Love In Different World

Love In Different World
Episode 29


__ADS_3

Setelah selesai makan Friska duduk di meja belajar nya. "Aku sangat kenyang, makanan nya sangat enak.Tapi masakan ibu lebih enak!" Gumam Friska sembari mengambil sebuah buku.


................


Sementara Leo. "Hah.... Aku sangat bahagia bisa pergi dengan nya, aku sangat menyukai nya sejauh ini." Gumam Leo yang tengah memandang keluar jendela kamar nya.


Tok..Tok.. Suara pintu Leo di ketuk. "Tuan." Panggil seseorang dari luar. "Silahkan masuk." Leo langsung menoleh kebelakang dan kemudian kembali fokus keluar jendela.


"Kenapa kau kemari?" Tanya Leo. "Tuan muda,kita harus menghadiri rapat." Balas lelaki itu. "Enzo apakah kau tidak bisa mewakili aku?" Tanya Leo kepada bodyguard nya Enzo. "Maaf tuan muda bukannya saya tidak mau tapi,tuan harus menunjukkan kinerja tuan kepada pengusaha yang lain. Kita punya mitra kerja yang baru tuan, yang otomatis dia akan menanyakan kehadiran tuan.Rapat ini harus tuan hadiri." Jelas Enzo kepada Leo. "Ah, baik lah jika begitu.Kau keluar lah aku akan bersiap-siap." Titah Leo. "Baik tuan!" Enzo langsung menutup pintu kamar Leo.


"Rapat ini rapat itu, ternyata begitu rumit kenapa takdir ku berbelit begini." Gumam Leo sambil berjalan keluar dari kamarnya.


"Tuan sudah siap." Sapa Enzo kepada Leo. "Iyah,bagaimana aku sudah seperti seorang yang berwibawa?" Tanya Leo sembari bercanda dengan Enzo. "Tuan Leo Anda sangat berwibawa,dengan dandanan apapun." Ucap seorang pelayannya. "Ayo,kita langsung berangkat saja." Balas Leo. "Baik tuan." Balas Enzo sembari membukakan pintu mobil untuk Leo. "Tunggu.... Tunggu!" Teriak seseorang dari belakang Leo. "Hah?Mamah." Leo langsung menoleh. "Leo... Leo kau.... kau mau kemana?" Tanya mamah kepada Leo. "Aku.. Yah aku mau ke kantor." Jawab Leo. "A, begitu ya,jaga dirimu baik-baik." Ucap mamah. "Baiklah." Ucap Leo sembari memasuki mobil. "Aku sangat ingin menggantikan ayahmu nak,aku akan berusaha.Dan kita akan bersama-sama mengembangkan bisnis ini nak,kita akan memulai hari yang baru." Batin mamah.

__ADS_1


................


Dikantor. "Enzo kau harus menyiapkan semua datanya." Titah Leo kepada Enzo. "Baiklah tuan." Jawab Enzo.


"Wah itu yah tuan Leo Eduardo."/" Wah sangat tampan yah."/"Berwibawa." Begitulah pergosipan para staff perusahaan. Leo hanya fokus berjalan tanpa memperdulikan kata-kata pujian atas dirinya.


"Selamat datang tuan Leo Eduardo!" Sapa seseorang di ruang rapat. "Iya, silahkan duduk tuan." Balas Leo. "Saya Askar tuan,saya dari perusahaan FG.Saya sangat senang bisa bertemu dengan anda, dan bisa bekerja sama dengan anda tuan Leo Eduardo." Ucap pria bernama Askar. "Yah,saya juga menantikan pembahasan dengan anda." Balas Leo. "Saya sangat suka dengan cara pembawaan anda yang santai tuan, saya baru tahu dari perusahaan YM yang dipimpin oleh tuan Eduardo diambil alih oleh anaknya yang sangat berwibawa." Lanjut Askar. "Anda telalu banyak memuji saya tuan Askar,saya belum sempat berkata-kata.Saya juga suka dengan pembawaan anda yang slalu menyesuaikan tempat." Balas Leo sembari tersenyum. "Ahaha.. Tentu tuan." Tukas Askar sembari tertawa kecil. "Tapi tuan,panggil saja saya Leo." Ucap Leo sambil melihat Askar dengan mata dingin nya. "Ah, iya tentu tuan." Jawab Askar.


"Baiklah tuan Leo,sebagai perusahaan yang baru berkembang saya sangat ingin bekerjasama dengan perusahaan anda.Saya ingin mengajukan kerjasama kepada perusahaan anda." Ucap Askar penuh harapan dengan jawaban Leo. "Hmm... Baiklah,saya akan berkomunikasi kembali dengan staff." Ucap Leo dengan penuh keseriusan. "Baiklah tuan." Balas Askar. "Mengenai dokumen yang anda berikan,sudah saya periksa sebelum nya.Saya sangat tertarik dengan ide anda,anda mempunyai ide dan saya mempunyai dana,saya harap anda bisa membuat saya terkesan." Ucap Leo. "Tentu tuan,bekerjasama dengan perusahaan tuan adalah impian terbesar yang diinginkan perusahaan lain, suatu keberuntungan jika tuan menerima kerjasama dengan perusahaan kami." Ucap Askar dengan penuh semangat. "Baiklah,saya rasa cukup untuk hari ini." Ucap Leo. "Baik tuan." Balas Askar.


................


"Tuan." Enzo memegang pundak Leo. "Aku... sepertinya ini akan sulit." Ucap Leo dan langsung membuka pintu.

__ADS_1


"Leo!" Haris Elbert langsung menjulurkan tangan nya kepada Leo. "Senang bertemu dengan anda." Ucap Leo. "Sangat berbeda, anak ini sangat paham dunia bisnis. Dia bisa menyesuaikan diri aku tidak menyangka nya ini suatu kejutan.Tapi bagaimanapun dia harus semangat untuk kesuksesan." Batin Haris Elbert (Ayah Friska). "Ada apa tuan?" Tanya Leo yang melihat ayah Friska terdiam. "Ah,maaf saya sangat tidak sopan." Ucap Haris Elbert. "Tidak apa-apa tuan." Ucap Leo sambil tersenyum. "Ouh iya silahkan duduk nak Leo." Haris Elbert langsung menawarkan Leo untuk duduk. "Baik terimakasih." Ucap Leo sembari duduk.


"Baiklah,jadi kita akan melakukan bisnis yang besar nak.Kita harus bekerjasama dan menyumbang banyak kinerja nak, di perusahaan yang kamu pegang mungkin banyak yang akan meminta bekerjasama tapi jangan membebani diri sendiri, mungkin kamu tidak perlu terlalu banyak nasihat dari ku karena aku yakin kau mewarisi kinerja yang profesional dari ayah mu." Ucap Haris Elbert. "Tolong ingat kan saya, saya butuh bimbingan karena saya juga tau perusahaan anda sangat terkenal dan menjadi perusahaan yang diandalkan oleh negara kita." Ucap Leo. "Baiklah,tapi kau jangan terpaku dengan yang ada sekarang, kau harus mengembangkan perusahaan itu."Jawab Haris Elbert. " Baik. "Jawab Leo.


Mereka melanjutkan dengan pembahasan bisnis yang akan mereka naungi bersama-sama.


Ting....Suara notifikasi pesan masuk di ponsel Haris Elbert yang sedang fokus berdiskusi dengan Leo. "Maaf nak Leo saya akan melihat pesan yang masuk." Ucap Haris Elbert kepada Leo. "Iya silahkan." Leo berbicara dengan sopan. Haris Elbert langsung keluar dari ruang meeting.


"Hm pasti pesan dari Friska, anak ini." Gumam Haris sembari melihat pesan yang masuk. "Hu... Sudah ku duga,sekarang sudah jam 20.35 mungkin aku harus pulang."Gumam Haris sembari membalas pesan Friska.



"Hm anak ini." Gumam Haris sambil tersenyum karena tingkah anak nya.

__ADS_1


"Maaf Leo mungkin hari ini pembahasan kita sampai disini dan akan kita lanjutkan dilain waktu." Ucap Haris kepada Leo. "Ouh, tentu." Balas Leo. "Terimakasih telah hadir,senang bekerjasama dengan Anda." Ucap Haris sembari menjulurkan tangannya. "Tentu tuan." Balas Leo sembari menerima jabat tangan dari Haris Elbert.


...****************...


__ADS_2