Love In Different World

Love In Different World
Episode 34


__ADS_3

"Astaga kenapa aku deg-degan begini, ah sudah seperti mau bertemu orang penting saja." Gumam Frieska melajukan kecepatan mobilnya.


......................


"Cafe Aluna. Akhirnya sampai juga, sepertinya aku terlalu cepat datang." Gumam Friska.


Friska memasuki cafe dengan anggun nya, walaupun dihati Friska sedang ada badai besar. Karena nervous akan bertemu dengan Leo.


Friska sendiri aneh dengan perasaan nya, yah sungguh tidak peka dengan kondisi.


"Halo selamat datang nona." Sapa seorang pelayan. "Ah iya." Sahut Friska. "Silahkan duduk nona, apakah nona ingin memesan sesuatu?" Tawar wanita itu sambil memberikan buku menu. "Oh iya, aku pesan nanti saja." Ucap Friska. "Baik nona." Wanita itu segera pergi dengan senyuman yang manis. Khas pelayan cafe yang ramah.


Ting.. Suara notifikasi pesan kembali datang di ponsel Friska.


"Maaf, aku tidak bisa datang." Pesan dari Leo kembali datang.


"*Bajing*n Leo*!" Gumam Friska, ia terlihat sangat marah.


Friska langsung keluar dari cafe dengan perasaan marah. "*Lelaki bajing*n.Apa maksud nya, Dia yang mengundang ku dia yang tidak bisa datang. Seharusnya aku yang bilang begitu*!" Gumam Friska.


"Loh eh, kok jadi banyak hiasan?Tadi sebelum aku datang tidak ada." Friska kebingungan melihat diluar cafe yang telah dihias.


"Hai." Seseorang yang mengenakan topeng tiba-tiba menghampiri Friska dan menegur Friska yang hanya diam mematung. Friska tidak menggubris sapaan nya Friska berdiri mematung sekaligus kebingungan.


"Friska, apakah kau suka?" Ucapnya lagi. "Heh! A-apa ini semua?" Friska kebingungan. "Ini hmmmm, Kejutan." Pria itu membuka topeng yang ia pakai.


"Wuah langkah sekali. Aku diberikan kejutan oleh orang lain." Gumam Friska.


"Kau sukakan?" Lelaki itu kembali bertanya.

__ADS_1


"Hah! Le-Leo kau!" Friska tambah terkejut ketika melihat Leo yang berdiri di depannya.


"Wah setampan itukah aku sehingga kau melihat ku seperti itu." Ucap Leo sambil tersenyum. "Kau terlalu percaya diri." Cetus Friska. "Bagitu kah, aku hanya sedang berusaha." Ucap Leo. "Yah? Berusaha untuk apanya?" Friska kebingungan jantungnya berdetak."Iya usaha apa,kau saja tidak peka." Gumam Leo. Dan keadaan menjadi canggung.


"Yah, itu, ee usaha ku." Leo tertawa kecil.


"Oh begitu yah." Friska ikut tertawa. "Ah sudahlah, ayo kita masuk saja." Ajak Leo menarik tangan Friska.


"Heh, katanya dia tidak bisa datang. Kejutan yang dia berikan juga tidak menari." Gumam Friska.


"Aku sudah menyewa cafe ini, hmm walaupun cafe ini adalah milik ibuku." Ucap Leo sambil tersenyum. "Oh begitu." Friska menganggapi dingin penjelasan Leo.


"Ahaha, tanggapan yang bagus." Gumam Leo.


"Kau mau pesan apa?" Tanya Leo. "Aku sedang diet, jadi aku tidak makan." Jawab Friska memalingkan wajahnya. "Diet itu berolahraga, makan makanan sehat, makan dengan teratur tidak berlebihan." Ucap Leo. "Yah maka dari itu aku tidak memesan sesuatu karena aku hanya ingin makanan yang sehat." Ucap Friska. "Makanan di cafe ini juga ada yang sehat." Cetus Leo.


"Aku akan memberikan alasan kenapa aku mengajak mu untuk bertemu." Ucap Leo. "Oh silahkan." Balas Friska. "Aku hanya bosan dirumah jadi aku mengajak mu bertemu." Ucap Leo


"Sangat jauh dari harapan ku!" Gumam Friska menghela nafasnya.


"Kenapa ekspresi mu begitu?" Tanya Leo. "Ah, tidak. Aku tidak apa-apa." Ucap Friska tertawa kecil. "Aku hanya bercanda." Ucap Leo.


"Jangan bilang soal perasaan lagi." Gumam Friska.


"Aku ingin mengajukan beberapa pertnyaan." Ucap Leo lagi. "Apakah aku sedang di podcast." Gumam Friska. "Apakah salah jika seseorang mempunyai perasaan?" Tanya Leo. "Baku sekali." Gumam Friska.


Friska menghela nafasnya lalu menjawab. "Aku tidak tahu." Jawab Friska.


"Jauh dari ekspetasi ku." Gumam Leo.

__ADS_1


"Oh begitu yah." Keadaan kembali canggung.


"Apakah kau tidak bisa menerima ku, aku hari ini bertemu dengan mu hanya ingin mendeklarasikan perasaan ku.Aku menyukaimu, yah aku tahu awalnya aku terlihat membencimu dan slalu mengganggu mu. Tapi aku menyukaimu, aku bisa apa. Bla, bla, bla." Jelas Leo panjang lebar.


"Author ingin melawak, mendeklarasikan apanya." Gumam Friska.


"Hu... Jadi." Friska hanya memberikan tanggapan singkat.


"Wanita ini, usaha ku kali ini tidak bisa sia-sia." Gumam Leo.


"Aku saja tidak tahu harus bagaimana." Ucap Leo, ah sangat perik. Tidak ada yang profesional ( ⚈̥̥̥̥̥́⌢⚈̥̥̥̥̥̀).


"Aku menyukaimu."Ucap Leo pelan.


" Hua...... ....... Aku harus apa!" Gumam Friska.


"Mari kita jalani." Ucap Leo lagi. "Ah, hehe. Ba-bagaimana yah, yah ba-baiklah." Ucap Friska.


"Apa yang aku katakan, konyol." Gumam Friska.


"Ba-baiklah hanya itu yah, aku akan pulang." Ucap Friska sambil mengendalikan dirinya.


"Akhirnya tidak sia-sia dia menerima ku,hu aku sekarang lebih tenang." Gumam Leo.


"Terimakasih." Ucap Leo. "Baiklah, aku akan pulang duluan." Ucap Friska. "Ah i-iya, mau ku antar." Tawar Leo. "Oh tidak, maksudnya tidak usah, aku bisa pulang sendiri." Jawab Friska gugup.


"Jantung kondisikan dirimu." Batin Friska.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2