
Sebelum baca jangan lupa like, and komentar positif nya juga biar makin semangat nulis nya.
Selamat membaca.
Friska menjawab ucapan ayah.
Friska:"No ayah kita tidak bisa mengambil sekolah itu dari mereka yah."Friska bingung ingin bagaimana Friska memikirkan bagaimana semua itu akan terjadi.
Ibu:"Friska apakah kamu mau pindah sekolah? Ibu dan ayah bisa memindahkan kamu kesekolah yang lebih bagus dan kamu bisa belajar dengan nyaman."
Friska:"No ibu aku bisa sekolah di sana."
Ayah:"Biar ayah yang berbicara kepada bapak Eduardo."
Friska:"Tidak usah ayah ini urusan aku dan Leo Eduardo.Aku tidak mau ayah terganggu dengan hal ini." Friska mengatakan hal itu dengan tegas, ibu dan ayah saling berpandangan bingung.
Ayah:'Okey sayang, jika itu memang keinginan kamu tapi jika dia sudah berlebihan ya ayah bisa apa lagi dan kita tahu apa yang akan terjadi."
Ibu:"Kita tidak boleh sampai membunuh mereka ayah."Kata ibu memperingati ayah karena apapun bisa tuan Haris lakukan.
Ayah:"Ayah hanya bilang ketika mereka berlebihan."
Friska:"Dan ibu juga hanya memperingati ayah."
Ibu:"Bagaimana kalau besok kamu di kawal aja sama bodyguard ayah."
Ayah:"Nah iya sama Alan."
Friska:"Tidak ibu."
Ayah:"Ayolah."Ayah bingung bagaimana ia menjaga anak nya sedangkan ayah slalu di kantor.
Ibu:"Kalau tidak mau dengan Alan bawa saja bi Hasmi."
Friska:"Tidak bu aku bisa sendiri, ayolah kalian yang ingin tahu bagaimana dengan hari ku kalian yang langsung khawatir." Friska menjawab sambil melihat wajah ayah dan ibu yang sangat ingin menjaga keamanan Friska.
Ayah:"Besok Alan yang akan pergi bersamamu."
Friska:"Ayah."
Ibu:"Friska tidak ada bantahan lagi ya kali ini, Alan yang akan pergi bersama mu."Ibu langsung memotong pembicaraan Friska.
Ayah:"Iya Alan benar Alan kepercayaan ayah."
Ayah sangat mengandalkan Alan dalam hal apapun itu Alan sudah seperti tangan kanan ayah yang sangat membantu pekerjaan ayah dan bukan hanya itu karena sifat Alan yang jujur apa adanya Alan sudah seperti keluarga bagi mereka sama hal nya dengan bi Hasmi.
Mereka sudah selesai makan, ibu dan Friska sedang membereskan piring kotor dan ayah sudah pergi ke ruang kerjanya, ayah sangat nyaman berada di sana tempat yang tenang.
Ibu dan Friska selesai membereskan semua piring kotor. Mereka langsung ke ruang keluarga untuk menonton TV.
Ibu:"Film apa yang bagus untuk di tonton?"Tanya ibu kepada Friska.
Friska:"Mungkin tidak ada, aku akan istirahat dan tidur."
Ibu:"Okey dada sayang."
Friska:"Hm da."Friska menjawab sembari melangkah pergi.
Sesampainya di kamar ada bi Hasmi yang sedang membersihkan kamar Friska.
Friska:"Eh da bi Hasmi."
Bi Hasmi:"Iya nyonya."
Friska:"Udah selesai bi."
Bi Hasmi:"Iya nyonya sudah, saya pergi dulu ya nyonya."
Friska:"Iya bi makasih ya."
Bi Hasmi:"Iya nyonya."Bi Hasmi berlalu pergi.
Dan sekarang hanya Friska sendirian di kamar nya bersama ketenangan."Astaga hari ini sangat melelahkan aku akan berdoa tuan Eduardo itu sedang sendirian dan akan ku minum darah nya semau ku. Tapi kapan itu akan terjadi ingin rasanya membunuh tuan Eduardo, tapi hmmm kasian sekali Sandrina dia pasti sangat sedih karena di bentak dan di tolak oleh anak tidak tahu diri itu. Ntah lah bagaimana bisa dia di jodohkan dengan lelaki itu padahal dia sangat jahat, apakah keluarga mereka tidak tahu bagaimana sikap lelaki itu, huh dia membuat semunya seperti sinetron."Batin Friska yang memikirkan kejadian hari ini.
__ADS_1
Friska melihat jam di handphonenya jam menunjukkan pukul 18:00.Friska yang kelelahan langsung tertidur.
Sementara itu di rumah Bima.Bima sedang bersama ibunya, yah Bima hanya memiliki satu orang yang sangat ia sayangi yaitu ibunya nyonya Elis,ibu Bima seorang wanita karir. Wanita itu sendiri yang mengurus Bima dari dia kecil Sementara ayah Bima pergi bersama wanita lain yah seperti itulah kehidupan Bima dia harus mandiri dia tidak menunggu jemputan dia memilih menaiki bus untuk pulang ia harus menunggu bus bagi Bima itu adalah hal yang biasa Bima menolak pemberian mobil dari ibunya karena Bima tidak menyukai sesuatu yang mewah dia takut jika dia akan menjadi orang yang angkuh dan sombong karena harta jadi ketika di sekolah Bima akan terlihat sederhana.
Ibu Bima sangat menyayangi Bima, dulu ia slalu menangis memikirkan masa depan Bima namun sekarang dia bahagia ternyata anak nya sangat baik hati dan di sekolah Bima juga berprestasi setiap ulangan sekolah nilai nya pasti bagus ibunya sangat bangga. Ia ingin Bima bahagia Ibu Bima berpikir jika ia memberikan pasilitas mewah Bima akan lebih bahagia namun yah Bima dengan ribuan misterinya menolak harta dan tidak iri dengan teman-teman di sekolah.
Bima dan ibunya sedang duduk di taman belakang rumah disana pemandangan sangat memanjakan mata.
Ibu Bima:"Nak bagaimana dengan hari ini?"Tanya wanita itu menanyakan kondisi Bima di sekolah.
Bima:"Hari ini aku sangat bahagia."
ibu Bima:"Ou apakah hari ini da perbedaan dengan hari-harimu yang lain?"Ibu Bima sangat penasaran apa yang membuat anaknya begitu bahagia.
Bima:"Aku bertemu dengan seorang wanita dia hmmm."Bima terdiam.
Ibu Bima:"why..? wanita siapa pacar? Kapan kamu akan memperkenalkan wanita itu kepada ibu?"
Bima:"Dia hanya teman bu tidak lebih."
Ibu Bima:"Ibu akan tetap berdo'a anak kesayangan ibu ini slalu di kelilingi oleh orang-orang baik."Ibu mengelus rambut Bima, Bima sangat nyaman jika berada di dekat ibunya karena terkadang wanita itu sangat sibuk.
Bima:"Bu apakah ayah akan kembali kepada kita jika aku menemui nya? "Bima bertanya dan terlihat matanya berkaca-kaca menahan air matanya untuk keluar.
Ibu Bima:" Why?Kenapa Bima menanyakan itu. Kamu rindu dengan nya?"Ibu sangat sedih mendengar Bima bertanya tentang ayahnya.
Bima:"Aku melihat teman-teman pergi bersama ayah dan ibunya, aku melihat ayah mereka begitu perhatian kepada anak-anak nya mereka berjalan-jalan di taman."Bima menatap langit yang berwarna oranye dan nanti akan di selimuti dengan warna gelap.
Ibu Bima:"Di sini ada ibu. Ibu akan menemani kamu sampai kapan pun itu." Ibu berdiri
Bima:"Apakah ibu bahagia?"Tanya Bima karena ia ingin tahu perasaan yang ibunya pendam.
Ibu Bima:"Ayo kita masuk langit terlihat telah berubah."Ibu menghindari pertanyaan Bima ia tidak mau membuat Bima menangis.
Bima:"Baiklah."Bima tahu ibunya sangat sulit untuk menceritakan tentang ayahnya.
...****************...
Ayah:"Aku sangat bingung dengan Friska, hatinya sangat lah baik tapi ada saja orang yang ingin mengacaukan kehidupan nya."
Ibu:"Walaupun begitu aku sangat bangga dengan anak kesayangan ku itu dia tidak pernah ingin membalas kejahatan."
Ayah:"Besok aku akan berbicara kepada Alan agar dia tahu tugas nya."
Ibu:"Baiklah, Haruskah bi Hasmi ikut?"
Ayah:"Tidak perlu aku tahu kau tidak akan mampu sendirian di rumah ini walaupun ada banyak orang yang ku pekerjakan di sini kau akan butuh bi Hasmi untuk mengajak mu mengobrol."
Ibu:"Kau sangat pengertian."Ibu tertawa.
Ayah:"Tanpa aku aku bisa mati."
Ibu:"Hei aku bisa hidup sendiri justru kau lah yang akan mati jika aku tidak ada."Ibu membalas Ayah.
Ayah:"Iyah karena kau adalah kehidupan ku, jika kau hilang atau pergi aku akan mati."Ayah menggoda ibu.
Ibu:"Oh yah."Ibu tertawa kecil.
Ayah:"Dasar wanita ini."
Ibu:"Ya sudah lah aku mau pergi."
Ayah:"Iya dan akan lebih baik jika kau membuat cemilan untuk ku."Ayah tersenyum tipis.
Ibu:"Dasar." Ibu berlalu pergi.
Di kamar Friska terbangun dan kembali melihat jam."Jam 23:10 hmm sudah lama aku tidur:"Friska berbicara sambil mengucek matanya. Friska langsung terduduk di tempat tidur nya."Aku mau makan cemilan."Batin Friska lalu ia melangkah dari kamarnya mencari cemilan yang dia suka dan membawa cemilan ke kamar nua.
Friska memakan cemilan sambil menonton TV di kamarnya."Hm aku masih ingin tidur tapi cemilan ini sangat lah enak aku sangat suka aku tidak ingin berhenti memakannya, tapi aku mau tidur yah sudah lah aku akan tidur."Batin Friska lalu ia mematikan TV dan kembali merebahkan dirinya.
...****************...
Pagi tiba.Friska bangun dan langsung ke kamar mandi dan mengambil handuk lalu ia berputar dan duduk di meja rias lalu ia kembali kekamar mandi dan menyentuh air"Astaga dingin mandi tidak akan membuat aku cantik tapi kenapa harus mandi."Batin Friska, lalu ia langsung mandi.
__ADS_1
Setelah ia selesai berdandan ia langsung turun untuk menemui ayah dan ibu.
Friska:"Pagi ibu pagi ayah
Ibu:"Pagi sayang."
Ayah:"Pagi kesayangan ayah."
Ibu:"Duduk sayang, dan makan sarapan nya ya. Oh iya ini bekal untuk mu."Ibu menyodorkan kotak bekal kepada Friska dan Friska langsung memasukkan bekal nya kedalam tas.
Friska:"Terimakasih bu."
Ibu:"Iya sayang."
Ayah sibuk dengan ponsel nya dan mengkerut kan kening nya ayah sedang menelpon seseorang. Telpon tersambung.
Ayah:"Halo Alan." Ayah sedang menelpon bodyguard nya.
Alan:"Halo tuan."
Ayah:"Alan bisakah kau ke eyang makan sekarang?"
Alan:"Biak tuan."Telpon langsung di akhiri.
Tak lama kemudian Alan datang
Alan:"Ada yang bisa saya bantu tuan?"Tanya akan dengan sopan.
Ayah:"Begini Alan Friska akan pergi ke sekolah aku tidak bisa membiarkan nya sendirian dia butuh pengawal."
Alan:"Apa yang terjadi tuan."
Ayah:"Kau tau kan tuan Eduardo."
Alan:"Tentu tuan dia seorang pemilik sekolah tempat nyonya Friska sekarang."
Ayah:"Iya tepat sekali kau harus menjaga Friska."
Alan:"Tapi tuan keamanan di sana sudah ketat."
Ayah:"Yah aku tau itu Alan namun ada seseorang yang suka mencari permasalahan."
Alan:"Baik lah tuan aku akan menjaga nyonya kecil."Ucap Alan tegas
Ayah:"Iya Alan terimakasih."
Alan:"Baik tuan."
Friska selesai sarapan.
Friska:"Apakah aku akan pergi bersama om Alan?"Tanya Friska kepada ayah.
Ayah:"Iya nak."
Ibu:"Kamu sudah siap kan?"
Friska:"Iya bu."
Ayah:"Hati-hati sayang."
Friska:"Iya ayah."
Ibu langsung mengantar Friska ke depan rumah dan Alan langsung menyalakan mobil.
Ibu:"Hati-hati yah sayang."
Friska:"Iya bu aku pergi dulu."
Friska langsung membuka pintu mobil dan mereka berlalu pergi.
...****************...
(Apaka yang akan terjadi hari ini penasaran kan tetap pantau ya)
__ADS_1