan Friska berlalu pergi.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2