Love In Different World

Love In Different World
Episode 22


__ADS_3

Sesampainya dirumah Leo langsung memasuki kamar nya tanpa berbicara dengan siapapun.Di kamar nya hanya ada mamah yang sedang tertidur "Mah maafin, aku yah. Aku gak bisa ngejagain mamah ku anggap semua baik-baik aja, i'm so sorry." Batin Leo dan tanpa sengaja air mata pria yang dipandang kuat itu turun tanpa pembatas.


Leo duduk dipinggiran kasurnya.Leo melihat wajah mamah yang tengah terlelap tidur, tiba-tiba suara ambulans berbunyi di depan rumah nya dan membangunkan mamah yang tengah tertidur.


Mamah:"Astagah, Leo!"Mamah terkejut dan langsung terbangun.


Leo:"Kenapa mah?"Leo bertanya kebingungan.


Mamah:"Su.... Suara ambulans Leo, di... dimana?"Mamah bertanya khawatir.


Leo:"Ntah lah. Mamah ingin melihatnya?"


Mamah:"Iya."


Leo langsung mengantarkan mamah untuk melihat keluar.


......................


Diluar sudah ada seorang petugas ambulans yang keluar dari mobil.


Mamah:"Siapa yang meninggal pak?"Tanya mamah bingung.


Supir ambulans:"Selamat siang nyonya, ini jasad tuan."


Mamah:"Hah..... Ya.... Yang.... Benar saja!"Mamah sontak kaget.


Leo:"Langsung bawa saja ke dalam."Leo langsung memerintahkan petugas ambulans itu.


Mamah:"Tapi nak, bagaimana jika itu bukan papah kamu?"


Leo hanya menghela nafas dan masuk ke dalam, diikuti oleh petugas ambulans.


Leo:"ENZO!"Leo berteriak memanggil Enzo bodyguard nya.


Enzo:"I.... Iya tuan mudah."Enzo berlari menuju Leo yang wajahnya kelihatan marah.


Leo:"Persiapkan pemakaman segera!"Leo langsung memberi titahnya.


Enzo:"Maksud ... Tu... Tuan apa?"Enzo terkejut mendengar perintah dari Leo yang sangat tiba-tiba.


Leo:"Kenapa?"Leo melihat dengan tatapan dingin.


Enzo:"A... Tidak tuan akan saya siapkan segera tuan."Enzo dengan tampang yang kuat sangat takut ketika melihat tatapan Leo yang dingin seperti kulkas.


Tanpa melanjutkan pembicaraan Leo langsung melenggang pergi ke kamarnya.


......................


Sesampainya dikamar, Leo langsung menuju ke kamar mandinya, dan menyalakan air shower untuk menghilangkan stres karena masalah nya hari ini.


Setelah lima belas menit melepas stres nya dengan air Leo keluar dari kamar mandi nya.Di depan pintu kamar ada mamah yang berdiri menunggu Leo selesai dari kamar mandinya.


Leo:"Kenapa mah?"Leo bertanya enteng.


Mamah:"Leo jujur sama mamah tadi kamu dari mana nak?"Mamah bertanya balik kepada Leo.


Leo:" Bisnis."Leo hanya memberikan jawaban singkat.


Mamah:"Leo."

__ADS_1


Leo:"Apa yang mau mamah tahu?"Leo bertanya sembari memasang jaketnya.


Mamah:"Leo jujur!"Mamah menguatkan suaranya.


Leo:"Kalau aku yang mau mamah menjawab jujur bagaimana?"


Mamah:"Iya, mamah akan jawab jujur."


Leo:"Siapa orang yang mamah bilang jahat?"


Mamah diam sejenak dan kemudian langsung menjawab.


Mamah:"Orang lain, apa yang kamu maksud? Siapa yang kamu terka?"Mamah terlihat menjawab sekenanya.


Leo:"Kenapa di rahasiakan, ah sudahlah aku ingin mengurus pemakaman papah dan mengurus sekolah itu."Leo langsung melangkah berlalu,dan mamah hanya berdiri mematung.


......................


Leo menuju motornya dan melajukan kecepatan sesukanya. Ntah kemana tujuan yang akan Leo tuju.


Setelah lama berkeliling Leo menepi dijalanan yang sangat ramai dan mengambil ponsel yang ada di dalam sakunya "Ah.Iya gw gak harus prustasi, kenapa gw pusing banget." Gumam Leo sambil melihat pesan di ponselnya.Leo kembali memasukkan ponsel kedalam saku nya dan kembali melajukan kecepatan motornya.


......................


Ternyata pemberhentian utama Leo adalah perusahaan papah nya, yah sesuai dengan silsilah keluarga Leo adalah pewaris perusahaan.


Leo langsung memikirkan motornya dan masuk kedalam ruangan para karyawan.


Leo:"Selamat sore semua!"Leo langsung menyapa semua karyawan.


Semua karyawan:"Selamat sore tuan muda!"Mereka serentak menjawab.


Manajer:"Halo tuan.Apa yang membawa anda kesini?"Seorang manajer langsung menyapa Leo.


Manajer:"Maksud tuan?"Manajer bertanya kebingungan.


Leo:"Temui saya diruangan."Leo berbicara kepada manajer perusahaan.


Manajer:"Baik tuan!"


Leo langsung menuju ruangan papahnya.


......................


Di ruangan itu Leo melihat-lihat dan berkeliling sembari menunggu manajernya.Leo sampai pada sebuah kotak kecil didalam rak buku "Apa nih, gw gak pernah liat nih kotak. Aaa iya gw gak pernah keliling kalo ada papah." Gumam Leo sambil menegangkan kotak kecil yang ada di rak buku.


"Tuan Leo." Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Leo, Leo langsung menoleh kebelakang.


Leo:"Ouh kau. Iya manajer aku mau membicarakan sesuatu."Leo terlihat terkejut.


Manajer:"Iya tuan, o kotak?"Manajer terlihat kebingungan.


Leo:"Oh ini, aku mendapatkan nya dari rak buku."


Manajer:"Itu kotak yang aneh tuan, tidak pernah ku lihat."


Leo:"Kau saja tidak pernah apalagi aku."Leo memberikan candaan kecil.


Manajer:"Hahaha..... Bisa saja tuan."Manajer langsung menanggapi candaan Leo.

__ADS_1


Leo:"Yah begitulah, baiklah ayo duduk."Leo langsung menawarkan manajer untuk duduk.


Manajer:"Ah baiklah terimakasih tuan."


Leo juga ikut duduk dan membawa kotak kecil itu bersamanya.


Leo:"Baiklah. Tidak banyak yang ingin ku sampaikan, tapi ada satu hal yang aku lupa."


Manajer:"Apa itu tuan?"


Leo:"Nama mu."


Manajer:"Haha tuan ini bisa saja."


Leo:"Kenapa kau tertawa?"


Manajer:"Karena tuan sangat suka bercanda."


Leo:"Aku tidak bercanda, kali ini benar."


Manajer:"Ou maaf tuan. Nama saya Haskar."


Leo:"Oke Haskar, besok perusahaan akan ku liburkan."


Manajer:"Tapi tuan kenapa?"Manajer terlihat kebingungan.


Leo:"Aku ingin kalian menghadiri pemakaman."Leo menjawab enteng.


Manajer:"Pe.... Pemakaman?"


Leo:"Iya."


Manajer:"Siapa yang meninggal tuan?"Tanya manajer kebingungan.


Leo:"Ayah ku."Leo menjawab enteng pertanyaan yang dilontarkan oleh manajer.


Manajer:"Tuan ini bercanda saja."


Leo:"Aku tidak bercanda."Leo berbicara dingin.


Manajer:"Ba.... Baik tuan akan saya umumkan."Manajer langsung ketakutan mendengar suara Leo.


Leo:"Tapi jangan sampai media meliput apapun dari perusahaan, jagalah mulut kalian jika tidak akan ku tanggalkan lidah kalian satu persatu."


Manajer:"Baik tuan baik masalah ini tidak akan diliputi oleh media manapun."


Leo:"Ku pegang kata-kata mu."


Manajer:"Baik tuan."


Sekarang di ruangan besar itu hanya ada Leo dan kotak yang ia ambil dari rak buku. "***Hm ke konci gimana gw bukannya, eh pendek banget akal gw***." Leo langsung mengobrak-abrik laci ayahnya. "***Konci*** ***mana konci hmmmm mana sih. Eu ini apaan konci kecil, kecil pakek banget, cobain aja dulu ye***." Leo mengambil konci kecil yang ia temukan.


"Lah pas, bagus." Gumam Leo sambil senyam-senyum. Clek... "Nice ke bukak juga dia." Gumam Leo sembari membuka kotak kecil itu. "What..... " Leo terkejut melihat isi dari kotak itu. "Ini foto siapa? Mukanya kok kelihatan masih mudah ya." Leo kembali curiga dengan foto yang ada didalam kotak kecil itu. "Baik gw bakal bawak ini kerumah." Gumam Leo sembari melangkah pergi.


......................


Leo kembali memacu kecepatan motornya dijalanan yang padat itu. "Gw kesekolah dulu setelah itu pulang." Leo langsung menuju sekolah milik ayahnya dengan cepat


......................

__ADS_1


Sesampainya Leo dirumah, ia tidak berbicara apapun. Leo langsung pergi ke kamarnya. "Okey gw bakal cari tau cewek ini" Gumam Leo sambil memegang foto seorang wanita.


...****************...


__ADS_2